Gangguan Depresi Mayor, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Februari 11, 2021
Gangguan depresi mayor

Gangguan depresi mayor merupakan perasaan sedih yang berlarut-larut dan sulit diatasi.

Gangguan depresi mayor sering disebut sebagai depresi klinis yang berpengaruh pada perasaan, perilaku, serta pola pikir yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Ketika merasa sedih, biasanya hal tersebut bisa diatasi dengan melakukan hobi atau kegiatan favorit.

Sayangnya, pasien dengan gangguan depresi mayor tidak lagi dapat mengatasi rasa sedihnya dengan berbagai hal tersebut dan cenderung merasakan rasa sedih tersebut terlalu dalam dan lama. 

Penyebab gangguan depresi mayor

Secara pasti, penyebab seseorang mengalami gangguan depresi mayor belum dapat diketahui. Akan tetapi, telah disimpulkan bahwa pasien gangguan depresi mayor umumnya memiliki kombinasi antara gen tertentu dan zat kimia di otak. Beberapa penyebab lain yang diperkirakan dapat memicu gangguan depresi mayor seperti: 

  • Mengalami masalah besar dan sulit mendapat jalan keluar misalnya terlilit hutang.
  • Dikucilkan oleh lingkungan sekitar. 
  • Mengidap penyakit fisik tertentu, misalnya hipertiroidisme atau kanker.
  • Menggunakan obat jenis tertentu, misalnya steroid.
  • Penyalahgunaan narkoba atau minuman keras. 
  • Mengalami kekerasan rumah tangga baik secara fisik maupun seksual.
  • Mengalami kekerasan saat masih anak-anak baik secara fisik maupun verbal.
  • Mengalami perceraian, perpisahan, atau orang terkasih meninggal dunia. 
  • Adanya perubahan besar dalam hidup, misalnya dirumahkan oleh kantor. 

Gejala gangguan depresi mayor

Gejala utama pasien dengan gangguan depresi mayor adalah mengalami rasa sedih selama setidaknya 2 minggu tanpa jeda. Selain itu, terdapat beberapa gejala tambahan yang biasanya muncul pada penderita gangguan depresi mayor seperti: 

  • Tidak ingin melakukan aktivitas apapun. 
  • Memiliki niat untuk bunuh diri berkali-kali. 
  • Tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan atau percintaan.
  • Lelah terus menerus. 
  • Merasa tidak berguna serta kurang percaya diri. 
  • Memiliki rasa bersalah terhadap banyak hal. 
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Tidak dapat mengambil keputusan. 
  • Mengalami hipersomnia atau kebanyakan tidur setiap hari. 
  • Kenaikan atau penurunan berat badan secara signifikan. 

Cara mengatasi gangguan depresi mayor

Penderita gangguan depresi mayor perlu mendapat penanganan secara medis. Untuk mengatasi gangguan ini, dapat menggunakan obat tertentu. Selain itu, terapi jangka panjang juga dapat dicoba. Kombinasi keduanya biasanya akan memberikan efek yang lebih maksimal daripada treatment tunggal saja. 

  1. Pemberian obat-obatan 

Dokter dapat membantu memberi resep obat-obatan untuk membantu mengatasi gangguan depresi mayor. Obat yang diresepkan tersebut umumnya perlu dikonsumsi selama 2 sampai 4 minggu lamanya. Beberapa jenis obat yang sering direkomendasikan mencakup antidepresan, antipsikotik, dan penstabil suasana hati. 

  1. Terapi

Selain pemberian obat, pasien gangguan depresi mayor memerlukan tindakan terapi. Beberapa jenis terapi yang dapat dijalani yaitu psikoterapi seperti konseling dan terapi kognitif perilaku serta terapi stimulasi otak. Terapi konseling dapat dilakukan pada pasien dengan keluhan spesifik seperti baru mengalami kehilangan orang terkasih. Sedangkan terapi kognitif perilaku dilakukan untuk memahami cara berpikir penderita. Tidak hanya itu, terapi stimulasi otak juga dapat menjadi metode tambahan jika berbagai metode sebelumnya tidak berhasil. Nantinya pasien akan diberikan stimulasi magnetik transkranial repetitif (rTMS).

Selain menjalani perawatan secara teratur, agar dapat mengatasi gangguan depresi mayor maka dukungan keluarga sangat diperlukan. Olahraga atau aktivitas yang membuat pasien bergerak aktif secara fisik juga dapat membantu mempercepat penyembuhan.

Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang gangguan depresi mayor, tanyakan langsung pada dokter atau psikolog secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*