6 Penyebab Mata Terasa Panas

  • Maret 24, 2021
mata terasa panas

Bukan tidak mungkin mata seseorang tiba-tiba terasa panas saat melakukan aktivitas sehari-hari, kondisi mata terasa panas bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman bagi seseorang, perlu diketahui bahwa terdapat berbagai macam hal yang menyebabkan kondisi ini muncul. Dapat karena iritasi kecil hingga keadaan darurat parah hingga membutuhkan penanganan medis segera.

Keadaan ini juga bisa disebabkan beberapa hal lain dan disertai dengan gejala lain pula, seperti gatal, nyeri hingga keluarnya cairan dari mata. Rasa panas yang kerap kali muncul disebut juga burning eyes, kondisi ini akan sangat mengganggu seseorang. Apalagi muncul dalam kurun waktu yang cukup lama bahkan bisa berhari-hari.

Penyebab Mata Terasa Panas

  1. Blefaritis

Merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata, kondisi ini disebabkan infeksi bakteri dengan gejala paling umum terjadi seperti iritasi mata, belekan berlebih hingga menimbulkan kerak, gatal, merah hingga bengkak pada kelopak mata.

Untuk mencegah kondisi ini hanya dengan menjaga kebersihan mata, jika sudah terkena maka pasien akan diberikan obat seperti tetes mata atau salep yang mengandung antibiotik dan antiradang, gunakan dengan kapas yang sudah direndam air hangat dan sapukan secara perlahan.

  1. Mata Kering

Muncul ketika saluran air mata tidak menghasilkan cukup air mata, penguapan air mata terlalu cepat atau karena munculnya komponen air mata yang kurang diproduksi. Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita dan orang tua, namun saat ini sudah tak jarang lagi ditemukan pada usia muda.

Gejala yang muncul seperti mata yang terasa panas, kering dan merah hingga kelopak mata memberat dan membuat penglihatan kabur. Kondisi ini bisa diatasi dengan menggunakan obat tetes mata yang berisi air mata buatan.

  1. Alergi Mata

Dikenal dengan konjungtivitis alergi, terjadi karena zat iritasi masuk ke dalam mata, tubuh akan merespons zat-zat ini dengan memproduksi histamin. Sehingga mata akan terasa panas dan seperti terbakar, faktor pemicu bisa seperti debu, asap, serbuk sari, parfum, bulu piaraan dan makanan.

Untuk mengatasi kondisi ini bisa dengan mengompres mata menggunakan air dingin, tujuannya untuk mengurangi gejala yang muncul. Selain itu digunakan pula obat tetes mata dengan kandungan antihistamin atau anti radang untuk mengurangi rasa panas.

  1. Fotokeratitis (Sunburn Eyes)

Paparan sinat matahari berlebih bisa menyebabkan kondisi ini, selain mata akan terasa terbakar, gejala lain yang muncul bisa berupa mata perih, menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan terasa seperti berpasir. 

Jika mengalami beberapa gejala tersebut sangat disarankan untuk tidak menanganinya sendiri dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk selanjutnya dilakukan diagnosis. Diperlukan untuk menentukan apakah pasien mengalami peradangan pada kornea atau tidak.

  1. Rosacea Okular

Merupakan peradangan pada kelopak mata yang bisa menyebabkan mata terasa panas, gangguan ini memengaruhi orang yang memiliki acne rosacea yakni kondisi kulit yang ditandai dengan kulit wajah kemerahan, selain itu juga rasa sakit, sensitif terhadap cahaya dan pandangan kabur.

Untuk memastikan kondisi ini diperlukan pemeriksaan langsung ke dokter, kemudian selama mengalami kondisi ini pasien tidak disarankan untuk menggunakan riasan wajah yang diletakkan di sekitar mata.

  1. Pterigium

Tumbuhnya jaringan daging pada bagian mata yang berwarna putih, biasanya disebut dengan pterigium. Kondisi ini kerap muncul pada bagian mata didekat hidung dan bagian terluar mata, gejala yang paling sering terjadi adalah rasa terbakar pada mata, gatal, merah dan bengkak.

Telinga Gatal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

  • Maret 23, 2021

Telinga gatal merupakan kondisi yang membuat manusia ingin menggaruk bagian telinga. Telinga gatal dapat menimbulkan berbagai gejala seperti kemerahan. Telinga gatal disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya termasuk infeksi.

image Telinga Gatal

Meskipun areanya kecil, telinga meliputi serat saraf yang sensitif sehingga bisa membuat manusia mengalami gatal pada bagian tersebut.

Pada umumnya, rasa gatal pada telinga bisa hilang dengan sendiri. Namun, pada kondisi yang lebih serius, telinga gatal perlu segera diatasi. Ada berbagai pengobatan yang dapat mengatasi telinga gatal, salah satunya termasuk obat tetes.

Gejala

Berikut adalah gejala yang bisa dialami penderita akibat telinga gatal:

  • Kulit mengelupas.
  • Ruam.
  • Kemerahan.
  • Batuk.
  • Bersin.
  • Demam.
  • Nyeri.
  • Sakit tenggorokan.

Berikut adalah gejala yang lebih serius akibat telinga gatal:

  • Pembengkakan yang terjadi secara mendadak.
  • Perubahan pada tingkat kesadaran.
  • Masalah pernafasan.

Penyebab

Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan telinga gatal:

  • Kotoran di telinga

Jika kotoran di telinga tidak dibersihkan secara rutin, manusia bisa mengalami telinga gatal.

  • Telinga kering

Sama seperti kulit, telinga perlu dijaga kelembabannya. Untuk menjaga kelembaban di telinga, telinga menghasilkan minyak dan kotoran secara alami. Jika kurang lembab, telinga bisa terasa gatal.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi bisa terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk telinga. Ada berbagai kondisi yang bisa dialami manusia jika mereka mengalami alergi, salah satunya termasuk gatal. Ada berbagai faktor pemicu alergi, salah satunya termasuk zat yang ada pada produk kecantikan.

  • Pilek dan flu

Pilek dan flu terjadi karena adanya virus yang mempengaruhi kondisi hidung. Telinga juga mengalami efek tertentu seperti gatal karena hidung terhubung dengan telinga.

  • Infeksi telinga

Penderita bisa mengalami infeksi di telinga karena penumpukan air di dalam telinga. Penumpukan tersebut bisa menjadi tempat bagi jamur untuk berkembang sehingga penderita mengalami gejala tertentu seperti gatal.

  • Cacar air

Cacar air juga dipengaruhi oleh virus dimana kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan ruam pada tubuh, namun juga dapat menimbulkan rasa gatal di telinga.

  • Infeksi jamur kulit ringworm

Infeksi jamur kulit ringworm merupakan jenis infeksi yang bisa menyerang bagian tubuh manapun, termasuk telinga. Infeksi tersebut juga dapat menimbulkan rasa gatal.

  • Radang tenggorokan

Radang tenggorokan merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh infeksi bakteri sehingga dapat menimbulkan rasa sakit dan gatal. Rasa gatalnya juga bisa menyebar ke telinga.

  • Penyakit kulit

Penyakit kulit seperti psoriasis bisa terjadi di bagian kulit manapun, termasuk telinga. Penyakit kulit dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk gatal.

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Telinga

Jika Anda mengalami kondisi yang lebih serius pada telinga, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda sering mengalami masalah pada telinga?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti pemeriksaaan fisik. Anda dapat menggunakan obat-obatan seperti ibuprofen untuk mengatasi masalah pada telinga. Ada berbagai cara untuk mencegah telinga gatal, salah satunya termasuk membersihkan telinga secara rutin.

Kesimpulan

Telinga gatal merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai gejala. Telinga gatal juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun dapat diatasi dengan berbagai cara seperti yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang telinga, Anda bisa tanyakan ke dokter.

Ditandai dengan Pergerakan Mata Cepat, Ini Penyebab Nistagmus

Ditandai dengan Pergerakan Mata Cepat, Ini Penyebab Nistagmus

  • Maret 9, 2021

Nistagmus adalah suatu kondisi yang mempengaruhi mata Anda. Kondisi ini ditandai dengan pergerakan bola mata yang sangat cepat dan tidak terkendali. Gerakannya dapat berupa gerakan naik dan turun, ke kanan dan ke kiri, maupun gerakan memutar.

Seringkali, nistagmus juga dikenal dengan istilah ‘mata menari’, karena bola mata yang terus bergerak-gerak. Biasanya, kondisi ini juga akan membuat Anda mengalami gangguan penglihatan.

Apa faktor penyebab nistagmus?

Nistagmus bisa saja terjadi sebagai tanda dari adanya suatu kondisi medis tertentu pada mata Anda. Anda bisa saja dilahirkan dengan kondisi ini, namun bisa juga baru mengembangkannya di kemudian hari. 

Penyakit ini terjadi ketika salah satu bagian otak, atau telinga bagian dalam Anda tidak berfungsi dengan benar. Bagian otak dan telinga ini sebenarnya memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan dan posisi mata.

Gerakan dan posisi mata Anda bisa dibantu untuk dirasakan oleh labirin di dinding telinga bagian dalam. Labirin ini mungkin saja mengalami kerusakan karena faktor medis tertentu, sehingga menyebabkan ketidakmampuan untuk mengontrol mata. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, seperti: 

  • Penggunaan alkohol atau narkoba
  • Penyakit tertentu, seperti stroke, multiple sclerosis, atau penyakit Meniere
  • Cedera kepala
  • Faktor genetik atau diturunkan oleh orang tua
  • Masalah mata lainnya, seperti katarak atau strabismus
  • Masalah telinga bagian dalam
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti litium atau obat untuk kejang
  • Albinisme atau kekurangan pigmen kulit

Jenis-jenis penyakit nistagmus

Ada beberapa jenis nistagmus yang bisa menyerang seseorang. Berikut ini jenis-jenis tersebut: 

  • Infantile nistagmus sindrom (INS)

Jenis ini merupakan jenis nistagmus bawaan sejak lahir. Biasanya, jenis ini disebabkan oleh faktor genetik. Gejala jenis INS ini tergolong cukup ringan dan tidak ada kondisi medis lain yang mendasari kemunculannya. 

Kebanyakan penderita INS tidak memerlukan perawatan atau pengobatan khusus untuk mengendalikan gejala. Anda juga memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi di kemudian hari.

INS juga bisa menyebabkan masalah penglihatan dengan tingkat keparahan sedang. Untuk mengatasinya, sebagian penderita perlu menggunakan lensa korektif atau menjalani operasi korektif.

  • Nistagmus yang dikembangkan

Berbeda dengan jenis INS, jenis nistagmus ini bukanlah jenis yang dibawa sejak lahir. Kondisi ini dikembangkan ketika Anda sudah tumbuh dewasa. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan berkembangnya kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah kondisi medis tertentu, seperti cedera kepala, masalah pada telinga bagian dalam, dan lain-lain.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena kebiasaan pola hidup yang buruk, seperti mengonsumsi alkohol atau narkoba. 

Tips tinggal bersama penderita nistagmus

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu penderita yang bola matanya bergerak dengan tidak terkendali. Gunakanlah buku cetak yang besar untuk menulis segala sesuatu, serta ubah ukuran tulisan di seluruh gadget menjadi lebih besar. 

Hal ini akan memudahkan penderita untuk melihat. Karena, ketika bola mata mereka bergerak dengan tidak terkendali, mereka juga akan mengalami penglihatan yang kabur.

Apabila anak Anda menderita kondisi ini, doronglah anak Anda untuk tetap membiasakan diri menggunakan mata mereka. Pilihlah mainan yang berukuran besar serta berwarna cerah supaya lebih mudah untuk dikenali. 

Segera hubungi dokter Anda apabila gejala nistagmus yang diderita mulai mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Dokter akan merekomendasikan upaya pengobatan yang paling tepat bagi Anda.

Tingkatkan Kesehatan Jantung dengan Rekomendasi Olahraga Berikut Ini

  • Maret 5, 2021

Gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor utama seseorang terkena penyakit jantung. Padahal hal tersebut adalah sesuatu yang bisa Anda kendalikan. 

Salah satu cara meningkatkan kesehatan jantung adalah dengan menjalani gaya hidup aktif, termasuk rutin berolahraga. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa orang yang tidak berolahraga dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung.

Lalu apa saja pilihan olahraga yang tepat untuk penderita penyakit jantung?

Olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung

Manfaat olahraga untuk jantung

Rajin berolahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jantung dan tubuh, antara lain:

  • Memperkuat jantung dan sistem kardiovaskular
  • Meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen
  • Meringankan gejala gagal jantung
  • Meningkatkan energi sehingga Anda tidak akan lelah meski aktivitas padat
  • Meningkatkan ketahanan tubuh
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Meningkatkan kekuatan otot

Rekomendasi olahraga untuk membuat jantung sehat

Agar jantung tetap sehat, para ahli merekomendasikan untuk berolahraga ringan selama minimal 150 menit per minggu. Berikut pilihan olahraga yang bisa Anda coba:

  1. Berjalan kaki

Berjalan kaki, terutama jalan cepat adalah cara yang mudah dan efektif untuk menguatkan jantung. Berjalan kaki dapat meningkatkan detak jantung dengan usaha yang minimal. 

Olahraga ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Melakukan olahraga ini di minggu pagi sambil mendengarkan musik, podcast, atau olahraga bersama teman akan terasa lebih menyenangkan.

  1. Latihan beban

Bagi orang dengan berat badan berlebih, menjalani latihan beban bisa mengurangi lemak tubuh sekaligus menurunkan kolesterol LDL (jahat). Keduanya termasuk faktor risiko penyakit jantung.

Latihan beban identik dengan penggunaan alat, seperti dumbell dan barbel. Tapi melatih ketahanan menggunakan beban tubuh sendiri juga termasuk efektif. Pilihan olahraganya meliputi push up, squat, dan sit up

Menurut American College of Sports Medicine, dua hari berturut-turut dalam seminggu adalah aturan yang baik. 

  1. Berenang

Berenang tidak hanya memperkuat otot tubuh, tapi juga jantung. Berenang juga termasuk olahraga yang ramah persendian dan memungkinkan Anda menggerakkan seluruh anggota tubuh dengan tidak terlalu sakit.

  1. Yoga

Yoga bukan sekedar kegiatan untuk mendukung relaksasi, tapi juga sangat bagus untuk kesehatan jantung. Yoga membantu tubuh lebih fleksibel, dan memperkuat serta mengencangkan otot.

Beberapa jenis yoga dana meningkatkan detak jantung sekaligus memberi manfaat penurunan tekanan darah tinggi.

  1. Pelatihan interval

Latihan interval berarti melakukan olahraga secara bergantian antara latihan intensitas tinggi dan periode pemulihan. Misalnya, berlari selama satu menit, dan dilanjutkan dengan berjalan selama 3 menit. Ulangi siklus tersebut. 

Latihan interval dapat meningkatkan detak jantung, membakar kalori, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

  1. Bersepeda

Bersepeda telah terbukti membuat Anda terhindar dari penyakit jantung. Dimulai dengan gerakan dari otot besar di kaki, yang membantu meningkatkan detak jantung.

Catatan

Sebelum menentukan rutinitas olahraga untuk menjaga kesehatan jantung, disarankan untuk berdiskusi dengan dokter Anda terlebih dahulu. Ini untuk menentukan olahraga apa yang cocok bagi Anda, terutama untuk orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. 

Selain itu, penting untuk melakukan peregangan sebelum berolahraga. Peregangan membuat otot lebih siap sehingga terhindar dari cedera saat berolahraga.

Jangan paksa tubuh Anda untuk melakukan olahraga melebihi kemampuan. Menaikkan tingkat kesulitan sedikit demi sedikit lebih baik untuk tubuh Anda. 

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait kesehatan jantung, jangan ragu untuk memulai diskusi di forum tanya jawab SehatQ. Dokter kami akan memberikan jawaban dan penjelasan sebaik mungkin agar Anda mengerti.

Apa Itu Osteomalasia?

  • Maret 3, 2021
Osteomalasia

Osteomalasia dan Osteoporosis adalah penyakit yang menyerang tulang. Kedua penyakit ini seringkali dianggap sama, padahalnya kedua penyakit sangatlah berbeda. Osteomalasia adalah kelainan pada tulang yang menyebabkan tulang lunak sehingga mudah patah. Sementara itu, osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan. Tulang menjadi keropos dan rentan mengalami patah tulang. 

Penyebab dari osteomalasia dan osteoporosis ini pun sangat berbeda meski salah satu penyebabnya berkaitan dengan kurangnya vitamin D. Osteoporosis terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur kandungan mineral dalam tulang dan disertai rusaknya bagian dalam tulang. Penyebab utamanya adalah faktor hormonal dan bertambahnya usia

Sementara osteomalasia adalah kelainan tulang yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D, fosfat, dan kalsium. Ketiga komponen tersebut merupakan zat utama yang mendukung kesehatan tulang, sehingga tulang akan terbentuk dengan kuat. Jika dalam tubuh ketiga zat tersebut kurang, besar kemungkinan akan terkena osteomalasia karena nutrisi yang tidak seimbang.

Ada beberapa perbedaan antara osteoporosis dan osteomalasia dari beberapa aspek.

  1. Diagnosis

Diagnosis osteoporosis dapat ditegakkan dengan menggunakan pemeriksaan bone mineral density (BMD) untuk melihat kepadatan tulang. Pada osteomalasia, pemeriksaan darah untuk melihat kadar vitamin D, kalsium, dan fosfat wajib dilakukan. Selain itu, dapat pula dilakukan pemeriksaan rontgen untuk kedua penyakit di atas, mengingat ada komplikasi berupa retak atau patah tulang.

  1. Gejala

Osteoporosis termasuk dalam kategori “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang menandakan adanya penurunan kepadatan tulang, kecuali terdeteksi saat tes kepadatan tulang. Sering kali, osteoporosis ketahuan setelah pasien mengalami jatuh dan patah tulang. Osteomalasia sendiri gejalanya bisa diketahui dengan jelas karena adanya perubahan bentuk tulang, misalnya pada tulang punggung, lengan, dan tungkai bawah. Penderita juga bisa mengalami kaki yang melengkung ke dalam menyerupai huruf “O”, dada busung, serta lutut menyerupai huruf “X”.

Pada orang dewasa kelemahan tulang membuat tulang menjadi lunak dan menjadi pendek, sehingga penderita akan berkurang tinggi badannya. Tulang tengkorak yang memendek dapat mengubah bentuk tulang toraks (bagian antara kepala dan perut). Hal ini membuat pasien terlihat seperti bungkuk. Gejala lain yang dapat menyertai termasuk penurunan berat badan, kelemahan otot, nyeri tulang, serta kesulitan menelan.

  1. Pengobatan

Prinsip pengobatan osteoporosis adalah meningkatkan kepadatan tulang dan menghindari risiko jatuh. Pengobatan dapat disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, tingkat keparahan, atau kondisi medis lainnya. Penderita osteoporosis perlu diberikan asupan kalsium dan vitamin D. Selain itu dapat pula diberikan bisphosphonate, strontium ranelate, serta obat-obatan yang bersifat hormonal. Pada pengobatan pasien dengan osteomalasia, pilihan pengobatan harus didiskusikan dengan dokter. Namun berdasarkan penyebabnya, pengobatan osteomalasia bisa diupayakan dengan cara mengatasi kekurangan vitamin D dan kekurangan fosfat.

Meski antara osteoporosis dan osteomalasia sebenarnya berbeda, pencegahan dari kedua penyakit ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen yang dapat menunjang kebutuhan vitamin D untuk tubuh. Jika Anda tidak dapat mencukupi asupan vitamin dan mineral lewat makanan, suplemen bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, penggunaan suplemen harus di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, konsumsi suplemen dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu dan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping.

Selain makanan dan suplemen, sumber vitamin D juga bisa Anda dapatkan lewat sinar matahari. Jadi, cobalah untuk berjemur di pagi hari selama kurang lebih 10 menit setiap hari. Namun, pastikan jika kulit Anda langsung terkena paparan sinar matahari. Ketika akan berjemur, hindari menggunakan krim tabir surya karena ini akan mengganggu proses penyerapan sinar matahari di kulit.

Resiko Penurunan Kesadaran pada Kondisi Status Epileptikus

Resiko Penurunan Kesadaran pada Kondisi Status Epileptikus

  • Februari 3, 2021

Epilepsi merupakan suatu keadaan yang memengaruhi otak dan menyebabkan penderita mengalami kejang secara berulang-ulang. Kejang yang muncul merupakan lonjakan listrik yang muncul dan terjadi secara mendadak di otak. Status epileptikus sendiri merupakan bentuk serangan dari penyakit epilepsi yang fatal dan cukup sering muncul pada penderitanya. Keadaan kejang yang berlangsung lama dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran.

Kondisi kejang tersebut tergolong gawat dan perlu penanganan medis darurat karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan berakibat fatal. Selain itu, kasus status epileptikus juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas atau pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Status epileptikus pada epilepsi biasanya terjadi karena perubahan dosis atau jenis obat antikejang yang dikonsumsi.

Status epileptikus ditandai dengan kondisi kejang-kejang yang berlangsung selama lebih dari 30 menit atau terjadi dua kali atau lebih dengan penderita yang tidak mendapatkan kesadarannya secara menyeluruh. 

Kejang bisa terjadi dalam bentuk yang beragam. Terdapat gejala kejang yang umum dan ada juga yang tidak umum, tergantung pada bagian otak mana yang mengalami kelainan. Gejala yang muncul dapat dibagi menjadi dua tipe melalui pemantauan gelombang listrik otak dengan EEG, yaitu tipe konvulsif dan non-konvulsif.

Tipe nonkonsulvif adalah kelainan sensasi pada satu sisi tubuh (parestesia), daya lihat mengalami perubahan, adanya halusinasi warna, terdapat halusinasi pada indera pengecap dan penciuman, serta rasa tidak nyaman pada bagian perut yang tidak dapat dijelaskan. 

Sedangkan, pada tipe konsulvif, status epileptikus muncul dengan beragam, seperti penurunan kesadaran, kakunya otot di sebagian atau seluruh tubuh, kejang otot di sebagian atau seluruh tubuh, rahang kaku, pipi atau lidah tergigit, napas berhenti mendadak, dan kulit berwarna kebiruan.

Penanganan awal status epileptikus meliputi tindakan meletakkan pasien pada posisi yang aman untuk menghindarkan cedera, membantu respirasi termasuk memberikan oksigen, mempertahankan tekanan darah, dan koreksi jika terjadi hipoglikemia. Jika dicurigai adanya penyalahgunaan alkohol maka pertimbangkan pemberian tiamin secara parenteral, berikan piridoksin bila status epileptikus disebabkan oleh defisiensi piridoksin. 

Untuk menangani kejang yang terjadi akibat status epileptikus, ada beberapa hal penting yang harus Anda lakukan, di antaranya: 

  • Mengamankan jalan napas dan memperhatikan fungsi pernapasan dan jantung.  Apabila saat kejang-kejang disertai dengan penurunan kesadaran dan kesulitan bernapas, maka tindakan intubasi harus segera dilakukan, yaitu dengan memasang alat bantu napas agar fungsi pernapasan penderita dapat kembali bekerja serta memberikan oksigen yang optimal. 
  • Melepaskan benda tajam yang ada disekitar penderita guna menghindari cedera.
  • Tidak menahan atau memasukkan apapun ke dalam mulut orang yang sedang kejang-kejang, karena dapat menimbulkan luka. 
  • Apabila kejang-kejang terjadi lebih dari 5 menit, maka segera hubungi ambulans agar segera mendapat penanganan yang tepat. 
  • Apabila kejang berlangsung lama, jangan tinggalkan penderita sendirian, karena ia akan merasa bingung. 
  • Apabila memiliki kejang aktif, penderita lebih baik menghindari potensi bahaya dari tempat tinggi atau mesin bergerak, di rumah, sekolah, atau tempat bekerja . 

Kejang dan status epileptikus dapat terjadi akibat berbagai macam hal. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap. Penderita akan menjalani pemeriksaan fisik dan proses evaluasi tipe kejang apabila gejala kejang muncul saat melakukan pemeriksaan. 

Apabila penyebab kejang atau epilepsi telah diketahui, maka dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Biasanya, penderita epilepsi diberikan obat anti-epilepsi dan hampir 70% penderita dapat mengontrol kejang dengan obat ini. 

Pasien yang mengalami penurunan kesadaran akibat epilepsi harus menghindari kondisi yang dapat memicu timbulnya kejang. Jika pasien sedang mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit tertentu, kemudian mengalami penurunan kesadaran, pasien akan dianjurkan untuk mengganti obat yang dikonsumsi.

Kenali Gejala dan Penyebab Lumpuh Otak

  • Januari 21, 2021

Lumpuh otak (cerebal palsy) merupakan kondisi yang menghambat gerakan dan koordinasi seseorang seumur hidup. Meski demikian, pengaruh lumpuh otak terhadap kemampuan fungsional bervariasi tergantung tingkat keparahan. Semua orang mungkin mengalami lumpuh otak. Akan tetapi, terdapat faktor risiko lumpuh otak yang berhubungan dengan masa persalinan yaitu kelahiran prematur, kelahiran kembar, komplikasi saat melahirkan, hiperbilirubinemia, serta adanya infeksi selama hamil. Selain itu, bayi tabung, adanya genetika, dan berat badan lahir rendah juga menjadi faktor risiko terjadinya lumpuh otak. Lalu, apa saja gejala dan penyebab lumpuh otak? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Gejala lumpuh otak

Terdapat beberapa gejala lumpuh otak yang mungkin muncul yaitu:

  • Otot kaku dan refleks berlebihan 
  • Kesulitan berjalan seperti berjalan pada ujung kaki 
  • Kekuatan otot dapat  terlalu kaku atau terlalu lemah
  • Keterlambatan dalam pencapaian tonggak perkembangan
  • Gerakan gelisah, tersentak-sentak, ceroboh akibat kurang koordinasi
  • Hanya memakai satu sisi tubuh
  • Berbagai kesulitan lain seperti bicara, makan, belajar, mengontrol buang air, dan tidur
  • Gangguan pada penglihatan, pendengaran, kejang, GERD, dan skoliosis

Penyebab lumpuh otak

Lumpuh otak karena perkembangan otak bayi tidak dapat terjadi secara normal saat di dalam rahi,. Selain itu, lumpuh otak juga mungkin terjadi apabila otak bayi rusak selama proses kelahiran atau setelah selesai proses tersebut. Berikut ini kan dijelaskan penyebab lumpuh otak secara lebih spesifik. 

  • Infeksi selama kehamilan seperti herpes simpleks dan campak jerman
  • Cedera kepala serius sehingga terjadi perdarahan intrakranial
  • Saat proses kelahiran yang sulit atau asfiksia neonatorum, otak bayi tidak mendapat cukup oksigen
  • Pendarahan pada otak bayi 
  • Penurunan suplai darah dan oksigen ke otak sehingga terjadi stroke
  • Infeksi pada otak seperti ensefalitis dan meningitis
  • Mutasi genetik yang menyebabkan perkembangan otak abnormal

Diagnosis lumpuh otak 

Penyebab berbagai gejala yang telah disebutkan di atas tidak hanya lumpuh otak saja. Beberapa kondisi lain memiliki gejala yang mirip. Oleh karena itu, serangkaian pemeriksaan perlu dijalani pasien agar dokter dapat menentukan diagnosis seperti berikut ini. 

  • Mengecek riwayat dan perkembangan medis pasien 
  • Memeriksa gejala lumpuh otak yang mungkin dialami
  • Menanyakan apakah terdapat masalah selama kehamilan, saat melahirkan, serta setelah bayi lahir
  • Pemeriksaan lainnya termasuk USG, MRI, dan CT scan
  • EEG dan EMG
  • Tes darah

Cara mengobati lumpuh otak 

Sayangnya, hingga saat ini lumpuh otak belum dapat disembuhkan. Meski demikian, pasien lumpuh otak tetap bisa menjalani kehidupan yang normal dan mandiri.

  1. Fisioterapi

Fisioterapi diterapkan pada pasien dengan tujuan dapat membantu mempertahankan kemampuan fisik. Selain itu, fisioterapi juga berguna untuk memperbaiki gangguan gerakan yang dialami pasien. 

  1. Terapi wicara dan terapi okupas 

Untuk mengatasi kesulitan berbicara, berkomunikasi, dan menelan maka dapat menggunakan terapi wicara. Selain itu, terapi okupasi juga diperlukan untuk membantu mengidentifikasi berbagai masalah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari dan mencari solusi bersama. 

  1. Pemberian obat

Pemberian obat juga mungkin dilakukan oleh dokter untuk membantu meringankan gejala yang muncul. 

  1. Operasi 

Selain terapi dan pemberian obat, operasi juga bisa menjadi pilihan. Operasi dapat membantu mengobati gangguan pertumbuhan atau gangguan gerakan yang dialami.

Terdapat risiko terjadinya komplikasi akibat lumpuh otak yang dialami. Berbagai komplikasi tersebut meliputi skoliosis, osteoartritis, gangguan perkembangan, depresi, malnutrisi, gangguan paru,  dan gangguan jantung. Agar komplikasi tidak terjadi, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika terdapat berbagai tanda terjadinya lumpuh otak. Dengan begitu penanganan dapat dilakukan segera. Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai lumpuh otak, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play. 

katarak kortikal

Katarak Kortikal, Ini Penjelasan dan Cara Penanganannya!

  • Januari 20, 2021

Katarak kortikal adalah salah satu dari jenis katarak. Katarak sendiri adalah kondisi mata yang sangat umum terjadi pada orang dewasa paruh baya atau lebih tua. Namun, faktanya banyak orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun menderita katarak.

Lalu, kondisi seperti apakah katarak kortikal dan bagaimana cara penanganannya? Yuk, simak penjelasannya lengkapnya di artikel berikut.

Katarak kortikal

Katarak kortikal adalah jenis katarak yang mempengaruhi tepi lensa. Katarak jenis ini dimulai dengan keputihan, kekeruhan berbentuk baji atau goresan di tepi luar korteks lensa. Saat bergerak perlahan, guratan meluas ke tengah dan mengganggu cahaya yang melewati bagian tengah lensa.

Jika Anda menderita diabetes, maka kemungkinan Anda terkena katarak kortikal lebih besar daripada yang tidak. Gejala katarak ini mencakup penglihatan kabur, kesulitan dengan cahaya atau silau, dan perubahan persepsi kontras dan kedalaman.

Apa gejala katarak kortikal yang paling umum?

Masing-masing dari ketiga jenis katarak memiliki gejala tersendiri, jadi jangan tertipu dengan berpikir apa yang Anda alami bukanlah katarak karena tidak memenuhi gejala yang telah Anda baca untuk jenis katarak lainnya.

Gejala khas yang menyertai katarak kortikal meliputi:

  • Meningkatnya kesulitan mengemudi di malam hari
  • Garis kabur yang mempengaruhi penglihatan
  • Penglihatan kabur
  • Kehilangan penglihatan (atau peningkatan kehilangan penglihatan)
  • Penglihatan yang hanya terjadi di salah satu mata Anda (secara teknis dikenal sebagai diplopia monokuler)
  • Silau dari matahari atau dari pencahayaan buatan

Seseorang dengan katarak kortikal mungkin akan mengalami satu, segelintir atau semua gejala yang disebutkan tadi. Setiap kali Anda mengalami perubahan dalam penglihatan Anda, penting untuk memeriksakan mata Anda untuk menentukan penyebab dan rencana perawatan yang tepat.

Peratawan dan penanganan katarak kortikal

Katarak kortikal biasanya diobati baik melalui penggunaan kacamata resep atau melalui operasi.

  • Kacamata biifokal resep biasanya merupakan langkah pertama untuk membantu meningkatkan penglihatan penderita katarak. Jika Anda memiliki kacamata, resep Anda mungkin akan diperbaharui ke resep yang lebih baru dalam upaya membantu Anda dapat melihat lebih jelas. katarak yang tidak diobati, akan terus tumbuh dan berubah, jadi membeli kacamata baru biasanya merupakan solusi jangka pendek.
  • Operasi katrak,  yang dilakukan oleh ahli bedah mata, adalah langkah selanjutnya ketika kacamata resep tidak lagi berguna, dan katarak Anda mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Operasi dapat menghilangkan lensa keruh, meninggalkan lensa buatan di tempatnya. Operasi katarak adalah hal biasa dan normal dialami.

Konsultasi dengan dokter mata berpengalaman dan berpengatahuan luas akan membantu menentukan apakah Anda menedrita katarak dan jika perlu memandu Anda untuk melalui pilihan perawatan katarak kortikal.

Perilaku yang dapat diubah untuk mengurangi risiko katarak Anda

  • Radiasi ultraviolet dari matahari
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kegemukan
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang signifikan

Risiko terkait dengan penggunaan obat

  • Penggunaan obat kortikosterois dalam waktu lama
  • Obat statin digunakan untuk menurunkan kolesterol
  • Cedera atau peradangan mata sebelumnya
  • Operasi mata sebelumnya
  • Terapi penggantian hormon

Risiko yang tidak dapat diubah

  • Sejarah keluarga
  • Cedera atau peradangan mata sebelumnya
  • Operasi mata sebelumnya
  • Myopia tinggi (rabun jauh)

Jadi, penanganan untuk katarak kortikal ada dua pilihan, menggunakan kacamata dengan resep dokter atau melakukan operasi katarak. Untuk menenetukan perawatan mana yang akan Anda lakukan, ada baiknya untuk terus berkonsultasi dengan dokter mata Anda untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik guna mendapatkan penglihatan yang normal kembali.

Untuk Para Wanita, Waspada Gejala Kanker Vagina Ini

Untuk Para Wanita, Waspada Gejala Kanker Vagina Ini

  • Januari 20, 2021

Sesuai namanya, kanker vagina merupakan jenis kanker yang menyerang salah satu organ pada wanita, yaitu vagina. Kanker pada area vagina bisa juga disebabkan oleh kanker lainnya yang terjadi pada alat reproduksi wanita, seperti kanker serviks.

Jenis kanker ini tergolong sebagai jenis kanker yang cukup langka. Pada stadium awal, jenis kanker ini tidak menunjukkan adanya gejala signifikan. Hal ini membuat kanker jenis ini lebih sulit untuk dideteksi. 

Mewaspadai gejala kanker vagina

Dengan mengetahui apa saja gejala dari kanker vagina, Anda bisa mewaspadai tanda-tanda kanker ini. Gejala pada setiap pasien bisa saja berbeda-beda. 

Beberapa gejalanya juga serupa dengan kondisi lainnya yang menyerang vagina. Ini menjadi salah satu faktor sulitnya mendeteksi kanker jenis ini.

Berikut ini beberapa gejala kanker vagina yang perlu Anda waspadai: 

  • Massa vagina

Gejala ini ditandai dengan munculnya benjolan yang dapat Anda rasakan pada area vagina. Akan tetapi, benjolan massa pada area vagina tidak selalu menandakan kanker. Bisa saja, ada kondisi lain yang menyebabkan hal ini. 

  • Keputihan

Keputihan sebenarnya umum terjadi pada semua wanita di seluruh dunia. Akan tetapi, wujud keputihan yang tidak normal bisa menjadi pertanda kanker jenis ini.

Misalnya, apabila keputihan tampak lebih berair dari biasanya, serta bercampur dengan darah atau berbau, bisa jadi Anda menderita gejala kanker. 

  • Pendarahan abnormal

Saat Anda menderita kanker jenis ini, Anda juga akan mengalami pendarahan vagina yang tidak normal. Pendarahan ini bisa terjadi setelah melakukan hubungan seksual atau pada wanita yang sudah menopause. Gejala ini adalah gejala kanker vagina yang paling umum.

  • Perubahan urin

Gejala lainnya pada kanker jenis ini adalah perubahan wujud urin. Urin Anda mungkin berwarna kemerahan karena bercampur dengan darah. Selain itu, Anda juga bisa merasakan nyeri luar biasa ketika buang air kecil. 

  • Nyeri panggul

Nyeri ini dirasakan ketika sel kanker semakin bertumbuh dan mulai menyebar ke area-area lainnya. Nyeri yang Anda rasakan berupa tekanan pada area perut di bawah pusar.

Rasa nyeri ini bisa terjadi terus menerus maupun datang dan pergi secara berkala. Banyak penderita mengaku rasa nyeri ini disertai dengan sensasi menusuk yang tajam. 

Mengapa seseorang bisa mengalami kanker vagina?

Sebenarnya, sama seperti kebanyakan jenis kanker, jenis kanker yang satu ini juga tidak diketahui dengan pasti penyebabnya. Para ahli masih melakukan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab dari kanker ini.

Akan tetapi, ada juga beberapa hal lain yang dipercaya bisa menyebabkan kanker, yaitu: 

  • Kanker serviks

Saat Anda menderita kanker pada organ reproduksi, seperti kanker serviks, maka sel kanker tersebut bisa menyebar dan menimbulkan kanker vagina. Hal ini juga bisa dipicu oleh perkembangan virus tertentu. 

  • Human Papilloma Virus (HPV)

Penyakit ini merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui aktivitas seksual. HPV menjadi salah satu penyakit menular seksual yang patut diwaspadai. Berdasarkan penelitian, HPV menjadi penyebab paling umum kanker vagina. 

  • In-utero exposure to diethylstilbestrol (DES)

DES adalah obat yang diberikan kepada wanita hamil untuk mencegah keguguran. Akan tetapi, saat ini penggunaan obat ini sudah jarang dilakukan. Karena, kanker vagina menjadi efek samping utama dari DES. 

Saat merasakan adanya gejala kanker vagina, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter bisa membantu mencari tahu apa penyebabnya dan menentukan upaya pengobatan yang paling efektif.

Bahan Alami yang Dipercaya Ringankan Gejala Penyakit Alopecia

  • Januari 12, 2021

Banyak orang memaknai rambut sebagai penunjang penampilan yang penting. Kelompok orang ini tentu akan menjaga sedemikian rupa kondisi rambut mereka agar tetap memukau. Mungkin kerontokan rambut menjadi momok yang amat menakutkan, apalagi jika penyebabnya datang dari dalam tubuh seperti penyakit alopecia.

Penyakit alopecia, atau dalam dunia medis disebut alopecia areata, merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan autoimun seseorang. Penyakit ini membuat rambut penderitanya rontok “dari dalam”, berbeda sama sekali dengan faktor-faktor eksternal kerontokan rambut seperti penggunaan shampo yang tidak tepat, misalnya.

Penyakit alopecia bisa membuat rambut rontok di beberapa bagian atau malah seluruhnya. Umumnya, alopecia areata ini menyerang folikel rambut yang ada di kepala. Namun, ada laporan bahwa rusaknya sistem imunitas tubuh ini juga mempengaruhi bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut, termasuk alis, kumis, jenggot, hingga bulu mata.

Siapa saja, tak peduli gender ataupun usia, bisa menderita penyakit alopecia. Penyebabnya ditengarai karena salinan gen dari orang tua, meski beberapa kondisi autoimun lain, utamanya vitiligo atau tiroid, bisa memicu timbulnya kondisi ini. Penyakit alopecia memang tidak berisiko menimbulkan penyakit serius lain, tetapi bagi mereka yang amat peduli dengan penampilan, penyakit alopecia mungkin bisa jadi masalah besar.

Sebenarnya, kerontokan rambut akibat penyakit alopecia dapat diatasi dengan beberapa prosedur medis. Tenaga kesehatan kerap menggunakan steroid, baik itu melalui suntikan atau olesan krim, untuk mengatasi kerontokan rambut yang terjadi. Minoxidil pun merupakan obat umum yang sudah populer digunakan untuk mengobati penyakit ini.

Imunoterapi juga mulai sering digunakan dalam rangka mengatasi masalah yang ditimbulkan penyakit alopecia. Akan tetapi, bagi Anda yang mungkin ragu dan khawatir akan kemungkinan efek samping pengobatan medis tersebut, bisa melirik langkah atau cara-cara alternatif dengan memanfaatkan berbagai bahan alami, seperti:

  • Minyak rosemary

Minyak rosemary dipercaya khasiatnya untuk perawatan rambut. Pasalnya, minyak ini bisa mempercepat pertumbuhan serta melebatkan ketebalan rambut. Minyak rosemary bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme sel untuk mempercepat pertumbuhan rambut.

Penelitian dari International Academy of Cosmetic Dermatology menunjukkan bahwa mengoleskan minyak rosemary secara rutin pada area kepala yang mengalami penyakit alopecia, bisa memberikan hasil yang sama efektifnya seperti pemberian minoxidil. Minoxidil merupakan salah satu pengobatan konvensional untuk alopecia areata.

  • Bahan makanan sumber seng

Berdasarkan satu penelitian yang dimuat di Journal of Dermatology, orang yang memiliki masalah rambut rontok, termasuk para penderita penyakit alopecia, terbukti kekurangan kadar seng di dalam tubuhnya. Oleh karenanya, dengan mengembalikan jumlah senyawa itu, mungkin seseorang bisa mengatasi masalah yang dideritanya.

Untuk memenuhi kecukupan seng, seseorang bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan seng yang tinggi. Misalnya bayam, daging ayam, kerang, lobster, kepiting, jamur, dan lain sebagainya.

  • Ginseng

Ginseng merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup populer berkat kandungan senyawa farmakologisnya. Ginseng bekerja dengan baik untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Maka itu, rempah ini dipercaya untuk meningkatkan pertumbuhan rambut pada orang yang memiliki penyakit alopecia.

  • Minyak lavender

Cara alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati rambut rontok, yaitu dengan penggunaan minyak lavender. Ada berbagai manfaat baik yang ditawarkan oleh minyak lavender, termasuk untuk meningkatkan pertumbuhan setiap helai rambut. Sebab, ia berperan sebagai antioksidan kuat guna mengurangi peradangan.

Selain dengan bahan-bahan alami di atas, seseorang bisa juga melakukan berbagai upaya yang berkaitan dengan mental atau psikologisnya. Terapi hipnosis, misalnya. Sebuah eksperimen pernah dilakukan untuk mengetahui hubungan pengendalian stres, depresi, dan kecemasan dengan pertumbuhan kembali rambut pasca-mengalami penyakit alopecia.

Hasilnya, 12 dari 21 peserta mengalami pertumbuhan rambut yang cepat setelah menjalani hipnosis. Temuan tersebut juga diperkuat oleh satu penelitian yang diterbitkan di Journal of Dermatology bahwa stres memainkan peran penting yang bisa memicu kerontokan rambut para hingga akhirnya menyebabkan penyakit alopecia.