Obat Ginjal Saat Anda Menderita Infeksi Ginjal

  • Agustus 3, 2020
Air putih merupakan salah satu obat ginjal alami untuk menjaganya tetap sehat

Infeksi ginjal merupakan sebuah penyakit yang tidak nyaman dan menyakitkan yang umumnya disebabkan oleh sistitis, sebuah infeksi yang umum dijumpai di usus. Kebanyakan orang yang menderita sistitis tidak akan menderita infeksi ginjal. Namun, terkadang, bakteri dapat menyebar dari usus menuju satu atau kedua ginjal. Apabila dirawat dengan segera, infeksi ginjal tidak akan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Namun, apabila dibiarkan saja dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai, infeksi dapat berubah menjadi bertambah parah dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Artikel ini akan membahas obat ginjal saat Anda menderita infeksi ginjal. 

Antibiotik merupakan obat ginjal pertama yang diberikan ketika seseorang menderita infeksi ginjal. Apabila infeksi ginjal tersebut tidak parah, dokter akan memberikan antibiotik oral yang perlu diminum satu hingga dua kali setiap hari selama 10 hingga 14 hari. Anda harus terus meminum antibiotik tersebut sesuai dengan yang diresepkan, bahkan ketika Anda sudah merasa lebih baik setelah beberapa hari. Dokter juga akan menyarankan untuk minum banyak air. Sementara itu, infeksi ginjal yang parah membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Anda akan diberi cairan dan antibiotik melalui IV, keduanya dapat membantu merawat infeksi. 

Perawatan tambahan yang dapat dilakukan di rumah

Mengingat infeksi ginjal merupakan sebuah kondisi yang serius, sangat penting bagi Anda untuk mengikuti rekomendasi perawatan yang telah diresepkan oleh dokter. Anda juga bisa menggunakan “home remedies” berikut ini untuk menghindari infeksi saluran kemih dan meningkatkan fungsi ginjal. 

  • Minum banyak air

Dengan minum banyak air dapat membantu membersihkan bakteri dari dalam tubuh dan mengatasi infeksi dengan lebih cepat. Minum banyak air juga dapat membersihkan seluruh sistem saluran kemih. Minum air juga dapat mencegah infeksi saluran kemih yang dapat menyebabkan infeksi ginjal. Minumlah sedikitnya 8 gelas air putih setiap harinya. 

  • Minum jus cranberry

Jus cranberry telah lama digunakan sebagai obat untuk infeksi saluran kemih dan infeksi usus. Bahkan menurut beberapa penelitian, jus cranberry dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih pada beberapa orang. Banyak orang juga lebih menyukai rasa manis jus cranberry dibandingkan dengan air putih biasa. Namun, hindari meminum jus cranberry yang mengandung pemanis tambahan. 

  • Menghindari alkohol dan kopi

Peran paling penting ginjal adalah untuk menyaring zat-zat dan racun berbahaya. Baik alkohol dan kafein dapat membuat ginjal untuk bekerja dengan lebih keras. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan infeksi. Alkohol dan antibiotik juga tidak boleh dicampur. Untuk itu, hindari minum alkohol saat proses perawatan infeksi ginjal masih berlangsung. 

  • Minum probiotik

Probiotik memiliki manfaat besar dalam merawat infeksi ginjal. Ini dikarenakan probiotik dapat menjaga bakteri sehat di dalam tubuh, meskipun antibiotik akan membunuh bakteri jahat dan baik. Probiotik juga dapat membantu ginjal dalam memproses zat-zat pembuangan. Semakin baik ginjal berfungsi, semakin efektif pula perawatan yang Anda lakukan. 

  • Konsumsi vitamin C

Vitamin C merupakan sebuah antioksidan yang kuat yang dapat membantu melindungi jaringan tubuh dari stres oksidatif, yang secara otomatis dapat membantu meningkatkan kesehatan ginjal. Vitamin C juga dapat mencegah luka pada ginjal saat infeksi ginjal akut terjadi, serta meningkatkan enzim di dalam ginjal. 

Infeksi ginjal merupakan sebuah kondisi serius yang membutuhkan perawatan cepat dari tenaga medis profesional. Obat ginjal untuk infeksi ini biasanya berupa antibiotik. Pengobatan rumahan dapat dilakukan sebagai perawatan sampingan atau tambahan untuk membantu mengatasi gejala infeksi ginjal, namun konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan alternatif apapun. 

Ini Hal Yang Sebabkan Tulang Belikat Sakit

  • Juli 20, 2020

Tulang belikat sakit merupakan sebuah kondisi yang lazim dijumpai. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari keseleo biasa hingga kondisi kesehatan serius seperti serangan jantung atau gangguan hati. Menentukan penyebab tulang belikat sakit cukup sulit untuk dilakukan. Orang-orang perlu mengetahui kemungkinan penyebab dari kondisi tersebut dan tindakan pencegahan atau kewaspadaan apa yang perlu dilakukan. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan tulang belikat sakit.

Ada banyak penyebab tulang belikat sakit. Dalam kasus-kasus tertentu, seseorang akan tahu dengan sendirinya apa yang menjadi penyebab rasa sakit tersebut, misalnya apabila ia terjatuh, kecelakaan, atau dipukul dengan benda tumpul; tidur dalam posisi yang aneh dan tidak nyaman; serta ketegangan akibat mengangkat benda-benda yang berat. Namun tidak jarang penyebab dari tulang belikat sakit ini sulit untuk ditentukan. Beberapa kondisi kesehatan seperti penyakit paru-paru, kanker paru-paru, serangan jantung (khususnya pada wanita), masalah punggung, cakram punggung yang tergelencir, penyakit kantong empedu, gangguan hati, dan tukak lambung. Beberapa kondisi tersebut biasanya akan memengaruhi satu sisi bahu. Contohnya serangan jatnung akan menyebabkan rasa sakit pada tulang belikat kiri. Begitu pula dengan penyakit kantong empedu, yang akan menyebabkan tulang belikat sakit pada bagian kanan.

  • Gangguan tulang dan persendian

Ada beberapa gangguan tulang atau persendian yang dapat menyebabkan tulang belikat sakit. Salah satu yang paling umum dijumpai adalah patah tulang atau retak akibat terjatuh, kecelakaan, atau cidera serupa pada tulang belikat. Saat seseorang bertambah tua, kondisi degeneratif juga dapat menyebabkan tulang belikat sakit, seperti penyakit arthritis, osteoporosis, spinal stenosis, scoliosis, fibromyalgia, dan bahu beku.

Salah satu jenis arthritis yang disebut ankylosing spondylitis umum dijumpai pada mereka yang berusia 20 hingga 40 tahun. Ini merupakan salah satu bentuk arthritis yang khususnya menyerang tulang belakang, namun dapat menyebabkan rasa sakit dan peradangan di daerah sekitarnya. Kanker jenis tertentu dapat menyebabkan sakit pada bahu dan tulang belikat. Kanker yang paling umum menyebabkan tulang belikat sakit adalah kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker usus.

  • Penyebab-penyebab musculoskeletal

Sangat lazim ditemui untuk seseorang mengalami gangguan musculoskeletal yang dapat menyebabkan tulang belikat sakit. Ketegangan, penggunaan berlebih, tidur dalam posisi yang tidak tepat, dan gangguan rotator cuff dapat masuk ke dalam kategori ini. Masalah-masalah ini umumnya berhubungan dengan rasa sakit pada grup otot yang ada di sekitar bahu, termasuk beberapa otot lengan.

  • Gangguan masalah jantung

Salah satu hal yang lebih serius yang menjadi penyebab tulang belikat sakit adalah gangguan kesehatan jantung. Tenaga medis profesional menyatakan bahwa rasa sakit yang berada di sekitar bahu kiri merupakan tanda-tanda adanya serangan jantung, terutama pada wanita. Para wanita yang merasakan adanya rasa sakit pada tulang belikat yang tidak dapat dijelaskan sebagai gangguan musculoskeletal perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Beberapa kondisi kesehatan jantung lain yang dapat menyebabkan tulang belikat sakit adalah adanya sobekan pada aorta dan peradangan pada lapisan jantung.

Dalam kasus-kasus tulang belikat sakit yang ringan, penderita biasanya akan sembuh dengan total dengan sedikit atau tanpa perlu adanya bantuan medis tertentu. Dalam kasus ini, umumnya hanya akan membutuhkan waktu sekitar beberapa minggu hingga ia bebas dari gejala tulang belikat sakit. Sangat penting untuk tahu penyebab tulang belikat sakit sehingga dokter dapat merencanakan pilihan perawatan yang efektif untuk mengatasi kondisi kesehatan Anda.

Kista Pilonidal

  • Juli 15, 2020
Kista pilonidal terbentuk di area dekat tulang ekor.

Kista pilonidal merupakan kondisi yang meliputi kista (kantung) yang diisi dengan sel kulit dan rambut yang terletak di bagian bokong atau dekat bagian tulang ekor. Seseorang yang memiliki kondisi seperti ini bisa mengalami infeksi dan menimbulkan abses (bisul) yang parah.

Faktor Risiko

Kista pilonidal bisa terjadi pada siapa saja. Namun, pada pria, khususnya yang berada di usia muda, lebih berpotensi mengalami gangguan seperti ini. Tidak hanya itu, seseorang yang cenderung duduk terlalu lama seperti pengemudi truk atau bis bisa berpotensi mengalami hal yang sama pada tubuh mereka.

Gejala

Seseorang yang mengalami kista pilonidal bisa menimbulkan gejala sebagai berikut pada tubuh:

  • Nyeri.
  • Bengkak.
  • Kulit memerah.
  • Nanah yang mengering atau darah dari kulit terbuka.
  • Bau busuk yang berasal dari nanah.

Penyebab

Penyebab kista pilonidal tidak dapat diketahui. Namun, hal tersebut bisa terjadi karena adanya kombinasi dari perubahan hormon dimana kondisi tersebut terjadi setelah seseorang mengalami pubertas. Tidak hanya itu, pertumbuhan rambut dan duduk dalam waktu yang lama bisa membuat rambut tumbuh di bagian bokong manusia.

Pertumbuhan rambut di bagian bokong menyebabkan adanya respons radang dari tubuh. Respons tersebut kemudian membentuk kista di sekitar rambut. Jumlah kista tidak dapat ditentukan secara tepat, namun seseorang bisa mendapatkan beberapa kista yang dapat digabungkan melalui saluran di bagian bawah kulit.

Jika kista pilonidal terjadi akibat infeksi dan tidak ditangani dengan benar, maka hal tersebut bisa mengarah pada kanker kulit.

Diagnosis

Jika Anda mengalami kista pilonidal, Anda perlu segera obati kondisi tersebut. Anda dapat mengunjungi dokter dan dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis terhadap kondisi tersebut. Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi yang Anda alami.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada tubuh Anda yang terkena kista pilonidal. Untuk melakukan diagnosis, dokter dapat melakukan tes darah jika Anda mengalami infeksi yang parah. Tes pencitraan juga dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi yang dialami pasien.

Pengobatan

Kista pilonidal dapat diobati dengan operasi. Dokter akan membuat sayatan kecil pada kista dan mengeringkan atau mengeluarkan isi tersebut dari tubuh. Dokter akan membiarkan luka terbuka dan menutup ruangnya dengan kasa.

Prosedur operasi lain yang dapat dilakukan adalah membuat sayatan untuk mengeringkan kista dan menghilangkan nanah dan rambut yang ada pada bagian tersebut. Setelah itu, dokter akan menjahit bagian tersebut dan membuat kantung.

Pencegahan

Jika ingin mencegah kista pilonidal, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan:

  • Memastikan bagian bokong bersih.
  • Menurunkan berat badan bila perlu.
  • Jangan duduk terlalu lama.
  • Mandi dengan air hangat untuk mengurangi risiko kista pilonidal.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengkonsumsi vitamin C.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami kista pilonidal, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Sebelum Anda melakukannya, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kepada Anda mengenai kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala kista pilonidal terjadi?
  • Apakah gejala yang Anda alami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda cenderung duduk dalam waktu yang lama?

Kesimpulan

Kista pilonidal merupakan gangguan medis yang sebaiknya diwaspadai, karena kondisi seperti ini bisa menimbulkan risiko seperti kanker kulit. Oleh karena itu, jika ingin mengatasi kista pilonidal, Anda sebaiknya lakukan hal-hal yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter mengenai kista pilonidal.

Sel Natural Killer

  • Juni 22, 2020

Penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang dapat membahayakan tubuh. Meskipun demikian, setiap orang perlu menjaga pola hidup yang sehat untuk mengurangi risiko tersebut. Tidak hanya melalui pencegahan seperti mengkonsumsi makanan sehat, namun juga terdapat sel natural killer (NK) untuk membantu menjaga kesehatan tubuh manusia.

Apa Yang Dimaksud Dengan Sel Natural Killer?

Sel natural killer merupakan bagian dari sel darah putih yang mampu membunuh sel kanker atau sel lain yang dapat memicu risiko pada tubuh. Sel natural killer juga merupakan sel yang dapat menjaga kekebalan tubuh manusia secara alami. Sel natural killer diklaim sebagai cara yang lebih efektif dibandingkan dengan terapi imun lainnya.

Penelitian Tentang Sel Natural Killer

Penelitian mengenai sel natural killer telah dikembangkan dari tahun ke tahun. Penelitian tersebut bertujuan untuk memastikan adanya stimulus sehingga tubuh manusia memiliki kemampuan untuk bertahan. Meskipun demikian, perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan hal tersebut.

Lebih dari satu abad yang lalu, seorang ahli bedah onkologis dari New York bernama William Coley, telah menerapkan gagasan bahwa sistem kekebalan tubuh secara alami mampu melawan kanker. Konsep tersebut ditemukan setelah melihat perkembangan salah satu pasiennya yang mengalami infeksi kulit, hasilnya menunjukkan bahwa kondisinya dapat diatasi.

Dalam penelitiannya, Coley melakukan injeksi bakteri yang sudah dilemahkan untuk 1.000 pasien. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan stimulus demi bisa bertahan dari penyakit seperti kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi pasien membaik.

Sejak saat itu, Coley disebut sebagai “father of immunotherapy” karena sukses melakukan percobaan tersebut. Meskipun demikian, masih ada beberapa celah yang tidak bisa dijelaskan bagaimana metodenya bisa membunuh sel-sel kanker atau sel-sel yang berbahaya di dalam tubuh.

Sejak saat itu, para peneliti masih mencoba menemukan potensi sel natural killer. Hal tersebut merupakan bagian yang penting untuk menjaga kondisi tubuh manusia.

Kegunaan Sel Natural Killer

Sel natural killer merupakan bagian penting dari sistem imun manusia. Sel natural killer juga merupakan turunan limfosit dan bagian dari sel darah putih yang dapat digunakan untuk membunuh sel-sel mematikan di dalam tubuh manusia. Manusia memiliki jumlah sel natural killer sebesar 10 hingga 15% dari seluruh limfosit perifer darah.

Sel natural killer memiliki cara kerja dengan memberikan respons pada mikroba intraseluler dengan cara membunuh sel yang terinfeksi dan memproduksi sitokinin sehingga makrofag bisa aktif. Sel natural killer mengandung banyak granula sitoplasma, dan di bagian permukaannya terdapat penanda yang khas.

Artinya, sel natural killer adalah bagian penting dari tubuh manusia untuk mengatasi gangguan di dalam tubuh. Gangguan tersebut bisa berupa virus, bakteri, zat radikal bebas, serta sel kanker.

Jika terdapat sel-sel abnormal di dalam tubuh, maka sel natural killer akan mengelilingi dalam tubuh dan menyerangnya. Sel natural killer bekerja sama dengan sel darah putih lainnya. Sel natural killer bersifat patogen dan hanya menyerang sel abnormal.

Sel natural killer dihasilkan di bagian sumsum tulang belakang, kelenjar timus, tonsil, dan kelenjar limpa. Pasalnya, sel natural killer menyerang sel patogen sebelum sel tersebut menyerang sel-sel yang sehat sehingga dapat memicu terjadinya infeksi di dalam tubuh manusia.

Ketika berhadapan dengan sel kanker, sel natural killer akan menyerang sel-sel abnormal sebelum menduplikasi diri secara masif. Sel kanker akan melepaskan diri dari koloni dan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya. Karena kemampuannya, sel natural killer diklaim sebagai metode alami untuk mencegah kanker.

Apa Penyebab Nyeri Otot?

  • Juni 8, 2020

Nyeri otot atau mialgia adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Hampir setiap orang pernah mengalami ketidaknyamanan pada otot mereka di beberapa titik. Karena terdapat jaringan otot di hampir semua bagian tubuh Anda, jenis rasa sakit ini dapat dirasakan secara praktis di mana saja.  Namun, tidak ada penyebab tunggal untuk nyeri otot.

Nyeri otot paling sering terkait dengan ketegangan, penggunaan otot yang berlebihan, atau cedera otot akibat latihan atau kerja fisik yang berat. Rasa sakit yang dirasakan cenderung melibatkan otot-otot tertentu dan mulai selama atau setelah Anda beraktivitas.

Pada umumnya, orang yang mengalami nyeri otot dapat dengan mudah menunjukkan penyebabnya. Hal ini karena sebagian besar kasus mialgia disebabkan oleh terlalu banyak stres, ketegangan, atau aktivitas fisik. Beberapa penyebab umum nyeri otot termasuk:

  • Ketegangan otot di satu atau lebih area tubuh
  • Terlalu sering menggunakan otot selama aktivitas fisik
  • Melukai otot saat melakukan pekerjaan atau olahraga yang menuntut fisik
  • Melewatkan pemanasan dan pendinginan

Nyeri otot juga bisa menjadi tanda kondisi yang mempengaruhi seluruh tubuh Anda.  Sebagai contoh, beberapa infeksi termasuk flu dan gangguan yang mempengaruhi jaringan ikat di seluruh tubuh Anda, seperti lupus dapat menyebabkan nyeri otot.

Salah satu penyebab sakit dan nyeri otot adalah fibromyalgia, suatu kondisi yang menyebabkan nyeri pada otot dan jaringan lunak di sekitarnya, kesulitan tidur, kelelahan, dan sakit kepala.

Untuk nyeri otot akibat terlalu sering atau cedera, istirahatkan bagian tubuh yang sakit dan minum asetaminofen atau ibuprofen.  Oleskan es selama 24 hingga 72 jam pertama setelah cedera untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Olahraga teratur juga dapat membantu mengembalikan tonus otot yang tepat.  Berjalan, bersepeda, dan berenang adalah kegiatan aerobik yang baik untuk Anda coba. Mulailah perlahan dan tingkatkan latihan secara bertahap. Hindari aktivitas aerobik high impact dan angkat beban ketika Anda mengalami nyeri otot. Anda juga dapat melakukan aktivitas dan latihan yang menghilangkan stres seperti yoga dan meditasi untuk meredakan ketegangan pada otot.

Nyeri otot tidak selalu berbahaya dan dalam beberapa kasus, perawatan di rumah mungkin tidak cukup untuk mengatasi penyebab yang mendasari nyeri otot tersebut. Mialgia juga bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah serius di tubuh Anda.

Jika Anda mengalami nyeri otot yanb tidak hilang setelah beberapa hari perawatan di rumah, nyeri otot parah yang muncul tanpa sebab yang jelas, atau nyeri otot yang terjadi bersamaan dengan ruam dan demam, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter.

Typhus

  • Juni 3, 2020
Typhus adalah gangguan medis yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia, sedangkan demam tifoid adalah gangguan medis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.

Typhus bukan berarti tipes atau demam tifoid. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang berbeda. Typhus adalah gangguan medis yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia, sedangkan demam tifoid adalah gangguan medis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.

Gejala Typhus
Pada umumnya, bakteri penyebab typhus disebarkan oleh kutu. Kutu-kutu ditemukan pada kucing, tikus, atau tupai. Hal tersebut bisa berpotensi menular ke manusia. Orang-orang yang mengalami gangguan seperti ini akan mengalami gejala berupa demam, badan menggigil, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan bernafas dengan cepat.

Gejala akibat typhus muncul pada 10 hari hingga 2 minggu setelah bakteri Rickettsia masuk ke tubuh manusia. Beberapa hari setelah mengalami gejala di atas, manusia juga menunjukkan ruam kemerahan yang menyebar dari dada hingga ke seluruh tubuh. Selain itu, orang juga dapat menunjukkan tanda bercak kehitaman akibat gigitan kutu.

Penyebab Typhus
Secara keseluruhan, typhus disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii, Rickettsia typhi, atau Orientia tsutsugamushi. Bakteri-bakteri tersebut hidup pada kutu jenis flea, louse, dan chiggers.

Jenis Typhus
Berdasarkan bakteri dan kutu penyebab bakteri, typhus terdiri dari 3 jenis, antara lain:

  • Epidemic typhus

Epidemic typhus atau louse-borne typhus disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii yang terdapat pada kutu louse. Penyakit tersebut dapat membuat seseorang merasa kambuh setelah gejala lama tidak muncul. Selain itu, jenis typhus ini muncul di daerah yang terdapat banyak penduduk.

  • Murine typhus

Murine typhus atau flea-borne typhus disebabkan oleh Rickettsia typhi yang terdapat pada kutu pinjal atau flea. Jenis typhus ini sering ditemukan di daerah tropis atau subtropis.

  • Scrub typhus

Scrub typhus atau bush typhus disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi yang terdapat pada kutu jenis chiggers. Jenis typhus ini pada umumnya ditemukan di daerah pedesaan di Tiongkok, India, Jepang, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Gigitan kutu dapat membuat kulit manusia terluka dan terasa gatal. Ketika manusia menggaruk bagian kulit tersebut, tinja berisi bakteri akan semakin mendalam hingga ke darah dan dapat menyebabkan manusia mengalami penyakit typhus.

Tidak semua kutu memiliki reaksi yang sama pada kulit manusia. Kutu pembawa bakteri Orientia memang membuat seseorang mengalami typhus dan membuat kulit terasa gatal, namun tidak separah bakteri lain sehingga membuat mereka menggaruk bagian kulit yang terkena gigitan tersebut.

Selain itu, bakteri penyebab typhus juga dapat masuk melalui tinja kutu yang masuk melalui mata ketika manusia menggosok mata dengan tangan yang terkontaminasi bakteri tersebut. Oleh karena itu, manusia perlu waspada akan hal tersebut.

Diagnosis
Jika Anda terkena penyakit typhus, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Diagnosis penyakit typhus melibatkan pemeriksaan tubuh dan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala yang dialami pasien.

Jika dokter merasa bahwa Anda terkena penyakit typhus, dokter akan melakukan tes penunjang berupa:

  • Pemeriksaan imunitas

Antibodi biasanya akan muncul pada beberapa minggu setelah manusia terkena infeksi bakteri penyebab typhus. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pengobatan, bahkan sebelum memperoleh hasil tes darah.

  • Biopsi

Cara tersebut dilakukan melalui pemeriksaan sampel kulit pada ruam di kulit. Setelah mengambil sampel, sampel tersebut akan diuji di laboratorium.

  • Imunofluoresensi

Imunofluoresensi adalah cara lain yang dapat dilakukan. Cara tersebut melibatkan pewarna fluoresen untuk mendeteksi antigen typhus dalam sampel serum darah pasien.

Cara Mengobati Typhus
Untuk mengobati typhus, obat yang perlu digunakan adalah obat antibiotik. Antibiotik adalah obat yang cocok untuk melawan bakteri di dalam tubuh. Obat antibiotik perlu digunakan sesuai anjuran dokter.

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang dapat mengatasi typhus. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

  • Memakai baju berlengan panjang dan celana panjang.
  • Gunakan semprotan serangga.
  • Ganti dan cuci pakaian secara rutin.
  • Rajin membersihkan tubuh.
  • Hindari kontak langsung dengan kucing, tikus, atau tupai.
  • Menjaga kebersihan di sekitar lingkungan.

Waspadai Parestesia yang Dapat Menyerang Pengidap Diabetes

  • April 28, 2020

Pernahkah Anda merasa sensasi seperti digelitik, ditusuk-tusuk oleh jarum, kebas atau mati rasa, dan kesemutan, setelah menghabiskan waktu yang lama untuk duduk dalam posisi tertekuk. Hal ini juga dapat terjadi ketika Anda tertidur dengan posisi bertumpukan lengan. Kondisi kesemutan tersebut disebut sebagai parestesia.

Parestesia adalah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang merasa kesemutan sesaat. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan pada saraf. Ketika Anda memutuskan berubah posisi, kesemutan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Namun, jika kondisi parestesia ini berlangsung secara terus-menerus dan enggan menghilang, ia dapat menjadi tanda bahwa terdapat gangguan kesehatan yang Anda alami. Ada pun kelompok yang rentan mengalami kondisi ini adalah para pengidap diabetes.

Dalam kasus pengidap diabetes, parestesia disebabkan karena kadar glukosa dalam darah yang terlalu tinggi. Kondisi ini dapat berakibat merusak pembuluh darah, sehingga pembuluh darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, terutama dalam hal menyalurkan nutrisi yang dibutuhkan oleh saraf. Pada akhirnya, serat-serat saraf akan mengalami kerusakan.

Kondisi diabetes yang tidak dapat dikontrol, dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah pasien. Awalnya, pembuluh darah paling kecil dan saraf-saraf terluang akan rusak terlebih dulu. Parestesia yang dialami oleh pengidap diabetes biasanya dirasakan mulai dari ujung jari-jari kaki dan tangan.

Hal ini tentu membawa kekhawatiran jika terjadi lecet atau luka pada bagian kaki. Pasien tidak akan menyadari rasa sakit tersebut karena telah mati rasa. Jika lecet atau luka tersebut tidak segera diatasi, khawatir memicu terjadinya ulkus kaki diabetik yang hanya dapat ditangani dengan prosedur medis tertentu.

Bukan hal yang tidak mungkin bahwa pengidap diabetes dapat terbebas dari kondisi parestesia. Hal yang perlu dilakukan adalah mengatur kadar glukosa dalam darah. Selain itu, mengatur pola makan dan rutin melakukan olahraga juga dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah, seperti yang disarankan oleh dokter.

Alternatif lain untuk mengatasi kondisi parestesia adalah dengan melakukan pijat agar rasa tidak nyaman pada kaki dapat dikurangi.

Kisah Menarik Tentang Manusia Raksasa di Dunia

  • Maret 26, 2020

Apakah Anda pernah mendengar kisah tentang manusia raksasa? Kisah ini memang benar ada dan termasuk dalam kasus penyakit langka yaitu gigantisme. Dengan adanya manusia raksasa pasti menarik perhatian dunia, karena manusia raksasa ini memiliki postur tubuh yang di atas rata-rata. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui beberapa kisah nyata manusia raksasa di dunia.

  • Bernard A. Coye

Kisah pertama datang dari Bernard A. Coye yang merupakan seorang pria yang lahir pada 27 Juli 1897. Akibat gigantisme, tinggi badannya mencapai 2,48 meter. Bernard A. Coye menjadi salah satu pemecah rekor karena tingginya lebih dari 8 kaki. Di dunia ini hanya ada sekitar 17 orang yang tubuh dengan tinggi lebih dari 8 kaki.

Karena penyakitnya ini, Bernard A. Coye tidak dapat bertahan lama. ia meninggal dunia di usia 23 tahun, tepatnya di bulan Mei tahun 1921. Bernard A. Coye mengalami komplikasi pengerasan hati dan demam kelenjar.

  • Sandy Allen

Selanjutnya ada wanita tertinggi di dunia, Sandy Allen. Guinness World of Record pernah mencatat Namanya sebagai wanita tertinggi di dunia. Tinggi Sandy Allen sekitar 7 kaki 7 inci atau sekitar 2,31 meter. Akibat gigantisme yang dideritanya, Sandy Allen tumbuh sangat tinggi, namun konsekuensinya tulangnya yang besar menimbulkan banyak masalah kesehatan seperti infeksi, diabetes, gagal ginjal, hingga masalah pernapasan. Sandy Allen meninggal di usia 53 tahun.

  • John Carrol

Saat googling naam John Carrol, ada banyak yang menjulukinya sebagai “ The Giant of South Buffalo”. John Carrol lahir pada tahun 1932 dan meninggal di usia 37 tahun. Masalah yang diderita John Carrol adalah pada tulang belakangnya, yang melengkung parah karena tubuh raksasanya. Akibatnya, tubuhnya cenderung membungkuk. Ada yang menyebut bahwa jika dia tidak membungkuk, tinggi badannya bisa mencapai 2,74 meter atau 9 kaki.

Deteksi sejak dini

Tanda-tanda gigantisme seperti rahang dan dahi menonjol hingga ukurang tangan dan kaki luar biasa besar bisa dideteksi sejak dini. Gejalanya bisa terlihat secara fisik hingga masalah seperti insomnia, puber tertunda, dan kelelahan.

Kenali Gejala Keracunan Sianida Berikut Ini

  • Maret 4, 2020

Pada tahun 2016 lalu, publik dibuat heboh oleh kasus pembunuhan di sebuah kafe ternama di Jakarta. Korban tewas seketika setelah menegak es kopi Vietnam. Kejadian ini dicurigai akibat keracunan sianida. Perlu Anda tahu, sianida adalah senyawa kimia yang mengandung ikatan karbon nitrogen (CN). Sianida bisa ditemukan dapat ditemukan dalam berbagai makanan nabati yang umum dan aman dikonsumsi, seperti kacang almond, bayam, dan kacang kedelai. Bahkan sianida merupakan hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui pernapasan. Namun, sianida yang baru saja disebut tidak beracun.

Sianida yang beracun dan mematikan adalah natrium sianida, kalium sianida, hydrogen sianida, dan sianogen klorida. Semua ini dapat Anda temukan dalam bentuk padat, gas, atau pun cair. Beberapa sumber sianida beracun yaitu asap kebakaran, industri yangmemakai sianida seperti fotografi, plastic, sintetis, pemrosesan logam, elekroplating, biji buah apricot, singkong, dan asap rokok. Keracunan akibat konsumsi singkong atau kacang almond baru akan terjadi jika Anda sering mengonsumsinya, dan dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak.

Gejala keracunan sianida bisa muncul dengan segera atau dalam waktu beberapa menit, bergantung pada dosis sianida yang terpapar, lama paparan, dan tipe sianida itu sendiri. Beberapa gejala yang dapat timbul pada keracunan sianida akut, yaitu:

  • Badan terasa lemas
  • Mual dan muntah
  • Kebingungan dan perubahan perilaku
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Kulit tampak pink atau kemerahan seperti buah ceri

Sianida di dalam darah akan berikatan dengan hemoglobin sehingga jaringan tidak dapat menggunakan oksigen. Hal ini lah yang menyebabkan efek keracunan sianida terjadi secara cepat, berdampak lanjut pada jantung, menyebabkan kejang, hilang kesadaran, bahkan hingga menyebabkan jantung berhenti. Untuk mendeteksi keracunan sianida melalui gejala memang cukup sulit, tapi Anda dapat memperhatikan faktor lingkungan yang dicurigai menjadi sumber sianida. Jika ada seseorang yang menunjukan gejala seperti diatas, segera lah cari bantuan kepada tenaga medis profesional, agar segera mendapatkan penanganan medis.

Superfood yang Mendandung Anti Inflamasi

  • Januari 9, 2020

Jika Anda salah satu penggemar Selena Gomez, pasti Anda tahu bahwa Selena Gomez menderita penyakit autoimun yang disebut Lupus. Tidak mengatasi penyakit yang satu ini karena pola hidup dan makan harus benar-benar dijaga. Salah satu pola makan yang disarankan bagi penderita lupus adalah makanan yang mengandung anti inflamasi. Makanan yang mengandung anti inflamasi tidak hanya dianjurkan bagi penderita Lupus, tapi juga dianjurkan untuk orang sehat agar kondisi badan tetap fit dan produktif. Berikut beberapa contoh makanan superfood yang mengandung anti inflamasi.

Makanan yang mengandung anti inflamasi

Lupus adalah penyakit yang menyebabkan inflamasi atau peradangan. Jadi, makanan yang mengandung anti inflamasi bisa membantu penderita Lupus melawan peradangan.

  • Makanan yang mengandung Omega-3

Daging merah penuh dengan lemak jenuh yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya gantilah ganti konsumsi daging merah dengan ikan yang mengandung banyak Omega-3 seperti ikan salmon, tuna, mackerel, dan sarden.

Selain dapat melindungi dari penyakit jantung dan stroke, makanan yang mengandung Omega-3 juga memiliki manfaat sebagai anti inflamasi dalam tubuh.

  • Makanan mengandung anti oksidan

Makanan lain yang memiliki efek anti inflamasi adalah makanan yang tinggi antioksidan seperti sayur dan buah-buahan. Buah yang banyak mengandung antioksidan adalah golongan “berries” seperti strawberry, blueberry, raspberry, dan blackberry. Buah superfood lain yang mengandung anti inflamasi adalah alpukat. Buah ini dapat mengurangi inflamasi pada sel-sel tubuh muda. Sedangkan, sayuran yang mengandung antioksidan dan efek anti inflamasi adalah brokoli, kubis Brussel, kembang kol, kale, dan tomat.

  • Makanan yang mengandung Vitamin A, Vitamin B6 dan Vitamin C

Makanan yang mengandung vitamin A juga memiliki efek anti inflamasi, seperti sayur bayam, ubi jalar, dan sayur-sayur hijau lainnya. Vitamin B6 juga memiliki efek anti inflamasi, terutama penting sekali dipenuhi pada penderita penyakit autoimun seperti Lupus.  Makanan yang mengandung vitamin C juga memiliki efek anti inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Makanan yang kaya akan vitamin C diantaranya jeruk, kiwi, papaya, sayur-sayuran hijau.