poldan mig

Poldan Mig Atasi Migraine, Apa Penyebabnya?

  • September 1, 2021

Migrain adalah sakit kepala ringan atau parah dan terasa berdenyut pada salah satu sisi kepala. Banyak orang juga akan menderita gejala lain seperti mual dan muntah serta adanya sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Migrain merupakan sebuah kondisi yang cukup umum dijumpai, memengaruhi satu dari lima wanita dan satu dari 15 pria. Dalam kasus yang ringan, sakit kepala karena migrain dapat diatasi menggunakan Poldan Mig. 

Poldan Mig adalah salah satu obat yang efektif untuk mengatasi migraine. Hal yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apa yang menyebabkan kondisi ini? Meskipun penyebab migraine tidak dimengerti secara pasti, faktor genetik dan lingkungan tampak memainkan sebuah peran. 

Perubahan yang terjadi di batang dapat terlibat sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan zat kimia di otak, termasuk serotonin, yang mana membantu mengatur nyeri di sistem saraf Anda. Peneliti saat ini mempelajari peran hormon serotonin terhadap sakit kepala akibat migraine. Neurotransmitter lain yang memainkan peran pada nyeri akibat sakit kepala migrain adalah calcitonin gene-related peptide (CGRP). Ada beberapa pemicu migraine, di antaranya adalah:

  • Perubahan hormon pada wanita. Fluktuasi estrogen, misalnya sebelum dan pada masa menstruasi, kehamilan dan menopause, dapat memicu sakit kepala pada banyak wanita. Obat-obatan hormonal, seperti kontraseptif oral, juga dapat memperburuk migraine. Namun, beberapa wanita menyatakan bahwa migraine mereka jarang terjadi apabila mereka mengonsumsi obat-obatan tersebut. 
  • Minuman. Minuman seperti alkohol, terutama wine, dan terlalu banyak caffeine, seperti kopi, dapat menyebabkan migraine.
  • Stres. Stres di rumah atau di kantor dapat menyebabkan migraine. 
  • Stimuli sensorik. Cahaya yang terang atau berkedip-kedip dapat memicu terjadinya migraine. Suara yang keras dan bau yang sangat menyengat seperti parfum dan thinner cat juga dapat menyebabkan migraine bagi sebagian orang.  
  • Perubahan tidur. Jarang tidur atau tidur terlalu sering dapat memicu migrain pada beberapa orang. 
  • Faktor fisik. Aktivitas fisik yang berat dapat memicu terjadinya migraine. 
  • Perubahan cuaca. Cuaca yang berubah atau tekanan barometric dapat menyebabkan migraine. 
  • Obat-obatan. Kontraseptif oral dan vasodilator, seperti nitroglycerin, dapat membuat migraine menjadi lebih parah. 
  • Makanan. Keju dan makanan olahan yang asin dapat memicu migrain. 
  • Pengawet pada makanan. Hal ini meliputi pemanis aspartame dan MSG pengawet yang banyak ditemukan dalam produk makanan olahan. 

Beberapa faktor dapat menyebabkan seseorang rentan terkena migraine, seperti di antaranya adalah riwayat keluarga. Apabila anggota keluarga Anda menderita migraine, ada kemungkinan tinggi Anda akan mengembangkan kondisi serupa. Migraine juga dapat berawal pada usia berapapun, meskipun kondisi ini lebih sering terjadi pertama kali pada masa-masa peralihan dari remaja ke dewasa. Migraine akan memuncak saat seseorang berusia 30an tahun, untuk kemudian berubah semakin menurun pada dekade berikutnya. Wanita juga memiliki kemungkinan lebih tinggi dalam menderita migraine dibandingkan dengan pria. 

Mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri juga dapat menyebabkan sakit kepala akibat penggunaan berlebih obat. Risiko tertinggi ada pada mereka yang sering mengonsumsi aspirin, acetaminophen, dan kafein. Sakit kepala penggunaan obat berlebih juga dapat terjadi jika Anda mengonsumsi aspirin atau ibuprofen selama lebih dari 14 hari dalam satu bulan.

Hindari juga konsumsi triptan, sumatriptan, dan rizatriptan selama lebih dari 9 hari dalam satu bulan. Dalam kasus yang ringan, sakit kepala karena migrain dapat diatasi menggunakan obat seperti Poldan Mig. Hubungi dokter apabila migraine berubah parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*