cerini drop

Inilah Efek Samping dari Obat Cerini Drop

  • Juni 17, 2021

Merupakan obat yang dipakai untuk mengobati berbagai kondisi alergi dengan kandungan ceritizine adalah cerini drop. Obat ini digunakan untuk mengatasi rinitis perennial, rinitis alergi musiman dan kronis atau urtikaria idiopatik, dipasarkan dalam bentuk kemasan botol berisi 20 ml oral drops 10 mg/ml.

Kandungan ceritezine dalam obat ini termasuk dalam golongan obat antihistamin generasi kedua yang sangat kuat dan selektif terhadap histamin perifer H1-reseptor pada sel-sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai jenis alergi seperti yang disebutkan di atas.

Efek Samping Cerini Drop

Terdapat beberapa efek samping yang bisa muncul dari penggunaan obat ini namun yang paling sering muncul dari obat golongan antihistamin adalah sedasi dan retardasi psikomotor. Namun, karena obat ini masuk dalam golongan antihistamin non sedatif, maka efek samping yang ada jarang muncul meskipun tetap harus diwaspadai.

Efek samping lainnya adalah seperti mengantuk, insomnia, kelelahan, pusing, sakit kepala, faringitis, batuk, sakit perut, diare, epistaksis, bronkospasme, mual, muntah dan mulut kering. Disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter jika mengalami keluhan berupa sulit buang air kecil dan tubuh terasa lemas.

Waspadai pula jika muncul alergi serius, seperti pembengkakan pada wajah, lidah dan tenggorokan hingga sulit untuk bernapas. Meskipun efek sedasi relatif jarang muncul, pengguna obat ini tetap harus waspada dan sebaiknya tidak untuk mengemudikan kendaraan terlebih dahulu serta tidak mengonsumsi alkohol.

Konsumsi alkohol justru akan meningkatkan efek sedasi yang muncul setelah mengonsumsi obat ini, di samping itu pemakaian obat antihistamin seperti ini harus dihentikan 48 jam sebelum melakukan tes alergi kulit, karena dampaknya dapat mengganggu hasil tes yang keluar nantinya. Perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika ibu hamil ingin mengonsumsi obat ini.

Beberapa kondisi pasien yang perlu diperhatikan ketika menggunakan obat ini di antaranya seperti pasien epilepsi dan pasien resiko kejang, pasien dengan penurunan fungsi hati serta ginjal, usia sudah tua hingga perempuan hamil dan menyusui. Dosis yang dikonsumsi harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter.

Dosis dan Cara Konsumsi

Dosis penggunaan obat yang diberikan kepada pasien berbeda-beda, dokter akan menyesuaikan terlebih dahulu takaran dosis obat sesuai dengan usia, kondisi kesehatan secara menyeluruh dan reaksi tubuh pasien terhadap obat. Berikut ini beberapa dosis yang biasanya diberikan oleh dokter kepada pasien.

  • Dewasa dan anak-anak berusia lebih dari enam tahun diberikan sebanyak 5-10 mg sekali dalam sehari.
  • Anak-anak usia 2-6 tahun sebanyak 2,5 mg sekali dalam sehari, dosis dapat ditingkatkan oleh dokter menjadi 5 mg sekali dalam sehari atau 2,5 mg dua kali dalam sehari. 

Untuk mengonsumsi cerini drop pastikan untuk membaca keterangan yang tertera pada kemasan, atau lakukan sesuai yang telah dijelaskan oleh dokter saat melakukan konsultasi. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah mengonsumsi makanan. Sama seperti penggunaan obat pada umumnya, muncul interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat lain.

Beberapa masalah yang muncul dari interaksi obat ini seperti mengantuk, pusing dan sulit untuk fokus jika digunakan bersama dengan alkohol, duloxetine, alprazolan, lorazepan dan zolpidem. Selain itu efektivitas obat ini juga akan berkurang jika secara bersamaan dikonsumsi dengan obat asma teofilin, hal inilah yang membuat obat ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*