perbedaan primer dan pelembab

Primer atau Pelembab Dulu? Perbedaan Primer dan Pelembab

  • Februari 12, 2021

Tidak peduli apakah Anda seorang “beauty guru” atau pemula yang baru saja tertarik dalam dunia makeup dan kecantikan, ada kemungkinan Anda sudah tahu seberapa penting dalam menggunakan primer dan pelembab secara konsisten. Apabila Anda ingin memiliki wajah dengan tampilan sempurna, penggunaan kedua produk tersebut perlu dilakukan. Akan tetapi, mungkin Anda tidak tahu mana yang perlu digunakan terlebih dahulu, apakah primer atau pelembab, serta apa yang menjadi perbedaan antara primer dan pelembab. Meskipun ada keleluasaan saat Anda menggunakan produk makeup tertentu dalam rutinitas harian, hal ini berbeda dengan primer dan pelembab, karena Anda ingin menggunakan keduanya dengan cara yang tepat. Artikel ini akan membahas hal ini dengan lebih mendalam.

Apakah primer sama dengan pelembab?

Percaya atau tidak, banyak orang menganggap bahwa primer dan pelembab adalah satu produk yang sama atau masing-masing dapat mengganti fungsi penggunaan satu sama lain. Akan tetapi, faktanya, perbedaan primer dan pelembab cukup besar, dan masing-masing memiliki fungsi dan tujuan penggunaan yang tidak bisa tergantikan. Sederhananya, primer adalah sebuah produk makeup yang didesain untuk memberikan makeup Anda dasar yang rata agar aplikasi makeup lebih halus dan membuat tampilan lebih tahan lama. Cara terbaik dalam membayangkan primer adalah produk ini bertindak sebagai pembatas antara kulit dan produk makeup yang Anda pakai. Tergantung formula yang terkandung di dalam primer, produk ini dapat memberikan efek “matte” atau meningkatkan kelembaban pada kulit untuk membantu tampilan makeup terlihat lebih cemerlang.

Disisi lain, pelembab adalah sebuah produk perawatan kulit yang diformulasikan secara khusus untuk melembabkan kulit. Seperti halnya primer, pelembab hadir dengan banyak formula yang didesain secara khusus untuk jenis kulit yang berbeda. Tidak peduli apakah minyak berlebih, kulit kering, atau tampilan kulit tampak kusam yang menjadi masalah kulit wajah Anda, produk pelembab akan menyediakan nutrisi dalam jumlah yang tepat dan dapat mengatasi masalah kulit lain sekaligus.

Apa yang perlu dioleskan terlebih dahulu?

Setelah Anda mengetahui perbedaan primer dan pelembab, yang menjadi pertanyaan penting berikutnya adalah, apakah Anda harus mengoleskan primer atau pelembab terlebih dahulu? Faktanya, Anda harus selalu mengoleskan pelembab terlebih dahulu sebelum menggunakan primer. Seperti yang disebutkan sebelumnya, tujuan dari pelembab adalah untuk mengunci kulit Anda dengan kelembaban jangka panjang agar kulit wajah menjadi tidak kering. Apabila Anda menggunakan primer terlebih dahulu, akan ada kemungkinan kulit menjadi kering setelah beberapa saat. Karena primer tidak diformulasikan dengan khusus menyediakan kelembapan bagi kulit, hal ini akan mempengaruhi tampilan makeup Anda apabila tidak digunakan dengan cara yang tepat.

Perbedaan primer dan pelembab ada pada fungsi atau tujuan penggunaan serta kapan produk tersebut harus digunakan. Namun, kini ada pula jenis primer yang dapat memberikan kelembaban. Seperti yang disebutkan sebelumnya, primer hadir dengan berbagai formula yang menawarkan banyak manfaat. Salah satu pilihan paling populer adalah primer pelembab, yang menyediakan penawaran berbeda daripada primer tradisional yang dengan memberikan hidrasi sembari mempersiapkan kulit Anda sebelum penggunaan makeup. Primer jenis ini digunakan untuk kulit yang sangat kering yang sering memiliki masalah dengan penggunaan makeup (bercak tidak rata). Primer pelembab hadir dalam bentuk krim, cairan, atau formula minyak tergantung dengan kebutuhan dan kulit Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa primer pelembab tidak untuk menggantikan fungsi dari pelembab. Primer pelembab hanya akan memberikan kelembaban ekstra.

Pigmen Kulit: Jenis Kelainan, Gejala, dan Pengobatannya

Pigmen Kulit: Jenis Kelainan, Gejala, dan Pengobatannya

  • Desember 22, 2020

Pigmen melanin adalah penentu warna kulit yang dibuat oleh sel-sel khusus di kulit, yaitu melanosit. Perbedaan jumlah dan jenis melanin pada setiap orang menentukan warna kulitnya masing-masing. Umumnya, melanin memberi warna pada rambut, kulit, dan iris mata. Kadar pigmen melanin sendiri dipengaruhi oleh ras dan jumlah paparan sinar matahari. Ya, paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV (ultraviolet). Selain itu, faktor perubahan hormonal juga bisa memengaruhi produksi melanin. 

Kelainan pigmen kulit, gejala, dan juga perawatannya

Beberapa kelainan pigmen kulit yang dapat terjadi pada manusia adalah:

  1. Albinisme

Albinisme adalah kelainan pigmen kulit langka yang disebabkan oleh bawaan sejak lahir. Kondisi ini dapat mengurangi jumlah pigmen melanin yang ada di kulit, rambut, dan mata seseorang. Penderita albinisme atau dikenal juga dengan albino, akan memiliki karakteristik berupa rambut putih, mata biru, dan kulit pucat. Mata albino bisa juga terlihat memerah dalam situasi pencahayaan tertentu. 

Sayangnya, hingga saat ini, tidak ada obat untuk menangani kasus albinisme. Orang dengan kondisi ini sebaiknya menghindari paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mata dengan memakai tabir surya, kacamata hitam, dan topi.

  1. Vitiligo

Vitiligo dapat menyebabkan munculnya bercak putih halus pada kulit Anda. Penyakit pigmen kulit ini disebabkan oleh hilangnya sel-sel penghasil pigmen kulit, yaitu melanosit dan dianggap sebagai penyakit autoimun. Bercak putih yang muncul ini sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Sama seperti albinisme, kelainan vitiligo juga tidak ada obatnya. Perawatan vitiligo mungkin termasuk obat-obatan, terapi sinar UV, krim kortikosteroid, operasi, atau depigmentasi (menghilangkan pigmen yang tersisa dari kulit).

  1. Melasma

Adanya bercak pigmen simetris berwarna coklat tua sampai coklat abu-abu bisa saja menandakan Anda mengalami melasma. Jika terjadi selama kehamilan, disebut juga sebagai topeng kehamilan. Beberapa faktor yang dianggap sebagai penyebab melasma adalah hormonal, pil KB, dan paparan sinar matahari. 

Perawatan melasma yang dapat Anda lakukan seperti menghindari paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya untuk mencegahnya menjadi lebih buruk. Anda juga bisa menggunakan krim resep yang mengandung hydroquinone dan tretinoin untuk meringankan melasma. Jika Anda berobat ke dokter kulit, mungkin saja Anda direkomendasikan untuk melakukan perawatan laser atau pengelupasan secara kimiawi.

  1. Kehilangan pigmen setelah mengalami kerusakan kulit

Terkadang, jika Anda berada dalam kondisi setelah mengalami ulkus, luka bakar, lepuh, infeksi, atau trauma kulit lainnya, kulit tidak bisa menggantikan sebagian pigmen di area tersebut. Umumnya, kondisi seperti ini tidak memerlukan perawatan. Anda dapat mengatasinya dengan memakai riasan atau make-up untuk menutupinya. Jenis gangguan pigmen kulit ini cenderung tidak permanen, tetapi mungkin Anda perlu waktu lama, bahkan beberapa bulan untuk membuatnya terlihat lebih baik atau memudar. 

Dalam kasus hiperpigmentasi (bintik hitam), menggunakan krim resep atau yang dijual bebas dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi kulit. Selain itu, Anda juga harus memakai tabir surya minimal SPF 30, karena sinar UV (ultraviolet) dapat memperburuk bintik gelap di kulit dan memperlama waktu Anda untuk menghilangkannya.

Intinya, sebagian besar kelainan pigmen kulit ini dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Hal yang terpenting adalah selalu pastikan Anda memakai tabir surya setiap kali beraktivitas di luar ruangan, yang menuntut Anda terpapar banyak dengan sinar matahari. Selain itu, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, serta membersihkan make-up sebelum tidur juga turut mendukung kebersihan dan kesehatan kulit Anda.

Penyebab kulit kering bukan hanya cuaca yang panas dan sinar matahari yang terik.

8 Penyebab Kulit Kering yang Mengejutkan

  • Oktober 30, 2020

Apakah Anda mengalami masalah kulit bersisik, pecah-pecah, juga terasa gatal? Itu merupakan tanda-tanda kulit kering yang sebaiknya segera Anda atasi. Tidak hanya mengganggu penampilan, nyatanya kondisi masalah kulit ini juga membuat ketidaknyaman bagi para penderitanya. 

Penyebab kulit kering sendiri salah satunya sangat dipicu faktor iklim dan cuaca. Tinggal di daerah tropis seperti Indonesia dapat membuat Anda lebih rentan terkena masalah kulit yang satu ini. Namun sebenarnya, penyebab kulit kering yang berasal dari faktor alam tersebut sangat mudah dicegah dengan penggunaan tabir surya secara tepat. 

Yang lebih rentan membuat kulit kering justru adalah penyebab-penyebab yang mungkin saja Anda tidak sadari, namun terus dilakukan selama ini. Berikut adalah beberapa penyebab kulit kering yang mungkin baru Anda ketahui saat ini. 

  1. Air Hangat 

Mandi air hangat selepas pulang kerja dapat menjadi relaksasi tersendiri bagi tubuh Anda. Namun sebaiknya, jangan terlalu sering melakukan kebiasaan tersebut. Air hangat rentan menjadi penyebab kulit kering. Pasalnya ketika Anda mandi dengan air hangat lebih dari lima menit, kulit Anda akan mudah mengalami dehidrasi sehingga memicu gejala kulit kering. 

  1. Penyakit Tertentu 

Beberapa penyakit pada tubuh Anda juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Penyakit kulit semacam eksim ataupun psoriasis merupakan contohnya. Dengan penyakit tersebut, kulit Anda menjadi lebih rentan terhadap kekeringan. Namun selain penyakit kulit, jenis penyakit seperti diabetes, gagal ginjal, serta hipotiroid juga berpengaruh membuat kulit kering. 

  1. Sering Cuci Tangan 

Mencuci tangan tentu menjadi budaya sehat yang patut dilestarikan. Anda mungkin berpikir kegiatan ini akan aman bagi kulit selama Anda menggunakan air dingin. Nyatanya, sekalipun menggunakan air dingin, kegiatan mencuci tangan yang terlalu sering dapat menjadi penyebab kulit kering. Mencuci tangan terlalu sering dapat menimbulkan kekeringan kulit dengan gejala kulit pecah-pecah. 

  1. Mengeringkan dengan Handuk 

Masih berhubungan dengan cuci tangan, apa yang Anda lakukan untuk mengeringkan tangan Anda? Apakah mengeringkannya dengan cara mengelap menggunakan tisu ataupun handuk? Hati-hati, gesekan yang terlalu keras akibat mengelap tangan agar kering bisa menjadi penyebab kulit kering. Alih-alih mengeringkan dengan handuk ataupun tisu, lebih disarankan Anda cukup menepuk-tepuk tangan secukupnya untuk membuang sisa air dari tangan. 

  1. Penggunaan Sabun 

Sabun memang bersifat membersihkan. Namun, tidak semua sabun aman bagi kulit. Kebanyakan sabun justru membuat kulit menjadi lebih kering. Sabun yang menjadi penyebab kulit kering ini tidak hanya mengarah pada sabun mandi, melainkan juga sabun cuci piring ataupun detergen. 

  1. Obat Jerawat

Anda mungkin menggunakan obat jerawat untuk bisa membuat wajah bersih. Namun ternyata, dampak dari penggunaan obat jerawat ternyata dapat menjadi penyebab kulit kering. Ini karena umumnya obat jerawat, khususnya yang mengandung asam salisilat, bersifat mempercepat pergantian sel kulit sehingga menyebabkan kekeringan pada area yang terkena. 

  1. Parfum dan Produk Pewangi 

Ternyata parfum ataupun beragam jenis produk yang mengandung pewangi juga dapat menjadi penyebab kulit kering. Khususnya apabila produk tersebut langsung bersentuhan dengan kulit ketika digunakan. Ini karena parfum cenderung menimbulkan risiko iritasi sehingga kulit menjadi lebih mudah meradang dan kering. 

  1. Asap Rokok 

Asap rokok jelas tidak baik bagi kesehatan. Tidak hanya mempengaruhi organ tubuh bagian dalam, dampak negatif dari rokok juga rentan menimpa kulit Anda. Paparan asap rokok menjadi penyebab kulit kering. Anda yang kerap terpapar asap rokok juga akan lebih mudah mengalami penuaan kulit, seperti keriput. 

*** 

Dari berbagai penyebab kulit kering di atas, yang mana yang paling sering Anda lakukan? Yuk mulai hindari faktor-faktor penyebab kekeringan tersebut agar kulit menjadi lebih sehat.

Inilah Cara Membuat Sabun Cair Organik

  • Oktober 7, 2020

Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang penting untuk dijaga. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan jika manusia ingin menjaga kulit. Salah satunya termasuk menggunakan sabun cair organik. Sabun cair organik bisa Anda beli baik di supermarket maupun secara online. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, yaitu sekitar Rp 20.000,00. Selain itu, sabun tersebut juga dapat memberikan manfaat seperti menjaga kelembaban kulit dan mengurangi peradangan. Jika Anda ingin mencoba membuat sabun tersebut, Anda juga bisa mencari tahu cara membuat sabun cair organik melalui internet.

Cara membuat sabun cair organik bisa Anda lihat melalui berbagai sumber. Cara-cara tersebut bisa membantu menjaga kesehatan kulit dan bahan-bahan yang dipakai juga terlihat sederhana.

Perbandingan Antara Sabun Cair Organik Dengan Sabun Biasa

Sebagai perbandingannya dengan sabun cair biasa atau sabun yang diedarkan di pasaran, sabun biasa lebih sering membuat kulit kering karena mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). SLS bekerja sebagai surfaktan.

Surfaktan pada sabun bisa membuat minyak dan kotoran terikat dan terangkat oleh air. Kandungan tersebut bisa membuat kulit bersih, namun tidak terasa licin atau berminyak. Surfaktan juga bisa membuat kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Seseorang yang menggunakan sabun yang mengandung SLS dalam jangka panjang akan terkena risiko terhadap dermatitis kontak iritan.

Cara Membuat Sabun Cair Organik

Jika Anda memiliki kulit yang rentan kering atau memiliki eksim, Anda sebaiknya gunakan sabun cair organik. Sabun-sabun cair organik mengandung bahan-bahan alami yang biasanya Anda gunakan di dapur.

Berikut adalah bahan-bahan yang sebaiknya Anda persiapkan untuk membuat sabun cair organik:

  • Minyak kelapa (283 gram).
  • Minyak zaitun (283 gram).
  • Minyak bekatul (85 gram).
  • Minyak biji anggur (368 gram).
  • Minyak biji bunga matahari (156 gram).
  • Potasium hidroksida (255 gram).
  • Air sulingan (2,4 kg atau 740 mL).
  • Air sulingan (1,8 liter) untuk mengencerkan pasta sabun yang sudah Anda buat.
  • Gliserin nabati (456 gram).
  • 6 atau 7 sumber daya mineral esensial yang Anda pilih seperti minyak lavender.

Setelah menyiapkan bahan di atas, Anda bisa membuat sabun. Berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Siapkan panci pemanas, dua gelas, dua sendok, dan blender tangan.
  • Pastikan Anda berada di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Selain itu, Anda juga perlu pakai sarung tangan dan kacamata pelindung ketika membuat sabun tersebut.
  • Masukkan semua jenis minyak ke dalam panci pemanas dan gunakan suhu tinggi untuk melelehkannya.
  • Setelah melakukan hal tersebut, Anda campur dengan air yang disuling sebanyak 708 gram dengan potasium hidroksida ke dalam gelas yang berbeda dengan minyak.
  • Masukkan campuran air dan potasium hidroksida ke dalam panci pemanas, kemudian diaduk. Setelah melakukan hal tersebut, Anda gunakan blender tangan selama 5 menit.
  • Setelah itu, Anda tutup panci dan panaskan dengan suhu tinggi selama 30 sampai 60 menit pertama, lalu turunkan suhu panci.
  • Untuk melanjutkan pembuatan sabun cair, Anda adukkan lagi dengan tangan sampai campuran seluruh bahan yang digunakan terlihat seperti pasta.
  • Anda bisa tes pasta tersebut dengan memasukkannya ke dalam air panas dan diaduk. Jika air yang diaduk tampak jernih, maka pasta sabun bisa diencerkan. Namun, jika air yang diaduk belum jernih, Anda perlu panaskan kembali.

Setelah membuat sabun, sabun tersebut perlu dicairkan. Berikut adalah tahap kedua cara membuat sabun tersebut dengan mengencerkan pasta sabun:

  • Panaskan 1,7 kg air dan jangan sampai mendidih.
  • Tambahkan gliserin nabati ke dalam air panas. Setelah itu, Anda aduk rata bahan tersebut.
  • Setelah melakukan langkah tersebut, Anda masukkan campuran tersebut ke dalam panci pemanas berisi pasta sabun dengan suhu rendah. Anda aduk rata, lalu biarkan campuran tersebut selama semalam.
  • Setelah itu, Anda aduk lagi campuran tersebut sampai rata dan biarkan selama satu jam.
  • Sabun cair yang sudah diencerkan akan membentuk lapisan tipis di bagian atas. Keluarkan lapisan yang ada di bagian atas dan encerkan lagi dengan air jika Anda mau.
  • Setelah itu, Anda tambahkan pewarna ke dalam sabun cair.
  • Setelah itu, sabun cair bisa Anda gunakan.

Kesimpulan

Cara membuat sabun cair organik bisa Anda lakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami. Anda hanya perlu terapkan cara-cara yang disebutkan di atas jika ingin menghasilkan kulit yang lebih bagus. Menggunakan sabun cair organik juga akan memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan sabun-sabun lain.