Pilihan Gula Rendah Kalori untuk Penderita Diabetes

  • Juli 19, 2021

Diabetes adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) di atas batas normal. Jika tidak dikendali secara baik, diabetes dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, obesitas, stroke serta gangguan pada ginjal, mata dan saraf. 

Penderita diabetes tetap bisa menikmati makanan dan minuman manis asal tidak melebihi batas jumlah konsumsi setiap harinya. Penderita diabetes bisa memilih gula rendah kalori sebagai alternatif pengganti gula biasa. Jadi, semakin rendah kalori dalam gula semakin rendah pula kadar glukosa dalam darah.

Penderita diabetes tetap harus berhati-hati dalam memilih gula rendah kalori sebagai pengganti gula biasa. Hal ini disebabkan tidak semua pemanis alternatif merupakan pilihan yang baik untuk penderita diabetes. Berikut beberapa pilihan pemanis pengganti gula pasir yang baik untuk penderita diabetes, antara lain

  • Stevia

Stevia merupakan salah satu alternatif yang paling populer sebagai pemanis alami rendah kalori. Stevia ini dibuat melalui proses ekstraksi senyawa kimia bernama steviol glycosides yang terdapat pada daun tanaman. Setelah itu, stevia diproses lebih lanjut untuk mendapatkan serbuk putih yang 300 kali lebih manis dibanding gula pasir. 

Stevia sudah banyak digunakan oleh berbagai merek pemanis buatan di Indonesia sebagai alternatif pengganti gula pasir. Meskipun demikian, harga stevia dibanderol lebih mahal di pasaran daripada gula pasir biasa. Selain mahal, stevia juga memiliki cita rasa pahit yang kurang disukai oleh sebagai banyak orang. 

Tak hanya menyisakan rasa pahit, beberapa orang merasa mual, kembung dan sakit perut setelah mengonsumsi stevia. Jadi tidak jarang beberapa produsen menambahkan bahan lain untuk memperbaiki rasa. Akan tetapi, hal tersebut malah akan mengurangi manfaat stevia murni. 

  • Sakarin

Sakarin adalah pemanis yang terbuat dari proses oksidasi zat kimia. Sakarin aman dikonsumsi penderita diabetes karena nol kalori dan 200-700 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Penggunaan sakarin sebagai pemanis buatan sudah dimulai sejak tahun 1879. 

Penggunaan sakarin yang dianjurkan adalah 15 miligram per kilogram berat badan, Apabila seseorang memiliki berta badan 60 kg, maka ia dapat mengonsumsi 45 saset sakarin per hari.

  • Sukralosa

Sukralosa merupakan pemanis rendah kalori yang terbuat dari sukrosa yang telah melalui proses kimiawi. Sukralosa memiliki rasa yang lebih manis 600 kali dibandingkan gula biasa, Namun sukralosa memiliki kalori yang lebih rendah dari gula pasir sehingga sangat aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. 

Penggunaan sukralosa sebagai pemanis sudah dimulai sejak tahun 1998. Beberapa produsen makanan juga seringkali menggunakan sukralosa ke berbagai produk, seperti sereal dan permen karet. Penggunaan sukralosa yang aman yaitu 5 mg per kg berat badan. Misalnya, seseorang memiliki berat badan 60 kg, maka jumlah  sukrasola yang aman dikonsumsi adalah 23 saset per hari. 

  • Tagatosa

Tagatosa atau tagatose merupakan pemanis alami yang juga aman untuk penderita diabetes. Tagatosa diproduksi melalui proses enzimatis asi dari unsur galaktosa pada susu. Meskipun dihasilkan secara proses kimiawi, tagatosa memiliki rasa yang lebih manis 90 persen dibandingkan gula pasir. 

Selain proses kimiawi, tagatosa juga dapat dihasilkan dari beberapa buah-buahan manis, seperti apel, nanas dan jeruk. Tagatosa biasanya digunakan sebagai pemanis pada makanan, penambah tekstur dan stabilizer rendah kalori. Menurut penelitian, tagatosa memiliki indeks glikemik (GI) yang rendah sehingga cocok digunakan dalam pengobatan pasien diabetes. 

  • Neotam

Berdasarkan penelitian, neotam memiliki rasa yang lebih manis 7.000 – 13.000 kali dibandingkan gula pasir. Neotam merupakan jenis pemanis buatan rendah kalori yang mampu bertahan di suhu tinggi. Oleh sebab itu, neotam sangat cocok digunakan untuk memasak atau membuat pangan lain yang membutuhkan suhu tinggi.

Beberapa ahli pun sudah menyetujui bahwa neotam sangat aman digunakan untuk manusia dari berbagai usia. Anjuran jumlah penggunaan neotam yang aman adalah 0.3 miligram per kilogram berat badan. Apabila seseorang memiliki berat badan 60 kilogram, makan jumlah konsumsi neotam yang aman adalah 23 bungkus per hari. 

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*