milna goodmil

Selain Milna goodmil, Lakukan Ini Sebagai Strategi Saat Memberikan MPASI!

  • April 21, 2021

Milna goodmil adalah salah satu bubur bayi instan yang membantu para ibu untuk memberikan MPASI. Milna goodmil memiliki 15 vitamin dan 8 mineral yang sangat berguna untuk tumbuh kembang si kecil.

Pemberian bubur instan seperti milna goodmil di tahap awal MPASI seringkali mendapat penolakan karena dinilai kurangnya gizi atau pun nutrisi, terlebih adanya bahan tambahan di dalam bubur instan ini. Meski begitu, pemberian milna goodmil ini bisa dijadikan sebagai strategi awal dalam pengenalan rasa dan tekstur kepada si kecil.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada empat strategi penting yang harus para ibu pahami saat memberikan MPASI di usia 6 bulan. Berikut beberapa strategi pemberian MPASI untuk bayi.

  1. Tepat waktu

Mengulang hal sebelumnya, makanan pendamping ASI memang ada baiknya diberikan di waktu yang tepat alias tidak terlalu cepat atau lambat. Dengan catatan, hal ini disesuaikan kembali dengan kondisi kesehatan si kecil. Dalam beberapa kasus tertentu, dokter bisa saja menyarankan Anda untuk memberikan makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan.

  1. Memadai

Makanan pendamping ASI sebaiknya memenuhi kebutuhan energi, protein, mineral, dan vitamin untuk bayi. Dengan kata lain, berikan menu MPASI yang terdiri atas berbagai sumber makanan.

  1. Aman dan higienis

Segala proses dalam menyimpan makanan bayi, mengolah, hingga menyajikan makanan padat sebaiknya dilakukan secara aman dan higienis. Artinya, Anda sangat disarankan untuk menggunakan, cara, bahan, serta peralatan MPASI yang aman dan bersih.

  1. Pemberiannya secara responsive

Sama halnya seperti pemberian ASI, makanan padat yang Anda sajikan untuk si kecil juga sebaiknya mengikuti tanda bayi lapar dan kenyang. Jadi, ada baiknya untuk memberikan makanan saat bayi sedang lapar dan hindari memaksanya makan ketika ia sudah kenyang.

Sebelum memberikan MPASI, Anda perlu tahu tanda-tanda bayi siap makan. Beberapa tanda ketika bayi siap untuk dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

  • Bayi dapat duduk dengan posisi leher tegak serta mengangkat kepalanya sendiri tanpa dibantu.
  • Bayi memperlihatkan ketertarikan dengan makanan, seperti berusaha meraih makanan yang ada di depannya.
  • Bayi menunjukkan kemampuan motorik yang baik, seperti mampu menggenggam dan memasukkan makanan atau mainan ke arah mulut.
  • Bayi condong ke depan dan membuka mulut jika tertarik pada makanan, serta ke belakang dan menutup mulut jika tidak tertarik pada makanan atau tidak lapar.
  • Bayi terlihat lebih lapar dan tetap menunjukkan tanda masih lapar walaupun sudah diberikan ASI.

Dalam memilih menu MPASI, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena kondisi pencernaan yang belum begitu sempurna. Beberapa jenis makanan di bawah ini sebaiknya tidak diberikan kepada bayi.

  1. Jus buah

Terlalu banyak mengonsumsi jus, terlebih jus kemasan dengan gula tambahan, dapat menyebabkan bayi mengalami diare dan gigi berlubang. Selain itu, jus juga mengandung serat dan nutrisi yang lebih rendah daripada buah segar yang dihaluskan atau dipotong.

  1. Susu sapi

Hindari memberikan susu sapi untuk bayi sebelum ia berusia satu tahun. Hal ini karena susu sapi tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisinya dan justru dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Pemberian susu formula sebagai tambahan nutrisi sebaiknya dilakukan sesuai dengan saran dokter saat bayi memiliki kondisi tertentu.

  1. Madu

Madu juga sebaiknya tidak diberikan kepada bayi yang berusia di bawah usia 1 tahun sebagai bagian dari menu MPASI. Hal ini karena madu dapat menyebabkan bayi terkena botulisme, yaitu kondisi keracunan akibat bakteri Clostridium botulinum yang terkandung di dalam madu.

  1. Makanan keras

Hindari memberikan biji-bijian atau makanan yang bertekstur keras dan berukuran kecil, seperti popcorn, kacang, atau permen, sebab makanan ini dapat meningkatkan risiko bayi tersedak.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*