Perhatikan Hal Ini, Saat Anda Melakukan Gerakan Squat Jump

  • Februari 23, 2021

Gerakan squat jump merupakan gerakan yang biasa dilakukan saat pemanasan sebelum masuk dalam gerakan inti olahraga. Ada beberapa variasi gerakan squat jump yang bisa Anda pilih. Manfaat dari gerakan squat jump ini sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Tapi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan gerakan squat jump. Ini bertujuan agar Anda mendapat hasil maksimal dari gerakan squat jump yang dilakukan dan meminimalisir risiko cedera. 

Gerakan squat jump dilakukan dengan posisi awal kaki membuka selebar bahu
  1. Melakukan Pemanasan

Sebelum melakukan gerakan squat jump, lakukan pemanasan kardio seperti jalan cepat atau jogging sehingga Anda telah menyiapkan kondisi otot-otot tubuh. Pemanasan harus dilakukan sebelum memulai kegiatan olahraga agar nantinya kinerja otot menjadi lebih maksimal.

  1. Kondisi Lingkungan

Pilihlah lokasi dan kondisi lingkungan yang tepat. Pastikan Anda melakukan kegiatan olahraga di tempat yang tepat dan tidak banyak gangguan. Selain itu, pilihlah permukaan pendaratan yang lembut dan rata demi menghindari cidera yang tidak diinginkan.

  1. Intensitas Latihan

Jika Anda sudah menikmati gerakan squat jump ini ada kecenderungan untuk melakukannya lebih sering. Akan tetapi sebaiknya lakukan gerakan squat jump cukup seminggu sekali saja untuk menghindari gangguan pada sendi. Jika Anda melakukannya dengan intensitas yang tinggi dan berlebihan, dikhawatirkan nantinya justru menimbulkan masalah pada bagian pinggul, punggung atau leher.

Selain ketiga hal tersebut yang harus Anda perhatikan. Ada juga perlu mengetahui beberapa kondisi berikut ini sebelum memulai gerakan squat jump agar gerakan yang diinginkan berhasil dengan maksimal. Anda pun juga akan mendapatkan manfaat yang besar jika mengikuti gerakan ini dengan tepat.

  1. Half squat sebelum squat jump

Gerakan squat jump memang bagus dilakukan sebagai pemanasan sebelum melakukan olahraga utama. Akan tetapi, sebelum melakukan squat jump ada baiknya Anda lebih dulu melakukan half squat. Gerakan ini dilakukan seperti squat jump, hanya saja tanpa melakukan gerakan melompat. Half squat ini dilakukan sebagai bentuk pemanasan, sehingga performa squat jump meningkat karena adanya peningkatan aktivitas otot.

  1. Hindari melakukan squat jump jika memiliki kondisi ini

Meniskus (pelapis sendi lutut) yang robek adalah salah satu cedera lutut yang paling umum. Bagi Anda yang mengalami meniskus robek, maka tidak disarankan untuk tidak melakukan squat jump. Meniskus yang robek biasanya terjadi pada atlet. Kondisi ini juga bisa disebabkan kondisi lain seperti bertambahnya usia, melakukan aktivitas yang menyebabkan berat tubuh bertumpu penuh di lutut, dan lutut memutar secara terpaksa. Jika Anda mengalami meniskus robek Anda akan merasakan nyeri, lutut kaku, dan bengkak. Jika kondisi Anda seperti ini, carilah gerakan olahraga lain dan hindari untuk melakukan squat jump.

  1. Lakukan squat jump dengan baik untuk menghindari kondisi ini

Jika Anda ingin melakukan squat jump, ada baiknya Anda melakukannya dengan benar dan tidak berlebihan, agar terhindar dari cedera. Salah satu jenis cedera yang mungkin terjadi adalah nyeri patellofemoral, yaitu kondisi di mana tulang dan jaringan lunak sekitar tempurung lutut, seperti bantalan lemak di bawah patella, tendon, jaringan sinovial (melapisi sendi lutut), serta jaringan ikat sendi, terasa nyeri. Itulah beberapa kondisi dan hal – hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai gerakan squat jump. Gerakan ini memang sering dijadikan sebagai gerakan pemanasan sebelum masuk dalam gerakan olahraga inti. Meski begitu, nyatanya gerakan squat jump memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh jika dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*