Kisah Menarik Tentang Manusia Raksasa di Dunia

  • Maret 26, 2020

Apakah Anda pernah mendengar kisah tentang manusia raksasa? Kisah ini memang benar ada dan termasuk dalam kasus penyakit langka yaitu gigantisme. Dengan adanya manusia raksasa pasti menarik perhatian dunia, karena manusia raksasa ini memiliki postur tubuh yang di atas rata-rata. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui beberapa kisah nyata manusia raksasa di dunia.

  • Bernard A. Coye

Kisah pertama datang dari Bernard A. Coye yang merupakan seorang pria yang lahir pada 27 Juli 1897. Akibat gigantisme, tinggi badannya mencapai 2,48 meter. Bernard A. Coye menjadi salah satu pemecah rekor karena tingginya lebih dari 8 kaki. Di dunia ini hanya ada sekitar 17 orang yang tubuh dengan tinggi lebih dari 8 kaki.

Karena penyakitnya ini, Bernard A. Coye tidak dapat bertahan lama. ia meninggal dunia di usia 23 tahun, tepatnya di bulan Mei tahun 1921. Bernard A. Coye mengalami komplikasi pengerasan hati dan demam kelenjar.

  • Sandy Allen

Selanjutnya ada wanita tertinggi di dunia, Sandy Allen. Guinness World of Record pernah mencatat Namanya sebagai wanita tertinggi di dunia. Tinggi Sandy Allen sekitar 7 kaki 7 inci atau sekitar 2,31 meter. Akibat gigantisme yang dideritanya, Sandy Allen tumbuh sangat tinggi, namun konsekuensinya tulangnya yang besar menimbulkan banyak masalah kesehatan seperti infeksi, diabetes, gagal ginjal, hingga masalah pernapasan. Sandy Allen meninggal di usia 53 tahun.

  • John Carrol

Saat googling naam John Carrol, ada banyak yang menjulukinya sebagai “ The Giant of South Buffalo”. John Carrol lahir pada tahun 1932 dan meninggal di usia 37 tahun. Masalah yang diderita John Carrol adalah pada tulang belakangnya, yang melengkung parah karena tubuh raksasanya. Akibatnya, tubuhnya cenderung membungkuk. Ada yang menyebut bahwa jika dia tidak membungkuk, tinggi badannya bisa mencapai 2,74 meter atau 9 kaki.

Deteksi sejak dini

Tanda-tanda gigantisme seperti rahang dan dahi menonjol hingga ukurang tangan dan kaki luar biasa besar bisa dideteksi sejak dini. Gejalanya bisa terlihat secara fisik hingga masalah seperti insomnia, puber tertunda, dan kelelahan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*