Mengenal Manfaat dan Efek Samping Obat Urispas

  • Maret 24, 2021
urispas

Urispas merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala pada kelainan kandung kemih atau saluran kemih, seperti kesulitan buang air kecil atau terlalu sering buang air kecil. Kandungan flavoxate hydrochloride atau flavoxate HCl di dalam urispas bekerja dengan cara mengendurkan otot-otot di kandung kemih dan mencegah kejang otot.

Sehingga dapat membantu mengurangi kebocoran urine, mengatasi perasaan ingin segera buang air kecil, dan mengurangi nyeri yang timbul pada kandung kemih. Kandungan antispasmodic dalam flavoxate juga menghambat kontraksi pada kandung kemih dan mengurangi rasa sakit akibat kontraksi tersebut.

Urispas termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, dengan kandungan flavoxate hydrochloride sebanyak 200 mg/tablet. Dosis yang dianjurkan sebanyak 3-4 kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi penderita serta oleh petunjuk dokter.

Manfaat Obat Urispas

Urispas dapat digunakan untuk mengatasi gejala pada saluran kemih seperti:

  • Dysuria, yaitu rasa sakit dan tidak nyaman ketika buang air kecil. Bagi sebagian orang, juga timbul rasa terbakar saat buang air kecil dan lebih sering dialami oleh wanita dibanding pria.
  • Nocturia, yaitu keinginan buang air kecil pada malam hari yang tidak bisa ditahan. Selama waktu tidur, tubuh akan menghasilkan lebih sedikit urine, sedangkan penderita nocturia bisa terbangun lebih dari 2 kali untuk buang air kecil.
  • Incontinensia, yaitu rasa tidak dapat menahan buang air kecil. Kondisi ini juga bisa terjadi secara mendadak sehingga menyebabkan penderita mengompol.
  • Rasa nyeri pada kandung kemih

umumnya gejala tersebut disebabkan oleh:

  • Cystitis, yaitu peradangan kandung kemih yang seringnya disebabkan infeksi bakteri dan bisa mengakibatkan kandung kemih iritasi, memerah, dan membengkak. Kondisi ini lebih sering dialami wanita karena uretra atau saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih lebih pendek dibandingkan dengan pria.
  • Prostatitis, yaitu peradangan kelenjar prostat, organ yang terletak di antara penis dan kandung kemih dan cenderung dialami pria dengan rentang usia 30-50 tahun. Gejala yang timbul yaitu sering buang air kecil terutama malam hari dan nyeri pada perut bagian bawah dan ketika buang air kecil.
  • Urethritis, yaitu peradangan dan pembengkakan uretra. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tetapi wanita memiliki risiko lebih besar dibandingkan laki-laki dan sering ditemukan pada rentang usia 20-35 tahun. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke uretra, dan biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

Efek Samping Penggunaan Obat Urispas

  • Saluran pencernaan: mual, muntah, mulut kering, diare
  • Sistem saraf pusat: vertigo, sakit kepala, kebingungan, gugup, gelisah dan mengantuk
  • Sistem pembentukan darah: leukopenia atau sedikitnya jumlah sel darah putih
  • Sistem imun dan kulit: biduran, bentol-bentol, gatal pada kulit, berkurangnya produksi keringat, ruam
  • Jantung dan pembuluh darah: denyut jantung meningkat
  • Penglihatan: tekanan bola mata meningkat, pandangan kabur, 

Efek samping urispas tidak terjadi pada setiap orang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seberapa sering efek samping tersebut terjadi agar bisa menentukan tindakan selanjutnya

  • Umum (dapat menyerang 1 dari 10 orang), seperti mual
  • Tidak umum (dapat menyerang 1 dari 100 orang), seperti mengantuk, gangguan penglihatan, muntah, mulut kering, nyeri lambung, dyspepsia, ruam
  • Jarang (dapat terjadi pada 1 dari 1000 orang), seperti gatal-gatal, retensi urin, kelelahan
  • Tidak diketahui frekuensinya, seperti hipersensitif, kebingungan, glaucoma, detak jantung bertambah cepat dan tidak teratur, kelainan hati, kemerahan pada kulit

Jika efek samping berlangsung lama dan semakin bertambah parah, hentikan penggunaan urispas dan segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*