Penderita Autoimun Wajib Mengatur Pola Makan Secara Rutin

  • Desember 31, 2020

Penyakit autoimun merupakan kondisi saat kekebalan tubuh seseorang maah menyerang tubuhnya sendiri. Hal tersebut menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Autoimun merupakan penyakit yang dapat dialami siapa saja. Meski demikian, beberapa faktor menyebabkan risiko terkena penyakit autoimun meningkat seperti etnis, riwayat kesehatan keluarga, dan lingkungan. Selain itu, wanita lebih rentan terkena penyakit autoimun dibandingkan laki-laki. Penderita penyakit ini dapat mengurangi gejalanya dengan mengatur pola makan secara rutin dan benar. 

Gejala umum penyakit autoimun 

Penyakit autoimun akan menunjukkan gejala spesifik sesuai jenis penyakitnya. Terdapat lebih dari 80 penyakit autoimun hingga saat ini, dan beberapa di antaranya memiliki gejala yang sama. Berikut ini merupakan beberapa gejala umum penyakit autoimun. 

  • Sulit berkonsentrasi
  • Kelelahan dan pegal otot
  • Kesemutan di area tangan dan kaki
  • Demam ringan 
  • Ruam kulit
  • Rambut rontok

Menjalani diet AIP 

Untuk mengurangi gejala penyakit autoimun, diet khusus bernama Autoimmune protocol (AIP) dapat dijalankan. Makanan tidak dapat diserap sempurna oleh tubuh penderita penyakit autoimun sebab kondisi usus yang bermasalah akibat adanya luka. Dengan menjalani diet AIP, maka masalah usus tersebut dapat disembuhkan. Pada diet ini, Anda perlu mengonsumsi makanan yang disarankan dan menghindari pantangan autoimun. Diet AIP juga memiliki berbagai manfaat bagi tubuh penderita penyakit autoimun seperti: 

  • Mengurangi gejala autoimun
  • Mengembalikan kerja sistem kekebalan tubuh seperti seharusnya
  • Mencegah kemungkinan terjadinya penyakit autoimun sekunder
  • Mencegah munculnya respon buruk dari autoimun 

Makanan pantangan untuk autoimun

Makanan pantangan autoimun perlu dihindari selama beberapa minggu untuk mengurangi peradangan pada usus. Setelah itu, Anda dapat mengonsumsi makanan pantangan tersebut secara perlahan dan bertahap. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui reaksi tubuh dari setiap jenis makanan yang dikonsumsi dan melakukan pencatatan. Apabila terdapat makanan yang menyebabkan reaksi buruk sehingga terjadi lonjakan gejala maka makanan tersebut perlu dihindari dalam waktu lama. Beberapa jenis makanan pantangan autoimun yaitu: 

  • Biji-bijian seperti oat, gandum, dan beras
  • Produk susu seperti susu sapi, kambing, domba, dan produk turunannya seperti mentega, keju, krim, serta bubuk protein berbahan dasar susu
  • Telur seperti telur utuh dan produk yang mengandung telur
  • Sayuran nightshade seperti terong, tomat, paprika, dan rempah yang berasal dari sayuran nightshade (misalnya bubuk paprika)
  • Minyak nabati olahan seperti minyak jagung, minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari
  • Zat aditif dan pemanis buatan seperti lemak trans, pengental, pewarna buatan, stevia, manitol, atau xylitol
  • Minuman tertentu seperti alkohol atau kopi
  • Gula olahan seperti gula tebu, sirup jagung beserta produk turunannya yaitu es krim, coklat, permen, soda, dan makanan lain dengan kandungan bahan tersebut

Makanan yang disarankan untuk autoimun

Selain perlu menghindari makanan yang menjadi pantangan dalam diet AIP, Anda juga perlu mengonsumsi beberapa makanan tertentu. Terdapat beberapa jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi penderita penyakit autoimun yang sedang menjalani diet AIP, yaitu: 

  • Buah segar dalam jumlah sedikit
  • Umbi-umbian seperti talas, ubi rambat, dan ubi jalar
  • Teh tertentu seperti teh hitam dan teh hijau maksimal 3 cangkir sehari
  • Pemanis alami seperti madu atau sirup maple dalam jumlah sedikit
  • Kaldu tulang
  • Sayuran kecuali alga dan sayuran nightshade (terong, paprika, tomat)
  • Makanan fermentasi yang kaya probiotik seperti kimchi, acar, kefir kelapa, yogurt, dan kombucha
  • Daging yang diproses seminimal mungkin seperti daging hewan liar, daging unggas, jeroan, ikan, dan makanan laut
  • Cuka seperti sari apel, cuka anggur merah, dan semua jenis cuka yang bebas gula tambahan
  • Minyak nabati dengan proses seminimal mungkin seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak alpukat

Lalu, apakah penyakit autoimun bisa disembuhkan? Diet AIP yang dijalani hanya mampu menekan gejala yang muncul saja. Hingga saat ini, penyakit autoimun memang belum bisa disembuhkan. Oleh karena itu, gaya hidup sehat perlu diterapkan sehingga kondisi tidak memburuk. Jika Anda mengalami beberapa gejala penyakit autoimun sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Anda juga dapat bertanya langsung dengan dokter tentang penyakit autoimun melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*