Sisi Wajah Berkedut? Mungkin Anda Menderita Hemifasial Spasme

  • September 2, 2020

Pernahkah Anda mengalami kedutan pada salah satu sisi wajah? Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan hal ini, salah satunya penyakit hemifasial spasme. Penyakit ini ditandai dengan sistem saraf yang terganggu, sehingga otot-otot pada salah satu sisi wajah bergerak secara abnormal dan menimbulkan kedutan.

Kedutan pada otot biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan dianggap tidak berbahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, dalam kasus yang cukup parah, kedutan ini bisa menyebabkan kesulitan untuk membuka mata sehingga menimbulan dampak berbahaya, contohnya saat sedang mengemudi.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, baik wanita ataupun pria. Namun, kondisi ini lebih sering menyerang wanita yang sudah melewati usia 40 tahun. Kedutan juga lebih sering terjadi pada sisi kiri wajah dibandingkan dengan sisi kanan.

Mengenal faktor penyebab hemifasial spasme

Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh iritasi atau kerusakan pada sistem saraf wajah yang disebut saraf kranial ketujuh. Saraf ini adalah saraf yang mengontrol otot-otot pada wajah.

Sumber iritasi biasanya berasal dari pembuluh darah kecil yang menekan saraf wajah yang terletak di dekat batang otak. Tekanan ini menyebabkan gangguan pengiriman sinyal dari otak ke otot wajah.

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya, seperti:

  • Tumor jinak pada saraf wajah
  • Kelompok pembuluh darah yang abnormal sejak lahir
  • Cedera pada saraf

Jika Anda pernah mengalami cedera atau luka pada kepala dan wajah, Anda juga berpotensi untuk mengalami hemifasial spasme.

Gejala yang dialami saat menderita hemifasial spasme

Ketika Anda terkena hemifasial spasme, gejala pertama yang akan Anda rasakan adalah kedutan yang tak disadari di salah satu sisi wajah. Kedutan pertama kali muncul pada area kelopak mata, terjadi secara ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Saat Anda sedang merasa lelah, stres, atau cemas, kedutan ini akan semakin terasa. Dalam kasus yang parah, kejang di kelopak mata membuat mata Anda tertutup sepenuhnya atau mengeluarkan air mata.

Apabila tidak segera diatasi, kejang pada kelopak mata akan menyebar ke bagian wajah lainnya, seperti alis, pipi, mulut atau bibir, dagu, leher bagian atas, dan rahang.

Dalam beberapa kasus, kedutan pada terjadi pada seluruh otot yang ada di wajah Anda, menyebabkan Anda mengalami gejala lainnya berupa:

  • Kesulitan untuk mendengar
  • Denging di telinga
  • Nyeri pada telinga, khususnya di telinga bagian belakang
  • Kedutan yang terjadi di seluruh wajah

Pada kondisi yang parah, kedutan-kedutan ini akan terus terjadi bahkan saat Anda sedang tertidur.

Mengobati kondisi hemifasial spasme

Ada beberapa upaya pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala hemifasial spasme, yaitu:

  • Suntikan botulinum

Dokter akan menggunakan suntikan botulinum untuk melumpuhkan otot sementara waktu. Suntikan akan diberikan langsung ke otot yang berkedut.

  • Operasi dekompresi mikrovaskular

Operasi ini dilakukan dengan membuat lubang di tulang tengkorak dan membuka penutup otak. Dokter akan meletakkan bahan menyerupai spons di pembuluh darah yang menekan saraf wajah untuk menghilangkan tekanan pada saraf.

  • Obat-obatan

Pilihan pengobatan lain adalah mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Salah satu jenis obat yang dipercaya mampu mengatasi gejala hemifasial spasme adalah obat antikonvulsan.

Itulah penyebab, gejala, dan cara mengobati kondisi hemifasial spasme. Kondisi ini bukanlah kondisi berbahaya, namun dapat menganggu aktivitas sehari-hari apabila dibiarkan tanpa diobati.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*