5 Jenis Imunisasi Pra Nikah, Penting Dilakukan oleh Calon Pengantin!

  • Juni 16, 2021
imunisasi pra nikah

Tidak hanya vaksin anak-anak yang penting, vaksin dewasa juga tak kalah pentingnya untuk melindungi tubuh. Biasanya vaksin dewasa dilakukan saat imunisasi pra nikah. 

Imunisasi pra nikah penting sekali dilakukan bagi setiap calon pasangan pengantin. Tujuannya untuk mencegah agar tidak ada masalah kesehatan pada diri sendiri, pasangan, dan juga anak kemudian hari. 

Jenis-jenis Vaksi Sebelum Nikah yang Dianjurkan untuk Calon Pengantin

  1. Vaksin HPV

Vaksin HPV (human papillomavirus) adalah vaksin yang berguna mencegah penyakit kanker karena virus HPV yang merupakan salah satu kanker serviks. Penularan virus ini biasanya melalui kontak dengan kulit secara langsung atau dari hubungan seksual. 

Harusnya vaksin HPV ini diberikan pada remaja perempuan dan laki-laki, sebelum usia aktif secara seksual. Meski laki-laki tidak akan terkena kanker serviks ini. Tapi, mereka tetap harus melakukan vaksin HPV agar tidak menularkan virus ke pasangannya.

  1. Vaksin cacar air

Siapapun wajib menjalani vaksin cacar air, apalagi Anda yang ingin menikah dan sebelumnya belum pernah melakukannya. Sebab, cacar air adalah penyakit bisa membahayakan ibu hmail dan janin. Tapi, vaksin cacar air ini tidak boleh diberikan saat hamil. 

Untuk mengetahui Anda pernah mendapatkan vaksin cacar air atau belum, bisa dengan melakukan tes darah. Dokter bisa mengetahui apakah di dalam tubuh Anda sudah ada antibodi terhadap virus cacar air atau belum.

  1. Vaksin DPT dan TT

Vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan vaksin TT (tetanus toksoid) adalah vaksin yang juga disarankan dilakukan sebelum menikah. Vaksin DPT ini bisa mencegah dari 3 penyakit, yaitu penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Sedangkan vaksin TT bisa mencegah dari penyakit tetanus, pada calon ibu dan bayinya nanti.

Adapun jadwal vaksin TT yang dianjurkan Kementerian Kesehatan adalah:

  • TT 1, dilakukan minimal 2 minggu sebelum menikah.
  • TT 2, dilakukan satu bulan setelah menjalani TT 1. Imunisasi TT 2 ini efektif melindungi hingga 3 tahun ke depan.
  • TT 3, dilakukan 6 bulan setelah TT 2 yang efektif hingga 5 tahun ke depan.
  • TT 4, dilakukan 12 bulan setelah melakukan TT 3, efektif melindungi hingga 10 tahun.
  • TT 5, dilakukan 12 bulan setelah dilakukan TT 4, yang efektif melindungi hingga 25 tahun.
  1. Vaksin MMR (measles, mumps, rubella)

Pemberian vaksin MMR ini sangat dianjurkan dalam imunisasi pra nikah. Melakukan imunisasi MMR ini akan melindungi Anda dari penyakit campak, gondong, dan rubella. 

Sebelum memutuskan untuk hamil, sebaiknya Anda melakukan vaksinasi MMR ini. Sebab, mengalami campak, gondong, atau rubella ketika hamil akan meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir.

Sebaiknya, Anda menunda hamil selama 1 bulan setelah menerima vaksin MMR ini. Vaksin ini tergolong aman, Anda bisa kembali melakukannya jika ragu sudah pernah imunisasi MMR sebelumnya atau belum.

  1. Vaksin Hepatitis B

Jenis vaksin yang juga disarankan bagi Anda yang akan menikah adalah imunisasi hepatitis B. Sebab, virus hepatitis B ini bisa menular melalui air mani, air liur, atau darah yang terinfeksi. Anda berisiko menularkan penyakit hepatitis B pada pasangan jika terinfeksi dan tidak terdeteksi. 

Wanita yang terinfeksi hepatitis B juga bisa menularkannya pada bayi melalui proses persalinan. Untuk mempermudah pemberian vaksin, kini sudah ada vaksin kombinasi hepatitis A dan hepatitis B. Jenis vaksin ini biasanya diberikan 3 kali dengan jarak 6 bulan untuk tiap dosisnya.

Sebagai calon orangtua, Anda bertanggung jawa untuk menjamin kesehatan hidup anak Anda nantinya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan imunisasi pra nikah. Meskipun biayanya cukup mahal, namun biaya yang dikeluarkan tidak akan sebanding dengan kebahagiaan saat memiliki anak-anak yang lahir dengan sehat.

Rasa ASI Bisa Berubah-ubah, Ini Faktor Penyebabnya

Rasa ASI Bisa Berubah-ubah, Ini Faktor Penyebabnya

  • Juni 16, 2021

Tahukah Anda bawa rasa ASI bisa mengalami perubahan? Anda sendiri mungkin tidak tahu rasa dari ASI tersebut. Akan tetapi, bayi bisa merasakan apabila ada perbedaan rasa ketika menyusui.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan perubahan rasa pada ASI. Ini secara khusus dipengaruhi oleh gaya hidup Anda sebagai sang ibu yang menyusui.

Hal yang mempengaruhi rasa ASI

Bayi yang sensitif bisa mendeteksi perbedaan rasa pada ASI ketika menyusui. Perubahan rasa tersebut akan mempengaruhi kondisi bayi Anda. Pengaruh ini bisa positif, namun bisa juga negatif.

Anda perlu tahu apa saja yang membuat rasa dari ASI menjadi berbeda. Berikut ini hal-hal yang mempengaruhinya:

  • Olahraga

Ketika Anda melakukan olahraga berat di tengah masa menyusui, maka ASI akan mengalami perubahan rasa. Ini terjadi karena adanya penumpukan asam laktat serta produksi keringat yang asin pada payudara. 

Karena itu, di tengah masa menyusui, sebaiknya jangan melakukan aktivitas olahraga yang terlalu berat. Pertahankan olahraga yang ringan atau sedang. 

Selain itu, sebaiknya Anda mencuci payudara terlebih dahulu sebelum menyusui bayi. Ini bisa membantu menghilangkan rasa yang asin akibat keringat. 

  • Konsumsi alkohol

Penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi alkohol akan mempengaruhi rasa ASI. Apalagi jika Anda menyusui bayi Anda hanya beberapa saat setelah selesai meminum minuman beralkohol.

Dibutuhkan waktu paling sedikit dua jam bagi alkohol untuk bisa meninggalkan tubuh Anda sepenuhnya. Karena itu, sebaiknya berikan jeda waktu yang cukup lama sebelum memberikan ASI usai meminum alkohol.

  • Kebiasaan merokok

Menurut penelitian, ASI yang diproduksi dari tubuh ibu menyusui yang merokok memiliki rasa yang berbeda. ASI ini cenderung memiliki bau dan rasa asap. 

Karena itu, selama masa menyusui, sang ibu sangat tidak disarankan untuk menerapkan kebiasaan merokok. Kalau Anda masih merokok, sebaiknya berikan jeda waktu sekitar dua jam setelah merokok sebelum memberikan ASI.

Ini bisa membantu meminimalisir bau dan rasa asap pada ASI. Namun, upaya ini tetap tidak bisa menetralkan rasa ASI sepenuhnya. 

  • Hormon

Hormon Anda juga akan mempengaruhi perubahan rasa pada ASI. Perubahan hormon ini bisa terjadi sebagai proses dari pulihnya tubuh setelah menstruasi atau kehamilan. 

Selama masa menstruasi, tidak masalah bagi Anda untuk menyusui. Jadi, meskipun terjadi perubahan rasa pada ASI, namun menyusui di masa menstruasi tidak menimbulkan dampak negatif bagi bayi Anda. 

  • Obat-obatan

Beberapa ibu menyusui mungkin memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskan untuk konsumsi obat-obatan secara rutin. Obat-obatan tertentu bisa mempengaruhi perubahan rasa pada ASI Anda.

Terkadang, perubahan rasa pada ASI akibat obat-obatan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi bayi. Akibatnya, bayi jadi tidak berselera untuk menyusui. Ini biasanya terjadi apabila Anda baru saja mengonsumsi obat tertentu.

Akan lebih baik kalau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah ini. Pastikan obat yang Anda gunakan tidak mempengaruhi kualitas ASI Anda. 

Itulah beberapa hal yang mempengaruhi rasa pada ASI. Hal-hal di atas sebagian besar berhubungan dengan gaya hidup Anda.

Sebaiknya, selama masa menyusui, Anda membiasakan diri untuk menjalankan pola hidup sehat. Hal ini dilakukan bukan hanya demi kesehatan Anda sendiri, tapi juga kesehatan bayi Anda.

Dengan menjaga pola hidup yang sehat, maka Anda bisa mempertahankan rasa ASI serta kualitasnya. Bayi Anda pun bisa menikmati ASI dengan lebih nyaman.

Varian Hufagrip Sirup untuk Anak

  • Juni 11, 2021

Varian Hufagrip Sirup untuk anak disesuaikan dengan fungsinya dalam mengobati penyakit. Saat ini setidaknya ada 4 varian Hufagrip Sirup yang bisa Anda pilih. 

Hufagrip Sirup adalah salah satu pilihan obat yang dapat mengatasi sejumlah gejala penyakit pada anak. Obat ini ampuh mengatasi batuk, pilek, flu, demam, dan badan pegal-pegal.

Meski begitu, Anda perlu memilih Hufagrip yang tepat untuk mendapatkan manfaat terbaik. Lalu apa saja varian Hufagrip Sirup untuk Anak?

Mengenal Hufagrip

Hufagripp adalah salah satu merek obat batuk dan pilek yang diproduksi oleh PT Gratia Husada Farma (HUFA), perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah.

Merek Hufagrip sendiri sudah sangat dikenal di Indonesia sejak dahulu. Umumnya, orang tua mengandalkan Hufagrip sirup untuk mengobati penyakit pada anak. 

Menariknya, Hugarip Sirup yang paling terkenal adalah Hufagrip BP warna hijau. Padahal ada tiga varian Hufagrip sirup lainnya dengan kandungan dan manfaat yang tidak jauh berbeda. 

Varian Hufagrip Sirup

Ada cukup banyak varian Hufagrip yang didesain untuk mengobati masalah tertentu. Anda bisa menyesuaikan pilihan dengan penyakit yang menyerang anak. Berikut pilihan Hufagrip Sirup untuk Anak: 

  • Hufagrip BP Sirup

BP adalah singkatan dari Batuk Pilek. Hufagrip BP Sirup mengandung zat aktif dekstrometorfan HBr yang merupakan golongan obat antitusif untuk meringankan batuk kering akibat pilek atau flu.

  • Hufagrip Pilek Sirup

Jika anak hanya mengalami gejala pilek, Hufagrip Pilek bisa jadi pilihan tepat. Hufagrip Pilek Sirup diformulasikan khusus untuk mengatasi bersin-bersin dan hidung tersumbat akibat pilek pada anak.

  • Hufagrip TMP Sirup

Hufagrip TMP berkhasiat untuk menurunkan demam sekaligus mengatasi nyeri ringan hingga sedang di tubuh. Hufagrip TMP aman digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

  • Hufagrip Flu dan Batuk Sirup

Hufagrip Flu & Batuk Sirup berkhasiat untuk mengatasi gejala flu yang disertai batuk berdahak pada anak. Hufagrip Flu & Batuk Sirup disertai dengan parasetamol yang berguna meredakan demam.

Memilih Hufagrip Sirup

Empat varian Hufagrip Sirup tersebut dibedakan sesuai fungsinya. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya bijak memilih varian yang sesuai dengan gejala pada anak.

  • Jika anak mengalami gejala batuk dan pilek maka Anda dapat memilih Hufagripp BP warna hijau. Obat ini mengandung kombinasi pseudoephedrine HCI dan chlorphenamine maleate (CTM) dengan tambahan dextromethorphan.
  • Jika anak mengalami gejala pilek saja, seperti hidung tersumbat, Anda dapat menggunakan Hufagrip Pilek warna biru. Obat ini mengandung kombinasi chlorphenamine maleate (CTM) dan pseudoefedrine yang dapat menangani hidung tersumbat karena alergi atau virus.
  • Jika Anda mengalami demam, Anda bisa memilih Hufagrip TMP warna merah. Obat ini mengandung Ibuprofen yang terbukti efektif dalam menangani demam pada anak.
  • Jika anak mengalami flu disertai batuk pilek dan demam, Hufagrip Flu warna kuning dapat menjadi pilihan tepat. Obat ini mengandung kombinasi paracetamol, chlorphenamine maleate, pseudoephedrine HCI, dan guaifenesin.

Demikian manfaat dan pilihan Hufagrip Sirup untuk Anak. Gunakan sesuai instruksi atau sesuai dengan resep dokter ya. 

Redoxon Zinc dan Makanan Kaya Vitamin C

  • Juni 10, 2021

Sudah cukupkan asupan vitamin C Anda hari ini? Vitamin C sangat penting bagi tubuh. Pasalnya, jenis vitamin ini bisa menjadi salah satu jaminan untuk tulang, sendi, dan kulit yang kuat dan tidak bermasalah. Bahkan vitamin C bisa membantu saluran pencernaan Anda terhindari dari berbagai problem. 

Memenuhi kebutuhan vitamin C pun tidak sulit. Rata-rata buah dan sayur memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Apabila Anda merasa kurang, mengonsumsi Redoxon Zinc pun bisa membantu memastikan tidak ada yang kurang dalam pemenuhan vitamin C bagi tubuh Anda. 

Jika berbicara mengenai makanan alami, beberapa buah pun memiliki kadar vitamin C yang sangat tinggi. Mengonsumsi satu atau segelas buah tersebut bahkan bisa langsung memenuhi kebutuhan vitamin yang Anda perlukan. Penasaran buah-buah dan sayur yang mengandung vitamin C super tinggi? Berikut adalah beberapa di antaranya. 

Jambu Biji 

Buah jambu biji memiliki daging warna merah muda dan kerap disebut-sebut sebagai pencegah penyakit demam berdarah. Tapi, tahukah Anda bahwa jenis jambu ini termasuk sumber vitamin C nomor satu di dunia? Satu buah jambu biji ternyata memiliki kandungan vitamin C hingga 126 miligram. Angka tersebut setara degan 140 persen dari kebutuhan vitamin C orang dewasa. Selain itu, buah tropis ini juga sangat kaya akan antioksidan likopen yang bisa menangkal radikal bebas, menurunkan tekanan darah, sampai menjaga kadar kolesterol Anda. 

Lemon 

Tahu tidak bahwa pada tahun 1700-an, lemon diberikan kepada pelaut untuk mencegah penyakit kudis. Kemampuan lemon mencegah kudis sendiri karena tingginya vitamin C pada buah yang satu ini.  Satu lemon mentah utuh, termasuk kulitnya, setidaknya menyediakan 83 mg vitamin C. Nilai tersebut setara dengan 92 persen dari kebutuhan harian yang dianjurkan. 

Kiwi 

Satu kiwi berukuran sedang mengandung 71 miligram vitamin C. Angka tersebut dapat memenuhi 79 persen kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. Buah yang sati ini pun disebut-sebut dapat membantu mengurangi stres oksidatif, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan kekebalan karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Jika Anda termasuk kekurangan vitamin C, makanlah kiwi setiap hari selama seminggu. Penelitian membuktikan, cara ini bisa langsung meningkatkan kadar vitamin C dalam darah hingga 300 persen. 

Blackcurrant 

Blackcurrant juga merupakan buah yang kaya dengan vitamin C. Satu setengah cangkir blackcurrant setidaknnya mengandung 101 mg vitamin C atau setara 112 persen dari kebutuhan harian yang dianjurkan. Jika kesulitan menemukan blackcurrant, Anda bisa mengonsumsi Redoxon Zinc yang memang disajikan dalam rasa Blackcurrant. Enaknya dapat, manfaatnya juga tidak ketinggalan. 

Stroberi 

Buah kecil lainnya yang memiliki kandungan vitamin C tinggi adala stroberi. Segelas kecil stroberi nyatanya bisa mengandung vitamin C hingga 98 miligram. Jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan vitamin C harian yang dianjurkan. 

Pepaya 

Anda hanya perlu secangkir pepaya dengan berat tidak sampai 150 gram untuk bisa memperoleh 87 miligram vitamin C. Angka tersebut setara dengan 97 persen kebutuhan vitamin C harian yang dianjurkan. Vitamin C pada pepaya pun sangat berimbas positif untuk kelancaran saluran pencernaan. Tidak heran, buah tropis ini kerap diandalkan untuk mengatasi berbagai masalah susah buang air besar. 

Jeruk 

Satu jeruk oranye berukuran sedang menyediakan 70 mg vitamin C yang setara dengan 78 persen kebutuhan harian yang dianjurkan. Beberapa jeruk lain, seperti jeruk bali ataupun jeruk nipis, menyediakan kadar vitamin C yang lebih rendah. Sebagai contoh, jeruk nipis hanya memberikan asupan vitamin C sebanyak 13 miligram atau setara 22 persen dari kebutuhan harian yang dianjurkan untuk tiap buahnya. 

*** 

Memenuhi kebutuhan vitamin C tidak sulit bukan kalau Anda rajin makan buah. Namun, jika Anda termasuk orang yang sulit mengonsumsi buah-buahan, menjadikan Redoxon Zinc sebagai alternatif pemenuhan vitamin C pun bisa diupayakan. 

Jenis Kemasan Obat Amadiab dan Dosis Pemakaian

  • Juni 10, 2021

Amadiab merupakan obat untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Amadiab memiliki kandungan Glimepiride yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea. Obat ini bekerja dengan cara merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin dan membantu tubuh untuk memaksimalkan kerja insulin. Sehingga, kadar gula darah dapat lebih terkontrol dan risiko komplikasi akibat diabetes tipe 2 dapat dikurangi. Obat ini juga dapat meningkatkan sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin. Amadiab bisa digunakan sebagai terapi tunggal atau bisa juga dikombinasikan dengan obat anti diabetes lainnya.

Sediaan Obat Amadiab

Obat Amadiab tersedia dalam beberapa kemasan sesuai ukuran, antara lain:

  • Amadiab Tablet 1 mg

Amadiab 1 mg tersedia dalam kemasan dus berwarna merah. Satu dus berisi 5 strip, dengan masing-masing strip memiliki isi 10 tablet. Harga jual mulai dari Rp 3.000 per tablet. Sedangkan untuk per strip Amadiab dijual dengan harga mulai dari Rp 24.000 – Rp 56.000. Harga jual bisa berbeda di tiap apotek.

  • Amadiab Tablet 2 mg

Amadiab 2 mg tersedia dalam kemasan dus berwarna hijau. Satu dus berisi 5 strip, dengan masing-masing strip memiliki isi 10 tablet. Harga jual mulai dari Rp 6.000 per tablet. Sedangkan untuk per strip Amadiab dijual dengan harga mulai dari Rp 42.000 – Rp 80.000. Harga jual bisa berbeda di tiap apotek.

  • Amadiab Tablet 3 mg

Amadiab 3 mg tersedia dalam kemasan dus berwarna orange. Satu dus berisi 5 strip, dengan masing-masing strip memiliki isi 10 tablet. Harga jual mulai dari Rp 8.000 per tablet. Sedangkan untuk per strip Amadiab dijual dengan harga mulai dari Rp 44.000 – Rp 98.000. Harga jual bisa berbeda di tiap apotek.

  • Amadiab Tablet 4 mg

Amadiab 4 mg tersedia dalam kemasan dus berwarna biru. Satu dus berisi 5 strip, dengan masing-masing strip memiliki isi 10 tablet. Harga jual mulai dari Rp 9.000 per tablet. Sedangkan untuk per strip Amadiab dijual dengan harga mulai dari Rp 55.000 – Rp 120.000. Harga jual bisa berbeda di tiap apotek.

Dosis Obat Amadiab

Obat Amadiab termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter dan tidak bisa dibeli secara sembarangan.

Dosis maksimum atau dalam kondisi tertentu yaitu sebanyak 8 mg dengan konsumsi satu kali sehari. Untuk dosis awal dan dosis titrasi (dosis bertahap) yaitu sebanyak 1 mg dengan konsumsi satu kali sehari. Dosis Amadiab dapat dinaikkan secara bertahap dengan interval waktu 1 sampai 2 minggu tergantung dari respon gula darah. 

Aturan Pakai Amadiab

Aturan pakai Amadiab yaitu dikonsumsi sebelum makan utama pertama pada hari itu dan harus di waktu yang sama setiap harinya. Sebaiknya dikonsumsi bersama makan. Jangan mengurangi atau melewatkan jadwal makan.

Untuk meningkatkan efektivitasnya, penggunaan Amadiab harus disertai dengan asupan gizi seimbang, pola makan yang sehat, serta olahraga teratur. Misalnya menghindari makanan dengan kadar glukosa yang tinggi, meningkatkan makanan dengan kandungan tinggi serat, mengoptimalkan kadar vitamin D yang penting untuk mengontrol gula darah, menjaga berat badan tetap ideal, serta hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Beberapa makanan yang tinggi kandungan serat yang bisa menunjang konsumsi Amadiab antara lain yaitu buah-buahan alpukat, pisang, apel, jeruk, dan pepaya. Sedangkan untuk sayuran, bisa mengonsumsi brokoli, lobak, jagung, kubis, dan wortel. Ada pula kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang mete, dan kacang almond.

Ini 5 Dampak Buruk Penggunaan Baby Walker untuk Bayi

Ini 5 Dampak Buruk Penggunaan Baby Walker untuk Bayi

  • Juni 8, 2021

Baby walker adalah alat bantu jalan bayi yang terdiri atas kerangka keras beroda dengan sling untuk membantu bayi agar dapat berada dalam posisi berdiri atau duduk bila bayi jatuh. 

Selain baby walker, ada juga go-cart, standing stool, baby runners, walking stools, dan trainers yang sering digunakan untuk membantu bayi berjalan.  

Beberapa dari orangtua juga menggunakan alat bantu jalan ini untuk aktivitas bermain anak. Namun, penggunaannya ternyata tidak direkomendasikan oleh para ahli, termasuk oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan  American Academy of Pediatrics (AAP),

Hal ini karena baby walker memiliki dampak berbahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan. Dampaknya bisa membuat bayi cedera, patah tulang, hingga kerusakan pada kepala dan otak. 

Dalam beberapa artikel yang diterbitkan di situs resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tegas melarang penggunaan baby walker sebagai alat untuk membantu bayi berjalan. 

Salah satu alasannya didasarkan pada statistik, yakni terjadi peningkatan tingkat kecelakaan bayi yang menggunakan alat ini dalam dua dekade terakhir dari 64 persen menjadi 86 persen. 

Berikut 5 dampak buruk penggunaan baby walker untuk anak yang wajib kita ketahui sebagai orangtua. 

Berjalan lebih lambat 

Baby walker dipercaya dapat mempercepat proses belajar berjalan pada bayi karena mampu menguatkan otot kaki bayi. 

Anggapan ini tidak benar karena saat berjalan harus ada koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Saat menggunakan alat ini, bayi hanya mendorong badannya sehingga tidak membantu ia berjalan. 

Menurut studi yang dilakukan, bayi yang tidak memakai baby walker tercatat mampu berjalan pada usia rata-rata 10,7 bulan hingga 11 bulan saja. Hal yang mengejutkan adalah, bayi yang menggunakan baby walker justru baru akan bisa berjalan pada usia rata-rata 11,7 bulan hingga satu tahun. 

Kecerdasan motorik anak tidak berkembang 

American Academy of Pediatrics (AAP) sudah mulai menyarankan penghentian penjualan baby walker

Akademi ini mengklaim jika baby walker berbahaya karena memberikan pengaruh buruk pada tingkat pertumbuhan kecerdasan dan psikologis bayi dengan signifikan. 

Bahkan penelitian menunjukkan bahwa bayi yang memakai baby walker justru cenderung membuat pertumbuhan bayi menjadi jauh lebih lambat. 

Risiko terluka dan hilang keseimbangan 

Bahaya penggunaan baby walker dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan saat menggunakan alat bantu jalan dan jatuh. 

Hal ini karena bayi bisa bergerak dengan kecepatan tiga kaki per detik saat menggunakan baby walker yang menyebabkan keseimbangannya terganggu. 

Menghambat perkembangan otot 

Menggunakan baby walker juga dapat menghambat perkembangan semua otot yang bayi butuhkan untuk berjalan dan sendiri. 

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Alan Greene, baby walker memperkuat kaki bagian bawah tetapi bukan kaki bagian atas dan pinggul, yang sangat penting untuk membantu berjalan.

Berdasarkan studi juga menemukan bahwa bayi yang berkembang secara alami (tidak menggunakan baby walker) lebih kuat, lebih stabil, dan lebih percaya diri dalam menggerakan tubuhnya. 

Dengan adanya dampak baby walker ini, orang tua yang memiliki bayi tentu harus mempertimbangkan ulang penggunaan baby walker untuk buah hatinya. 

Cara tradisional dimana bayi dititah dengan kedua tangan sepertinya justru akan lebih efektif dan lebih aman agar Si Kecil segera berjalan. 

Risiko jari kaki terjepit 

Selain terjatuh, risiko lain dari penggunaan baby walker adalah jari bayi bisa terjepit karena berjalan hingga ke sudut ruangan dalam posisi tangan yang keluar dari area meja. Kasus ini juga paling sering terjadi setelah kasus bayi terjatuh dari baby walker. 

Roda pada baby walker akan membuat anak bergerak tanpa arahan, sehingga pengawasan lebih sulit dilakukan. Apalagi jika tiba-tiba anak melaju cepat ke tempat berbahaya seperti tangga. 

Itu dia beberapa dampak berbahaya penggunaan baby walker yang wajib kita sadari sebagai orangtua. Sebaiknya gunakan cara-cara tradisional untuk menguatkan otot-otot kaki Si Kecil, ya. 

Penanganan Alergi pada Bayi Saat Masa MPASI

Penanganan Alergi pada Bayi Saat Masa MPASI

  • Juni 8, 2021

Bagi orang tua yang baru memulai MPASI, penting sekali untuk memilah makanan apa saja yang akan diberikan untuk si kecil untuk pertama kalinya. Pasalnya, MPASI dapat menyebabkan alergi pada bayi. Alergi itu erat kaitannya dengan faktor genetik. 

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menganggap protein di dalam makanan sebagai ancaman bagi tubuh. Untuk mengatasi zat protein yang dianggap mengancam tersebut, sistem kekebalan tubuh melepaskan antibodi khusus yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE). 

Anak juga dapat mengalami gejala alergi melalui ASI, karena sebagian kecil alergen yang dikonsumsi dalam makanan ibu dapat dikeluarkan melalui ASI. Pada kasus ini, antibodi IgE yang telah terbentuk pada ibu ikut terbawa masuk ke tubuh anak sehingga jika anak mengonsumsi makanan tersebut, antibodi IgE bereaksi dan memicu pelepasan zat histamin, yang menyebabkan anak mengalami gejala alergi. 

Sebelum kamu memberikan MPASI kepada si kecil, ada baiknya simak tips berikut ini untuk menghindari atau menangani alergi pada anak saat masa MPASI. Pertama dan paling penting, kamu harus bisa melakukan identifikasi alergi makanan. Kamu dapat menerapkan beberapa kiat berikut:

  • Ketika memberikan jenis makanan baru, lakukan secara bertahap

Berikan satu jenis makanan baru, lalu tunggu setidaknya 3 sampai 5 hari sebelum menambahkan jenis makanan baru dalam menu bayimu. Perhatikan dengan saksama reaksi anak setelah mengonsumsi makanan tersebut

  • Tetap sertakan makanan yang sebelumnya ia konsumsi dan sudah terbukti bebas alergi

Hindari memberikan beberapa jenis makanan baru secara bersamaan karena apabila timbul reaksi alergi pada bayi, maka kamu akan kesulitan mengidentifikasi jenis makanan mana yang memicu alergi. 

Jika anak mengalami reaksi alergi namun kamu mengalami kesulitan untuk mengetahui jenis makanan penyebabnya, langkah selanjutnya adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter anak untuk evaluasi lanjut, agar dapat dilakukan pemeriksaan terkait untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang memicu alergi. 

Hal penting lainnya adalah memberikan suplementasi vitamin dan mineral untuk anak apabila ia tidak dapat mengonsumsi jenis makanan tertentu, sehingga nutrisinya tetap terjaga.

Namun, jika bayi menunjukkan gejala-gejala seperti kesulitan bernafas, pembengkakan pada wajah atau bibirnya, muntah-muntah dengan frekuensi sering dan banyak, atau diare setelah makan, segeralah ke rumah sakit terdekat. Karena reaksi alergi bisa sangat membahayakan dan dibutuhkan tindakan medis sesegera mungkin.

Ciri Alergi Makanan Pada Bayi

Tubuh bayi maupun dewasa memiliki antibodi yang disebut IgE, yang merupakan protein pendeteksi zat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ketika zat makanan tertentu yang menyebabkan alergi masuk, antibodi ini akan melepaskan zat-zat seperti histamin. 

Bayi yang alergi terhadap suatu jenis makanan, bisa menunjukkan gejala yang terlihat di kulit. Gejala ini bisa langsung terlihat tapi bisa juga mengalami jeda waktu lebih dulu. Berikut ini adalah beberapa reaksi alergi pada bayi yang perlu diperhatikan:

  • Perut bayi membesar (kembung), pupnya lebih cair atau mencret, dan buang air lebih sering dari biasanya, tetapi tidak disertai lendir atau darah.
  • Bayi lebih rewel karena rasa tidak nyaman pada organ pencernaannya.
  • Gatal, biduran, atau eksim pada kulit.
  • Batuk.
  • Muntah.
  • Nafas tersengal-sengal.
  • Bibir dan tenggorokan bengkak.
  • Mata bayi tampak merah dan berair.

Jika pemberian MPASI dilakukan dengan benar, risiko alergi pada bayi bisa diminimalisir. Alergi makanan merupakan respons abnormal tubuh terhadap jenis makanan tertentu. Oleh karena itu, jangan sembarangan memberikan MPASI. Ikuti panduan pemberian MPASI di atas untuk mencegah bayimu terkena alergi.

Cara Menggendong Bayi yang Menangis

Cara Menggendong Bayi yang Menangis

  • Juni 7, 2021

Menggendong bayi yang menangis mungkin jadi kekhawatiran Anda sebagai orang tua baru. Ketika si kecil menangis, bagaimana cara menggendong bayi yang tepat supaya tenang?

Anda tentu ingin belajar menggendong di kecil di posisi terbaik. Namun, menggendong newborn tidak bisa dianggap enteng. wajar jika merasa grogi di masa-masa awal.

Ada banyak posisi menggendong bayi yang bisa Anda coba. Salah satunya adalah posisi M-Shape yang terbukti aman untuk perkembangan si kecil.

Biarpun demikian, ada beberapa kondisi yang membutuhkan perlakuan khusus. Misalnya ketika si kecil menangis, bagaimana cara menggendongnya?

Tips menggendong bayi

Perhatikan reaksi bayi ketika Anda menggendong dia. Jika si kecil menangis atau rewel, coba ubah posisi untuk membuatnya nyaman. Anda juga bisa mencoba tips ini untuk membantu bayi tetap nyaman:

  • Usahakan kepala bayi selalu dalam posisi bebas supaya dia bisa bernapas dengan baik
  • Sesekali coba gendong skin-to skin, lepas baju bayi, sisakan popok, gendong dalam selimut.
  • Jika Anda grogi, sebaiknya gendong bayi dalam posisi duduk. Posisi ini juga dapat digunakan oleh orang lain dengan tenaga terbatas.
  • Jangan menggendong bayi saat memasak atau membawa sesuatu yang panas.
  • Jika Anda menggendong bayi dalam waktu lama, coba gunakan support pillow. Juga lakukan hal ini ketika menyusui.
  • Jangan tunjukkan emosi negatif seperti frustrasi atau marah ketika menggendong bayi.
  • Jika ingin membangunkan si kecil, sentuh pipi atau kakinya dengan lembut.
  • Gendong bayi dengan kedua tangan ketika Anda berjalan atau naik-turun tangga.
  • Jangan terlalu sering menggoyang-goyangkan bayi, ini berbahaya untuk kestabilan otaknya.

Cara menggendong bayi ketika rewel menangis

Menariknya, ada teknik menggendong bayi yang dipopulerkan oleh salah Dr. Robert Hamilton. Teknik ini disebut The Holed, yakni memosisikan bayi dalam posisi seperti di dalam rahim.

Teknik ini terbukti sangat efektif untuk menenangkan bayi yang sedang menangis. Berikut langkah-langkahnya:

  • Angkat bayi yang menangis, lipat tangannya berbentuk X di depan dada.
  • Letakkan tangan kanan Anda di lipatan tangan tersebut. Tangan Anda juga harus menopang dagu si kecil.
  • Lalu gunakan tangan kiri untuk menopang bokong bayi. Gunakan bagian telapak, bukan dengan jari-jari.
  • Posisikan bayi dalam sudut 45 derajat dan goyangkan perlahan.
  • Anda bisa bergantian menggoyangkan pantat atau tubuhnya, tapi hati-hati jangan goyang terlalu ekstrem.

Teknik ini cocok sampai usia 3 bulan. Setelah itu, berat badan bayi akan bertambah dan semakin sulit menggendongnya dalam posisi tersebut.

Catatan

Demikian cara menggendong bayi menangis. Teknik The Hold itu sudah terbukti efektif untuk menenangkan si kecil.

Namun, Anda juga perlu mencari tahu apa alasan si kecil menangis. Jika dia merasa lapar atau sakit, menerapkan teknik menggendong yang tepat saja mungkin tidak akan cukup.

harga enervon c tablet

Harga Enervon C tablet di Apotek dan Manfaat Mengonsumsinya

  • Juni 5, 2021

Vitamin C dan vitamin B memang bisa didapatkan dengan mudah di banyak buah dan sayuran. Vitamin C, khususnya, merupakan antioksidan kuat yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Tetapi, beberapa orang mungkin sulit memenuhi kebutuhan vitamin harian mereka sehingga perlu meminum suplemen. 

Enervon C merupakan suplemen multivitamin dengan kombinasi vitamin C dan vitamin B kompleks yang berkhasiat menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit dan tidak mudah sakit saat beraktivitas. Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini yang menuntut kita untuk tidak boleh lengah sedikitpun. 

Enervon C bisa dibeli dengan bebas di apotek atau toko terdekat. Adapun harga Enervon C Tablet dibandrol mulai dari 5 ribu rupiah per 1 strip (4 tablet). 

Manfaat dan kegunaan 

Secara keseluruhan, vitamin yang terkandung di dalam Enervon C berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh agar tak mudah sakit. Aktivitas yang berat dan padat, cuaca yang tidak menentu, serta jam tidur dan pola makan yang berantakan dapat menyebabkan jatuh sakit. 

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), perempuan berusia 19 tahun ke atas membutuhkan kurang lebih 75 mg vitamin C per hari, sedangkan laki-laki usia 19 tahun ke atas 90 mg vitamin C per hari. Perokok aktif membutuhkan vitamin C 35 mg lebih banyak daripada yang bukan perokok.

Ketika menderita sakit, tubuh kekurangan vitamin dan nutrisi sehingga khasiat lain dari Enervon C adalah mempercepat pemulihan setelah sakit.

Dosis penggunaan dan aturan pakai

Enervon C Tablet dapat dikonsumsi 1 kali sehari setelah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter. Mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi tidak akan bermanfaat karena tubuh hanya menyerap jumlah yang dibutuhkan, sementara sisanya akan dibuang melalui urin. 

Namun seseorang yang meminum suplemen vitamin C terlalu banyak akan berisiko mengalami overdosis vitamin C. Efek samping lain dari meminum vitamin C dalam dosis besar (lebih dari 2.000 mg) yaitu gangguan pencernaan. 

Vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi. Asupan zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, hati, pankreas, tiroid, dan sistem saraf pusat.

Selama mengonsumsi suplemen vitamin C, Anda bisa mengurangi asupan zat besi. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen vitamin C.

Apakah Enervon C aman bagi penderita maag?

Vitamin C umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, vitamin C bersifat asam sehingga penderita maag dan tukak lambung cenderung khawatir ketika berhadapan dengan vitamin yang satu ini. 

Satu tablet Enervon C Tablet mengandung vitamin C 500 mg dan vitamin B kompleks yang dibutuhkan tubuh. Gangguan pencernaan, termasuk maag akibat meningkatnya asam lambung akan terjadi jika dosis vitamin C yang diminum lebih dari 2.000 mg per hari. 

Agar maag tidak kambuh setelah minum suplemen vitamin C, berikut tips yang bisa Anda ikuti:

  • Minum suplemen Enervon C setelah makan, bukan saat perut kosong
  • Makanlah dengan porsi kecil namun sering, 
  • Sebelum minum suplemen vitamin C, hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa memicu maag seperti makanan pedas, gorengan, makanan bersantan, makanan asam, dan kafein
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan meminum 2 liter air sehari
  • Lakukan managemen stres yang baik dengan cara rutin berolahraga atau melakukan hobi yang disukai. 

Berapa harga Enervon C Tablet?

1 strip Enervon C Tablet (isi 4) dibandrol mulai dari harga Rp 5.203 hingga Rp 10.000,-. Untuk dikonsumsi secara rutin, Anda bisa membeli Enervon C  Tablet botol (isi 30 tablet) dengan harga mulai dari Rp 35.540.

Itu tadi kisaran harga Enervon C Tablet di apotek. Sebelum menggunakannya, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terutama jika Anda memiliki kondisi khusus seperti hamil atau menyusui.

Milna Puff Tinggi Kalsium, Alasan Zat Ini Penting

  • Juni 4, 2021

Milna puff merupakan sebuah camilan atau snack yang cocok dikonsumsi oleh anak usia 6 bulan ke atas sebagai MPASI atau makanan pendamping ASI. Camilan ini memiliki rasa keju/apel dan campuran beri/pisang. Salah satu zat yang terkandung di dalam camilan ini adalah kalsium. Seperti yang kita tahu, kalsium merupakan zat penting untuk kesehatan tulang. Kalsium adalah sebuah mineral yang dapat membuat tulang menjadi kuat. Kalsium juga dapat membantu tubuh dalam berbagai macam cara lain, seperti menjaga saraf dan otot untuk tetap bekerja dengan optimal. Selain itu, kalsium juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. 

Kita hanya punya satu kali kesempatan dalam membangun tulang yang kuat saat kita tumbuh dan berkembang. Anak-anak yang mendapatkan asupan kalsium dalam jumlah yang cukup akan tumbuh dewasa dengan tulang yang kuat, mencegah risiko pengeroposan tulang di kemudian hari nanti. Anak-anak dan bayi juga membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk mencegah sebuah penyakit yang disebut rakhitis. Rakhitis dapat melunakkan tulang dan menyebabkan tulang bengkok, pertumbuhan yang terhambat, dan terkadang nyeri otot dan otot yang lemah. Milna puff yang tinggi kandungan kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian agar terhindar dari berbagai macam gangguan kesehatan tersebut. 

Kalsium dapat ditemukan di berbagai macam makanan, seperti di Milna puff. Beberapa bahan makanan sangat tinggi kandungan kalsium. Produk dairy atau produk yang terbuat dari susu seperti yogurt dan keju merupakan sumber kalsium alami. Persentase lemak di susu dan produk dairy lainnya tidak memengaruhi kandungan kalsium. Susu tanpa lemak, 1 persen, ataupun 2 persen semuanya memilki kandungan kalsium yang sama. Penyedia layanan kesehatan Anda akan memberitahu Anda jenis susu apa yang tepat dengan kondisi si kecil. Namun, beberapa anak tidak dapat mengonsumsi produk dairy. Oleh karena itu, mereka perlu mendapatkannya dari sumber makanan lain, seperti minuman kedelai yang telah difortifikasi kalsium, tahu yang difortifikasi kalsium, edamame, brokoli, almond, buah ara, dan jeruk. Karena kalsium merupakan sebuah mineral yang sangat penting, banyak produsen bahan makanan sering menambahkannya ke cereal, roti, jus, dan makanan yang baik untuk anak, seperti Milna puff. 

Berapa banyak anak membutuhkan kalsium?

Manusia membutuhkan jumlah kalsium yang berbeda di sepanjang masa kehidupan mereka. Sangat dianjurkan agar anak mendapatkan asupan kalsium dari makanan. Namun, apabila hal ini tidak memungkinkan, penyedia layanan kesehatan dapat merekomendasikan suplemen kalsium. Bayi mendapatkan kalsium dari ASI dan formula. Bayi usia di bawah 6 bulan membutuhkan kalsium sebesar 200 mg per hari, sementara usia 6 hingga 11 bulan membutuhkan 260 mg kalsium per hari. Jenis “susu” yang dibutuhkan oleh bayi adalah ASI dan formula. Jangan pernah memberikan susu sapi, susu kambing, dan formula buatan sendiri untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Anak juga akan membutuhkan lebih banyak kalsium saat ia mulai beranjak dewasa, dengan anak usia 1 hingga 3 tahun membutuhkan 700 mg kalsium per hari (dalam 2-3 sajian). 

Bayi mendapatkan asupan kalsium dari ASI dan formula. Snack atau camilan seperti Milna puff juga dapat menjadi penambah asupan kalsium anak. Balita dan anak-anak usia sekolah yang mengonsumsi diet sehat dengan banyak mengonsumsi produk dairy juga sudah cukup mendapatkan asupan kalsium. Konsultasi dengan dokter anak seputar informasi tentang kalsium yang dibutuhkan oleh perkembangan dan pertumbuhan tulang bayi yang optimal.