Kapan Waktu yang Tepat Seseorang Disuntikkan Vaksin Rabies?

  • Desember 4, 2020

Rabies atau penyakit “anjing gila” disebabkan oleh virus yang memengaruhi sistem saraf pusat sehingga menyebabkan peradangan otak. Virus menyebar melalui gigitan atau cakaran anjing dan kucing peliharaan serta berbagai hewan liar seperti sigung, rakun, dan kelelawar. Kunci dalam melawan virus tersebut yaitu respon yang cepat seperti pemberian vaksin rabies.   

Waktu penyuntikan vaksin rabies

Apabila Anda mendapatkan gigitan atau cakaran dari hewan yang berisiko menularkan rabies, segera pergi ke dokter atau petugas kesehatan untuk memastikan kemungkinan rabies. Dengan demikian, dokter akan memastikan apakah Anda membutuhkan vaksin rabies atau tidak. Mendapatkan vaksin rabies sesegera mungkin merupakan cara terbaik untuk mencegah infeksi. 

Anda dapat menjalani serangkaian penyuntikan vaksin rabies untuk mencegah masuknya infeksi. Vaksin rabies berfungsi menstimulasi antibodi penetral virus rabies. Berdasarkan Control for Disease Control and Prevention, vaksin rabies diberikan sebanyak 5 suntikan dalm 14 hari.

Petugas kesehatan hewan akan mencari hewan yang menggigit atau mencakar Anda agar dapat didiagnosa rabies. Jika hewan tersebut tidak mengalami rabies, maka Anda tidak memerlukan vaksin dalam dosis yang besar. Jika hewan tidak ditemukan, maka vaksin rabies tetap diberikan sebagai tindakan pencegahan. 

Selain memberikan vaksin rabies, dokter akan merawat luka dengan mencuci setidaknya selama 15 menit dengan sabun dan air, deterjen, kemudian iodine. Vaksin disuntikkan ke otot di sekitar lengan bagian atas atau paha. 

Cara menghindari virus rabies

Terdapat 2 cara pencegahan virus rabies dari sudut pandang perawatan hewan dan sudut pandang perilaku manusia:

  1. Sudut pandang perawatan hewan

Perawatan hewan peliharaan sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mengetahui kesehatannya dan menjaga kesehatan pemilikinya. Berikut cara-cara perawatan hewan rutin yang sebaiknya dilakukan

  • Kunjungi dokter hewan secara berkala dan berikan vaksin rabies untuk anjing, kucing, atau hewan peliharan Anda lainnya yang dapat tertular rabies
  • Kontrol kucing agar tetap berada di dalam ruangan, sedangkan anjing dianjurakan berada di bawah paparan matahari langsung
  • Kebiri atau sterilkan hewan peliharaan Anda untuk mengurangi kemungkinan anak-anak hewan tersebut tidak diberi vaksin secara berkala dengan alasan ketidakmampuan pemiliknya
  • Hubungi petugas kesehatan hewan untuk mengontrol hewan yang berisiko terkena rabies namun tidak diberi vaksin atau sedang dalam keadaan sakit 
  1. Sudut pandang perilaku manusia

Tak hanya hewan, manusia juga harus melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan paparan virus rabies, seperti berikut ini:

  • Jauhi hewan liar
  • Ketahui risiko virus rabies, yang paling mengerikan yaitu menyebabkan kematian
  • Cuci bekas gigitan atau cakaran hewan menggunakan sabun dan air mengalir, atau bisa dengan air mengalir saja
  • Cuci menggunakan desinfektan yang terdiri dari deterjen, alkohol, iodin, atau bahan lainnya yang bersifat antivirus jika ada
  • Segera hubungi dokter atau petugas kesehatan jika digigit atau dicakar hewan yang berisiko terkena rabies, jika Anda mendapatkan penanganan yang tepat maka 100% virus dapat disembuhkan

Hewan peliharaan sehat yang menggigit manusia akan dikurung dan diobservasi oleh dokter selama 10 hari. Apabila hewan memiliki tanda dan gejala yang mengindikasikan rabies, maka hewan akan dibunuh dan kepalanya disimpan dalam lemari pendingin dan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. 

Apabila hewan tersebut merupakan hewan yang tersesat, maka segera kurung selama 10 hari untuk diobservasi atau segera dilakukan eutanasia dan diserahkan ke petugas medis. 

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*