Perubahan Fibrokistik pada Payudara, Bisakah Berkembang Jadi Kanker?

  • Januari 15, 2022

Perubahan fibrokistik pada payudara. Fibrokistik payudara dibentuk oleh jaringan yang bertekstur kental atau bertekstur seperti tali. Dokter menyebutnya kelenjar nodular atau glandular.

Kasus fibrokistik payudara atau perubahan payudara fibrokistik sangat lumrah dialami oleh banyak wanita. Faktanya, kondisi ini tidak lagi disebut penyakit, hanya disebut sebagai perubahan fibrokistik payudara.

Pada umumnya, perubahan fibrokistik payudara terjadi akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi. Kasus ini lebih sering dialami wanita usia 35-50 tahun.

Gejala fibrokistik payudara

  • Benjolan pada payudara atau penebalan suatu area yang cenderung menyatu dengan jaringan payudara di sekitarnya.
  • Nyeri payudara secara umum atau rasa tidak nyaman di bagian atas payudara.
  • Nodul di payudara atau munculnya jaringan kental yang berubah ukuran bersama dengan siklus menstruasi.
  • Keluarnya cairan dari puting yang tidak berdarah. Biasanya cairan berwarna hijau atau coklat tua, cenderung keluar tanpa tekanan.
  • Perubahan bentuk payudara yang serupa di kedua payudara
  • Rasa nyeri payudara memburuk di setiap bulan

Penyebab fibrokistik payudara

Tidak diketahui alasan jelas terjadinya perubahan fibrokistik pada payudara. Namun, para ahli menduga adanya peran hormon reproduksi, khususnya estrogen.

Fluktuasi kadar hormon selama siklus menstruasi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di payudara. Area jaringan payudara mungkin terasa lebih lunak, sakit, dan membengkak.

Biasanya kasus perubahan fibrokistik payudara lebih mengganggu sebelum periode menstruasi dan berangsur-angsur mereda seiring dengan berakhirnya mens.

Apakah bisa jadi kanker?

Tidak perlu khawatir, perubahan fibrokistik pada payudara tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Perubahan fibrokistik payudara adalah kasus yang cukup sering terjadi.

Wanita yang mengalami kondisi fibrokistik ini biasanya mengalami bentuk dan tekstur payudara yang terasa menggumpal, memiliki nodul, dan mungkin terasa nyeri. Kasus-kasus tersebut bervariasi sepanjang siklus menstruasi.

Meskipun perubahan payudara fibrokistik tidak meningkatkan risiko kanker, mengalami masalah ini mungkin membuat Anda lebih sulit merasakan benjolan payudara atau perubahan abnormal lainnya. Ada kasus benjolan dan penebalan jaringan payudara yang tidak menghilang meski menstruasi sudah selesai.

Sebab itu, penting bagi Anda mengenali bentuk dan tekstur payudara Anda dalam kondisi normal, sehingga Anda bisa langsung tahu ketika ada masalah.

Kapan harus menemui dokter

Sebagian besar kasus payudara fibrokistik terbilang normal. Meski demikian, temui dokter Anda jika:

  • Menemukan benjolan payudara baru atau benjolan yang tetap dan tidak berubah
  • Merasakan area penebalan jaringan payudara yang menonjol
  • Nyeri payudara terjadi di area spesifik yang terjadi terus-menerus atau memburuk
  • Perubahan payudara tetap setelah menstruasi

Demikian informasi mengenai perubahan fibrokistik pada payudara. Kondisi ini tidak berpotensi menjadi kanker, tapi bisa jadi menutupi masalah lainnya.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*