Waspada, Ini Efek Samping Jika Konsumsi Obat Antidepresan Sembarangan

  • Februari 8, 2021

Obat antidepresan digunakan untuk mengurangi efek depresi sedang hingga ringan pada tubuh dan mental. Pemberian obat antidepresan dapat meningkatkan kadar serotonin atau senyawa pembawa rasa bahagia di dalam otak.

Meski depresi berkurang, tetapi seperti halnya obat lainnya, antidepresan ini dapat menyebabkan beberapa efek samping. Tidak semua orang mengalami efek samping yang sama. Hal ini tergantung dari karakteristik masing-masing obat dan kondisi penggunanya.

Antidepresan terkadang dapat menyebabkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, seperti: 

  • mual
  • nafsu makan meningkat dan berat badan bertambah
  • hilangnya hasrat seksual dan masalah seksual lainnya, seperti disfungsi ereksi dan penurunan orgasme
  • kelelahan dan kantuk
  • insomnia
  • mulut kering
  • penglihatan kabur
  • sembelit
  • pusing
  • agitasi
  • sifat lekas marah
  • kegelisahan

Untuk itu, obat antidepresan tidak boleh dikonsumsi tanpa pengawasan atau resep dokter. Sebab, jika dikonsumsi tidak sesuai dosisnya, beberapa jenis obat depresan bisa menyebabkan penurunan kesadaran.

Masalah seksual

Salah satu efek samping yang lebih umum meskipun tidak sering dibicarakan adalah penurunan minat pada seks atau penurunan kemampuan untuk orgasme. Berdasarkan penelitian dari Bradley N. Gaynes, MD, MPH, profesor psikiatri di University of North Carolina, menyebutkan jika sebanyak setengah dari pasien yang terkena SSRI melaporkan gejala yang berhubungan dengan seks.

Salah satu cara untuk mengatasi gejala tersebut adalah dengan menambahkan jenis antidepresan yang berbeda atau bahkan obat untuk disfungsi ereksi. Tetapi mungkin juga bahwa beralih ke antidepresan lain akan membuat gejala-gejala ini hilang. 

Masalah berat badan

Efek obat antidepresan selanjutnya yaitu penambahan berat badan. Apabila pasien justru mengalami kenaikan berat badan setelah menjalani pengobatan, itu berarti penanganannya belum berhasil. Kenaikan berat badan ini biasanya terjadi pada pasien depresi jenis atipikal

Adapun jenis obat yang menyebabkan kenaikan berat badan adalah:

  • Amitriptyline: jenis antidepresan trisiklik yang paling pertama ditemukan
  • Paroxetine: bekerja dengan menghambat penyerapan serotonin
  • Mirtazapine: antidepresan untuk jenis atypical depression

Namun, kenaikan berat badan yang disebut sebagai efek samping pengobatan depresi tetap masih dipertanyakan kebenarannya. Beberapa menyebutkan ini bisa juga terjadi karena pasien sudah merasa lebih baik sehingga membuat nafsu makan meningkat.

Meningkatkan risiko bunuh diri

Anak-anak, remaja, dan dewasa muda dengan depresi berat atau gangguan kejiwaan lainnya yang menggunakan antidepresan mungkin berisiko lebih tinggi terhadap pikiran dan perilaku bunuh diri, terutama selama bulan pertama pengobatan. Untuk itu, mereka harus diawasi dengan hati-hati.

Apalagi banyak jenis obat antidepresan yang diketahui bisa meningkatkan risiko munculnya suicidal thought atau keinginan bunuh diri. Peneliti dari Harvard, tahun 1990 lalu, melaporkan 6 pasien yang merasakan keinginan bunuh diri begitu intens sesaat setelah mengonsumsi obat antidepresan jenis Fluoxetine.

Memiliki pikiran untuk bunuh diri sewaktu menggunakan antidepresan adalah efek samping yang serius. Ini membutuhkan perhatian dokter sesegera mungkin.  

Ingat, kebanyakan orang dengan depresi menjadi lebih baik. Pasien mungkin perlu mencoba beberapa antidepresan berbeda untuk menemukan yang tepat. Dan mendapatkan terapi bicara pada saat yang sama adalah pengobatan yang paling efektif untuk depresi. 

Berkonsultasilah kepada dokter sebelum memutuskan mengkonsumsi obat antidepresan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*