Hati-Hati Ini Tanda Awal Gejala Perimenopause!

  • Maret 5, 2021
perimenopause

Pernahkan Anda mengetahui apakah itu kondisi perimenopause? Mungkin Anda mengira kondisi ini sama dengan menopause, tetapi hal tersebut adalah dua kondisi yang berbeda. Perimenopause adalah periode ketika tubuh wanita mengalami transisi alami menuju menopause. 

Jadi, perimenopause adalah kondisi sebelum Anda mengalami kondisi menopause. Namun, apa yang menjadi tanda bahwa Anda mengalami kondisi tersebut? Yuk, simak apa yang menjadi gejala awal akan mengalami kondisi ini. 

Definisi dan fakta perimenopause

  • Menopause adalah masa hidup seorang wanita ketika periode menstruasi berhenti. Definisi medis menopause adalah saat seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. 
  • Waktu sebelum menopause disebut sebagai perimenopause. Tidak ada definisi medis yang ketat tentang perimenopause, tetapi biasanya mengacu pada waktu menjelang menopause saat seorang wanita mulai mengembangkan gejala penurunan kadar estrogen. 
  • Beberapa gejala perimenopause termasuk, hot flashes, keringat malam, penambahan berat badan, perubahan mood, kekeringan vagina, nyeri vagina, dan rasa sakit saat berhubungan seksual. 
  • Tidak semua wanita mengalami semua gejala perimenopause pada derajat yang sama dan gejalanya bervariasi di antara wanita. 
  • Pengobatan gejala perimenopause meliputi terapi hormon dan perubahan gaya hidup seperti pola makan, olahraga, dan berhenti merokok. 
  • Terapi estrogen dapat menurunkan keparahan gejala perimenopause. 

Apa tahapan menjelang menopause?

Setelah pubertas, ada tiga fase lain dari kesuburan wanita:

  • Pra-menopause.  Wanita memiliki fungsi ovarium penuh secara teratur menghasilkan estrogen dan ovarium. 
  • Perimenopause. Ovarium mulai berfluktuasi dalam ovulasi dan produksi estrogen, yang dapat menyebabkan siklus dan gejala menstruasi yang tidak dapat diprediksi. 
  • Menopause. Saat ovarium telah mati, seorang wanita akan mengalami menopause setelah 12 bulan tanpa menstruasi. 

Apa tanda pertama perimenopause?

Tanda pertama perimenopause biasanya adalah gangguan pada siklus menstruasi Anda. Bagi banyak wanita, menstruasi dimulai bisa lebih awal atau lebih lambat dari biasanya. Misalnya saja, jika siklus menstruasi Anda selalu 28 hari, selama perimenopause, menstruasi bisa datang lebih cepat 21 hari atau paling lambat 35 hari. Beberapa wanita mulai melewatkan bulan atau tidak menstruasi sama sekali dan kemudian mengalami menstruasi yang lebih berat dari biasanya. 

Selain menstruasi tidak teratur, beberapa tanda lain dari perimenopause, meliputi:

  • Hot flashes atau flushes. Hot flashes adalah sensasi episodik panas yang menjalar ke leher dan area wajah tubuh wanita, diikuti dengan keringat yang banyak. 
  • Nyeri payudara
  • Mual
  • Berkeringat di malam hari
  • Penambahan berat badan
  • Penurunan kesuburan
  • Hilangnya kepadatan tulang
  • Suasana hati mudah berubah, depresi, kecemasan dan mudah tersinggung sering terjadi selama perimenopause. 
  • Perubahan kadar kolesterol darah, tingkat estrogen yang rendah cenderung mendukung peningkatan yang disebut tingkat lipoprotein densitas rendah (LDL). Ini biasanya disebut kolesterol jahat. Selain itu, penurunan estrogen cenderung juga mendukung penurunan HDL yang disebut kolesterol baik. 
  • Dorongan seks rendah (libido menurun)
  • Nyeri vagina saat berhubungan
  • Masalah kandung kemih. Lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK), ingin buang air kecil lebih sering (urgensi kencing), dan mungkin kehilangan kemampuan untuk menahan aliran urin dengan peningkatan tekanan intra-abdominal, seperti saat terjadi bersin atau batuk. 

Jadi, jika menstruasi Anda mulai tidak teratur seperti yang telah dijelaskan diatas, mungkin saja Anda mengalami perimenopause. Namun, tanda tersebut bukan semata hanya gejala awal dari perimenopause saja. Anda harus menemui dokter untuk memeriksakan lebih lanjut apakan benar gejala tersebut adalah tanda awal Anda mengalami perimenopause atau tidak. Pasalnya, ada beberapa gejala kondisi lain terkait dengan menstruasi yang tidak teratur atau mulai berhenti. 

ciri-ciri wanita tidak subur

Agar Promil Lancar, Kenali Ciri-Ciri Wanita Tidak Subur

  • Januari 25, 2021

Apakah Anda dan pasangan sedang menjalankan program kehamilan atau promil? Supaya promil berjalan dengan lancar, Anda perlu memahami ciri-ciri wanita tidak subur.

Ketidaksuburan bisa dialami oleh siapa saja. Tidak sedikit wanita yang tidak menyadari bahwa mereka tidak subur sampai saat menjalani promil.

Dengan mengenali ciri-cirinya, Anda bisa merencanakan upaya pencegahan serta cara-cara untuk mengatasi ketidaksuburan tersebut.

Ciri-Ciri Wanita Tidak Subur

Pria dan wanita memiliki tanda-tanda ketidaksuburan yang berbeda. Pada wanita, ciri-ciri wanita tidak subur adalah sebagai berikut:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur

Hal ini mungkin bisa dideteksi sejak Anda masih muda atau sebelum menikah dan menjalankan promil. Normalnya, wanita melalui siklus menstruasi dalam waktu kurang lebih 28 hari.

Akan tetapi, bila siklus menstruasi Anda terlalu singkat atau terlalu panjang, misalnya kurang dari 24 hari atau lebih dari 35 hari, ini mungkin pertanda bahwa Anda tidak subur.

Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya adalah berat badang berlebih atau justru terlalu rendah, olahraga berlebihan, disfungsi tiroid, dan sindrom ovarium polikistik.

  • Nyeri saat berhubungan seksual

Salah satu ciri ketidaksuburan lainnya adalah nyeri saat berhubungan seksual. Beberapa wanita mungkin tidak menyadari bahwa ini juga menjadi ciri dari ketidaksuburan.

Ada beberapa wanita yang sering merasa nyeri ketika berhubungan seksual. Karena itu, mereka menganggap rasa nyeri itu sebagai hal yang normal karena sudah terbiasa.

Padahal, nyeri bukanlah tanda yang baik. Rasa nyeri ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti gangguan hormon, kondisi endometriosis, atau penyakit-penyakit lain yang mendasarinya.

  • Fluktuasi hormon

Fluktuasi hormon adalah kondisi perubahan hormon yang sangat drastis dan tidak menentu. Hal ini juga menjadi salah satu ciri-ciri wanita tidak subur.

Biasanya, Anda bisa mengenali gejala fluktuasi hormon sebagai tanda ketidaksuburan. Gejala tersebut meliputi masalah kulit, kurangnya gairan seksual, pertumbuhan rambut yang menipis, terjadi pertumbuhan rambut di wajah, serta penambahan berat badan.

Kondisi fluktuasi hormon yang tak menentu dipengaruhi oleh berbagai penyakit. Untuk mengetahui penyebabnya secara pasti, Anda perlu melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter.

  • Haid berwarna gelap atau pucat

Ciri lainnya yang menjadi tanda ketidaksuburan pada wanita adalah warna haid yang berbeda dari normal. Anda perlu memperhatikan apabila warna haid Anda berangsur-angsur menjadi gelap atau pucat seiring berjalannya waktu.

Pada awal masa menstruasi, darah pada haid Anda seharusnya berwarna cerah. Pada hari-hari berikutnya, warna haid baru akan menggelap secara perlahan.

Apabila warna darah menjadi sangat gelap cenderung hitam, bisa saja Anda mengalami endometriosis. Sebaiknya segera konsultasikan pada dokter mengenai gejala ini.

  • Tidak menstruasi sama sekali

Bukan hanya siklus menstruasi yang tidak teratur, tidak menstruasi sama sekali juga merupakan ciri-ciri wanita tidak subur.

Sebenarnya, wajar jika seorang wanita tidak menstruasi setiap beberapa bulan sekali. Hal ini bisa disebabkan oleh pola hidup Anda yang sangat sibuk, terlalu banyak berolahraga, atau stres.

Namun, jika hal ini terus menerus terjadi sampai membuat Anda tidak menstruasi selama beberapa bulan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui tingkat kesuburan Anda.

Baik wanita maupun pria sama-sama bisa mengalami ketidaksuburan. Kenali ciri-ciri wanita tidak subur agar Anda dan pasangan dapat merencanakan promil dengan efektif.

cara merapatkan vagina

4 Cara Merapatkan Vagina dengan Olahraga

  • Desember 14, 2020

Vagina yang rapat dan kencang menjadi salah satu kunci untuk menciptakan permainan seksual yang bergairah dan memuaskan. Hanya saja seiring bertambahnya usia dan faktor melahirkan, tidak jarang lubang vagina menjadi terasa longgar sehingga menimbulkan rasa kurang puas saat beraktivitas seksual.

Vagina yang mulai longgar bukannya tidak bisa disiasati. Banyak cara merapatkan vagina yang bisa Anda tempuh untuk bisa membuat organ vital Anda kembali rapat dan menggairahkan. Melakukan perawatan ke dokter bisa menjadi pilihan yang mudah dan singkat. Namun, tidak ada salahnya pula mencoba beragam cara alami untuk mengencangkan vagina.

Cara merapatkan vagina secara alami bisa dilakukan dengan melakukan diet khusus ataupun dengan melakukan beragam latihan atau olahraga. Berikut ini adalah 5 latihan yang patut Anda coba jika ingin mendapatkan kembali vagina yang rapat.

  • Kegel

Latihan kegel menjadi cara merapatkan vagina yang paling populer. Secara sederhana, olahraga kegel merupakan latihan dengan cara mengencengkan otot panggul hingga berkontraksi. Model latihan ini sebenarnya sangat mudah dipraktikkan dan bisa dicoba di rumah ataupun dimanapun.

Pertama-tama, berdirinya dengan setengah berjongkok sampai otot panggul terasa tertekan. Cara menemukan sikap untuk menemukan otot panggul sebenarnya sangat mudah. Cobalah posisi setengah berdiri ketika hendak buang air kecil. Sampai pada urine bisa keluar, artinya posisi setengah berdiri Anda sudah benar. Setelah itu, bertahanlah di posisi tersebut selama 5 detik kemudian berdiri tegas dan rileks kembali. Ulangi posisi menekan otot panggul untuk beberapa kali tiap kali sesi latihan.

  • Latihan Squat

Anda yang sering pergi ke gym tentu sudah tidak asing dengan bentuk latihan yang satu ini. Latihan squat sebenarnya sangat sederhana. Anda hanya perlu berdiri dengan kaki yang sejajar kemudian menurunkan panggul secara perlahan sampai menyerupai posisi orang yang sedang duduk di bangku. Tahanlah posisi tersebut beberapa lama, kemudian kembali berdiri tegap kembali.

Mengulang-ulang gerakan squat bisa mengencangkan tubuh bagian bawah. Posisi hendak duduk yang merupakan sikao di latihan squat juga mampu mengencangkan vagina Anda. Tal ayal, vagina yang kencang akan membuat organ vital ini terasa lebih rapat.

  • Peregangan Panggul

Panggul menjadi kunci jika Anda ingin mendapatkan otot vagina. Latihan peregangan panggul pun bisa menjadi cara merapatkan vagina yang ampuh. Latihan olahraga yang satu ini bahkan menjadi metode paling efektif untuk memperkuat otot-otot vagina dan mengencangkan vagina Anda, bahkan melebihi kegel!

Untuk melakukannya pun tidak sulit, Anda hanya perlu mengambil posisi duduk di tepi kursi dan melebarkan kaki Anda. Setelah itu, jaga kedua tangan Anda di atas lutut dan arahkan siku Anda ke luar. Tekuk ke arah pergelangan kaki dan rentangkan lengan Anda. Setelah itu, lipatlah area panggul ke bagian dalam.

  • Yoga

Yoga sudah tidak asing bagi Anda, bukan? Tidak hanya mampu meredakan stres dan membuat diri lebih fokus, latihan yoga juga menjadi cara merapatkan vagina yang sangat direkomendasikan. Pasalnya, Yoga memiliki beberapa gerakan dasar panggul yang sangat baik untuk mengencangkan otot panggul. Bernapas dalam-dalam di latihan yoga juga akan sangat membantu mendapatkan vagina yang lebih kencang dalam waktu singkat.

Tentunya hasil yang maksimal baru bisa Anda peroleh jika rutin melakukan gerakan yoga setiap hari. Setidaknya lakukan 15 menit gerakna panggul dalam yoga setiap hari guna memperoleh kembali kekencangan vagina Anda.

***

Tertarik mencoba cara merapatkan vagina dengan olaraga? Yuk, cepat dilakukan dan rasakna sensasi permainan seksual yang lebih menyenangkan dan menggairahkan!

Mendadak Alami Siklus Haid 18 Hari, Ini Penyebabnya

Mendadak Alami Siklus Haid 18 Hari, Ini Penyebabnya

  • Oktober 23, 2020

Normalnya jarak antara hari pertama menstruasi dengan jadwal menstruasi berikutnya berkisar 21—35 hari. Namun dalam beberapa kasus, ada pula perempuan yang mengalami siklus haid 18 hari atau siklus haid yang lebih lama dari 35 hari.

Siklus haid yang terjadi kurang dari 21 hari dikenal sebagai siklus haid pendek. Sementara itu jika Anda mengalami siklus haid di atas 35 hari, artinya siklus menstruasi Anda tergolong panjang. Pendek atau panjangnya siklus haid dipengaruhi oleh pembentukan ovulasi. 

Umumnya siklus haid dialami oleh wanita secara tetap. Namun dalam kondisi tertentu, siklus haid Anda bisa jadi berubah lebih cepat atau lebih lama. Khusus jika Anda tiba-tiba mengalami siklus haid 18 hari atau siklus menstruasi pendek, beberapa faktor penyebab di bawah ini mungkin menjadi pemicunya. 

  1. Pasca Menyusui 

Ibu-ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif cenderung tidak akan mengalami menstruasi. Ini karena ketika menyusui eksklusif, pembentuknya hormon yang merangsang ovulasi akan tertunda hingga bisa mencapai 18 bulan. Ketika masa itu terlewati, kerap terjadi siklus haid menjadi lebih cepat daripada siklus sebelum Anda menyusui. Ini karena adanya fluktuasi hormon yang memicu ovulasi terjadi lebih cepat. 

  1. Bekas Luka Rahim 

Ketika rahim Anda memiliki luka, besar kemungkinan Anda akan mengalami siklus haid pendek di bawah 21 hari. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom Asherman. Siklus haid yang lebih cepat pada rahim yang memiliki bekas luka akibat prosedur kuret atau pembedahan dapat terjadi karena bekas luka tersebut dapat mengeluarkan darah. 

  1. Kontrasepsi

Metode kontrasepsi yang Anda pilih bisa sangat memengaruhi siklus haid yang Anda alami. Ini karena setiap metode kontrasepsi bisa memengaruhi produksi hormon yang memengaruhi terjadinya ovulasi. Secara khusus apabila Anda memakai kontrasepsi berjenis IUD, Anda bisa mudah mengalami siklus haid 18 hari sebab IUD memengaruhi hormon dan meringankan aliran darah. 

  1. Masalah Tiroid

Pendek atau panjangnya siklus haid juga dipengaruhi oleh tiroid Anda. Ketika Anda mengalami siklus haid 18 hari secara tiba-tiba, cobalah periksakan diri ke dokter. Jangan-jangan Anda tengah mengalami masalah tiroid. Keterkaitan antara tiroid dengan siklus haid terjadi karena hormon yang merangsang ovulasi dengan kelenjar tiroid berada di lokasi yang sama, yaitu di poros hipotalamus otak. 

  1. Konsumsi Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu nyatanya juga dapat membuat Anda tiba-tiba mengalami siklus haid pendek di bawah 21 hari. Obat-obatan berjenis antidepresan hingga ibuprofen disinyalir menjadi penyebab siklus haid pendek karena jenis obat ini mempersingkat aliran darah. 

  1. Jelang Menopause 

Perempuan berusia di atas 30 tahun atau 40 tahun cenderung mengalami siklus haid yang lebih pendek daripada seharusnya. Pertambahan usia perempuan memang menjadi penyebab lebih cepatnya ovulasi terjadi karena tubuh sedang bertransisi ke masa jelang menopause. Ketika And Anda mengalami siklus haid pendek karena pertambahan usia, artinya dalam 4—6 tahun mendatang, Anda bisa jadi akan mengalami menopause. 

  1. PCOS

PCOS merupakan singkatan dari polycystic ovarian syndrome. Ini merupakan gangguan kesuburan pada perempuan yang terjadi karena tubuh memproduksi hormon pria secara pria. Pembentukan ini dapat menekan terjadinya ovulasi. Awal mulanya perempuan dengan PCOS akan mengalami siklus haid panjang di atas 35 hari. Namun lama-kelamaan, penderita PCOS justru akan mengalami siklus haid yang lebih cepat. 

*** 

Ketika Anda mengalami siklus haid 18 hari secara tiba-tiba, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter kandungan secepatnya. Pasalnya, beberapa penyebab siklus haid pendek berhubungan dengan tingkat kesuburan Anda.