Mengukur Kadar Hormon, Ini Prosedur Tes Kadar DHEA-S

  • Agustus 28, 2020

Setiap orang memiliki hormon dehydroepiandrosterone-sulfate (DHEA-S) di dalam tubuhnya. Hormon ini pada dasarnya berkontribusi pada ciri biologis pria, namun wanita juga memilikinya. Tes kadar DHEA-S digunakan untuk memeriksa kadar hormon DHEA-S di dalam darah.

Biasanya, tes ini dilakukan pada wanita yang memiliki terlalu banyak hormon pria. Tidak hanya itu, tes ini juga bisa dilakukan apabila wanita memiliki dorongan seksual yang rendah atau pada remaja pria yang mengalami masa pubertas terlalu cepat.

Hormon DHEA-S diproduksi oleh kelenjar adrenal yang berlokasi di atas ginjal. Tes kadar DHEA-S membantu untuk mendeteksi apabila kelenjar adrenal mengalami gangguan untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Mengapa perlu menjalani tes kadar DHEA-S?

Tes kadar hormon DHEA-S membantu untuk mendeteksi hal-hal berikut ini:

  • Kinerja kelenjar adrenal
  • Tumor pada kelenjar adrenal
  • Diagnosis gangguan testis atau ovarium
  • Penyebab pubertas dini pada anak laki-laki
  • Penyebab pertumbuhan rambut berlebih pada wanita dan anak perempuan

Pada anak-anak, pemeriksaan akan dilakukan jika dokter mencurigai adanya produksi hormon DHEA-S berlebih. Anak yang mengalami pubertas dini biasanya akan mengalami pertumbuhan rambut yang berlebihan, khususnya di bawah ketiak. Hal ini bisa terjadi pada anak laki-laki maupun anak perempuan.

Dalam beberapa kasus, anak perempuan mungkin mengalami pertumbuhan fisik yang menyerupai laki-laki. Hal ini ditandai dengan suara yang rendah dan dalam, peningkatan massa otot, jerawat, dan periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali.

Jika hal ini terjadi, anak Anda akan diarahkan untuk menjalani tes kadar DHEA-S. Pertumbuhan fisik laki-laki yang berlebih pada tubuh anak perempuan bisa jadi disebabkan oleh tingginya kadar hormon DHEA-S dalam tubuh.

Prosedur pelaksanaan tes kadar DHEA-S

Sebelum melakukan tes, tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan. Pada anak perempuan, dokter mungkin akan menganjurkan agar tes dijalani sebelum atau setelah masa menstruasi. Hal ini karena menstruasi bisa mempengaruhi kadar hormon.

Selain itu, jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu yang memberi efek samping pada peningkatan hormon dalam tubuh, lakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini bisa mempengaruhi hasil tes.

Prosedur tes ini dilakukan dengan mengambil darah menggunakan suntikan. Sebelumnya, bagian kulit yang akan terkena jarum suntik terlebih dahulu dibersihkan dengan menggunakan antiseptik.

Kemudian, dokter akan memasukkan jarum suntik dan mengambil sejumlah darah sebagai sampel. Saat pengambilan darah, bagian atas lengan Anda akan diikat dengan karet agar darah terkumpul penuh di pembuluh darah.

Nantinya, darah yang diambil akan dimasukkan ke dalam sebuah tabung khusus untuk kemudian diuji di laboratorium. Lengan Anda akan dibalut dengan kain kasa untuk mencegah pendarahan lebih lanjut.

Memahami hasil tes kadar DHEA-S

Hasil dari tes kadar DHEA-S dapat menunjukkan tiga hal, yaitu kadar hormon yang normal, terlalu, tinggi atau terlalu rendah. Kadar hormon normal biasanya akan disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, serta kesehatan pasien.

Kadar DHEA-S yang terlalu tinggi bisa saja menjadi tanda dari berbagai kondisi penyakit, seperti kanker adrenal, sindrom polikistik ovarium, dan hiperplasia adrenal.

Sementara, kadar DHEA-S yang terlalu rendah menandakan adanya kerusakan pada kelenjar adrenal atau hipopituitarisme, yaitu suatu penyakit gangguan hormon.

Tes kadar DHEA-S dapat menimbulkan efek samping berupa pendarahan, infeksi, atau luka pada kulit yang terkena jarum suntik. Akan tetapi, hal ini tidak berbahaya dan biasanya dapat segera diatasi.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*