Jenis Pelumas Vagina yang Tidak Aman dan Perlu Dihindari

Jenis Pelumas Vagina yang Tidak Aman dan Perlu Dihindari

  • September 23, 2021

Kondisi vagina yang terlalu kering, pastinya akan membuat hubungan badan menjadi terasa kurang nikmat dan menyakitkan. Untuk mengatasinya masalah seperti ini, diperlukan cairan yang bisa menambah kelembaban vagina, salah satunya seperti pelumas. Pelumas vagina berfungsi untuk menggantikan cairan alami yang seharusnya diproduksi oleh organ intim ketika berhubungan badan agar proses penetrasi menjadi lebih lancar.

Saat ini, pilihan produk pelumas untuk vagina sangat beragam jenisnya. Ada pelumas yang berbahan dasar air, gliserin, silikon hingga minyak. Masing-masing jenis pelumas tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Namun pastikan selalu pilih jenis pelumas yang tepat demi kesehatan organ intim Anda.

Agar tidak salah pilih produk pelumas yang membahayakan kesehatan vagina, hindari penggunaan beberapa jenis pelumas seperti berikut ini.

4 Jenis Pelumas Vagina yang Tidak Aman untuk Digunakan

Banyaknya pilihan produk pelumas untuk vagina, belum menjamin semuanya aman untuk digunakan. Jika salah pilih, bisa jadi pelumas vagina justru bisa menyebabkan infeksi bakteri yang dapat mengancam kesehatan vagina. Untuk menghindari vagina mengalami infeksi dan iritasi akibat penggunaan pelumas, berikut 3 jenis pelumas yang tidak aman untuk digunakan pada vagina.

1. Pelumas yang Mengandung Gliserin

Salah satu jenis pelumas yang tidak aman untuk vagina adalah pelumas yang mengandung bahan gliserin. Kandungan gliserin pada pelumas ini bisa membunuh bakteri baik yang berfungsi untuk menjaga kelembaban vagina. Pada umumnya pelumas yang mengandung gliserin memiliki tekstur lengket sehingga jika tidak dibersihkan dengan benar bisa memicu munculnya infeksi jamur pada vagina. 

Sebagai gantinya yang lebih aman, Anda bisa menggunakan pelumas yang berbahan dasar silikon karena tidak dapat menembus pori-pori kulit sehingga kecil kemungkinan menyebabkan alergi saat digunakan.

2. Pelumas yang Mengandung Bahan Kimia

Untuk menjaga agar organ intim Anda tetap sehat, ada baiknya hindari penggunaan pelumas vagina yang mengandung bahan kimia. Bahan kimia yang ada dalam pelumas bisa membunuh bakteri baik yang meningkatkan resiko iritasi hingga kanker. Beberapa jenis bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan vagina antara lain seperti chlorhexidine gluconate, cyclopentasiloxane, paraben, cyclotetrasiloxane dan cyclomethicone.

3. Pelumas yang Mengandung  pH Tinggi

Pelumas vagina yang aman harus memiliki kadar keasaman yang sesuai dengan kondisi alami vagina. Pelumas vagina yang baik harus memiliki kadar keasaman (pH) berkisar antara 3,8 hingga 4,5 seperti kondisi alami vagina. Jika pH pelumas di atas 4,5  bisa mempengaruhi kelembaban vagina yang berisiko meningkatkan infeksi bakteri pada organ intim Anda.

4. Pelumas yang Mengandung Pewangi dan Perasa

Untuk menjaga kesehatan vagina, hindari penggunaan pelumas yang mengandung pewangi dan perasa. Bahan pewangi dan perasa pada vagina biasanya mengandung karsinogenik dan bisa berubah menjadi allergen. Zat seperti ini bisa menganggu keseimbahan pH vagina yang membuat organ intim Anda lebih rentan terkena iritasi dan infeksi.

Pemilihan pelumas yang tidak tepat bisa menyebabkan masalah kesehatan pada organ intim wanita. Beberapa jenis kandungan pelumas yang tidak aman untuk digunakan dan harus dihindari antara lain seperti gliserin, nonoxynol-9, propylene glycol dan chlorhexidine gluconate.

Vagina yang terlalu kering pastinya membuat aktivitas berhubungan badan menjadi kurang nikmat. Oleh sebab itulah, diperlukan pelumas sebagai pengganti cairan alami vagina untuk membuat penetrasi menjadi lebih lancar. Agar penggunaan pelumas vagina tidak membahayakan kesehatan organ intim, pastikan pilih pelumas yang aman. Selain itu pastikan juga lakukan aktivitas seks yang aman untuk menghindari penyakit menular seksual.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*