Pigmen Kulit: Jenis Kelainan, Gejala, dan Pengobatannya

Pigmen Kulit: Jenis Kelainan, Gejala, dan Pengobatannya

  • Desember 22, 2020

Pigmen melanin adalah penentu warna kulit yang dibuat oleh sel-sel khusus di kulit, yaitu melanosit. Perbedaan jumlah dan jenis melanin pada setiap orang menentukan warna kulitnya masing-masing. Umumnya, melanin memberi warna pada rambut, kulit, dan iris mata. Kadar pigmen melanin sendiri dipengaruhi oleh ras dan jumlah paparan sinar matahari. Ya, paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV (ultraviolet). Selain itu, faktor perubahan hormonal juga bisa memengaruhi produksi melanin. 

Kelainan pigmen kulit, gejala, dan juga perawatannya

Beberapa kelainan pigmen kulit yang dapat terjadi pada manusia adalah:

  1. Albinisme

Albinisme adalah kelainan pigmen kulit langka yang disebabkan oleh bawaan sejak lahir. Kondisi ini dapat mengurangi jumlah pigmen melanin yang ada di kulit, rambut, dan mata seseorang. Penderita albinisme atau dikenal juga dengan albino, akan memiliki karakteristik berupa rambut putih, mata biru, dan kulit pucat. Mata albino bisa juga terlihat memerah dalam situasi pencahayaan tertentu. 

Sayangnya, hingga saat ini, tidak ada obat untuk menangani kasus albinisme. Orang dengan kondisi ini sebaiknya menghindari paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mata dengan memakai tabir surya, kacamata hitam, dan topi.

  1. Vitiligo

Vitiligo dapat menyebabkan munculnya bercak putih halus pada kulit Anda. Penyakit pigmen kulit ini disebabkan oleh hilangnya sel-sel penghasil pigmen kulit, yaitu melanosit dan dianggap sebagai penyakit autoimun. Bercak putih yang muncul ini sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Sama seperti albinisme, kelainan vitiligo juga tidak ada obatnya. Perawatan vitiligo mungkin termasuk obat-obatan, terapi sinar UV, krim kortikosteroid, operasi, atau depigmentasi (menghilangkan pigmen yang tersisa dari kulit).

  1. Melasma

Adanya bercak pigmen simetris berwarna coklat tua sampai coklat abu-abu bisa saja menandakan Anda mengalami melasma. Jika terjadi selama kehamilan, disebut juga sebagai topeng kehamilan. Beberapa faktor yang dianggap sebagai penyebab melasma adalah hormonal, pil KB, dan paparan sinar matahari. 

Perawatan melasma yang dapat Anda lakukan seperti menghindari paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya untuk mencegahnya menjadi lebih buruk. Anda juga bisa menggunakan krim resep yang mengandung hydroquinone dan tretinoin untuk meringankan melasma. Jika Anda berobat ke dokter kulit, mungkin saja Anda direkomendasikan untuk melakukan perawatan laser atau pengelupasan secara kimiawi.

  1. Kehilangan pigmen setelah mengalami kerusakan kulit

Terkadang, jika Anda berada dalam kondisi setelah mengalami ulkus, luka bakar, lepuh, infeksi, atau trauma kulit lainnya, kulit tidak bisa menggantikan sebagian pigmen di area tersebut. Umumnya, kondisi seperti ini tidak memerlukan perawatan. Anda dapat mengatasinya dengan memakai riasan atau make-up untuk menutupinya. Jenis gangguan pigmen kulit ini cenderung tidak permanen, tetapi mungkin Anda perlu waktu lama, bahkan beberapa bulan untuk membuatnya terlihat lebih baik atau memudar. 

Dalam kasus hiperpigmentasi (bintik hitam), menggunakan krim resep atau yang dijual bebas dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi kulit. Selain itu, Anda juga harus memakai tabir surya minimal SPF 30, karena sinar UV (ultraviolet) dapat memperburuk bintik gelap di kulit dan memperlama waktu Anda untuk menghilangkannya.

Intinya, sebagian besar kelainan pigmen kulit ini dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Hal yang terpenting adalah selalu pastikan Anda memakai tabir surya setiap kali beraktivitas di luar ruangan, yang menuntut Anda terpapar banyak dengan sinar matahari. Selain itu, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, serta membersihkan make-up sebelum tidur juga turut mendukung kebersihan dan kesehatan kulit Anda.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*