Kista Pilonidal

  • Juli 15, 2020
Kista pilonidal terbentuk di area dekat tulang ekor.

Kista pilonidal merupakan kondisi yang meliputi kista (kantung) yang diisi dengan sel kulit dan rambut yang terletak di bagian bokong atau dekat bagian tulang ekor. Seseorang yang memiliki kondisi seperti ini bisa mengalami infeksi dan menimbulkan abses (bisul) yang parah.

Faktor Risiko

Kista pilonidal bisa terjadi pada siapa saja. Namun, pada pria, khususnya yang berada di usia muda, lebih berpotensi mengalami gangguan seperti ini. Tidak hanya itu, seseorang yang cenderung duduk terlalu lama seperti pengemudi truk atau bis bisa berpotensi mengalami hal yang sama pada tubuh mereka.

Gejala

Seseorang yang mengalami kista pilonidal bisa menimbulkan gejala sebagai berikut pada tubuh:

  • Nyeri.
  • Bengkak.
  • Kulit memerah.
  • Nanah yang mengering atau darah dari kulit terbuka.
  • Bau busuk yang berasal dari nanah.

Penyebab

Penyebab kista pilonidal tidak dapat diketahui. Namun, hal tersebut bisa terjadi karena adanya kombinasi dari perubahan hormon dimana kondisi tersebut terjadi setelah seseorang mengalami pubertas. Tidak hanya itu, pertumbuhan rambut dan duduk dalam waktu yang lama bisa membuat rambut tumbuh di bagian bokong manusia.

Pertumbuhan rambut di bagian bokong menyebabkan adanya respons radang dari tubuh. Respons tersebut kemudian membentuk kista di sekitar rambut. Jumlah kista tidak dapat ditentukan secara tepat, namun seseorang bisa mendapatkan beberapa kista yang dapat digabungkan melalui saluran di bagian bawah kulit.

Jika kista pilonidal terjadi akibat infeksi dan tidak ditangani dengan benar, maka hal tersebut bisa mengarah pada kanker kulit.

Diagnosis

Jika Anda mengalami kista pilonidal, Anda perlu segera obati kondisi tersebut. Anda dapat mengunjungi dokter dan dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis terhadap kondisi tersebut. Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi yang Anda alami.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada tubuh Anda yang terkena kista pilonidal. Untuk melakukan diagnosis, dokter dapat melakukan tes darah jika Anda mengalami infeksi yang parah. Tes pencitraan juga dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi yang dialami pasien.

Pengobatan

Kista pilonidal dapat diobati dengan operasi. Dokter akan membuat sayatan kecil pada kista dan mengeringkan atau mengeluarkan isi tersebut dari tubuh. Dokter akan membiarkan luka terbuka dan menutup ruangnya dengan kasa.

Prosedur operasi lain yang dapat dilakukan adalah membuat sayatan untuk mengeringkan kista dan menghilangkan nanah dan rambut yang ada pada bagian tersebut. Setelah itu, dokter akan menjahit bagian tersebut dan membuat kantung.

Pencegahan

Jika ingin mencegah kista pilonidal, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan:

  • Memastikan bagian bokong bersih.
  • Menurunkan berat badan bila perlu.
  • Jangan duduk terlalu lama.
  • Mandi dengan air hangat untuk mengurangi risiko kista pilonidal.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengkonsumsi vitamin C.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami kista pilonidal, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Sebelum Anda melakukannya, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kepada Anda mengenai kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala kista pilonidal terjadi?
  • Apakah gejala yang Anda alami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda cenderung duduk dalam waktu yang lama?

Kesimpulan

Kista pilonidal merupakan gangguan medis yang sebaiknya diwaspadai, karena kondisi seperti ini bisa menimbulkan risiko seperti kanker kulit. Oleh karena itu, jika ingin mengatasi kista pilonidal, Anda sebaiknya lakukan hal-hal yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter mengenai kista pilonidal.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*