Mendadak Alami Siklus Haid 18 Hari, Ini Penyebabnya

Mendadak Alami Siklus Haid 18 Hari, Ini Penyebabnya

  • Oktober 23, 2020

Normalnya jarak antara hari pertama menstruasi dengan jadwal menstruasi berikutnya berkisar 21—35 hari. Namun dalam beberapa kasus, ada pula perempuan yang mengalami siklus haid 18 hari atau siklus haid yang lebih lama dari 35 hari.

Siklus haid yang terjadi kurang dari 21 hari dikenal sebagai siklus haid pendek. Sementara itu jika Anda mengalami siklus haid di atas 35 hari, artinya siklus menstruasi Anda tergolong panjang. Pendek atau panjangnya siklus haid dipengaruhi oleh pembentukan ovulasi. 

Umumnya siklus haid dialami oleh wanita secara tetap. Namun dalam kondisi tertentu, siklus haid Anda bisa jadi berubah lebih cepat atau lebih lama. Khusus jika Anda tiba-tiba mengalami siklus haid 18 hari atau siklus menstruasi pendek, beberapa faktor penyebab di bawah ini mungkin menjadi pemicunya. 

  1. Pasca Menyusui 

Ibu-ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif cenderung tidak akan mengalami menstruasi. Ini karena ketika menyusui eksklusif, pembentuknya hormon yang merangsang ovulasi akan tertunda hingga bisa mencapai 18 bulan. Ketika masa itu terlewati, kerap terjadi siklus haid menjadi lebih cepat daripada siklus sebelum Anda menyusui. Ini karena adanya fluktuasi hormon yang memicu ovulasi terjadi lebih cepat. 

  1. Bekas Luka Rahim 

Ketika rahim Anda memiliki luka, besar kemungkinan Anda akan mengalami siklus haid pendek di bawah 21 hari. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom Asherman. Siklus haid yang lebih cepat pada rahim yang memiliki bekas luka akibat prosedur kuret atau pembedahan dapat terjadi karena bekas luka tersebut dapat mengeluarkan darah. 

  1. Kontrasepsi

Metode kontrasepsi yang Anda pilih bisa sangat memengaruhi siklus haid yang Anda alami. Ini karena setiap metode kontrasepsi bisa memengaruhi produksi hormon yang memengaruhi terjadinya ovulasi. Secara khusus apabila Anda memakai kontrasepsi berjenis IUD, Anda bisa mudah mengalami siklus haid 18 hari sebab IUD memengaruhi hormon dan meringankan aliran darah. 

  1. Masalah Tiroid

Pendek atau panjangnya siklus haid juga dipengaruhi oleh tiroid Anda. Ketika Anda mengalami siklus haid 18 hari secara tiba-tiba, cobalah periksakan diri ke dokter. Jangan-jangan Anda tengah mengalami masalah tiroid. Keterkaitan antara tiroid dengan siklus haid terjadi karena hormon yang merangsang ovulasi dengan kelenjar tiroid berada di lokasi yang sama, yaitu di poros hipotalamus otak. 

  1. Konsumsi Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu nyatanya juga dapat membuat Anda tiba-tiba mengalami siklus haid pendek di bawah 21 hari. Obat-obatan berjenis antidepresan hingga ibuprofen disinyalir menjadi penyebab siklus haid pendek karena jenis obat ini mempersingkat aliran darah. 

  1. Jelang Menopause 

Perempuan berusia di atas 30 tahun atau 40 tahun cenderung mengalami siklus haid yang lebih pendek daripada seharusnya. Pertambahan usia perempuan memang menjadi penyebab lebih cepatnya ovulasi terjadi karena tubuh sedang bertransisi ke masa jelang menopause. Ketika And Anda mengalami siklus haid pendek karena pertambahan usia, artinya dalam 4—6 tahun mendatang, Anda bisa jadi akan mengalami menopause. 

  1. PCOS

PCOS merupakan singkatan dari polycystic ovarian syndrome. Ini merupakan gangguan kesuburan pada perempuan yang terjadi karena tubuh memproduksi hormon pria secara pria. Pembentukan ini dapat menekan terjadinya ovulasi. Awal mulanya perempuan dengan PCOS akan mengalami siklus haid panjang di atas 35 hari. Namun lama-kelamaan, penderita PCOS justru akan mengalami siklus haid yang lebih cepat. 

*** 

Ketika Anda mengalami siklus haid 18 hari secara tiba-tiba, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter kandungan secepatnya. Pasalnya, beberapa penyebab siklus haid pendek berhubungan dengan tingkat kesuburan Anda.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*