Resiko Penurunan Kesadaran pada Kondisi Status Epileptikus

Resiko Penurunan Kesadaran pada Kondisi Status Epileptikus

  • Februari 3, 2021

Epilepsi merupakan suatu keadaan yang memengaruhi otak dan menyebabkan penderita mengalami kejang secara berulang-ulang. Kejang yang muncul merupakan lonjakan listrik yang muncul dan terjadi secara mendadak di otak. Status epileptikus sendiri merupakan bentuk serangan dari penyakit epilepsi yang fatal dan cukup sering muncul pada penderitanya. Keadaan kejang yang berlangsung lama dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran.

Kondisi kejang tersebut tergolong gawat dan perlu penanganan medis darurat karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan berakibat fatal. Selain itu, kasus status epileptikus juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas atau pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Status epileptikus pada epilepsi biasanya terjadi karena perubahan dosis atau jenis obat antikejang yang dikonsumsi.

Status epileptikus ditandai dengan kondisi kejang-kejang yang berlangsung selama lebih dari 30 menit atau terjadi dua kali atau lebih dengan penderita yang tidak mendapatkan kesadarannya secara menyeluruh. 

Kejang bisa terjadi dalam bentuk yang beragam. Terdapat gejala kejang yang umum dan ada juga yang tidak umum, tergantung pada bagian otak mana yang mengalami kelainan. Gejala yang muncul dapat dibagi menjadi dua tipe melalui pemantauan gelombang listrik otak dengan EEG, yaitu tipe konvulsif dan non-konvulsif.

Tipe nonkonsulvif adalah kelainan sensasi pada satu sisi tubuh (parestesia), daya lihat mengalami perubahan, adanya halusinasi warna, terdapat halusinasi pada indera pengecap dan penciuman, serta rasa tidak nyaman pada bagian perut yang tidak dapat dijelaskan. 

Sedangkan, pada tipe konsulvif, status epileptikus muncul dengan beragam, seperti penurunan kesadaran, kakunya otot di sebagian atau seluruh tubuh, kejang otot di sebagian atau seluruh tubuh, rahang kaku, pipi atau lidah tergigit, napas berhenti mendadak, dan kulit berwarna kebiruan.

Penanganan awal status epileptikus meliputi tindakan meletakkan pasien pada posisi yang aman untuk menghindarkan cedera, membantu respirasi termasuk memberikan oksigen, mempertahankan tekanan darah, dan koreksi jika terjadi hipoglikemia. Jika dicurigai adanya penyalahgunaan alkohol maka pertimbangkan pemberian tiamin secara parenteral, berikan piridoksin bila status epileptikus disebabkan oleh defisiensi piridoksin. 

Untuk menangani kejang yang terjadi akibat status epileptikus, ada beberapa hal penting yang harus Anda lakukan, di antaranya: 

  • Mengamankan jalan napas dan memperhatikan fungsi pernapasan dan jantung.  Apabila saat kejang-kejang disertai dengan penurunan kesadaran dan kesulitan bernapas, maka tindakan intubasi harus segera dilakukan, yaitu dengan memasang alat bantu napas agar fungsi pernapasan penderita dapat kembali bekerja serta memberikan oksigen yang optimal. 
  • Melepaskan benda tajam yang ada disekitar penderita guna menghindari cedera.
  • Tidak menahan atau memasukkan apapun ke dalam mulut orang yang sedang kejang-kejang, karena dapat menimbulkan luka. 
  • Apabila kejang-kejang terjadi lebih dari 5 menit, maka segera hubungi ambulans agar segera mendapat penanganan yang tepat. 
  • Apabila kejang berlangsung lama, jangan tinggalkan penderita sendirian, karena ia akan merasa bingung. 
  • Apabila memiliki kejang aktif, penderita lebih baik menghindari potensi bahaya dari tempat tinggi atau mesin bergerak, di rumah, sekolah, atau tempat bekerja . 

Kejang dan status epileptikus dapat terjadi akibat berbagai macam hal. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap. Penderita akan menjalani pemeriksaan fisik dan proses evaluasi tipe kejang apabila gejala kejang muncul saat melakukan pemeriksaan. 

Apabila penyebab kejang atau epilepsi telah diketahui, maka dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Biasanya, penderita epilepsi diberikan obat anti-epilepsi dan hampir 70% penderita dapat mengontrol kejang dengan obat ini. 

Pasien yang mengalami penurunan kesadaran akibat epilepsi harus menghindari kondisi yang dapat memicu timbulnya kejang. Jika pasien sedang mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit tertentu, kemudian mengalami penurunan kesadaran, pasien akan dianjurkan untuk mengganti obat yang dikonsumsi.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*