Apa Itu Ehrlichiosis dan Cara Menanganinya dengan Tepat

  • Januari 14, 2022

Pernahkah anda mengalami gejala sakit setelah berinteraksi dengan hewan atau binatang? Bisa jadi hal tersebut karena anda terkena penyakit Ehrlichiosis. Penasaran seperti apa penyakit tersebut dan bagaimana hingga bisa menginfeksi manusia? Jangan lewatkan informasi lengkapnya berikut ini. 

Ehrlichiosis merupakan jenis penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Ehrlichia chaffeensis, E. ewingii atau biasa disebut dengan E. Muris Eauclairensis. Bakteri ini biasanya ditularkan oleh kutu yang terdapat pada hewan atau binatang.

Orang yang terkena penyakit ini biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti demam, nyeri otot dan beberapa keluhan lainnya yang terjadi dalam kurun waktu satu hingga dua minggu setelah terkena gigitan kutu tersebut.

Meskipun termasuk jenis penyakit yang jarang terjadi, akan tetapi semua orang memiliki kemungkinan untuk terserang. Risiko terkena gigitan kutu ini lebih besar untuk orang yang kerap melakukan kontak langsung dengan binatang yang berbulu. Sebenarnya kutu ini merupakan parasit yang menempel dan menghisap darah hewan.

Cara Mencegah Penyakit Ehrlichiosis

Meskipun jarang terjadi, akan tetapi Ehrlichiosis termasuk penyakit yang berbahaya jika tidak segera mendapatkan tindakan yang tepat. Oleh sebab itulah, sebaiknya lakukan langkah pencegahan agar terhindar dari gigitan kutu yang membawa penyakit ini.

Untuk mencegah terjangkit penyakit ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan. Berikut beberapa cara mencegah penyakit akibat gigitan kutu yang bisa anda lakukan.

  • Jauhi tempat berisiko seperti hutan dan semak-semak
  • Gunakan celana panjang warna terang, baju berlengan panjang, kenakan sepatu dan selipkan celana ke dalam kaos kaki ketika masuk ke hutan
  • Pakai krim anti serangga dengan kandungan DEET pada area kulit yang terbuka
  • Setelah bepergian, lakukan pengecekan seluruh badan untuk  mengantisipasi adanya kutu atau bekas gigitan 
  • Segera mandi setelah bepergian untuk mencegah kutu tertinggal
  • Cuci pakaian dengan air panas setelah bepergian ke area yang berpotensi terdapat kutu untuk mematikan jika ada kutu yang tertinggal pada pakaian

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Ehrlichiosis

Jika anda mencurigai telah terkena gigitan kutu dan mengalami gejala yang berpotensi pada penyakit Ehrlichiosis, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko penyakit yang lebih parah.

Pada tahap pertama, dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien untuk menemukan apakah ada bekas gigitan kutu atau tidak. Jika ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan tes darah.

Untuk penyakit jenis ini, dokter akan melakukan tes darah jenis indirect immunofluoescent assay (IFA). Dengan pemeriksaan ini, bakteri yang ada di dalam sel darah putih akan terlihat dengan jelas melalui mikroskop.

Proses pengobatan untuk penyakit Ehrlichiosis dilakukan dengan pemberian obat antibiotic. Hal ini ditujukan untuk membunuh bakteri yang masuk ke dalam darah akibat gigitan kutu tersebut. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik jenis obat minum seperti Doxycycline. Akan tetapi jika kondisi pasien sudah cukup parah, maka dokter akan memberikan antibiotik melalui jalur infus di rumah sakit.

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi bakteri yang disebabkan oleh gigitan kutu ini bisa menyebabkan komplikasi seperti kejang, koma, pendarahan, gagal jantung, gagal napas, gagal ginjal hingga syok septic.

Meskipun terlihat sepele, gigitan kutu yang berasal dari hewan tidak bisa dianggap remeh. Jika kutu yang menggigit anda ternyata mengandung bakteri E. Muris Eauclairensis, maka anda berisiko terkena penyakit Ehrlichiosis. Oleh sebab itulah, pastikan selalu jaga kebersihan dan keamanan saat beraktivitas di luar ruangan yang berpotensi terdapat kutu tersebut.

Ternyata Manfaat Gelatin Bisa Merugikan Jika…

  • Januari 14, 2022
Manfaat gelatin untuk kesehatan

Anda sudah mengetahui manfaat gelatin bagi kesehatan seperti dapat menurunkan berat badan, menyehatkan kulit wajah dan rambut, serta menyehatkan rambut.

Anda bisa mendapatkan semua manfaat itu dari beberapa produk konsumsi seperti suplemen, jeli, agar-agar, dan puding serta kosmetik untuk perawatan wajah.

Mengenai perawatan wajah sendiri salah satu produk dari gelatin yang sering digunakan adalah masker wajah.

Masker wajah ini sendiri mempunyai manfaat bisa menambahkan kolagen baru dan mengganti kolagen yang sudah lama, dengan mendorong pertumbuhan kolagen baru.

Selain itu dalam aplikasinya, masker wajah dari gelatin mudah digunakan karena dapat bercampur dengan cairan lain serta mudah mengering.

Karena itulah, masker wajah dari gelatin sangat digemari. Namun ternyata masker ini juga mempunyai efek samping yang perlu Anda ketahui. Apa itu? Simak di bawah ini!

Menimbulkan rasa sakit

Rasa sakit umumnya ditimbulkan saat mengelupaskan masker dari kulit. Sakit yang dirasakan ini sangat besar meskipun masker gelatin yang Anda pakai itu tanpa susu atau Anda melakukannya secara tertib. Hal ini ironis karena ketika pemasangan sangat mudah namun saat pelepasan sebaliknya.

Ada kemerahan pada kulit

Selain susah dilepaskan kenyataannya masker wajah dari gelatin bisa menyebabkan kemerahan pada kulit.

Meskipun begitu kondisi ini hanya berlangsung sementara. Supaya kemerahan pada kulit ini tidak menjadi perhatian orang lain yang bisa menurunkan rasa percaya diri Anda, sebaiknya lepaskan masker saat malam hari saja.

Mengapa? Karena pada malam hari terutama sebelum tidur, Anda tentu tidak akan keluar rumah, dan malam hari juga merupakan waktu yang sangat tepat bagi kulit untuk bisa memulihkan dan meremajakan.

Menimbulkan reaksi alergi

Reaksi alergi yang ditimbulkan dari masker wajah berbahan gelatin adalah berupa dermatitis kontak.

Kondisi ini bisa berasal dari gelatin itu sendiri atau memang kulit Anda yang tidak cocok sehingga sangat sensitif.

Pada akhirnya kulit Anda menjadi merah dan gatal bahkan bisa mengelupas. Kondisi ini umumnya bisa terjadi selama lebih dari satu minggu, dan jika demikian Anda harus menemui dermatologis atau ahli kesehatan kulit.

Membuat kulit menjadi kering

Banyak orang hanya mengetahui manfaat gelatin itu sendiri pada wajah daripada efek samping yang dihasilkan.

Akibatnya, Anda akan terkejut ketika tahu masker wajah dari gelatin bisa membuat kulit Anda kering.

Timbulnya kulit kering pada wajah ini akibat pengelupasan yang sulit sehingga membuat kulit memerah.

Menyebabkan pori-pori tersumbat

Tanpa disadari masker kulit dari gelatin juga dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Pori-pori sendiri sangat penting bagi kulit wajah karena dapat menjaga kulit tetap terhidrasi dan sehat melalui minyak yang dikandungnya.

Jika pori-pori tersumbat, akan menyebabkan penumpukan minyak yang bercampur dengan sel kulit mati sehingga menimbulkan jerawat.

Mudah terkena flek hitam

Ini akibat dari proses pengelupasan yang sulit, yang akhirnya membuatnya sensitif saat terpapar sinar matahari.

Jika pengelupasan terlalu dalam, akibatnya akan timbul flek hitam pada kulit saat terpapar sinar matahari secara berlebihan.

Iritasi pada kulit kepala

Tidak hanya pada kulit wajah, kulit kepala pun bisa terkena dampak dari masker wajah berbahan gelatin.

Adapun dampak yang dirasakan itu adalah iritasi saat masker hendak dilepaskan dari wajah dan kulit kepala. Karena itu, Anda disarankan tidak menggunakan masker ini setiap hari.

Itulah beberapa dampak negatif selain manfaat gelatin bagi wajah saat digunakan sebagai masker sehingga Anda tidak perlu terkejut dan siap.

Manfaat hingga Aturan Pakai Dramamine Tablet 50 Mg

  • Januari 14, 2022

Bagi Anda yang memiliki keluhan sakit kepala hingga mual dalam perjalanan, penanganan pertamanya ialah dengan meminum obat. Salah satu obat yang direkomendasikan dalam kasus tersebut adalah Dramamine Tablet 50 Mg. 

Perlu diketahui bahwa Dramamine mengandung zat aktif Dimenhydrinate. Fungsi utamanya, mencegah hingga mengobati mual dan pusing yang disebabkan mabuk perjalanan. Obat ini juga termasuk dalam kelas obat yang disebut antihistamin yang mana bisa mencegah masalah dengan keseimbangan tubuh. 

Lalu, apa saja manfaat serta aturan pemakaian saat mengonsumsi obat tersebut? Anda perlu memperhatikan ulasan berikut ini. 

Manfaat mengonsumsi Dramamine 

Karena Dramamine mengandung zat aktif dimenhydrinate, kegunaannya lebih efektif dalam mencegah dan mengobati mabuk perjalanan serta mual dengan kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud seperti pembedahan, radiasi, dan kemoterapi.  

Selain itu, Dimenhydrinate juga terkadang digunakan untuk mengobati penyakit Meniere (kondisi telinga bagian dalam yang mengakibatkan pusing parah atau vertigo, kehilangan keseimbangan, telinga berdenging, dan gangguan pendengaran) dan masalah telinga bagian dalam lainnya. 

Bagaimana seharusnya obat ini digunakan? 

Hadir berupa tablet dan tablet kunyah, Dramamine bisa dikonsumsi untuk diminum dengan atau tanpa makanan. Pemakaian dosis pertama harus diminum 30 menit hingga 1 jam sebelum Anda bepergian atau memulai aktivitas lainnya. Fungsinya, mencegah mabuk perjalanan. 

Berikut ini dosis serta aturan pemakaiannya sesuai usia. 

– Orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua dari usia 12 tahun biasanya dapat mengonsumsi dimenhidrinat setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan untuk mencegah atau mengobati mabuk perjalanan. 

– Anak-anak berusia di bawah 12 tahun dapat diberikan obat Dramamine setiap 6 hingga 8 jam sesuai atyran pemakaian serta kebutuhan dalam mencegah dan mengobati mabuk perjalanan. 

– Lebih lanjut, ikuti petunjuk pada kemasan dengan hati-hati. Selain itu, tanyakan ke dokter ataupun apoteker gunaan lebih detailnya.

– Ambil dimenhydrinate persis seperti yang diarahkan. Jangan sekali-kali mengonsumsi obat ini dengan dosis yang asal. Misalnya, mengambil kurang atau melebihi aturan pemakaian. 

– Jangan memberikan dimenhydrinate kepada anak-anak di bawah usia 2 tahun kecuali dokter Anda telah memberi tahu Anda untuk melakukannya. Sebab, kematian dapat terjadi akibat penyalahgunaan antihistamin pada anak-anak yang masih sangat kecil.

– Jangan menggunakan obat ini tanpa saran dokter jika Anda sedang hamil karena akan berdampak pada bayi dalam kandungan Anda. 

– Tidak diketahui apakah dimenhydrinate masuk ke dalam ASI atau apakah itu dapat membahayakan bayi yang menyusui.  Jangan menggunakan obat ini tanpa anjuran dokter jika Anda sedang menyusui bayi. 

Karena itu, dalam mengonsumsi Dramamine, bicaralah dengan dokter Anda tentang risiko penggunaan obat ini untuk kondisi Anda. 

Kondisi medis yang harus diperhatikan sebelum minum obat Dramamine 

Anda tidak boleh menggunakan Dramamine jika Anda alergi terhadapnya. Untuk itu, tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah aman bagi Anda untuk menggunakan obat tersebut. 

Ada pula beberapa kondisi medis yang harus diperhatikan apabila Anda ingin mengonsumsi obat ini seperti berikut. 

– penyakit hati atau ginjal

– masalah buang air kecil

– penyakit jantung, tekanan kejang

– riwayat kejang

– penyumbatan di saluran pencernaan

– tiroid yang terlalu aktif

– glaukoma

– asma 

– bronkitis 

– emfisema 

– hingga gangguan pernapasan lainnya

Aturan minum obat Dramamine 

Untuk mengonsumsi obat Dramamine, terdapat benerapa hal yang harus Anda perhatikan seperti berikut ini. 

– Gunakan onat tersebut persis seperti aturan pada kemasan ataupun yang diresepkan oleh dokter Anda. 

– Minumlah Dramamine mulai 30 hingga 60 menit sebelum bepergian untuk mencegah mabuk perjalanan. 

– Anda dapat mengonsumsi dimenhidrinat dengan atau tanpa makanan.

-Tablet kunyah harus dikunyah sebelum Anda menelannya.

– Jika Anda memerlukan pembedahan, beri tahu ahli bedah sebelumnya jika Anda telah mengonsumsi dimenhydrinate dalam beberapa hari terakhir.

– Simpan pada suhu yang jauh dari kelembaban dan panas atau suhu di bawah 30°C.

Apa yang terjadi jika melewatkan satu dosis? 

Karena dimenhydrinate digunakan saat dibutuhkan, Anda mungkin tidak berada dalam jadwal pemberian dosis. Jika sudah waktunya untuk mengonsumsi obat tersebut tapi terlewat, gunakan dosis yang terlewat segera.  

Selain itu, jangan berlebihan dalam menggunakan obat tersebut karena bisa mengakibatkan overdosis. Gejala overdosis mungkin termasuk kantuk yang ekstrem, lekas marah, pupil melebar, halusinasi, atau kejang.  

Pada anak-anak, overdosis dapat menyebabkan lekas marah atau gelisah diikuti dengan kantuk yang parah. Karena itulah selalu tanyakan pada dokter ataupun apoteker dalam penggunaan serta dosis yang benar agar tidak mengakibatkan hal buruk terjadi. 

Blackmores Koala Kids Fruity Fishies

  • Januari 13, 2022

Blackmores Koala Kids Fruity Fishies merupakan vitamin khusus anak yang berfungsi untuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh anak. Didalamnya terdapat berbagai macam kandungan baik seperti Omega 3 sebanyak 300 mg, EPA 180 mg, serta DHA 120 mg. 

Omega 3 adalah asam lemak yang baik bagi kesehatan anak diantaranya membantu perkembangan otak anak, kesehatan jantung, serta kekebalan tubuh anak. 

EPA termasuk salah satu jenis lemak omega 3. Mencukupi kebutuhan asam lemak ini dapat membuat anak lebih terjaga kesehatan tubuhnya secara keseluruhan. Ia mampu meningkatkan kesehatan jantung, berperan baik menjaga otak dan mata, serta meningkatkan kualitas tidur anak. 

Mencukupi kebutuhan DHA pada tubuh anak dapat membantu anak lebih cepat pulih dari berbagai penyakit seperti flu, alergi, asma, hingga Attention Deficit Hyperactivity (ADHD). Selain itu DHA dinilai dapat meningkatkan fungsi otak serta penglihatan anak. 

Mengapa anak harus mengkonsumsi Blackmores Koala Kids Fruity Fishies?

Asam lemak omega 3 berperan penting dalam kesehatan serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika anak terus-menerus kekurangan asam lemak, anak dapat mengalami berbagai masalah kesehatan seperti sulit berkonsentrasi, memiliki daya ingat yang kurang baik, rewel, hingga rentan terkena penyakit. Untuk itu, dibutuhkan nutrisi omega 3 yang cukup pada tubuh anak agar anak bisa tetap tumbuh dengan maksimal.

Siapa saja yang disarankan untuk mengkonsumsi Blackmores Koala Kids Fruity Fishies?

  • Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan
  • Anak yang daya tangkap dan ingatnya kurang baik
  • Anak yang memiliki antibodi kurang baik serta gampang sakit
  • Anak yang sedang dalam masa pemulihan sehabis sakit

Berbagai manfaat Blackmores Koala Kids Fruity Fishies:

  • Membantu memelihara kesehatan anak
  • Membantu kesehatan otak anak agar lebih cerdas
  • Menyehatkan organ dalam tubuh anak
  • Mencukupi kebutuhan nutrisi asam lemak harian anak

Cara dan dosis penggunaan vitamin:

Berikan Blackmores Koala Kids Fruity Fishies 1 kapsul/hari sesudah makan atau sesuaikan dengan anjuran serta saran dari dokter. 

Cara penyimpanan obat: 

Simpan Blackmores Koala Kids Fruity Fishies pada suhu ruangan ditempat yang kering, sejuk, dan tidak lembab. Jauhkan vitamin dari paparan sinar matahari langsung. Perhatikan tanggal kadaluarsa vitamin.

Harga:

Blackmores Koala Kids Fruity Fishies dijual dengan harga Rp 184.000 per botol (isi 30 tablet)

Apakah penggunaan Blackmores Koala Kids Fruity Fishies mampu menimbulkan efek samping pada anak?

Penggunaan sesuai anjuran umumnya jarang menimbulkan efek samping. Namun beberapa efek samping berikut dinilai bisa ditimbulkan saat menggunakan vitamin secara berlebihan dan tidak sesuai anjuran:

– Lemas

– Mual muntah

– Kejang

Hentikan penggunaan vitamin jika efek samping serius terjadi pada anak setelah penggunaan.

Perhatian khusus sebelum penggunaan suplemen:

– Jangan menggunakan Blackmores Koala Kids Fruity Fishies pada anak dibawah 2 tahun

– Jangan digunakan pada anak yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan di dalam Blackmores Koala Kids 

– Mengandung pemanis alami xylitol, tetap perhatikan dosis penggunaan harian anak agar tidak berlebihan

– Beritahu dokter jika anak mengkonsumsi suplemen atau vitamin lain, obat resep, dan obat bebas lainnya secara teratur untuk menghindari interaksi yang mungkin terjadi antar kandungan.

Mengenal Nocid untuk Penderita Ginjal Kronis

  • Januari 13, 2022

Penyakit ginjal kronis juga disebut gagal ginjal kronis terjadi karena fungsi ginjal hilang secara perlahan karena kerusakan permanen. Kondisi tersebut bisa memburuk seiring waktu. Penderita ginjal kronis harus memenuhi asupan asam amino yang bisa didapat dari suplemen Nocid.

Mengenal Nocid untuk Penderita Ginjal Kronis

Saat ini tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis, pengobatan yang ada hanya untuk mengatasi gejala serta memperlambat perkembangan penyakit. Nocid adalah suplemen dengan kandungan asam amino guna memenuhi kebutuhan penderita ginjal kronis. Asam amino berguna untuk memecah protein karena penderita ginjal kronis harus membatasi asupan protein.

Penyebab Ginjal Kronis

Mayoritas penyakit ginjal kronis disebabkan oleh penyakit jangka panjang yang bisa menimbulkan kerusakan pada ginjal seperti:

  • Penderita diabetes yang tidak mengontrol kadar gula darahnya dapat menyebabkan penyakit ginjal yang umumnya dapat terjadi 15-25 tahun setelah seseorang didiagnosis menderita diabetes.
  • Hipertensi dapat merusak bagian ginjal yang berperan untuk menyaring limbah.
  • Tersumbatnya aliran urin bisa meningkatkan tekanan dan merusak ginjal.
  • Penyakit ginjal polikistik, pielonefritis atau glomerulonefritis.
  • Penyempitan atau tersumbatnya arteri ginjal.
  • Paparan racun seperti timbal.
  • Penyakit lupus yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang ginjal.
  • Malaria
  • Penggunaan obat NSAID secara berlebihan.
  • Cedera fisik pada ginjal.

Faktor Risiko

Ada juga faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena ginjal kronis yaitu:

  • Genetik
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Aterosklerosis
  • Penyakit ginjal bawaan
  • Sering terpapar racun
  • Merokok
  • Berat badan berlebih
  • Penyakit jantung
  • Sering menggunakan obat-obatan yang dapat merusak ginjal

Gejala

Gejala penyakit ginjal kronis tergantung dari tingkat keparahan, namun umumnya bisa menyebabkan:

  • Mual
  • Muntah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kelelahan
  • Kurangnya atau seringnya buang air kecil
  • Kram otot
  • Membengkaknya kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit kering
  • Hipertensi
  • Sesak napas saat cairan menumpuk di paru-paru
  • Nyeri dada cairan menumpuk di lapisan jantung.

Diagnosa

Dokter akan menanyakan gejala pada penderita diabetes serta melakukan serangkaian tes seperti:

  • Tes darah
  • Tes urin
  • Pemindaian ginjal dengan USG atau MRI
  • Biopsi ginjal
  • Rontgen dada
  • Laju filtrasi glomerulus (GFR) 

Pengobatan

Karena tidak ada obat khusus yang bisa menyembuhkan gagal ginjal kronis, maka penderitanya harus mengatur asupan makan. Dengan membatasi asupan protein dan garam untuk mencegah hipertensi serta mengonsumsi suplemen seperti Nocid.

Pencegahan

Risiko terkena penyakit ginjal kronis meningkat karena penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi. Karena itu, penderita diabetes dan hipertensi harus mampu mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah agar tetap seimbang dengan mengikuti anjuran dokter. Dan mengonsumsi makanan sehat guna meminimalisir terkena penyakit ginjal kronis, seperti:

  • Menyesuaikan asupan kalori

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda sesuai dengan berat badan. Diskusikan pada dokter, asupan kalori yang tepat untuk Anda, apakah Anda harus mengonsumsi lebih banyak kalori atau sebaliknya.

  • Membatasi asupan karbohidrat

Karbohidrat mengandung potasium dan fosfor yang tinggi, sehingga penderita diabetes prlu membatasi asupannya. Namun pembatasan asupan karbohidrat harus sesuai anjuran dokter karena disesuaikan dengan stadium penyakit ginjal.

  • Membatasi Asupan Garam

Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Hal tersebut membuat kerusakan pada ginjal menjadi lebih banyak serta membuat jantung bekerja lebih keras.

  • Menyesuaikan Asupan Protein

Beberapa dokter menyarankan agar penderita ginjal kronis membatasi asupan protein karena dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan. Mengonsumsi Nocid bisa membantu penderita gagal ginjal kronis membatasi asupan protein mereka.

Penyebab dan Gejala Perlengketan Usus

  • Januari 13, 2022

Perlengketan usus merupakan kondisi terbentuknya pita jaringan di antara jaringan dan organ perut. Dalam kondisi normal, tekstur licin pada jaringan dan organ perut dapat membuat keduanya bergerak bebas saat tubuh melakukan gerakan. Namun adhesi bisa menyebabkan jaringan dan organ saling menempel sehingga membuat usus dapat terpelintir, menekuk dan tertekan.

Penyebab Perlengketan Usus

Operasi pada perut adalah penyebab umum dari perlengketan usus namun orang yang melakukan operasi pada perut bagian bawah dan panggul termasuk operasi usus dan ginekologi lebih berisiko mengalami perlengketan usus. Perlengketan yang disebabkan oleh operasi juga lebih cenderung menyebabkan gejala dan komplikasi.

Hampir setiap orang yang menjalani operasi perut mengalami perlengketan; namun, risikonya lebih besar setelah operasi pada perut bagian bawah dan panggul, termasuk operasi usus dan ginekologi

Penyebab perlengketan perut yang disebabkan oleh pembedahan meliputi:

  • Sayatan jaringan, terutama yang melibatkan organ dalam
  • Penanganan organ dalam
  • Pengeringan organ dan jaringan internal
  • Kontak jaringan internal dengan bahan asing, seperti kain kasa, sarung tangan bedah, dan jahitan
  • Darah yang tidak dibilas selama operasi

Perlengketan usus bisa menyebabkan gejala dan komplikasi kapan saja setelah operasi, bahkan gejala bisa saja muncul bertahun-tahun usai operasi.

Kondisi peradangan atau infeksi di perut yang tidak berhubungan dengan operasi juga dapat menyebabkan perlengketan yang termasuk:

  • Penyakit Crohn
  • Penyakit divertikular
  • Endometriosis
  • Penyakit radang panggul
  • Peritonitis

Penyebab lain dari perlengketan usus termasuk dialisis peritoneal jangka panjang  untuk pengobatan gagal ginjal dan terapi radiasi untuk pengobatan kanker.

Pencegahan Perlengketan Usus

Perlengketan usus sulit dicegah namun teknik bedah tertentu bisa meminimalkan perlengketan. Seperti mengganti dengan operasi laparoskopi yang berguna untuk menghindari sayatan besar pada perut. Pada operasi laparoskopi, perut akan dipompa menggunakan gas dan dokter akan melakukan sayatan kecil guna memasukkan alat bedah khusus dan kamera video. 

Untuk mengurangi terjadinya perlengketan usus maka dokter bisa menggunakan sarung tangan bebas lateks dan menangani jaringan dan organ dengan lembut dan mempersingkat waktu operasi.

Gejala Perlengketan Usus

Umumnya perlengketan usus tidak menimbulkan gejala jika pun ada biasanya menimbulkan sakit perut padah. Gejala yang ada juga bisa disebabkan oleh komplikasi yang ada seperti obstruksi usus. Obstruksi usus dapat menyebabkan penyumbatan pada usus sehingga cairan, makanan dan tinja tidak dapat bergerak.

Gejala obstruksi usus meliputi:

  • Sakit perut
  • Kembung
  • Sembelit
  • Kesulitan buang gas
  • Mual dan muntah

Obstruksi usus mengakibatkan aliran darah ke bagian usus berkurang sehingga dapat mengancam jiwa penderitanya.

Diagnosis Perlengketan Usus

Pertama-tama dokter akan melakukan diagnosis perlengketan usus dengan bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan termasuk pernah atau tidaknya melakukan operasi perut lalu dilanjutkan dengan tes fisik.

Selanjutnya, dokter mungkin akan meminta melakukan tes darah untuk menyingkirkan kemungkinan masalah atau penyakit lain yang menyebabkan gejala. Pada obstruksi usus, tes darah dapat membantu menentukan tingkat keparahan obstruksi yang ada.

Tes pencitraan juga mungkin akan dilakukan guna mendiagnosis perlengketan yang menyebabkan obstruksi usus. Tes pencitraan juga akan membantu dokter menyingkirkan masalah kesehatan lainnya.

Pengobatan Perlengketan Usus

Dokter biasanya menghindari operasi karena dapat meningkatkan risiko perlengketan lebih banyak. Kecuali jika perlengketan usus menyebabkan obstruksi baik itu yang bersifat akut (penyumbatan total) atau kronis (serangan berulang yang dapat hilang dengan sendirinya), dokter mungkin akan melakukan, operasi pengangkatan jaringan parut.

Pola Hidup yang Mampu Cegah Gigi Kuning

  • Januari 12, 2022

Percaya tidak percaya, warna gigi bisa sangat memengaruhi tingkat kepercayaan diri Anda. Normalnya warna gigi berwarna putih gading. Orang-orang yang memiliki warna gigi demikian cenderug lebih mudah untuk tersenyum sehingga interaksi dengan orang lain menjadi lebih lancar. Sebaliknya jika Anda termasuk yang memiliki gigi kuning, perasaan minder untuk tersenyum dan berinteraksi dengan orang sangat mungkin terjadi sebab menyadari tidak sempurnanya warna gigi. 

Apalagi sebenanrya, gigi kuning bukan hanya menandakan adanya perubahan pada gigi Anda. Gigi kuning juga mengindikasikan kondisi kesehatan gigi dan mulut yang cenderung kurang. Umumnya orang-orang yang memiliki gigi kuning juga bermasalah dengan bau mulut. 

Untuk itu, menjaga kesehatan gigi dengan tetap menjaga tampilan warnanya menjadi sesuatu yang tidak boleh dipandang remeh. Berbagai tindakan pencegahan gigi kuning pun baiknya mulai Anda lakukan dari sekarang. Nyatanya cara mencegah gigi agar warnanya tidak berubah ke arah kekuningan tidaklah terlalu sulit dan semua upaya pencegahan hanya berhubungan dengan pola hidup Anda sehari-hari. 

  1. Kurangi Konsumsi Teh dan Kopi 

Mengonsumsi teh atau kopi secara rutin dalam jumlah yang terkontrol tiap harinya memang memiliki beberapa efek kesehatan yang baik. Kedua minuman ini juga dipercaya mampu mereduksi tingkat stres sehingga Anda lebih rileks. Akan tetapi, teh dan kopi pulalah yang membuat Anda rentan mengalami gigi kuning. Cobalah mengurangi konsumsi kedua minuman ini guna bisa mempertahankan keputihan gigi Anda. 

  1. Rajin Membersihkan Gigi 

Anda termasuk orang yang malas atau rajin membersihkan gigi dengan sikat ataupun benang? Jika termasuk orang yang malas, cobalah untuk berbenah dan mulai rajin membersihkan gigi minimal 2 kali sehari. Pasalnya, kerajinan membersihkan gigi sangat memengaruhi warna gigi Anda. Orang yang jarang membersihkan gigi cenderung membiarkan plak menempel di gigi sehingga warna gigi bisa berubah menjadi kuning. Masalah bau mulut sampai kerusakan gigi pun menanti bagi Anda yang malas membersihkan gigi. 

  1. Berhenti Merokok

Coba perhatikan gigi para perokok aktif? Apakah Anda menyadari warna gigi mereka tampak lebih kuning? Apakah Anda termasuk dalam kelompok tersebut? Merokok memang cenderung membuat masalah gigi, termasuk mengubah warna gigi menjadi kuning karena banyaknya zat kimia yang terkandung dalam tiap batangnya. Berhenti merokok pun menjadi cara tepat untuk menghindari masalah gigi kuning bagi Anda. 

  1. Gunakan Obat Kumur

Guna membantu menjaga warna gigi Anda tetap seputih gading, cobalah membiasakan diri untuk menggunakan obat kumur. Penggunaan obat kumur bisa membanti menghilangkan plak-plak yang menempel di dinding yang menjadi penyebab gigi kuning. Setidaknya sebagai upaya pencegahan agar tidak terkena gigi kuning, baiknya Anda mengumur obat berbahan antiseptik minimal sekali tiap harinya. 

  1. Pertimbangkan Pasta Gigi Pemutih

Untuk mencegah gigi kuning, tentunya Anda harus melakukan upaya untuk mempertahankan bahkan meningkatkan keputihan gigi. Salah satu cara yang bisa Anda tempuh adalah menggunakan pasta gigi pemutih. Namun, tidak perlu setiap hari menggunakan pasti gigi jenis ini. Anda cukup menggunakan pasta gigi pemutih untuk menggosok gigi sebanyak 2—3 kali dalam seminggu. Selebihnya, Anda tetap menggunakan pasta gigi biasa yang lebih berfokus pada kesehatan gigi. 

  1. Hindari Obat-obatan Tertentu 

Salah satu penyebab gigi kuning adalah pengonsusmian obat-obatan seperti tetrasiklin dan doksisiklin pada masa kecil. Untuk mencegah warna gigi berubah, Anda bisa menghindari penggunaan obat-obatan tersebut. Penggunaan beberapa suplemen yang rentan memberikan perubahan warna pada gigi pun patut Anda batasi. 

***

Tidak sulit bukan mencegah gigi kuning? Dengan menerapkan pola hidup di atas, Anda bisa menjaga warna gigi Anda agar tetap seputih gading. 

Hepatitis Alkoholik, Hepatitis yang Disebabkan oleh Konsumsi Alkohol

  • Januari 12, 2022

Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing dengan penyakit hepatitis. Tapi, pernahkah Anda mendengar tentang penyakit hepatitis alkoholik

Sesuai namanya, jenis hepatitis yang satu ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi apabila Anda terbiasa mengonsumsi alkohol dalam waktu yang lama hingga bertahun-tahun.

Mengenal ciri-ciri gejala hepatitis alkoholik

Sama seperti penyakit hepatitis pada umumnya, jenis hepatitis ini akan menimbulkan gejala utama berupa perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Bukan hanya kulit, perubahan warna itu juga akan terlihat pada bagian putih mata. 

Saat Anda menderita hepatitis jenis ini, Anda juga akan merasakan adanya gejala-gejala berupa: 

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah-muntah
  • Nyeri perut
  • Demam 
  • Kelelahan dan kelemahan

Tanda-tanda di atas sangat umum dialami oleh orang yang menderita hepatitis, termasuk hepatitis alkoholik. Ditambah lagi, karena terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, penderita hepatitis jenis ini juga akan mengalami malnutrisi.

Malnutrisi bisa terjadi karena Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari makanan. Anda mungkin mudah merasa kenyang setelah meminum alkohol, sehingga tidak memiliki keinginan untuk makan.

Apabila hepatitis yang Anda derita disertai dengan kondisi malnutrisi yang parah, Anda mungkin juga akan merasakan gejala lain berupa: 

  • Gagal ginjal dan hati
  • Kebingungan dan perubahan perilaku
  • Akumulasi cairan di perut

Waspadai tanda-tanda di atas, karena itu merupakan tanda dari gejala hepatitis ini yang sudah lebih parah. Anda perlu segera melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. 

Penyebab dan faktor risiko

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hepatitis jenis ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan dalam waktu yang lama. Alkohol yang Anda konsumsi akan masuk ke dalam saluran pencernaan dan nantinya akan diproses oleh organ hati.

Saat alkohol itu diproses di hati, akan ada zat kimia yang dihasilkan. Zat kimia ini sangatlah beracun, bahkan bisa melukai sel-sel di dalam organ hati Anda. Luka ini akan menyebabkan cedera yang kemudian berujung pada peradangan. Peradangan inilah yang memicu hepatitis alkoholik.

Ada beberapa faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan terkena kondisi ini. Faktor risiko tersebut antara lain: 

  • Faktor genetik yang memengaruhi cara organ hati memproses alkohol
  • Menderita infeksi hati atau gangguan lainnya pada hati
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Durasi waktu makan lebih rendah dibandingkan dengan waktu mengonsumsi alkohol
  • Wanita

Wanita memiliki risiko lebih tinggi dalam terkena hepatitis jenis ini, karena tubuh wanita memproses alkohol dengan cara yang berbeda dari pria. 

Pengobatan mandiri dengan berhenti mengonsumsi alkohol

Saat menderita hepatitis alkoholik, Anda perlu mendapatkan perawatan dari dokter. Akan tetapi, proses penyembuhan akan menjadi lebih maksimal bila diimbangi dengan perawatan mandiri.

Perawatan mandiri bisa Anda lakukan dengan berhenti mengonsumsi alkohol. Ingatlah untuk tidak mengonsumsi alkohol selama Anda masih menderita penyakit ini. Bahkan, akan lebih baik lagi kalau Anda berhenti meminumnya untuk selamanya, bahkan setelah Anda sembuh sekalipun.

Berhenti meminum alkohol adalah upaya paling penting dalam penyembuhan hepatitis jenis ini. Pengobatan jenis apapun yang diberikan oleh dokter tidak akan ampuh menyembuhkan Anda selama Anda masih terus meminum alkohol.

Jika Anda memang ingin meminum alkohol, pastikan untuk tidak meminumnya secara berlebihan. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari risiko hepatitis alkoholik

Tips supaya Terhindar dari Neuropati Radialis

  • Januari 12, 2022

Pernahkan Anda mengalami rasa sakit di pergelangan tangan hingga membuatnya sulit untuk digerakkan dan kondisi tersebut sering terjadi berulang? Bisa jadi Anda tengah mengalami neuropati radialis. Ini merupakan salah satu gangguan saraf yang terjadi di saraf radial. Saraf radial sendiri terletak di bagian bawah lengan, yang fungsinya mengontrol pergerakan dan memberikan respons sensasi di bagian lengan. 

Neuropati radialis bisa terjadi secara tiba-tiba karena cedera. Kondisi ini juga dapat menjadi akumulasi dari kebiasaan yang salah terkait pengunaan lengan Anda. Karena itulah, menjadi sangat penting untuk mengecek ulang kebiasaan-kebiasaan Anda selama ini. Bisa jadi ada kebiasaan yang tidak disadari menjadi penyebab dari penyakit tertentu, seperti penyakit neuropati radialis. 

Jadi supaya terhindar dari neuropati radilias, melakukan pencegahan dengan tidak melakukan kebiasaan yang mendukung munculnya kerusakan saraf radialis ini adalah kunci suksesnya. Berikut ini tipsnya khusus bagi Anda. 

Jangan Terbiasa Menopang Dagu

Kebiasaan menopang dagu oleh sebagian orang memang bisa membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks. Namun, pose menopang dagu tidaklah besahabat bagi saraf radial Anda. Ini memberi tekanan berlebih pada bagian bawah lengan. Jika hanya sesekali, mungkin dampaknya tidak terasa. Namun, jangan menyesal jika di kemudian hari Anda terkena neuropati radialis hanya karena kebiasan menopang dagu. Jadi, mulai kurangi kebiasan itu sekarang, yuk. 

Beri Jeda di Depan Layar 

Duduk di depan layar komputer mungkin bukan tanpa tujuan. Ini sangat bisa berkaitan dengan pekerjaan Anda. Namun, cobalah untuk memberi jeda setiap 1—2 jam sekali dengan durasi istirahat sekitar 10—15 menit. Ketika duduk di depan layar, hampir bisa dipastikan bagian bawah lengan tangan Anda akan tertekan oleh meja atau posisi mengetik. Lama-kelamaan, ini bisa memicu kerusakan saraf radial. 

Perhatikan Posisi Tidur 

Tidak jarang seseorang akhirnya terdiagnosis neuropati radialis karena pola tidur yang salah selama ini. Bisa jadi Anda juga. Memang sulit mengatur pola tidur. Namun, beberapa orang yang terkena kerusakan saraf sering menopangkan kepala di tangan mereka sebelum akhirnya benar-benar terlelap. Hal inilah yang akhirnya memicu kerusakan saraf, tidak terkecuali di bagian radial. Punya kebiasaan yang sama? Mulai ubah dari sekarang demi kesehatan tangan yang terjaga sampai tua. 

Sedikit Longgarkan Jam dan Gelang 

Tekanan di pergelangan tangan bukan hanya bisa terjadi karena posisi duduk atau tidur yang salah. Tekanan di pergelangan yang memicu neuropati radialis juga dapat terpantik karena kebiasaan Anda menggunaka jam tangan ataupun gelang dengan kondisi yang terlalu ketat. Cobalah mulai sekarang untuk sedikit melonggarkan jam tangan dan gelang Anda ketika memakainya. Ini lebih aman untuk saraf radial Anda sehingga fungsi tangan tidak terganggu nantinya. 

Hindari Terburu-buru 

Punya kebiasaan terburu-buru? Mulai sekarang, cobalah untuk bersikap lebih tenang. Terburu-buru bisa meningkatkan risiko terjatuh hingga menimbulkan cedera pada tubuh Anda. Jika cedera tersebut berupa benturan cukup keras pada pergelangan tangan ataupun lengan, peluang Anda terkena neuropati radialis secara mendadak pun terbuka cukup lebar. 

Pastikan Kecukupan Cairan 

Kurang minum bisa menyebabkan dehidrasi. Ini merupakan sumber berbagai penyakit. Pasalnya, kondisi dehidrasi ini yang dapat memicu peradangan, tidak terkecuali di bagian tangan. Peradangan yang kerap terjadi bisa saja membuat beberapa bagian tubuh rusak, tidak terkecuali saraf di tangan Anda.

Batasi Makanan Manis

Diabetes merupakan penyakit yang bisa merusak saraf tepi. Karena itulah, penderita diabetes akan lebih mudah mengalami neuropati radialis. Untuk mencegah hal ini terjadi, mulai sekarang batasi asipan makanan manis Anda. Tujuannya supaya terhindar dari kondisi kadar gula darah tinggi sehingga kesehatan saraf radial pun lebih terjamin. 

*** 

Adagium mencegah lebih baik daripada mengobati berlaku untuk semua jenis penyakit, tidak terkecuali neuropati radialis. Jadi, lebih baik melakukan tips di atas bukan daripada harus berhadapan dengan rasa sakit akibat terkena neuropati radialis? 

Bagaimana Withdrawal Syndrome Bisa Dilakukan Akibat Kecanduan

  • Januari 12, 2022

Withdrawal syndrome atau juga sindrom penarikan dapat terjadi pada seseorang yang memiliki kecanduan pada narkoba dan alkohol yang bisa menghentikan atau mengurangi pemakaian obat pilihan mereka. Detoksifikasi yaitu proses menghilangkan obat-obatan dan alkohol dari tubuh. Insomnia, nyeri tubuh, kecemasan, serta tremor yaitu gejala fisiknya dan psikologis dari berhentinya obat dan alkohol ketika sedang dalam detoksifikasi. 

Selain itu, sindrom penarikan pada tembakau dapat mempengarui 85 persen perokok dalam memutuskan berhenti, karena salah satu zat dari rokok yaitu nikotin dapat mengalami ketergantungan terbesar. Gejala putusnya berhenti merokok dalam 30 hari dapat muncul pada hari pertama dan secara perlahan pada hari keempat. 

Diagnosa

Sebuah riwayat rinci penggunaan obat atau alkohol pasien yang diambil sebelum detoksifikasi dapat membantu dalam memprediksi keparahan gejala penarikan. Tes klinis standar, seperti Clinical Institute Withdrawal Assessment for Alcohol,(CIWA-Ar), digunakan untuk mengevaluasi tingkat keparahan gejala penarikan selama prosedur detoksifikasi.

Tes laboratorium berikut dapat diindikasikan dalam kasus kemungkinan penarikan, tergantung pada skenario klinis:

  • Glukosa serum
  • Analisis gas darah arteri
  • CBC
  • Panel metabolisme yang komprehensif
  • Urinalisis
  • Pengukuran biomarker jantung
  • Waktu protrombin
  • Skrining toksikologi

Mengapa sindrom penarikan terjadi?

Komponen adiktif dalam zat seperti alkohol, tembakau atau kokain bekerja pada otak dan sistem saraf dan itu menciptakan ketergantungan pada mereka. Tubuh beradaptasi dengan keberadaan zat-zat ini dan otak berubah, percaya bahwa itu hanya dapat berfungsi secara normal dengan zat-zat ini. Tanpa mereka, perlu beberapa saat untuk mengatur ulang, dan sementara itu gejala penyakit dapat berkembang.

Bisakah itu dicegah?

Cara paling efektif untuk mencegah penarikan adalah tidak mengkonsumsi zat yang dapat menyebabkan kecanduan. Sekali kecanduan, kemungkinan besar individu tersebut akan menderita setidaknya beberapa gejala penarikan saat mencoba berhenti. Namun, begitu gejalanya berlalu, menjadi bersih dari zat mengarah pada peningkatan kesehatan dan biasanya kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup.

Setelah detoksifikasi, individu yang ketergantungan alkohol dan obat didorong untuk mempertahankan pantangan mereka melalui partisipasi dalam pengobatan penyalahgunaan zat atau program pemulihan dua belas langkah.

Apa pengobatan untuk sindrom penarikan?

Beberapa gejala dapat diobati secara individual, misalnya, meletakkan selimut di sekitar seseorang yang menderita kedinginan karena withdrawal syndrome. Dalam kasus melepaskan obat-obatan opioid yang kuat seperti heroin, yang gejala penarikannya bisa sangat tidak menyenangkan, obat-obatan kadang-kadang digunakan untuk membuat detoks dapat tertahankan dan menghilangkan keinginan mengidam. Ini hanya dapat diresepkan oleh profesional perawatan kesehatan setelah penilaian penuh terhadap pasien.

Pengobatan

Manajemen farmakologis dan medis sering direkomendasikan untuk sindrom penarikan. Kondisi fisik pasien dipantau secara ketat selama prosedur detoksifikasi.

Perawatan Pra-Rumah Sakit

Pasien putus alkohol mungkin memiliki sejumlah masalah medis (misalnya, henti jantung atau pernapasan, trauma multipel) yang mungkin diprioritaskan dalam hal manajemen. Kelola presentasi ini sesuai dengan protokol pra-rumah sakit yang ada.

Pasien yang menarik diri dari alkohol kadang-kadang datang ke sistem pra-rumah sakit sebagai akibat dari kejang penarikan yang membutuhkan ambulan mereka ke unit gawat darurat (ED). Protokol pra-rumah sakit yang ditetapkan untuk kejang umumnya sesuai untuk pasien ini.

Pemberian glukosa intravena pada pasien dengan kejang masih kontroversial karena hal ini dianggap memicu ensefalopati Wernicke akut pada pasien dengan alkoholisme kronis kecuali tiamin juga diberikan. Seberapa cepat tiamin harus diberikan setelah beban glukosa untuk mencegah ensefalopati Wernicke tidak diketahui. Waktu untuk membawa pasien ke UGD tampaknya tidak cukup untuk menyebabkan komplikasi ini. Secara umum, menahan glukosa sampai setelah tiamin diberikan tidak diperlukan dan berpotensi mengancam jiwa. Tiamin membutuhkan waktu beberapa jam untuk masuk ke dalam sel, sedangkan efek glukosa hampir seketika.

Kadang-kadang, pasien dalam penarikan alkohol lanjut mungkin terlalu agresif untuk mengangkut mereka dengan aman atau untuk menerapkan pengekangan fisik. Dalam kasus ini, berikan obat penenang, seperti lorazepam, sebelum ambulan.

Prognosa

Detoksifikasi yang diawasi secara ketat dan dikelola secara medis biasanya menghasilkan pengalaman penarikan yang aman dan dapat ditoleransi bagi pasien. Detoksifikasi hanyalah solusi jangka pendek untuk mendapatkan pantangan. Perawatan kecanduan dan program pemulihan jangka panjang diperlukan untuk mencapai ketenangan jangka panjang. Tanpa program perawatan seperti itu, kemungkinan terulangnya penyalahgunaan dan, oleh karena itu, kekambuhan sindrom withdrawal syndrome tinggi.