Sakatonik Liver Atasi Anemia, Apa Kondisi Ini?

  • Desember 31, 2021

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah sehat di dalam tubuh Anda sangat rendah. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, sehingga jumlah sel darah merah yang rendah mengindikasikan jumlah oksigen di dalam darah lebih rendah daripada semestinya. Kebanyakan gejala anemia disebabkan karena berkurangnya pengiriman oksigen ke jaringan dan organ penting tubuh. Anemia diukur berdasarkan jumlah hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Di seluruh dunia, anemia memengaruhi sekitar 1,6 milyar orang. Wanita dan orang-orang yang menderita penyakit kronis seperti kanker memiliki risiko paling tinggi dalam mengembangkan anemia. Biasanya, orang-orang akan mengonsumsi obat OTC seperti Sakatonik Liver untuk mengatasi kondisi ini. 

Sakatonik Liver Kaplet  harga terbaik 7505

Apa yang menyebabkan anemia?

Zat besi, vitamin B-12, dan folat dari makanan sangat penting untuk sel darah merah menjadi matang di dalam tubuh. Biasanya, 0,8 hingga 1 persen sel darah merah di dalam tubuh diganti setiap harinya, dan rata-rata masa hidup sel darah merah adalah 100 hingga 120 hari. Proses apapun yang memiliki efek negatif terhadap keseimbangan antara produksi sel darah merah dan penghancurannya dapat menyebabkan anemia. Penyebab anemia biasanya dibagi ke dalam dua hal, yaitu penyebab yang mengurangi produksi sel darah merah dan penyebab yang meningkatkan penghancuran sel darah merah. Kedua hal tersebut umumnya dapat diatasi menggunakan Sakatonik Liver. 

  • Faktor yang menurunkan produksi sel darah merah

Hal-hal yang biasanya menurunkan produksi sel darah merah, menyebabkan anemia seperti kurangnya stimulasi produksi sel darah merah oleh hormon erythropoietin yang diproduksi di ginjal; kurangnya asupan zat besi, vitamin B-12, atau folat, dan hypothyrodisim. 

  • Faktor-faktor yang meningkatkan penghancuran sel darah merah

Di sisi lain, gangguan apapun yang merusak sel darah merah pada laju yang lebih cepat dibandingkan proses produksi akan menyebabkan anemia. Hal ini biasanya terjadi akibat pendarahan, yang dapat terjadi akibat endometriosis, kecelakaan, lesi gastrointestinal, menstruasi, persalinan, pendarahan uterine berlebih, operasi, cirrhosis yang melibatkan jaringan parut hati, fibrosis pada sumsum tulang belakang, hemolysis yaitu pecahnya sel darah merah yang dapat terjadi pada orang-orang yang sedang menjalani perawatan Rh incompatibility, gangguan pada hati dan limpa, serta gangguan genetik seperti defisiensi G6PD, thalassemia, dan anemia sel sabit. 

Secara keseluruhan, defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia. Defisiensi ini menyebabkan sekitar setengah dari semua kasus anemia, dan merupakan gangguan nutrisi utama di seluruh dunia. 

Perawatan anemia akan sangat bergantung pada mengetahui apa yang menyebabkan kondisi ini. Anemia yang disebabkan karena kurangnya asupan zat besi, vitamin B-12, dan folat dapat diatasi dengan konsumsi suplemen nutrisi seperti Sakatonik Liver. Dalam beberapa kasus, suntikan B12 dibutuhkan karena zat ini tidak dapat diserap dengan baik di dalam saluran pencernaan. Dokter dan ahli nutrisi dapat meresepkan bentuk diet yang mengandung jumlah vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang baik. Diet yang baik dan seimbang dapat membantu mencegah anemia jenis ini untuk datang kembali. Namun, dalam beberapa kasus, apabila anemia yang Anda derita bersifat parah, dokter dapat menggunakan suntikan erythropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah di sumsum tulang belakang. Apabila pendarahan terus terjadi ataupun level hemoglobin sangatlah rendah, transfusi darah dapat dibutuhkan. Konsultasi dengan dokter seputar jenis perawatan apa yang cocok dengan kondisi yang Anda derita.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*