Penyebab dan Gejala Perlengketan Usus

  • Januari 13, 2022

Perlengketan usus merupakan kondisi terbentuknya pita jaringan di antara jaringan dan organ perut. Dalam kondisi normal, tekstur licin pada jaringan dan organ perut dapat membuat keduanya bergerak bebas saat tubuh melakukan gerakan. Namun adhesi bisa menyebabkan jaringan dan organ saling menempel sehingga membuat usus dapat terpelintir, menekuk dan tertekan.

Penyebab Perlengketan Usus

Operasi pada perut adalah penyebab umum dari perlengketan usus namun orang yang melakukan operasi pada perut bagian bawah dan panggul termasuk operasi usus dan ginekologi lebih berisiko mengalami perlengketan usus. Perlengketan yang disebabkan oleh operasi juga lebih cenderung menyebabkan gejala dan komplikasi.

Hampir setiap orang yang menjalani operasi perut mengalami perlengketan; namun, risikonya lebih besar setelah operasi pada perut bagian bawah dan panggul, termasuk operasi usus dan ginekologi

Penyebab perlengketan perut yang disebabkan oleh pembedahan meliputi:

  • Sayatan jaringan, terutama yang melibatkan organ dalam
  • Penanganan organ dalam
  • Pengeringan organ dan jaringan internal
  • Kontak jaringan internal dengan bahan asing, seperti kain kasa, sarung tangan bedah, dan jahitan
  • Darah yang tidak dibilas selama operasi

Perlengketan usus bisa menyebabkan gejala dan komplikasi kapan saja setelah operasi, bahkan gejala bisa saja muncul bertahun-tahun usai operasi.

Kondisi peradangan atau infeksi di perut yang tidak berhubungan dengan operasi juga dapat menyebabkan perlengketan yang termasuk:

  • Penyakit Crohn
  • Penyakit divertikular
  • Endometriosis
  • Penyakit radang panggul
  • Peritonitis

Penyebab lain dari perlengketan usus termasuk dialisis peritoneal jangka panjang  untuk pengobatan gagal ginjal dan terapi radiasi untuk pengobatan kanker.

Pencegahan Perlengketan Usus

Perlengketan usus sulit dicegah namun teknik bedah tertentu bisa meminimalkan perlengketan. Seperti mengganti dengan operasi laparoskopi yang berguna untuk menghindari sayatan besar pada perut. Pada operasi laparoskopi, perut akan dipompa menggunakan gas dan dokter akan melakukan sayatan kecil guna memasukkan alat bedah khusus dan kamera video. 

Untuk mengurangi terjadinya perlengketan usus maka dokter bisa menggunakan sarung tangan bebas lateks dan menangani jaringan dan organ dengan lembut dan mempersingkat waktu operasi.

Gejala Perlengketan Usus

Umumnya perlengketan usus tidak menimbulkan gejala jika pun ada biasanya menimbulkan sakit perut padah. Gejala yang ada juga bisa disebabkan oleh komplikasi yang ada seperti obstruksi usus. Obstruksi usus dapat menyebabkan penyumbatan pada usus sehingga cairan, makanan dan tinja tidak dapat bergerak.

Gejala obstruksi usus meliputi:

  • Sakit perut
  • Kembung
  • Sembelit
  • Kesulitan buang gas
  • Mual dan muntah

Obstruksi usus mengakibatkan aliran darah ke bagian usus berkurang sehingga dapat mengancam jiwa penderitanya.

Diagnosis Perlengketan Usus

Pertama-tama dokter akan melakukan diagnosis perlengketan usus dengan bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan termasuk pernah atau tidaknya melakukan operasi perut lalu dilanjutkan dengan tes fisik.

Selanjutnya, dokter mungkin akan meminta melakukan tes darah untuk menyingkirkan kemungkinan masalah atau penyakit lain yang menyebabkan gejala. Pada obstruksi usus, tes darah dapat membantu menentukan tingkat keparahan obstruksi yang ada.

Tes pencitraan juga mungkin akan dilakukan guna mendiagnosis perlengketan yang menyebabkan obstruksi usus. Tes pencitraan juga akan membantu dokter menyingkirkan masalah kesehatan lainnya.

Pengobatan Perlengketan Usus

Dokter biasanya menghindari operasi karena dapat meningkatkan risiko perlengketan lebih banyak. Kecuali jika perlengketan usus menyebabkan obstruksi baik itu yang bersifat akut (penyumbatan total) atau kronis (serangan berulang yang dapat hilang dengan sendirinya), dokter mungkin akan melakukan, operasi pengangkatan jaringan parut.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*