Efek Samping Menggunakan Obat Herbal Jantung

  • September 6, 2020

Kebanyakan masyarakat Indonesia sering mendahulukan pengobatan herbal atau alami ketimbang menggunakan pengobatan medis atau konsumsi obat berbahan kimia. Kondisi ini tak hanya ditemui pada seseorang yang mengalami penyakit ringan,tetapi juga berat seperti penyakit jantung. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan apakah efek samping dari penggunaan obat herbal jantung.

Karena berbahan alami, obat berbahan herbal terkadang dianggap aman bagi para penggunannya, meski demikian pengobatan alternatif serperti obat ini untuk jantung belum tentu memahami undang-undang terkait obat-obatan dan terebih dulu diteliti dengan seksama. Keamanan dan efek samping obat berbahan herbal jantung tidak dapat diprediksi.

Efek Obat Herbal Jantung

  • John’s Wort

Bahan ini biasanya digunakan untuk mengobati beberapa kondisi seperti depresi, kecemasan hingga gangguan tidur. Meski demikian, menurut beberapa penelitian Obat berbahan herbal ini bisa mengurangi efektivitas beberapa jenis obat seperti obat antiaritmia digoxin, obat penurun tekanan darah hingga penurun kolesterol golongan statin.

  • Bawang Putih

Bahan ini digunakan untuk meringankan beberapa kondisi seperti menurunkan kolesterol jahat atau LDL, tekanan darah, mengencerkan darah hingga mengobati aterosklerosis. Namun, zat allicin yang terdapat di dalam bawang putih bisa mengencerkan darah dan justru dapat meningkatkan risiko pendarahan yang berbahaya bagi penderita serangan jantung.

  • Ephedra (ma-huang)

Bahan herbal jantung ephedra (ma-huang) berisiko menimbulkan beberapa kondisi berbahaya, seperti stroke, serangan jantung, kejang hingga artimia.Kondisi ini dialami pada orang dewasa sehat yang menggunakan produk ini untuk menekan nafsu makan atau menurunkan berat badan. Produk herbal yang berbahan ephedra juga bisa menganggu kinerja obat jantung.

  • Teh Hijau

Bahan alami ini diyakini mampu digunakan untuk menurunkan berat badan dan kolesterol, hingga mencegah kanker. Namun, kandungan vitamin  K yang terdapat di dalam obat berbahan herbal ini diduga bisa menangkal efek obat pengencer darah warfarin. Selain itu, teh hijau juga bisa mengganggu kerja obat penurun tekanan darah dan penyakit jantung.

  • Jahe

Jahe merupakan bahan herbal yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh seseorang dan telah digunakan sejak jaman dahulu, namun siapa sangka bahan herbal yang satu ini justru meningkatkan risiko pendaharan. Risiko itu muncul jika jahe dikonsumsi bersamaan dengan obat jantung warfarin dalam pengobatan.

  • Gingseng

Biasanya bahan ini dikonsumsi sebagai obat alami karena dipercaya mampu menurunkan kolesterol jahat atau LDL dan tekanan darah. Jika gingseng digunakan secara berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah dan mengurangi efek obat untuk jantung warfarin. Selain itu bahan inijuga bisa mengurangi efek penurun tekanan darah golongan penghambat kanal kalsium.

  • Obat Herbal Jantung Lain

Bahan herbal lain seperti alfalfa, dong quai, bilberry, fenugreek dan gingko biloba diduga bisa meningkatkan risiko pendarahan jika konsumsinya berbarengan dengan obat antipembekuan darah. Sehingga sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi beberapa obat berbahan herbal yang dikhususkan untuk jantung ini.

Obat berbahan herbal atau alami bukan berarti selalu aman, jika seseorang tengah dalam pertimbangan untuk menggunakan pengobatan alternatif dalam menyembuhkan penyakit jantung, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung, terlebih muncul niat untuk mengonsumsi obat jantung berbahan herbal bersamaan dengan resep.

Lebih dari itu, ketimbang mengobati akan lebih baik jika sakit jantung setidaknya dicegah, cara melakukan pencegahan penyakit jantung juga terbilang mudah. Seperti berhenti merokok, berolahraga minimal 30 menit sehari, mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes hingga mengurangi asupan garam dan lemak jenuh.

Waspadai Efek Samping Penggunaan Sildenafil yang Berlebihan

  • Mei 13, 2020

Istilah obat sildenafil rasanya terdengar asing bagi banyak orang. Namun, obat ini sering dikaitkan dengan salah satu merek dagang Viagra yang umumnya banyak digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria.

Cara kerja obat sildenafil atau Viagra ini adalah dengan memberikan sensasi rileks pada otot-otot dan meningkatkan aliran darah pada area tubuh tertentu. Penggunaan obat ini seharusnya disertai dengan petunjuk dokter. Namun, pada kenyataannya banyak orang menggunakan obat ini tanpa resep khusus.

Tahukah Anda bahaya dari penggunaan obat tanpa resep? Hal pertama yang mungkin terjadi adalah kesalahan dosis yang seharusnya dikonsumsi. Mengonsumsi obat tanpa resep dapat menyebabkan seseorang kekurangan atau bahkan kelebihan dosis. Sebagai contoh, penggunaan sildenafil yang berlebihan mungkin dapat membuat seorang pria menjadi lebih kuat ketika di ranjang, namun efek samping yang juga mungkin terjadi adalah gangguan kesehatan dan kerusakan keperkasaan.

Sildenafil ditujukan untuk membantu pria yang memiliki masalah dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Dengan mengonsumsi sildenafil, pria akan mengalami ereksi lebih lama dari yang diharapkan. Namun, jika kelebihan dosis dalam mengonsumsi Viagra, ereksi yang dirasakan dapat bertahan lebih dari 4 jam yang akan terasa menyakitkan.

Ereksi yang bertahan dalam waktu terlalu lama dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan di penis. Dampaknya akan membuat disfungsi ereksi menjadi bertambah parah. Cara mengobati ereksi permanen seperti kondisi ini membutuhkan prosedur operasi. Nantinya, melalui prosedur ini aliran darah ke penis akan dikurangi, sehingga pembengkakan dapat diatasi.

Pada dasarnya, setiap obat memiliki efek samping masing-masing, sama halnya dengan obat sildenafil. Penggunaan berlebihan dari obat ini dapat menyebabkan efek samping yang fatal. Obat ini dikatakan memiliki banyak efek samping, seperti sakit punggung, gangguan perut dan diare, sakit kepala, gangguan penglihatan, hidung tersumbat, napas dan jantung yang tak beraturan, suara berdenging di telinga, kemerahan pada wajah, hingga berkeringat tanpa alasan yang jelas.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, maka segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan tepat lebih dini. Selain itu, jika memang ingin menggunakan obat sildenafil, gunakanlah berdasarkan resep dokter agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan.

Obat Sakit Kepala Sebelah Alami yang Mudah Dibuat

  • April 9, 2020

Sakit kepala sebelah atau yang sering dikenal dengan migrain adalah suatu kondisi neurologis yang menyebabkan rasa sakit dan berdenyut di salah satu sisi kepala. Kondisi ini juga dapat disertai dengan rasa mual dan muntah, serta gangguan lain, seperti sensitif terhadap cahaya atau pandangan yang kabur.

Dalam beberapa kasus tertentu, migrain yang hanya datang sesekali, dapat diatasi dengan obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas. Namun, jika kasus sakit kepala sebelah ini sudah bertambah parah, sehingga mengganggu aktivitas dan kualitas hidup seseorang, obat tersebut sudah tidak dapat mengatasi rasa sakit secara efektif.

Pengobatan alami menjadi alternatif lain dari pengobatan dengan obat-obatan medis. Beberapa orang memilih pengobatan alami karena bebas dari efek samping. Obat sakit kepala sebelah alami yang dapat Anda buat dengan mudah di rumah, antara lain:

  • Jahe

Menurut sebuah penelitian di tahun 2014, menghasilkan data bahwa efektivitas dan manfaat jahe jika dibandingkan dengan obat sakit kepala sebelah pada umumnya, tidak kalah signifikan. Kabar baiknya, jahe tidak memiliki efek samping, seperti obat-obatan kimia. Walaupun begitu, Anda perlu memerhatikan alergi yang dimiliki. Beberapa orang memiliki alergi terhadap jahe, sehingga tidak memungkinkan mereka untuk mengobati sakit kepala sebelah dengan cara ini.

Membuat obat sakit kepala sebelah alami dengan jahe dapat dilakukan dengan merebus sepotong jahe yang telah digeprak dengan air gula merah. Sebagai pilihan, Anda juga dapat merebus air yang dicampur dengan madu atau jus lemon.

  • Magnesium

Seseorang yang tidak memiliki asupan mineral yang cukup, seperti magnesium, berisiko mengalami migren aura. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan penderita. Anda dapat mengonsumsi buah-buahan, seperti pisang dan alpukat. Selain itu, kandungan magnesium juga dapat Anda temukan di dalam bayam, brokoli, salmon, kedelai, atau susu. Walaupun begitu, Anda tetap harus memerhatikan kebutuhan asupan magnesium yang dapat ditoleransi oleh tubuh Anda.

  • Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks ternyata dapat meredakan dan mengurangi peluang seseorang mengalami migrain. Kandungan ini berfungsi untuk mengatur zat kimia pada otak. Tidak perlu khawatir jika memiliki asupan vitamin B kompleks berlebih. Pasalnya, vitamin ini mudah larut dalam air, sehingga asupan berlebihan tadi dapat dibuang bersama dengan urine.

Makanan yang kaya akan vitamin B kompleks, antara lain kerang, telur, daging, susu, yoghurt, sayuran hijau, kacang-kacangan, salmon, dan juga biji bunga matahari. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks jika dirasa perlu.

Rekomendasi Obat Panu yang Ampuh

  • Maret 26, 2020

Tidak percaya diri karena memiliki panu di kulit? Tenang, Andan bisa mengatasinya dengan menggunakan obat panu. Selain secara estetika kurang enak dilihat, panu juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa gatal pada kulit yang membuat penderitanya ingin terus-meneruk menggaruk. Tentu saja hal ini akan mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda. Berikut beberapa rekomendasi obat panu yang bisa Anda coba.

Rekomendasi obat panu yang ampuh

  • Sabun, krim, sampo

Ada beberapa obat panu yang berbentuk lotion atau sabun yang bisa Anda gunakan saat mandi. Biasanya, kandungan di dalamnya berupa sulfide, seng pyrithione, dan ketoconazole. Kombinasi kandungan ini dapat membuat panu hilang dan tidak muncul kembali.

  • Salep

Salep adalah salah satu obat panu yang paling umum digunakan. Ada banyak salep obat panu yang dijual bebas dan tidak perlu resep dari dokter untuk membelinya. Biasanya kandungan yang terdapat pada salep panu adalah terbinafine, seng, clotrimazole, miconazole, pyrithione, dan selenium sulfide. Salep ini ampuh untuk mengendalikan pertumbuhan jamur penyebab panu.

  • Pil

Obat panu lain yang tidak kalah efekti bisa berbentuk pil. Umumnya, alternative pengobatan oral ini digunakan jika salep dan krim tidak lagi ampuh untuk mengatasi panu. Obat pani oral yang efektif biasanya mengandung itraconazole, fluconazole, dan ketoconazole. Namun perlu diingat, jangan sembarangan mengonsumsi obat panu dalam bentuk pil. Anda tetap harus konsultasi dengan dokter agar dokter bisa mengetahui secara detail kondisi panu yang Anda alami.

Selain obat-obatan ini, penting juga untuk menjaga kebersihan kulit Anda, agar tidak ada ruang untuk jamur penyebab panu bertumbuh di kulit. Saat proses penyembuhan pun, sebisa mungkin jangan menggunakan baju yang terlalu ketat atau terpapar sinar matahari langsung.