Pembunuhan; Salah Satu Manifestasi Hilangnya Superego Manusia

  • Desember 22, 2020

Menurut Sigmund Freud, si bapak psikoanalisis dunia, karakter manusia terbentuk lewat tiga elemen, yakni id; ego; dan superego. Ketiganya harus berjalan selaras dan seiringan. Jika ada salah satu elemen yang mendominasi, bukan tidak mungkin seseorang akan menderita sesuatu yang biasa kita kenal dengan istilah “kelainan mental”.

Salah satu fenomena yang dapat dijadikan contoh dalam mengenal tiga elemen kepribadian manusia di atas adalah pembunuhan. Tindak kejahatan pembunuhan bukan sesuatu yang asing di telinga kita. Peristiwa yang mungkin pernah, akan, dan selalu terjadi di sekitar kita tersebut menjadi pengejewantahan dari teori psikoanalisis Freud.

Pembunuhan hampir selalu terjadi akibat superego tak lagi menjadi kontrol atas keputusan-keputusan pelaku. Lantas, apa sih sebenarnya superego tersebut? Apa pula id dan ego? Mengapa ketiganya harus berjalan seirama? 

Secara sederhana superego dapat dipahami sebagai sesuatu yang menjadi batas yang jelas antara baik dan buruk, serta benar dan salah. Superego bisa berwujud norma-norma agama, kasih sayang dan/atau nilai-nilai moral yang ditanamkan orang tua, hingga segala sesuatu yang bisa memanusiakan manusia. Jika demikian, tentu saja superego bersifat relatif, tergantung atribut yang melekat pada seseorang, termasuk pula pengaruh lingkungan.

Menurut Freud, superego muncul sejak usia seseorang memasuki 5 tahun. Freud percaya bahwa superego bertindak sebagai “hati nurani” yang mendorong individu untuk memenuhi tuntutan moral masyarakat. Superego yang ada di dalam diri manusia itu bertugas mendorong individu untuk mengatasi naluri dan dorongan dasarnya, sehingga segalanya berjalan dengan seimbang.

Kembali ke peristiwa pembunuhan, tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang tersebut terjadi akibat naluri pelaku hanya berfokus pada pemuasan atau pemenuhan dorongan emosi. Dalam teori yang dikembangkan Freud, naluri tersebut adalah id. Menurut Freud, id adalah pusat dari seluruh energi dinamis mental seseorang (psychic energy). 

Elemen itu merupakan sesuatu yang menyertai setiap individu sejak terlahir ke alam dunia dan itu merupakan komponen utama dari sifat kita. Aspek ini sepenuhnya terjadi tanpa disadari serta melibatkan perilaku primitif dan berdasarkan pada insting. Dalam istilah yang lebih kasar, id ini bisa pula disebut sebagai sisi hewan di dalam diri manusia karena pembentuk id adalah nafsu, keinginan, serta kebutuhan.

Masih menurut Freud, apabila id ini tidak segera terpenuhi akan muncul rasa marah hingga cemas. Jika ditarik ke permasalah kita sejak awal; pembunuhan, banyak dari pelaku melandasi tindakan cela tersebut karena hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan id. Terkait pelaku menabrak seluruh batasan yang ada lantaran mereka tak memiliki kontrol superego yang kuat pada dirinya.

Di sinilah pentingnya keseimbangan ketiga elemen yang diusung Freud. Agar realistis, rasional, dan masuk akal, manusia butuh ego. Dengan adanya ego, keinginan yang muncul bisa terpenuhi lewat cara yang bisa diterima di dunia nyata. Fungsi ego ini ada pada pola pikir sadar, pra-sadar, dan bawah sadar. Artinya, elemen ini sangat penting untuk menghadapi dunia nyata.

Ketika seseorang melakukan sesuatu dengan mempertimbangkan ego, artinya ada hitungan tentang untung rugi dari sebuah tindakan yang akan kita lakukan. Ego memungkinkan seorang manusia tidak akan serta merta melakukan apa yang diinginkan seenaknya.

Dalam kasus pembunuhan, seseorang tidak akan melakukan pembunuhan tanpa alasan yang kuat dan jelas, semisal terancam atau tuntutan tugas, seperti dalam sebuah situasi perang atau membela diri. Ego banyak dipengaruhi dengan kondisi seseorang, termasuk elemen superego.

Id, ego, dan superego adalah elemen yang tidak terpisahkan. Ketiganya sangat dinamis dan saling berinteraksi dalam memengaruhi perilaku dan sifat seorang individu. Untuk dapat beradaptasi dengan situasi dan lingkungan sekitarnya, seseorang harus pintar-pintar mengelola ketiga elemen ini agar kadarnya senantiasa seimbang.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*