Gejala Fetal Alcohol Syndrome

Gejala Fetal Alcohol Syndrome

  • November 4, 2021

Fetal alcohol syndrome merupakan kelainan yang dapat terjadi pada anak. Berbagai sumber menjelaskan hal itu bisa terjadi karena kebiasaan buruk minum alkohol nan dilakukan sang ibu selama mengandung. Di sisi lain, kelainan tersebut dikatakan juga dapat muncul ketika usia kandungan masih awal. Oleh sebab itu, banyak laman terkait kesehatan menyatakan kalau risiko fetal alcohol syndrome paling berbahaya pada janin yang masa kehamilannya baru di trimester pertama.

Kendati demikian, meskipun fetal alcohol syndrome itu paling bahaya pada trimester pertama, bukan berarti ibu hamil dapat mengonsumsi alkohol setelah melewati masa tersebut. Pasalnya, selain tidak bagus untuk diri sendiri, kebiasaan mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan juga meningkatkan risiko kelainan tersebut terjadi pada anak yang dilahirkan kelak. 

Secara umum, gejala yang bisa dialami oleh anak yang mengidap fetal alcohol syndrome ada tiga. Pertama adalah munculnya gangguan pada fisik. Terkait dengan gejala gangguan fisik, disebutkan kalau fetal alcohol syndrome bisa mengubah bentuk wajah dan anak bisa mengalami pertumbuhan fisik yang lambat. 

Selain itu, gejala gangguan fisik dapat pula berupa ada kelainan bawaan anggota gerak, fungsi ginjal serta jantung mengalami gangguan, dan terjadinya gangguan pada pendengaran serta penglihatan.

Gejala kedua dari fetal alcohol syndrome adalah muncul gangguan kepribadian. Gejala ini dapat berakibat pada interaksi sosial anak. Pasalnya, beberapa sumber telah menyebutkan kelainan tersebut dapat membuat si anak menjadi tidak peka terhadap lingkungannya, sulit untuk kerja sama, mudah tersulut emosi, dan mengalami satu kondisi yang mana si anak sulit untuk beradaptasi dengan norma sosial. 

Di samping itu, dalam gejala kepribadian ini dapat pula berupa anak menjadi tidak bersahabat, kurang dalam hal kebijaksanaan, dan kesulitan interaksi di lingkungan baik di rumah maupun di sekolahnya. 

Sedang untuk gejala ketiga dari fetal alcohol syndrome adalah munculnya gangguan pada otak dan sistem saraf pusat. Dirangkum dari beberapa sumber, ibu hamil yang mengonsumsi alkohol bisa berakibat sama kemampuan kognitif anak. Hal itu kemudian berdampak pada anak yang bisa kesulitan dalam belajar.

Akibat dari gejala tersebut, anak dapat pula menjadi orang yang sangat aktif, mudah lupa karena adanya gangguan memori, sulit melakukan koordinasi dan keseimbangan tubuh, serta sulit untuk bisa fokus.

Kendati memiliki tiga gejala umum tersebut, dalam mendiagnosis apakah anak mengalami fetal alcohol syndrome atau tidak, dokter akan melakukan beberapa rangkaian untuk menemukan bukti yang akurat. Pasalnya, semua itu juga mempengaruhi langkah apa yang nantinya bakal diambil untuk memperbaiki kualitas hidup si buah hati. 

Dalam mendiagnosis apakah anak mengalami fetal alcohol syndrome, berbagai sumber kesehatan telah menyebutkan setidaknya ada empat kriteria yang perlu dipenuhi. Kriteria pertama adalah ukuran dan berat bayi kecil baik sebelum, maupun setelah dilahirkan.

Kriteria kedua, ditemukan paling banyak tiga kondisi antara mata kecil, bukaan mata pendek, cekungan hidung dan mulut tidak jelas, ukuran kepala kecil, tulang pipi mendatar, dan bibir bagian atas terlampau tipis. Kriteria ketiga adalah ada gangguan intelektual. Sedang kriteria terakhir adanya kelainan saraf. 

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan mengenai fetal alcohol syndrome. Besar harapan para ibu hamil untuk tidak mengonsumsi alkohol selama kehamilan. Selain tidak baik untuk kesehatan diri, kebiasan tersebut juga membahayakan janin anda. Tentunya, selama masa kehamilan, alih-alih mengonsumsi alkohol, jauh lebih baik ibu hamil mengonsumsi makanan sehat dan banyak minum air mineral.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*