Hepatitis Alkoholik, Hepatitis yang Disebabkan oleh Konsumsi Alkohol

  • Januari 12, 2022

Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing dengan penyakit hepatitis. Tapi, pernahkah Anda mendengar tentang penyakit hepatitis alkoholik

Sesuai namanya, jenis hepatitis yang satu ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi apabila Anda terbiasa mengonsumsi alkohol dalam waktu yang lama hingga bertahun-tahun.

Mengenal ciri-ciri gejala hepatitis alkoholik

Sama seperti penyakit hepatitis pada umumnya, jenis hepatitis ini akan menimbulkan gejala utama berupa perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Bukan hanya kulit, perubahan warna itu juga akan terlihat pada bagian putih mata. 

Saat Anda menderita hepatitis jenis ini, Anda juga akan merasakan adanya gejala-gejala berupa: 

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah-muntah
  • Nyeri perut
  • Demam 
  • Kelelahan dan kelemahan

Tanda-tanda di atas sangat umum dialami oleh orang yang menderita hepatitis, termasuk hepatitis alkoholik. Ditambah lagi, karena terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, penderita hepatitis jenis ini juga akan mengalami malnutrisi.

Malnutrisi bisa terjadi karena Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari makanan. Anda mungkin mudah merasa kenyang setelah meminum alkohol, sehingga tidak memiliki keinginan untuk makan.

Apabila hepatitis yang Anda derita disertai dengan kondisi malnutrisi yang parah, Anda mungkin juga akan merasakan gejala lain berupa: 

  • Gagal ginjal dan hati
  • Kebingungan dan perubahan perilaku
  • Akumulasi cairan di perut

Waspadai tanda-tanda di atas, karena itu merupakan tanda dari gejala hepatitis ini yang sudah lebih parah. Anda perlu segera melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. 

Penyebab dan faktor risiko

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hepatitis jenis ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan dalam waktu yang lama. Alkohol yang Anda konsumsi akan masuk ke dalam saluran pencernaan dan nantinya akan diproses oleh organ hati.

Saat alkohol itu diproses di hati, akan ada zat kimia yang dihasilkan. Zat kimia ini sangatlah beracun, bahkan bisa melukai sel-sel di dalam organ hati Anda. Luka ini akan menyebabkan cedera yang kemudian berujung pada peradangan. Peradangan inilah yang memicu hepatitis alkoholik.

Ada beberapa faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan terkena kondisi ini. Faktor risiko tersebut antara lain: 

  • Faktor genetik yang memengaruhi cara organ hati memproses alkohol
  • Menderita infeksi hati atau gangguan lainnya pada hati
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Durasi waktu makan lebih rendah dibandingkan dengan waktu mengonsumsi alkohol
  • Wanita

Wanita memiliki risiko lebih tinggi dalam terkena hepatitis jenis ini, karena tubuh wanita memproses alkohol dengan cara yang berbeda dari pria. 

Pengobatan mandiri dengan berhenti mengonsumsi alkohol

Saat menderita hepatitis alkoholik, Anda perlu mendapatkan perawatan dari dokter. Akan tetapi, proses penyembuhan akan menjadi lebih maksimal bila diimbangi dengan perawatan mandiri.

Perawatan mandiri bisa Anda lakukan dengan berhenti mengonsumsi alkohol. Ingatlah untuk tidak mengonsumsi alkohol selama Anda masih menderita penyakit ini. Bahkan, akan lebih baik lagi kalau Anda berhenti meminumnya untuk selamanya, bahkan setelah Anda sembuh sekalipun.

Berhenti meminum alkohol adalah upaya paling penting dalam penyembuhan hepatitis jenis ini. Pengobatan jenis apapun yang diberikan oleh dokter tidak akan ampuh menyembuhkan Anda selama Anda masih terus meminum alkohol.

Jika Anda memang ingin meminum alkohol, pastikan untuk tidak meminumnya secara berlebihan. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari risiko hepatitis alkoholik

Tips supaya Terhindar dari Neuropati Radialis

  • Januari 12, 2022

Pernahkan Anda mengalami rasa sakit di pergelangan tangan hingga membuatnya sulit untuk digerakkan dan kondisi tersebut sering terjadi berulang? Bisa jadi Anda tengah mengalami neuropati radialis. Ini merupakan salah satu gangguan saraf yang terjadi di saraf radial. Saraf radial sendiri terletak di bagian bawah lengan, yang fungsinya mengontrol pergerakan dan memberikan respons sensasi di bagian lengan. 

Neuropati radialis bisa terjadi secara tiba-tiba karena cedera. Kondisi ini juga dapat menjadi akumulasi dari kebiasaan yang salah terkait pengunaan lengan Anda. Karena itulah, menjadi sangat penting untuk mengecek ulang kebiasaan-kebiasaan Anda selama ini. Bisa jadi ada kebiasaan yang tidak disadari menjadi penyebab dari penyakit tertentu, seperti penyakit neuropati radialis. 

Jadi supaya terhindar dari neuropati radilias, melakukan pencegahan dengan tidak melakukan kebiasaan yang mendukung munculnya kerusakan saraf radialis ini adalah kunci suksesnya. Berikut ini tipsnya khusus bagi Anda. 

Jangan Terbiasa Menopang Dagu

Kebiasaan menopang dagu oleh sebagian orang memang bisa membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks. Namun, pose menopang dagu tidaklah besahabat bagi saraf radial Anda. Ini memberi tekanan berlebih pada bagian bawah lengan. Jika hanya sesekali, mungkin dampaknya tidak terasa. Namun, jangan menyesal jika di kemudian hari Anda terkena neuropati radialis hanya karena kebiasan menopang dagu. Jadi, mulai kurangi kebiasan itu sekarang, yuk. 

Beri Jeda di Depan Layar 

Duduk di depan layar komputer mungkin bukan tanpa tujuan. Ini sangat bisa berkaitan dengan pekerjaan Anda. Namun, cobalah untuk memberi jeda setiap 1—2 jam sekali dengan durasi istirahat sekitar 10—15 menit. Ketika duduk di depan layar, hampir bisa dipastikan bagian bawah lengan tangan Anda akan tertekan oleh meja atau posisi mengetik. Lama-kelamaan, ini bisa memicu kerusakan saraf radial. 

Perhatikan Posisi Tidur 

Tidak jarang seseorang akhirnya terdiagnosis neuropati radialis karena pola tidur yang salah selama ini. Bisa jadi Anda juga. Memang sulit mengatur pola tidur. Namun, beberapa orang yang terkena kerusakan saraf sering menopangkan kepala di tangan mereka sebelum akhirnya benar-benar terlelap. Hal inilah yang akhirnya memicu kerusakan saraf, tidak terkecuali di bagian radial. Punya kebiasaan yang sama? Mulai ubah dari sekarang demi kesehatan tangan yang terjaga sampai tua. 

Sedikit Longgarkan Jam dan Gelang 

Tekanan di pergelangan tangan bukan hanya bisa terjadi karena posisi duduk atau tidur yang salah. Tekanan di pergelangan yang memicu neuropati radialis juga dapat terpantik karena kebiasaan Anda menggunaka jam tangan ataupun gelang dengan kondisi yang terlalu ketat. Cobalah mulai sekarang untuk sedikit melonggarkan jam tangan dan gelang Anda ketika memakainya. Ini lebih aman untuk saraf radial Anda sehingga fungsi tangan tidak terganggu nantinya. 

Hindari Terburu-buru 

Punya kebiasaan terburu-buru? Mulai sekarang, cobalah untuk bersikap lebih tenang. Terburu-buru bisa meningkatkan risiko terjatuh hingga menimbulkan cedera pada tubuh Anda. Jika cedera tersebut berupa benturan cukup keras pada pergelangan tangan ataupun lengan, peluang Anda terkena neuropati radialis secara mendadak pun terbuka cukup lebar. 

Pastikan Kecukupan Cairan 

Kurang minum bisa menyebabkan dehidrasi. Ini merupakan sumber berbagai penyakit. Pasalnya, kondisi dehidrasi ini yang dapat memicu peradangan, tidak terkecuali di bagian tangan. Peradangan yang kerap terjadi bisa saja membuat beberapa bagian tubuh rusak, tidak terkecuali saraf di tangan Anda.

Batasi Makanan Manis

Diabetes merupakan penyakit yang bisa merusak saraf tepi. Karena itulah, penderita diabetes akan lebih mudah mengalami neuropati radialis. Untuk mencegah hal ini terjadi, mulai sekarang batasi asipan makanan manis Anda. Tujuannya supaya terhindar dari kondisi kadar gula darah tinggi sehingga kesehatan saraf radial pun lebih terjamin. 

*** 

Adagium mencegah lebih baik daripada mengobati berlaku untuk semua jenis penyakit, tidak terkecuali neuropati radialis. Jadi, lebih baik melakukan tips di atas bukan daripada harus berhadapan dengan rasa sakit akibat terkena neuropati radialis? 

Bagaimana Withdrawal Syndrome Bisa Dilakukan Akibat Kecanduan

  • Januari 12, 2022

Withdrawal syndrome atau juga sindrom penarikan dapat terjadi pada seseorang yang memiliki kecanduan pada narkoba dan alkohol yang bisa menghentikan atau mengurangi pemakaian obat pilihan mereka. Detoksifikasi yaitu proses menghilangkan obat-obatan dan alkohol dari tubuh. Insomnia, nyeri tubuh, kecemasan, serta tremor yaitu gejala fisiknya dan psikologis dari berhentinya obat dan alkohol ketika sedang dalam detoksifikasi. 

Selain itu, sindrom penarikan pada tembakau dapat mempengarui 85 persen perokok dalam memutuskan berhenti, karena salah satu zat dari rokok yaitu nikotin dapat mengalami ketergantungan terbesar. Gejala putusnya berhenti merokok dalam 30 hari dapat muncul pada hari pertama dan secara perlahan pada hari keempat. 

Diagnosa

Sebuah riwayat rinci penggunaan obat atau alkohol pasien yang diambil sebelum detoksifikasi dapat membantu dalam memprediksi keparahan gejala penarikan. Tes klinis standar, seperti Clinical Institute Withdrawal Assessment for Alcohol,(CIWA-Ar), digunakan untuk mengevaluasi tingkat keparahan gejala penarikan selama prosedur detoksifikasi.

Tes laboratorium berikut dapat diindikasikan dalam kasus kemungkinan penarikan, tergantung pada skenario klinis:

  • Glukosa serum
  • Analisis gas darah arteri
  • CBC
  • Panel metabolisme yang komprehensif
  • Urinalisis
  • Pengukuran biomarker jantung
  • Waktu protrombin
  • Skrining toksikologi

Mengapa sindrom penarikan terjadi?

Komponen adiktif dalam zat seperti alkohol, tembakau atau kokain bekerja pada otak dan sistem saraf dan itu menciptakan ketergantungan pada mereka. Tubuh beradaptasi dengan keberadaan zat-zat ini dan otak berubah, percaya bahwa itu hanya dapat berfungsi secara normal dengan zat-zat ini. Tanpa mereka, perlu beberapa saat untuk mengatur ulang, dan sementara itu gejala penyakit dapat berkembang.

Bisakah itu dicegah?

Cara paling efektif untuk mencegah penarikan adalah tidak mengkonsumsi zat yang dapat menyebabkan kecanduan. Sekali kecanduan, kemungkinan besar individu tersebut akan menderita setidaknya beberapa gejala penarikan saat mencoba berhenti. Namun, begitu gejalanya berlalu, menjadi bersih dari zat mengarah pada peningkatan kesehatan dan biasanya kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup.

Setelah detoksifikasi, individu yang ketergantungan alkohol dan obat didorong untuk mempertahankan pantangan mereka melalui partisipasi dalam pengobatan penyalahgunaan zat atau program pemulihan dua belas langkah.

Apa pengobatan untuk sindrom penarikan?

Beberapa gejala dapat diobati secara individual, misalnya, meletakkan selimut di sekitar seseorang yang menderita kedinginan karena withdrawal syndrome. Dalam kasus melepaskan obat-obatan opioid yang kuat seperti heroin, yang gejala penarikannya bisa sangat tidak menyenangkan, obat-obatan kadang-kadang digunakan untuk membuat detoks dapat tertahankan dan menghilangkan keinginan mengidam. Ini hanya dapat diresepkan oleh profesional perawatan kesehatan setelah penilaian penuh terhadap pasien.

Pengobatan

Manajemen farmakologis dan medis sering direkomendasikan untuk sindrom penarikan. Kondisi fisik pasien dipantau secara ketat selama prosedur detoksifikasi.

Perawatan Pra-Rumah Sakit

Pasien putus alkohol mungkin memiliki sejumlah masalah medis (misalnya, henti jantung atau pernapasan, trauma multipel) yang mungkin diprioritaskan dalam hal manajemen. Kelola presentasi ini sesuai dengan protokol pra-rumah sakit yang ada.

Pasien yang menarik diri dari alkohol kadang-kadang datang ke sistem pra-rumah sakit sebagai akibat dari kejang penarikan yang membutuhkan ambulan mereka ke unit gawat darurat (ED). Protokol pra-rumah sakit yang ditetapkan untuk kejang umumnya sesuai untuk pasien ini.

Pemberian glukosa intravena pada pasien dengan kejang masih kontroversial karena hal ini dianggap memicu ensefalopati Wernicke akut pada pasien dengan alkoholisme kronis kecuali tiamin juga diberikan. Seberapa cepat tiamin harus diberikan setelah beban glukosa untuk mencegah ensefalopati Wernicke tidak diketahui. Waktu untuk membawa pasien ke UGD tampaknya tidak cukup untuk menyebabkan komplikasi ini. Secara umum, menahan glukosa sampai setelah tiamin diberikan tidak diperlukan dan berpotensi mengancam jiwa. Tiamin membutuhkan waktu beberapa jam untuk masuk ke dalam sel, sedangkan efek glukosa hampir seketika.

Kadang-kadang, pasien dalam penarikan alkohol lanjut mungkin terlalu agresif untuk mengangkut mereka dengan aman atau untuk menerapkan pengekangan fisik. Dalam kasus ini, berikan obat penenang, seperti lorazepam, sebelum ambulan.

Prognosa

Detoksifikasi yang diawasi secara ketat dan dikelola secara medis biasanya menghasilkan pengalaman penarikan yang aman dan dapat ditoleransi bagi pasien. Detoksifikasi hanyalah solusi jangka pendek untuk mendapatkan pantangan. Perawatan kecanduan dan program pemulihan jangka panjang diperlukan untuk mencapai ketenangan jangka panjang. Tanpa program perawatan seperti itu, kemungkinan terulangnya penyalahgunaan dan, oleh karena itu, kekambuhan sindrom withdrawal syndrome tinggi.

Bukan Tanda Keguguran, Ini Penyebab Bercak Coklat Saat Hamil

  • Januari 10, 2022

Bercak coklat saat hamil berasal dari cairan (biasanya keputihan) yang bercampur darah. Darah yang dikeluarkan adalah darah tua yang keluar dari rahim, sehingga berwarna gelap atau coklat. Pada saat hamil trimester pertama, keluarnya bercak coklat adalah hal yang umum. Fenomena ini juga bisa terjadi pada kehamilan trimester kedua atau ketiga. 

Namun jika volume bercak sangat banyak atau disertai dengan gejala lain, itu termasuk tanda-tanda bahaya dan ibu harus segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Mengenali bercak coklat yang normal selama kehamilan 

Normalnya keputihan berwarna bening atau putih dan bertekstur encer. Namun saat hamil, keputihan bisa berwarna coklat kemerahan yang disebut sebagai bercak. Keputihan juga akan sedikit lebih lengket dan tebal akibat perubahan hormon selama kehamilan.

Masih banyak wanita yang belum mengetahui hal tersebut, sehingga bercak coklat saat hamil sering disalah pahami sebagai tanda keguguran atau penyakit serius. Padahal tidak selalu demikian. 

Penyebab paling umum dari keputihan selama kehamilan adalah iritasi. Hormon dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh membuat serviks lebih seksitif, dan mudah mengeluarkan darah jika tersentuh seperti saat berhubungan seksual atau pemeriksaan panggul. Hal itu menyebabkan keluarnya sedikit cairan coklat atau bercak ringan. Terkadang bercak coklat keluar tanpa penyebab yang jelas dan tidak menyebabkan masalah pada ibu atau bayi. Hal ini bisa dipicu oleh berolahraga, naik-turun tangga, dan aktivitas membersihkan rumah.

Berikut ini tanda-tanda bercak coklat yang normal selama kehamilan:

  • Bercak coklat ringan atau volumenya hanya sedikit
  • Konsistensi seperti jeli dan tidak berbau
  • Berlangsung selama 2-3 hari, kemudian berhenti dengan sendirinya
  • Tidak disertai gejala lain seperti sakit perut parah
  • Jika mendekati persalinan, bercak akan berwarna merah muda hingga kecoklatan disertai sedikit darah

Penyebab bercak coklat yang harus diwaspadai

Bercak coklat ringan yang terjadi selama trimester pertama adalah hal yang tak perlu dikhawatirkan. Jika keluarnya bercak coklat saat hamil disertai dengan sensasi terbakar atau vagina, hal ini mungkin tanda kondisi yang lebih serius.

Berikut ini tanda dan penyebab bercak coklat saat hamil yang harus diwaspadai.

  1. Bercak di trimester pertama

Bercak coklat ringan hingga berat yang disertai dengan nyeri tumpul pada perut atau panggul merupakan tanda umum kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim. 

Pendarahan biasanya bersamaan dengan:

  • Kelemahan, pusing, atau pingsan
  • Tekanan pada rektum

Pendarahan hebat juga bisa jadi tanda keguguran. Sebagian besar kasus keguguran dini terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Tanda-tanda keguguran adalah sebagai berikut:

  • Sakit punggung ringan hingga berat
  • Penurunan berat badan
  • Kram atau kontraksi
  • Keluarnya gumpalan dari vagina
  • Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari janin
  • Bercak berwarna merah terang

Selain kehamilan ektopik dan keguguran, infeksi juga bisa menyebabkan keluarnya bercak coklat saat hamil. Wanita hamil lebih berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual. 

  1. Bercak di trimester kedua

Pendarahan ringan selama trimester kedua lebih sering disebabkan oleh iritasi serviks akibat berhubungan intim atau pemeriksaan serviks. Namun penyebab lain yang harus diwaspadai yaitu:

  • Polip serviks
  • Plasenta previa (plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks)
  • Persalinan prematur
  • Keguguran

Kondisi atas ditandai dengan pendarahan hebat seperti pada periode menstruasi.

  1. Bercak di trimester ketiga 

Keluarnya sedikit bercak coklat saat hamil trimester ketiga bisa karena iritasi, atau karena waktu persalinan yang semakin dekat. Kondisi ini disebut dengan mucus plug atau sumbatan lendir. 

Jika terjadi pendarahan hebat, segera temui dokter karena itu bisa jadi tanda komplikasi kehamilan, seperti plasenta previa, solusio plasenta (plasenta lepas terlalu cepat), dan vasa previa. 

Catatan

Terlepas dari seberapa banyak bercak atau ada atau tidaknya gejala, jika Anda khawatir mengenai bercak coklat saat hamil Anda tak perlu ragu untuk menanyakan hal itu kepada dokter. Namun ketika itu terjadi, jangan panik. Ingatlah bahwa banyak wanita yang mengalami bercak coklat saat hamil dan memiliki kehamilan yang sehat.

Apa Itu Jaringan Parut dan Cara Mengatasinya

  • Januari 10, 2022

Jaringan parut adalah semacam jaringan di atas kulit yang terdiri dari banyak kumpulan sel dan kolagen yang muncul setelah terjadinya benturan atau kecelakaan.

Jadi, dalam bahasa sehari-hari, ini adalah bekas luka yang muncul pada area kulit yang mengalami kerusakan akibat benturan atau kecelakaan, baik besar maupun kecil.

Bekas goresan luka pada kulit ini diperoleh dari benturan dengan benda-benda sekitar saat beraktivitas seperti tidak sengaja teriris pisau saat memotong bahan makanan di dapur, terjatuh ke lantai, membentur tembok, kecelakaan lalu hebat yang menyebabkan luka bakar, dan setelah operasi untuk penanganan luka dan melahirkan.

Tentu saja Anda tidak mengharapkan adanya jaringan bekas luka ini pada kulit Anda karena baik besar maupun kecil hal itu malah akhirnya mempengaruhi kepercayaan diri Anda di hadapan banyak orang. 

Karena itu, Anda perlu tahu cara mengatasi bekas luka ini. Bagaimana caranya? Yuk, mari simak!

Cara Mengatasi

Anda bisa mengatasinya dengan perawatan berikut:

Menggunakan Ekstrak Bawang

Cara pertama untuk mengatasi adanya bekas luka di kulit adalah penggunaan ekstrak bawang. Bawang yang digunakan di sini adalah bawang Bombay yang dioleskan pada kulit untuk mencegah bekas luka, baik setelah operasi atau penghapusan tato dengan laser.

Ekstrak bawang dipercayai memiliki sifat anti-inflamasi dan kemampuan untuk membunuh bakteri. Meski begitu belum ada bukti penelitian mengenai hal tersebut.

Memakai Mitomsin C

Mitomisin C adalah jenis agen kemoterapi yang memiliki efektivitas terbatas untuk mengobati keloid.  

Sebagian besar penelitian telah menyelidiki kemanjuran agen kemoterapi ini bila digunakan bersama perawatan lain, seperti terapi radiasi dan operasi pengangkatan keloid.

Namun mereka tidak menyarankan mitomycin C untuk manajemen bekas luka karena tidak ada cukup bukti yang dapat diandalkan untuk mendukung penggunaannya.

Imiquimod

Cara mengatasi jaringan parut pada kulit Anda dengan memakai Imiquimod yang tersedia dalam bentuk krim.

Beberapa dokter meresepkan krim ini untuk penderita keloid setelah operasi pengangkatan. Namun, perawatan dengan krim ini belum menunjukkan hasil yang konsisten dalam uji klinis untuk mengobati dan mencegah pembentukan bekas luka keloid.

Bleomisin

Beberapa dokter akan menyuntikkan bleomisin ke dalam bekas luka untuk menghentikan produksi kolagen di lokasi cedera.  

Hanya beberapa penelitian tepercaya yang menguji efek bleomisin yang dapat disuntikkan dalam memperbaiki penampilan bekas luka hipertrofik dan keloid.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bleomycin juga dapat mengurangi kemerahan, gatal, dan nyeri yang terkait dengan bekas luka ini.

Bleomisin adalah pengobatan yang digunakan dokter dalam pengobatan kanker.  Ini adalah zat beracun, tetapi dokter jarang melaporkan efek samping beracun dari menyuntikkannya ke bekas luka.

Interferon

Interferon juga mempengaruhi produksi kolagen, dan dokter dapat menyuntikkannya ke jaringan yang terluka.  

Para peneliti telah menemukan dalam studi klinis bahwa menyuntikkan interferon menurunkan ukuran keloid sebesar 50% dalam 9 hari serta enghasilkan efek yang lebih signifikan daripada menyuntikkan kortikosteroid.

Studi lain menunjukkan bahwa setelah menyuntikkan interferon ke bekas luka hipertrofik, malah dapat meningkatkan volume bekas luka.

Dokter biasanya tidak menggunakan interferon karena mahal, dan bukti saat ini tidak cukup kuat untuk mendukung penggunaannya. Perlu dosis tiga suntikan per minggu, yang tentu saja  tidak nyaman bagi sebagian orang.

Kortikosteroid

Dokter lebih memilih suntikan kortikosteroid sebagai pilihan pertama untuk mengobati keloid dan pengobatan pilihan kedua untuk bekas luka hipertrofik.  Dokter menggunakan triamsikolon asetonida, yang merupakan kortikosteroid suntik.

Jadwal pemberian dosis yang direkomendasikan dapat bervariasi, tetapi jadwal penyuntikan bisa tiga hingga empat injeksi setiap 3 hingga 4 minggu.  Beberapa orang mungkin memerlukan lebih dari empat suntikan. 

Dokter akan memberikan suntikan triamsikolon asetonida bersama dengan krioterapi untuk meningkatkan ketebalan bekas luka dan mengurangi rasa gatal.

Toksin  botulinum A

Toksin botulinum toxin A disuntikkan untuk mencegah dan mengobati bekas luka selama beberapa tahun. 

Namun, para peneliti telah menemukan bukti yang tidak konsisten untuk efektivitasnya dalam manajemen bekas luka.

Krioterapi

Krioterapi melibatkan penggunaan nitrogen cair untuk mendinginkan jaringan tubuh hingga di bawah suhu nol.

Hal ini tampaknya memiliki efek pada manajemen bekas luka.  Perawatan ini mungkin bermanfaat dalam memperbaiki penampilan bekas luka dengan mempengaruhi jaringan bekas luka di bawahnya.

Krioterapi lebih efektif bila digunakan dalam kombinasi dengan perawatan lain, seperti suntik kortikosteroid.

Radioterapi

Penggunaan radioterapi biasanya bersama dengan perawatan bekas luka lainnya.  Anda akan menerima radioterapi setelah keloid diangkat untuk mengurangi pembentukan keloid lain.

Terapi radiasi ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan sel dan mencegah penumpukan kolagen di jaringan yang terluka.

Meski begitu,  penggunaan radioterapi pada bekas luka yang terletak di leher atau dada dapat mengembangkan tiroid atau kanker payudara sebagai akibat dari radiasi.

Terapi laser

Terdapat  dua jenis terapi laser untuk merawat jaringan bekas luka: ablatif dan nonablatif.  Dokter  akan menggunakan terapi laser ablatif untuk meratakan jaringan parut.  

Terapi laser nonablatif dapat mengganggu suplai darah di jaringan parut, yang pada akhirnya akan membunuh jaringan abnormal.

Secara keseluruhan,  terapi laser menunjukkan hasil yang baik untuk bekas luka bedah, bekas luka hipertrofik, dan keloid. Efeknya berupa perbaikan dalam ketebalan bekas luka, kemerahan, gatal, dan tekstur.

Perawatan silikon

Perawatan silikon dapat direkomendasikan  untuk manajemen bekas luka.  Setelah menggunakan perawatan berbasis silikon, efeknya dapat terlihat pada  volume, elastisitas, warna, dan kekencangan bekas luka hipertrofik dan keloid.

Perawatan silikon tersedia dalam bentuk  lembaran gel silikon dan krim yang dapat dioleskan ke bekas luka selama 12 jam sehari.  Hasilnya dapat terlihat selama 12 hingga 24 minggu.

Terapi tekanan

Cara terakhir mengatasi jaringan parut pada kulit Anda adalah dengan menggunakan terapi tekanan berupa pengurangan suplai darah ke bekas luka melalui pembalut, dan harus dipakai setidaknya 23 jam selama 6 bulan.

Ganti Pembalut Tiap Berapa Jam? Ini Jawabannya!

  • Januari 7, 2022
Mengganti pembalut secara rutin sangat baik bagi kesehatan vagina

Ganti pembalut tiap berapa jam? Sepertinya itu yang sering Anda tanyakan saat mempunyai pembalut yang berfungsi mencegah kebocoran saat datang bulan.

Alat ini memang cukup praktis bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi karena fungsinya tersebut.

Pembalut pun terdiri dari berbagai jenis yang tentu semuanya untuk kenyamanan dan fleksibilitas bagi wanita yang sedang haid. Karena jika bocor hal tersebut tentu saja membuat malu di depan umum. 

Dari semua itu pembalut perlu diganti secara berkala semua demi kesehatan. Sebab, jika tidak akan menimbulkan efek yang negatif bagi tubuh.

Mengapa perlu diganti?

Berdasarkan kajian dan penelitian medis, pembalut perlu diganti secara berkala untuk mencegah penumpukan bakteri, bau, dan darah haid ketika bocor.

Lalu kapan ganti pembalut?

Kebanyakan wanita seperti diketahui baru mengganti pembalut saat darah dari haid keluar cukup banyak.

Padahal, hal tersebut tidak disarankan karena efeknya yang sangat buruk bagi kesehatan. Lalu idealnya harus tiap berapa jam ganti pembalut?

Apabila Anda mengalami menstruasi, gantilah pembalut Anda setiap 3-4 jam setiap harinya. Namun hal ini tidak berlaku jika darah haid Anda tinggal sedikit yang menandakan periode bulanan Anda itu sudah selesai.

Mengganti pembalut secara berkala akan membuat organ kewanitaan Anda menjadi tetap sehat meskipun sedang dilanda datang bulan.

Hal ini karena organ kewanitaan merupakan bagian yang rawan terkena penyakit, baik dalam bentuk virus maupun bakteri. 

Ciri pembalut yang tidak pernah diganti teratur

Pembalut yang tidak pernah diganti secara teratur biasanya akan mempunyai beragam ciri bau tidak sedap. Umumnya ini terjadi pada pembalut yang tidak diganti selama lebih dari 5 jam. Karena itu, untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya segera ganti pembalut Anda!

Bagaimana jika saat tidur?

Ini mungkin juga yang membuat Anda bertanya jika pembalut demi alasan medis harus secara berkala diganti.

Saat tidur yang bisa hingga 6-8 jam adalah Anda perlu menggunakan pembalut bersih sebelum tidur, dan ketika Anda bangun Anda harus segera menggantinya.

Bahaya yang datang jika pembalut tidak diganti

Seperti sudah disebutkan bahwa jika Anda terlalu lama mengganti pembalut, ada beberapa risiko kesehatan yang menyerang dan Anda idap.

Salah satu masalah tersebut adalah toxic shock syndrome. Ini adalah penyakit yang biasanya diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus grup A.

Bakteri ini muncul dan berkembang dari pembalut yang jarang digunakan yang kemudian masuk ke vagina dan mencemari aliran darah kemudian melepaskan racun.

Sindrom ini ditandai dengan beragam gejala, yaitu: demam yang bisa ke demam berat dengan adanya rasa menggigil, jantung berdetak cepat, hipotensi atau tekanan darah rendah yang bisa menimbulkan pusing saat berdiri setelah duduk.

Gejala lainnya adalah kulit berubah warna dengan tampilan seperti terbakar matahari, adanya kemerahan pada jaringan mulut, mata, dan vagina. Selain itu, Anda bisa terkena muntah, diare, dan nyeri otot.

Sebenarnya toxic shock syndrome ini sangat jarang terjadi namun tetap perlu waspadai dengan mengganti pembalut secara teratur.

Bahaya lain yang dapat ditimbulkan adalah Anda dapat terkena herpes, kanker serviks, dan masalah kesehatan kewanitaan lainnya.

Saat hendak mengganti, Anda juga harus membersihkan organ kewanitaan Anda supaya tetap steril dari bakteri.

Dalam hal ini Anda tidak perlu sabun atau cairan khusus, cukup gunakan air bersih secukupnya. Nah, itulah mengenai jawaban dari pertanyaan ganti pembalut tiap berapa jam?

Dry Bag dan Perlengkapan Penting untuk Petualangan Alam Terbuka

  • Januari 7, 2022

Berpetualang di alam terbuka bisa membantu mereduksi tingkat stres, meningkatkan rasa bahagia, membantu menyehatkan tubuh, sampai tidak jarang menantang adrenalin. Ini bisa menjadi pilihan berlibur yang menyenangkan bagi Anda untuk menghabiskan akhir pekan dengan teman-teman atau keluarga. 

Namun jangan lupa, alam terbuka memang bersahabat asalkan Anda bisa siap dengan berbagai kondisi yang mungkin terjadi. Berbagai perlengkapan penting pun perlu Anda bawa agar petualangan Anda tidak terasa menjadi beban. Salah satu yang terpenting adalah membawa dry bag guna menaruh semua perlengkapan petualangan lainnya secara aman dan nyaman. 

Berikut ini adalah berbagai daftar perlengkapan penting untuk melakukan petualangan di alam terbuka. Dari berbagai daftar di bawah ini, mana saja yang sudah Anda miliki dan mana yang belum terpikirkan sama sekali? 

Dry bag terbaik

Sepatu Hiking 

Memakai sandal untuk berpetualang di alam terbuka jelas tidak direkomendasikan. Pilihan alas kaki tersebut akan membuat kaki Anda sakit dan berisiko terluka karena tidak cukup menutupi seluruh bagian kaki. Sepatu merupakan pilihan terbaik apabila Anda hendak melakukan hiking, trekking, ataupun petualangan lainnya di alam terbuka. Namun, sepatu yang dipilih pun jangan asal-asalan. Dianjurkan Anda memiliki sepatu hiking yang kuat, tebal, namun tetap ringan agar perjalanan Anda di alam terbuka terasa lebih menyenangkan. 

Dry Bag 

Tas yang nyaman sangat berperan besar untuk membuat suasana petualangan Anda menyenangkan atau tidak. Dry bag merupakan pilihan terbaik untuk petualangan di alam terbuka. Soalnya, tas ini anti air sehingga Anda tidak perlu khawatir berbagai perlengkapan Anda lainnya di dalam tas menjadi basah karena terkena hujan atau melewati medan yang basah. Pilihlah dry bag berbentuk ransel agar beban bawaan bisa terbagi rata di dua pundak Anda. Jadi, risiko pegal setelah membawa dry bag seharian dapat dikurangi. 

Topi 

Petualangan di alam bebas bisa membuat Anda merasa kepanasan ataupun kehujanan. Topi bisa menjadi pelindung kepala untuk mengurangi risiko paparan panas berlebih ataupun kondisi hujan yang mendadak. Carilah topi yang sesuai dengan perjalanan Anda. Pilihlah pula topi yang sesuai dengan karakter Anda. Pilihannya ada sangat banyak di toko-toko! 

Pakaian Hangat 

Anda mungkin merasa tidak sedang pergi ke tempat dingin sehingga memutuskan tidak membawa pakaian hangat dalam dry bag. Hindari pikiran tersebut jika berpetualang ke alam terbuka. Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di alam, bisa saja hujan datang tiba-tiba sehingga menyebabkan Anda menggigil kedinginan. Jika membawa pakaian hangat, masalah tersebut bisa langsung teratasi. 

Perlengkapan Pertolongan Pertama

Berpetualang di alam terbuka sama artinya Anda menghadapi berbagai risiko yang sangat mungkin menimpa diri Anda. Risiko lecet sampai terjatuh sangat mungkin terjadi tanpa Anda kehendaki. Karena alasan inilah, selalu siapkan peralatan dan perlengkapan pertolongan pertama dalam dry bag yang Anda bawa. Adanya perlengkapan tersebut bisa membuat Anda merasa lebih tenang selama perjalanan sebab jika terjadi suatu luka, Anda bisa segera mengobati diri sendiri maupun orang lain yang ikut bersama Anda. 

Persediaan Makanan dan Minuman 

Melakukan petualangan di alam terbuka tidak sama seperti Anda pergi ke tempat wisata yang penuh dengan pedagang yang menjajakan makanan atau minuman. Sangat mungkin terjadi area alam yang Anda datangi dan tuju termasuk terpencil dan tidak tersedia pedagang makanan atau minuman. Karena itu, mutlak untuk membawa persediaan makanan dan minuman yang mencukupi dalam tas, yang bisa Anda konsumsi tiap kali merasa haus atau lapar. 

Dry bag bisa menjadi wadah yang ideal untuk menaruh berbagai perlengkapan yang dibutuhkan dalam petualangan di alam terbuka. Pertanyaannya sekarang, Anda sudah memiliki jenis tas ini di rumah atau belum?

Mengobati Diabetes dan Bagaimana Penyakit Ini Memengaruhi Wanita

  • Januari 6, 2022

Diabetes adalah sebuah penyakit kronis yang mengganggu regulasi gula darah di dalam tubuh. Baik wanita dan pria berkemungkinan dapat menderita diabetes, namun gejala yang terjadi akan lebih memengaruhi wanita. Kebanyakan risiko diabetes memengaruhi kedua jenis kelamin, namun ada beberapa perbedaan. Di Amerika Serikat, sekitar satu dari sembilan wanita dewasa memiliki diabetes, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Karena keterlibatannya dalam memengaruhi kesehatan wanita pada khususnya, bagaimana mengobati diabetes?

Banyak gejala diabetes lazim dijumpai pada pria dan wanita, namun beberapa gejala khusus terjadi pada wanita. Oleh karena itu, wanita harus mengobati diabetes sejak dini. Ini penting agar komplikasi gangguan kesehatan tidak terjadi. 

  • Sariawan mulut dan vagina. Wanita yang menderita diabetes berkemungkinan lebih tinggi untuk mengalami infeksi jamur, atau sariawan, pada mulut dan vagina. Level gula darah yang tinggi akan menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi jamur Candida yang menyebabkan kondisi ini. Gejala yang akan dialami di antaranya adalah ruam pada kulit, cairan yang keluar dari vagina, sensasi gatal, dyspareunia atau sex yang menyakitkan, dan lapisan putih yang melapisi lidah (jika jamur menginfeksi mulut). Orang-orang yang menderita diabetes berkemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan suatu jenis infeksi, dengan gejala yang lebih parah dan kemungkinan lebih tinggi menderita komplikasi dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes. Level gula darah yang tinggi pada tubuh dapat memengaruhi kemampuan sistem kekebalan untuk merespon terhadap patogen seperti bakteri, virus, dan jamur. Karena inilah Anda harus segera mencari cara mengobati diabetes. 
  • Infeksi saluran kemih (ISK). Wanita yang menderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita infeksi salurah kemih atau ISK. Dalam sebuah tinjauan tahun 2015, 12,9 persen wanita yang dipelajari menderita ISK dalam tahun pertama setelah mendapatkan diagnosis diabetes tipe 2. Dan hanya sekitar 3,9 persen pria mengalami hal ini. Gejala ISK di antaranya adalah buang air besar yang menyakitkan dan terasa terbakar, air seni yang tampak keruh, dan adanya darah dalam air seni. Siapa saja yang menderita diabetes yang juga menderita ISK harus mencari perawatan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih jauh, misalnya infeksi ginjal. 
  • Disfungsi seksual. Risiko ISK atau candidiasis yang lebih tinggi dapat berkontribusi terhadap birahi yang rendah. Faktor lainnya juga dapat memengaruhi hal ini. Banyak orang yang menderita diabetes akan mengembangkan neuropathy diabetes. Ini terjadi ketika level glukosa yang tinggi di dalam darah menyebabkan kerusakan pada serat saraf tubuh. Dampak dari hal ini bervariasi, termasuk salah satunya adalah berkurangnya sensasi di tangan, kaki, dan juga memengaruhi pengalaman seksual di vagina. Juga dapat terjadi pelumasan yang rendah di vagina, kesulitan untuk mencapai orgasme, rasa nyeri pada saat melakukan hubungan seksual, dan kecemasan. Semua hal-hal tersebut dapat memengaruhi kenikmatan dan ketertarikan seseorang seputar hubungan seksual. 

Diabetes dapat menyerang pria dan wanita, namun wanita dapat memiliki gejala khusus yang perlu diobati dengan cara mengobati diabetes. Panduan dari Asosiasi Diabetes Amerika saat ini merekomendasikan skrining diabetes dengan teratur pada mereka yang berusia di atas 45 tahun, atau lebih awal apabila mereka memiliki faktor risiko lainnya. Seorang wanita juga perlu mendapatkan skrining apabila mereka memiliki PCOS atau berencana untuk hamil. Mengobati diabetes sejak dini dapat membuat seseorang terhindar dari komplikasi berbahaya yang tidak diinginkan. 

Fasilitas dan Layanan RS Stroke Nasional Bukittinggi

  • Januari 6, 2022

RS Stroke Nasional Bukittinggi merupakan rumah sakit yang terletak di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dan tercatat sebagai rumah sakit tipe B. Rumah sakit ini menjadi rumah sakit khusus stroke satu-satunya di Sumatera. RS Stroke Nasional Bukittinggi menjadi pusat rujukan untuk penanganan pasien stroke. Sehingga, rumah sakit ini memiliki layanan unggulan. layanan medis penunjang, serta tenaga medis profesional untuk melakukan perawatan dengan optimal.

Layanan Unggulan RS Stroke Nasional Bukittinggi

RS Stroke Nasional Bukittinggi atau Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi menyediakan beberapa layanan unggulan, antara lain yaitu:

1. Pelayanan Pemeriksaan Stroke Check Up (SCU)

Merupakan rangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi dini adanya gangguan di otak dan pembuluh darah seperti kematian jaringan otak, aneurisma, tumor serta mengetahui faktor pemicu penyakit stroke sebagai upaya pencegahan.

2. Neurorestorasi

Merupakan layanan untuk pemulihan sistem saraf yang rusak akibat adanya gangguan sistem saraf seperti serangan stroke. Neurorestorasi meliputi proses pembentukan neuron baru (neurogenesis), vaskularisasi baru (angiogenesis), dan hubungan antar neuron yang baru (sinaptogenesis)

3. Poliklinik Eksekutif

Layanan Rawat Jalan RS Stroke Nasional Bukittinggi

  • Poliklinik Kesehatan Anak
  • Poliklinik Penyakit Saraf
  • Poliklinik Jantung
  • Poliklinik Kesehatan Jiwa
  • Poliklinik Gigi dan Mulut
  • Klinik Non Spesialis

Layanan Rawat Inap RS Stroke Nasional Bukittinggi

RS Stroke Nasional Bukittinggi memiliki 142 tempat tidur yang dibagi menjadi beberapa ruang rawat inap atau IRNA, antara lain yaitu:

  • IRNA A. Menyediakan ruang rawat inap untuk Kelas I, Kelas II, Kelas III, Terminal Care, dan HCU
  • IRNA B. Menyediakan ruang rawat inap untuk Kelas I dan Kelas VIP
  • IRNA C. Menyediakan ruang rawat dengan fasilitas Kelas III dan Isolasi
  • NEURO. Menyediakan ruang rawat dengan fasilitas Kelas I, Kelas II, Kelas III, dan ICU

Layanan Penunjang Medis RS Stroke Nasional Bukittinggi

1. Radiologi

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging), Indikasi pemeriksaan MRI antara lain yaitu stroke, tumor, aneurisma, multiple sclerosis, cedera otak akibat kecelakaan, radang saraf tulang belakang, serta LBP/HNP
  • CT Scan Angiografi, merupakan prosedur untuk mengetahui penyumbatan pada pembuluh darah. Indikasi CT Angiografi Cerebral antara lain yaitu stroke (aterosklerosis), aneurisma, penyempitan pembuluh darah, kelainan pembuluh darah, tumor otak, DVT (Deep Vein Thrombosis)
  • Rontgen Panoramik. Indikasi pemeriksaan rontgen yaitu impacted, caries dentis (gigi berlubang akibat pengeroposan gigi), cystitis (kelainan pada akar gigi yang mengalami kekosongan), serta susunan gigi yang tidak rata
  • USG Carotis, dilakukan untuk melihat laju aliran darah pada arteri karotis di leher serta aliran darah pada arteri subklavia dan vertebral. Indikasi pemeriksaan antara lain yaitu stroke, penyempitan pembuluh darah, diabetes, hipertensi, serta hiperkolesterolemia
  • X-Ray Konvensional
  • Dental Panoramic dan Dental Periapical

2. Laboratorium

3. Elektromedik

  • EEG (Elektro Encepalo Gram), merupakan pemeriksaan penunjang yang berbentuk rekaman gelombang elektrik sel saraf yang berada di otak dengan tujuan untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak. Indikasi pemeriksaan antara lain yaitu kejang atau kejang demam, tumor, aneurisma, multiple sclerosis, cedera otak akibat kecelakaan, serta LBP/HNP
  • TCD (Trans Cranial Doppler), merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur kecepatan aliran darah di pembuluh darah otak. Indikasi pemeriksaan TCD antara lain yaitu stroke, faktor risiko stroke seperti hiperkolesterolemia, hipertensi, dan merokok, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, anemia, dan trauma kepala
  • TMS (Transcranial Magnetic Stimulation), merupakan proses diagnostic atau terapi menggunakan medan magnet untuk menstimulasi sel saraf di otak. Indikasi pelayanan TMS antara lain yaitu stroke, depresi, ansietas, serta gangguan tidur
  • EMG (Elektro Magnetic Ground), merupakan Teknik yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot dengan cara merekam aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot skeletal. Indikasi pemeriksaan EMG antara lain yaitu kelainan sistem saraf peripheral, termasuk sindrom carpal tunnel, neuropati peripheral, neuropati diabetes, radikulopati serviks, radikulopati lumbosakral, sciatica atau nyeri yang disebabkan oleh saraf rusak atau terjepit, serta cedera saraf yang disebabkan oleh trauma atau keretakan
  • Perimetri, merupakan pemeriksaan mata yang bertujuan untuk melihat luasnya kerusakan saraf pada mata. Indikasi pemeriksaan perimetri antara lain yaitu glaukoma atau diabetes yang disertai dengan gangguan penglihatan, trauma mata, pasien dengan terapi etambutol lebih dari 1 bulan, tumor otak serta aneurisma
  • CUSA, merupakan alat untuk mengangkat tumor bedah saraf
  • C ARMN (X-Ray Mobile)
  • Rehab Medik, merupakan terapi yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah seperti operasi akibat cedera parah, infeksi, stroke, ataupun tumor. Alat-alat yang digunakan di RS Stroke Nasional Bukittinggi untuk rehab antara lain Therapeutic modalities, fisioterapi, terapi okupasi, ortotik/prostetik, serta terapi wicara.
Anti Menyesal Beli Bra untuk Remaja, Ini Panduannya

Anti Menyesal Beli Bra untuk Remaja, Ini Panduannya

  • Januari 6, 2022

Perubahan fisik remaja perempuan paling terlihat di pertumbuhan payudaranya. Biasanya, pertumbuhan ini terjadi ketika anak perempuan memasuki masa puber hingga akhirnya menjadi remaja. Pada saat itu terjadi, Anda sebagai orang tua perlu menyediakan bra untuk remaja baginya.

Bra untuk remaja penting dipakai oleh anak Anda karena kondisi payudara yang membesar perlu ditopang untuk tetap tegak. Selain itu, bra juga diperlukan guna menutupi bagian puting payudara yang mulai tumbuh dan bisa terlihat apabila putri Anda tidak memakai bra. 

Namun banyak kejadian, pembelian bra untuk payudara pada awalnya sering menimbulkan kekecewaan. Anak tidak mau memakai bra tersebut karena dirasa tidak nyaman bahkan kerap mengganggu. Orang tua pun menjadi menyesal membelikannya. Namun di sisi lain, masih tidak mungkin membiarkan anak membeli bra untuk remaja sendirian karena ia masih belum paham mengenai kebutuhannya. 

Makanya dalam membeli bra untuk remaja, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, baik yang mesti dilakukan ataupun yang dihindari. Berikut ini adalah panduan yang pas bagi Anda guna memperoleh bra untuk remaja yang tidak menimbulkan penyesalan! 

Pastikan Ukuran yang Pas 

Sering kejadian penyesalan membeli bra untuk remaja maupun untuk orang dewasa karena ukurannya yang tidak pas sehingga menjadi tidak nyaman dipakai. Kebanyakan orang hanya memastikan ukuran lingkar dada dalam memilih bra. Padahal sebenarnya, ada dua kunci utama terkait ukuran bra, yaitu ukuran lingkar dada serta lingkar payudara. Ukuran lingkar dada menggambarkan keliling bagian bawah payudara di mana ukurannya selalu dibulatkan dalam label bra yang Anda beli, seperti 70, 75, 80, sampai 85. 

Sementara itu, lingkar payudara lebih penting lagi karena menggambarkan seberapa besar cup payudara Anda. Ukuran ini disimbolkan dengan huruf A sampai F. Biasanya khusus untuk remaja, ukuran awal bra adalah A. Namun dalam beberapa kasus, ada juga remaja yang memiliki ukuran lingkar payudara yang lebih besar. 

Pilih Kain yang Lembut

Jenis kain bra untuk remaja yang Anda beli juga sangat menentukan seberapa besar putri Anda menyukai. Untuk main aman, pilihlah bra yang dibuat dari bahan katun atau bambu karena jenis kainnya pasti lembut ketika bergesekan di kulit. Sementara itu, hindari kain lace karena lebih terasa panas saat putri Anda beraktivitas. 

Pastikan Model Polos 

Model bra ada banyak rupanya. Tidak usah muluk-muluk, pilih saja model polos untuk pemakaian bagi remaja putri Anda. Hindari pemilihan bra dengan hiasan rendah karena bisa akan lebih mudah terasa gatal ketika dipakai. 

Cari Padding yang Tipis 

Padding merupakan busa bra yang mempunya dua fungsi, yaitu menutupi bagian puting agar semakin samar terlihat serta menambah volume payudara. Khusus untuk bra remaja, padding juga diperlukan untuk menghindarkan penampakan puting payudara di pakaian yang tidak diinginkan. Namun harus disadari, adanya padding pada bra bisa mengurangi kenyamanan pemakaian. Karena itu sebagai perkenalan, carilah bra dengan padding tipis untuk putri Anda. 

Sediakan Beberapa Tipe 

Tipe bra untuk remaja beraneka ragam dan sebaiknya Anda tidak hanya membeli satu jenis bra untuk buah hati Anda. Beberapa jenis tipe bra yang biasa dipakai remaja, antara lain training bra, sport bra, bra kaus, sampai bra kawat. Belilah beberapa tipe bra karena fungsinya bisa berbeda-beda untuk berbagai kegiatan. Biarkan putri Anda sendiri yang akhirnya memilih, untuk pembelian selanjutnya, lebih menyukai tipe bra yang bagaimana. 

Tidak untuk Formed Bra 

Hampir semua jenis bra untuk orang dewasa sebenarnya bisa juga dipakai oleh para remaja. Anda hanya tinggal menyesuaikan ukurannya supaya pas dengan ukuran payudara buah hati Anda. Hanya ada satu jenis bra yang dihindari untuk pemakaian para remaja, yaitu formed bra. Jenis bra yang satu ini bisa membuat penampakan bentuk tubuh anak berubah total dan kebanyakan orang yang pertama kali memakai bra tidak menyukai hal tersebut. Padding yang cukup tebal pada formed bra juga membuat pemakaiannya kurang dirasa nyaman. 

*** 

Ketika mulai membeli bra untuk remaja putri Anda, tidak perlu banyak-banyak. Pertumbuhan payudaranya masih terus terjadi dan perubahan ukuran mutlak terwujud. Jangan sampai Anda telanjur membelikan bra dalam jumlah banyak, namun hanya dipakai sebentar sebab ukuran payudara anak sudah berubah lagi beberapa waktu kemudian.