Floxifar Obat untuk Apa?

  • September 9, 2021

Masih banyak orang yang tidak tahu mengenai merek-merek antibiotik yang sering digunakan. Salah satu merek yang biasa diresepkan oleh dokter adalah Floxifar. Obat antibiotik satu ini mengandung Ciprofloxacin yang digunakan untuk infeksi serius atau berat. Lalu, kandungan pada floxiar obat untuk apa? Dan bagaimana cara kerjanya?

Ciprofloxacin merupakan golongan antibiotik kuinolon. Cara kerja obat ini adalah dengan menghentikan pertumbuhan dan perkembangan bakteri penyebab infeksi. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti pneumonia, demam tifoid, diare, infeksi kulit, dan gonore atau kencing nanah. Antibiotik satu ini juga bisa digunakan untuk mengobati dan mencegah wabah seperti antraks inhalasi atau infeksi kuman antraks serius. 

Salah satu merek ciprofloxacin adalah Floxifat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, genore, infeksi tulang dan sendi, dan uteritis. Obat ini hanya bisa didapat melalui resep dokter dan termasuk pada obat keras.

Beberapa orang masih bertanya, floxifar obat untuk apa dan penyakit apa saja yang membutuhkan obat ini. Berikut ulasannya.

Kencing nanah atau gonore

Gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Neisseria gomorrhoeae atau Gonococcus. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak aman seperti melakukan sek tanpa menggunakan kondom atau bergonta-ganti pasangan.

Perempuan dan laki-laki memiliki gejala gonore yang berbeda. Pada pria gejala gonore yang muncul dapat berupa sensasi terbakat atau nyeri saat buang air kecil, pembengkakan atau kemerahan pada lubang penis, sakit tenggorokan yang berkepanjangan, pembengkakan dan sakit pada buah zakar, penis mengeluarkan nanah, dan sering buang air kecil.

Sedangkan gejala gonore pada perempuan antara lain seperti sakit saat berhubungan seksual, nyeri pada perut bagian bawah, flek, volume haid yang lebih banyak dibanding biasanya, sakit tenggorokan, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan demam.

Uretritis

Uretritis merupakan kondisi di mana uretra mengalami peradangan. Penyebab uretritis adalah adanya infeksi bakteri yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Tetapi, kondisi ini juga bisa terjadi karena pemasangan alat medis seperti keteter urine, adanya iritasi akibat zat kimia seperti spermisida, serta trauma pada daerah genitalia.

Tanda yang biasanya muncul dari penyakit ini adalah adanya pembengkakan serta iritasi pada saluran uretra. Meski dapat terjadi pada siapa saja dari segala usia, perempuan memiliki risiko lebih tinggi karena saluran uretranya lebih pendek dibanding laki-laki.

Selain itu, terdapat gejala lain yang muncul uretritis seperti rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, keluarnya darah dalam urine saat buang air kecil, dan rasa nyeri atau sakit saat melakukan hubungan seksual. Pada pria gejala lainnya adalah rasa berat pada alat kelami atau yang disebut orchalgia. Sedangkan pada perempuan, gejala uretritis akan terasa sangat buruk saat menstruasi.

Cystitis

Cystitis sebagian besar terjadi karena bakteri Escherichia coli (E. coli). Penyakit ini biasanya menyebabkan kandungan kemih teriritasi, memerah, dan membengkak. Selain itu, sama seperti pada uretra, cystitis lebih banyak terjadi pada wanita karena saluran uretra perempuan leih pendek dibanding dengan laki-laki. 

Pada beberapa kasus, cystitis dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika tidak ditangani dengan serius, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi dan dapat menyebar ke organ ginjal sehingga perlu penanganan yang serius.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*