cara merapatkan vagina

4 Cara Merapatkan Vagina dengan Olahraga

  • Desember 14, 2020

Vagina yang rapat dan kencang menjadi salah satu kunci untuk menciptakan permainan seksual yang bergairah dan memuaskan. Hanya saja seiring bertambahnya usia dan faktor melahirkan, tidak jarang lubang vagina menjadi terasa longgar sehingga menimbulkan rasa kurang puas saat beraktivitas seksual.

Vagina yang mulai longgar bukannya tidak bisa disiasati. Banyak cara merapatkan vagina yang bisa Anda tempuh untuk bisa membuat organ vital Anda kembali rapat dan menggairahkan. Melakukan perawatan ke dokter bisa menjadi pilihan yang mudah dan singkat. Namun, tidak ada salahnya pula mencoba beragam cara alami untuk mengencangkan vagina.

Cara merapatkan vagina secara alami bisa dilakukan dengan melakukan diet khusus ataupun dengan melakukan beragam latihan atau olahraga. Berikut ini adalah 5 latihan yang patut Anda coba jika ingin mendapatkan kembali vagina yang rapat.

  • Kegel

Latihan kegel menjadi cara merapatkan vagina yang paling populer. Secara sederhana, olahraga kegel merupakan latihan dengan cara mengencengkan otot panggul hingga berkontraksi. Model latihan ini sebenarnya sangat mudah dipraktikkan dan bisa dicoba di rumah ataupun dimanapun.

Pertama-tama, berdirinya dengan setengah berjongkok sampai otot panggul terasa tertekan. Cara menemukan sikap untuk menemukan otot panggul sebenarnya sangat mudah. Cobalah posisi setengah berdiri ketika hendak buang air kecil. Sampai pada urine bisa keluar, artinya posisi setengah berdiri Anda sudah benar. Setelah itu, bertahanlah di posisi tersebut selama 5 detik kemudian berdiri tegas dan rileks kembali. Ulangi posisi menekan otot panggul untuk beberapa kali tiap kali sesi latihan.

  • Latihan Squat

Anda yang sering pergi ke gym tentu sudah tidak asing dengan bentuk latihan yang satu ini. Latihan squat sebenarnya sangat sederhana. Anda hanya perlu berdiri dengan kaki yang sejajar kemudian menurunkan panggul secara perlahan sampai menyerupai posisi orang yang sedang duduk di bangku. Tahanlah posisi tersebut beberapa lama, kemudian kembali berdiri tegap kembali.

Mengulang-ulang gerakan squat bisa mengencangkan tubuh bagian bawah. Posisi hendak duduk yang merupakan sikao di latihan squat juga mampu mengencangkan vagina Anda. Tal ayal, vagina yang kencang akan membuat organ vital ini terasa lebih rapat.

  • Peregangan Panggul

Panggul menjadi kunci jika Anda ingin mendapatkan otot vagina. Latihan peregangan panggul pun bisa menjadi cara merapatkan vagina yang ampuh. Latihan olahraga yang satu ini bahkan menjadi metode paling efektif untuk memperkuat otot-otot vagina dan mengencangkan vagina Anda, bahkan melebihi kegel!

Untuk melakukannya pun tidak sulit, Anda hanya perlu mengambil posisi duduk di tepi kursi dan melebarkan kaki Anda. Setelah itu, jaga kedua tangan Anda di atas lutut dan arahkan siku Anda ke luar. Tekuk ke arah pergelangan kaki dan rentangkan lengan Anda. Setelah itu, lipatlah area panggul ke bagian dalam.

  • Yoga

Yoga sudah tidak asing bagi Anda, bukan? Tidak hanya mampu meredakan stres dan membuat diri lebih fokus, latihan yoga juga menjadi cara merapatkan vagina yang sangat direkomendasikan. Pasalnya, Yoga memiliki beberapa gerakan dasar panggul yang sangat baik untuk mengencangkan otot panggul. Bernapas dalam-dalam di latihan yoga juga akan sangat membantu mendapatkan vagina yang lebih kencang dalam waktu singkat.

Tentunya hasil yang maksimal baru bisa Anda peroleh jika rutin melakukan gerakan yoga setiap hari. Setidaknya lakukan 15 menit gerakna panggul dalam yoga setiap hari guna memperoleh kembali kekencangan vagina Anda.

***

Tertarik mencoba cara merapatkan vagina dengan olaraga? Yuk, cepat dilakukan dan rasakna sensasi permainan seksual yang lebih menyenangkan dan menggairahkan!

Mendadak Alami Siklus Haid 18 Hari, Ini Penyebabnya

Mendadak Alami Siklus Haid 18 Hari, Ini Penyebabnya

  • Oktober 23, 2020

Normalnya jarak antara hari pertama menstruasi dengan jadwal menstruasi berikutnya berkisar 21—35 hari. Namun dalam beberapa kasus, ada pula perempuan yang mengalami siklus haid 18 hari atau siklus haid yang lebih lama dari 35 hari.

Siklus haid yang terjadi kurang dari 21 hari dikenal sebagai siklus haid pendek. Sementara itu jika Anda mengalami siklus haid di atas 35 hari, artinya siklus menstruasi Anda tergolong panjang. Pendek atau panjangnya siklus haid dipengaruhi oleh pembentukan ovulasi. 

Umumnya siklus haid dialami oleh wanita secara tetap. Namun dalam kondisi tertentu, siklus haid Anda bisa jadi berubah lebih cepat atau lebih lama. Khusus jika Anda tiba-tiba mengalami siklus haid 18 hari atau siklus menstruasi pendek, beberapa faktor penyebab di bawah ini mungkin menjadi pemicunya. 

  1. Pasca Menyusui 

Ibu-ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif cenderung tidak akan mengalami menstruasi. Ini karena ketika menyusui eksklusif, pembentuknya hormon yang merangsang ovulasi akan tertunda hingga bisa mencapai 18 bulan. Ketika masa itu terlewati, kerap terjadi siklus haid menjadi lebih cepat daripada siklus sebelum Anda menyusui. Ini karena adanya fluktuasi hormon yang memicu ovulasi terjadi lebih cepat. 

  1. Bekas Luka Rahim 

Ketika rahim Anda memiliki luka, besar kemungkinan Anda akan mengalami siklus haid pendek di bawah 21 hari. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom Asherman. Siklus haid yang lebih cepat pada rahim yang memiliki bekas luka akibat prosedur kuret atau pembedahan dapat terjadi karena bekas luka tersebut dapat mengeluarkan darah. 

  1. Kontrasepsi

Metode kontrasepsi yang Anda pilih bisa sangat memengaruhi siklus haid yang Anda alami. Ini karena setiap metode kontrasepsi bisa memengaruhi produksi hormon yang memengaruhi terjadinya ovulasi. Secara khusus apabila Anda memakai kontrasepsi berjenis IUD, Anda bisa mudah mengalami siklus haid 18 hari sebab IUD memengaruhi hormon dan meringankan aliran darah. 

  1. Masalah Tiroid

Pendek atau panjangnya siklus haid juga dipengaruhi oleh tiroid Anda. Ketika Anda mengalami siklus haid 18 hari secara tiba-tiba, cobalah periksakan diri ke dokter. Jangan-jangan Anda tengah mengalami masalah tiroid. Keterkaitan antara tiroid dengan siklus haid terjadi karena hormon yang merangsang ovulasi dengan kelenjar tiroid berada di lokasi yang sama, yaitu di poros hipotalamus otak. 

  1. Konsumsi Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu nyatanya juga dapat membuat Anda tiba-tiba mengalami siklus haid pendek di bawah 21 hari. Obat-obatan berjenis antidepresan hingga ibuprofen disinyalir menjadi penyebab siklus haid pendek karena jenis obat ini mempersingkat aliran darah. 

  1. Jelang Menopause 

Perempuan berusia di atas 30 tahun atau 40 tahun cenderung mengalami siklus haid yang lebih pendek daripada seharusnya. Pertambahan usia perempuan memang menjadi penyebab lebih cepatnya ovulasi terjadi karena tubuh sedang bertransisi ke masa jelang menopause. Ketika And Anda mengalami siklus haid pendek karena pertambahan usia, artinya dalam 4—6 tahun mendatang, Anda bisa jadi akan mengalami menopause. 

  1. PCOS

PCOS merupakan singkatan dari polycystic ovarian syndrome. Ini merupakan gangguan kesuburan pada perempuan yang terjadi karena tubuh memproduksi hormon pria secara pria. Pembentukan ini dapat menekan terjadinya ovulasi. Awal mulanya perempuan dengan PCOS akan mengalami siklus haid panjang di atas 35 hari. Namun lama-kelamaan, penderita PCOS justru akan mengalami siklus haid yang lebih cepat. 

*** 

Ketika Anda mengalami siklus haid 18 hari secara tiba-tiba, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter kandungan secepatnya. Pasalnya, beberapa penyebab siklus haid pendek berhubungan dengan tingkat kesuburan Anda.