Risiko Prolonged Pregnancy, Ketahui Bahayanya

  • Oktober 27, 2020

Waktu persalinan merupakan masa yang paling dinanti oleh orang tua, khususnya ibu hamil. Saat melewati batas waktu persalinan, ibu sering khawatir tentang kesehatan dan keselamatan bayi. Faktanya, dengan tanggal dan istilah yang berbeda tentang kehamilan dan persalinan, sulit menentukan kapan Anda benar-benar bertemu dengan buah hati. Kampus Dokter Kandungan dan Ginekolog Amerika (ACOG) menggunakan istilah seperti early term (37-38 minggu), full term (39-40 minggu), late term (41-42 minggu), dan post term (lebih dari 42 minggu). Bayi yang lahir sebelum 37 minggu disebut bayi premature, dengan bayi yang lahir setelah lebih dari 42 minggu disebut postmature (disebut pula overdue atau prolonged pregnancy). Sekitar 60 persen ibu hamil akan melahirkan bayi sebelum batas waktu persalinan, dengan 1 dari 10 bayi lahir postmature. Berdasarkan statistik tersebut, Anda mungkin penasaran kapan batas waktu persalinan Anda dan faktor apa saja yang menyebabkan prolonged pregnancy.

Tanggal pembuahan bayi yang sesungguhnya sulit untuk diketahui, sehingga usia gestasi merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menghitung seberapa jauh Anda hamil dan memprediksi kapan batas waktu kehamilan. Usia gestasi diukur menggunakan hari pertama masa menstruasi terakhir Anda; 280 hari (40 minggu) sejak hari tersebut merupakan rata-rata lama kehamilan. Dari sinilah perkiraan waktu persalinan berasal. Namun, beberapa faktor tertentu dapat menyebabkan bayi lahir premature atau kehamilan Anda menjadi prolonged pregnancy. Adapun beberapa penyebab bayi lahir terlambat di antaranya adalah kehamilan pertama, Anda memiliki riwayat melahirkan postmature, keluarga memiliki riwayat medis melahirkan postmature, obesitas, bayi berjenis kelamin laki-laki, dan waktu persalinan salah dihitung.

Risiko prolonged pregnancy

Saat persalinan melebihi waktu 41 minggu (late term) dan lebih dari 42 minggu (post term), ada peningkatan risiko gangguan kesehatan tertentu. Beberapa risiko yang umum dijumpai pada bayi yang lahir postmature di antaranya adalah:

  • Makrosomia, atau bayi berukuran lebih besar daripada ukuran rata-rata kelahiran pada umumnya, yang bisa meningkatkan risiko persalinan sesar atau distosia bahu (bahu bayi tersangkut di belakang tulang pelvis ibu pada saat persalinan)
  • Sindrom postmaturitas, yang ditandai dengan tidak bertambahnya berat badan pada bayi setelah batas waktu, serta kulit yang kendor, dan kuku jari dan kuku kaki yang panjang pada saat lahir.
  • Air ketuban sedikit, yang dapat memengaruhi detak jantung bayi dan menyebabkan tali pusar padat saat kontraksi, menyebabkan kurangnya kurangnya aliran udara yang mengalir ke janin.
  • Meconium, pada paru-paru bayi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius.
  • Lahir mati (stillbirth), di mna bayi meninggal sebelum dilahirkan.

Late term dan prolonged pregnancy juga dapat menyebabkan komplikasi persalinan, seperti vagina robek parah saat persalinan, infeksi, dan pendarahan postpartum.

Perawatan sebelum melahirkan tetap harus dilakukan meskipun kehamilan telah melebihi batas waktu persalinan (prolonged pregnancy). Pada saat kunjungan dokter kandungan, dokter akan memeriksa ukuran bayi, detak jantunf, posisi, dan bertanya seputar gerakan bayi. Apabila Anda berada pada posisi satu minggu setelah batas waktu persalinan, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan detak jantung bayi (tes nonstress) dan pemeriksaan volume air ketuban atau kombinasi antara tes nonstress dan ultrasound janin. Dalam kasus tertentu, induksi persalinan untuk mempercepat persalinan dapat direkomendasikan. Induksi persalinan adalah stimulasi kontraksi uterus pada masa kehamilan sebelum persalinan dimulai agar persalinan lewat vagina dapat terjadi. Konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Makanan yang Dapat Menyebabkan Penebalan Dinding Rahim Abnormal

  • Agustus 19, 2020

Penebalan dinding rahim atau endometrium adalah aktivitas yang normal terjadi pada rahim wanita. Dalam siklus menstruasi, lapisan endometrium memang mengalami perubahan, salah satunya yaitu penebalan.

Penebalan terjadi merupakan bagian dari persiapan kehamilan. Lapisan endometrium menebal dan diperkaya oleh darah yang siap menerima sel telur yang berhaisl dibuahi. Jika terjadi proses kehamilan, penebalan dinding rahim ini juga menunjang plasenta yang fungsinya memberikan suplai oksigen dan nutrisi pada bayi di kandungan.

Akan tetapi jika tidak terjadi pembuahan. maka dinding rahim yang menebal akan luruh atau disebut proses menstruasi.

Namun, perlu berhati-hati jika penebalan dinding rahim terjadi abnormal. Maksudnya, saat fungsi jaringan endometrium yang harusnya tumbuh di dalam, justru tumbuh di luar rahim atau dikenal dengan istilah endometriosis. Salah satu tanda endometriosis adalah rasa nyeri yang begitu hebat ketika menstruasi. Selain itu, biasanya penderita akan mengeluh sakit saat berhubungan seksual ataupun saat buang air kecil dan besar.

Pada kasus yang lebih serius lagi, endometriosis dapat menyebabkan masalah kesuburan oada wanita.

Penyebab Penebalan Dinding Rahim Abnormal pada Wanita

Penebalan dinding rahim yang abnormal seringnya disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang. Biasanya terjadi akibat hormon estrogen berlebihan tanpa adanya hormon progesteron. Jika ovulasi tidak terjadi, hormon progesteron pun tida diproduksi sehingga lapisan rahim tidak luruh. Karena respon adanya hormon estrogen, maka endometrium terus tumbuh sehingga sel penyusun menjadi banyak dan diambang normal. Bahkan pertumbuha berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan kanker.

Dapatkah Penebalan Dinding Rahim Disebabkan oleh Makanan?

Meski masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan korelasi pola makan dengan gejala endometriosis, tetapi ada beberapa jenis makanan yang memicu gejala endometriosis pada wanita.

Meskipun menghindari jenis makanan tersebut tidak serta merta dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Tapi menghindari atau membatasi konsumsi makanan yang memicu penebalan dinding rahim bisa mengurangi gejalanya.

Apa saja makanan yang menyebabkan penebalan dinding rahim abnormal?

  • Daging merah

Perempuan yang terlalu banyak mengkonsumsi daging merah rentan mengalami gejala endometriosis. Sebab, daging merah mengandung tinggi lemak. Lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan produksi estrogen dalam tubuh sehingga menyebabkan dindin rahim mengalami penebalan yang tidak normal.

  • Makanan yang mengandung lemak trans

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak trans yang tinggi berisiko besar mengalami endometriosis. Makanan tersebut berupa aneka gorengan, makanan cepat saji, hingga makanan olahan.

  • Minuman beralkohol

Minum minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar hormon estrogen yang menyebabkan terjadinya penebalan dinding rahim.

  • Makanan yang mengandung gluten

Selain itu, makanan yang mengandung gluten juga menyebabkan terjadinya penebalan dinding rahim. Makanan yang dimaksud adalah yang terbuat dari biji-bijian, seperti sereal, gandum, pasta, roti, kue, dan sebagainya.

  • Kafein

Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi dapat meningkatkan risiko penebalan dinding rahim. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan produksi hormon estrogen yang memicu terjadinya penebalan dinding rahim abnormal.

Sebaiknya, Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat mengatasi peradangan dan mengurangi gejala-gejala endometriosis. Makanan yang dimaksud adalah:

  • Makanan yang kaya zat besi seperti sayuran hijau, brokoli, kacang-kacangan serta almond
  • Makanan tinggi serat seperti sayuran, buah, oatmeal, biji gandum utuh, lentil, serta kacang-kacangan
  • Makanan yang mengandung antioksidan
  • Makanan yang mengandung asam lemak omega-3

Selain mengkonsumsi makanan yang baik untuk endometriosis agar tidak mengalami penebalan dinding rahim abnormal, sebaiknya Anda juga menerapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, minum air putih yang cukup, serta istirahat.

Pelajari Perkembangan Janin Anda Di Usia 7 Minggu

  • Agustus 11, 2020

Jika Anda hamil 7 minggu, berarti Anda berada di bulan ke-2 kehamilan Anda. Perjalanan Anda masih panjang, namun Anda perlu mempelajari mengenai perkembangan janin 7 minggu.

Pada usia kehamilan 7 minggu, berat badan Anda mungkin bertambah beberapa kilogram atau bahkan turun karena mual di pagi hari. Bagaimanapun juga, pasti ada beberapa perubahan besar yang terjadi di dalam tubuh Anda.

Tidak ada orang lain yang bisa melihat perkembangan janin mereka. Dan pada minggu ke 7 kehamilan, Anda mungkin bertanya-tanya akan seperti apa perkembangan janin yang tumbuh di perut Anda. Berikut beberapa perkembangan pada janin di usia 7 minggu:

  • Pada usia kehamilan 7 minggu, bayi Anda seukuran blueberry. Janin Anda berukuran sekitar 0,51 inci, perkembangannya menjadi dua kali lipat sejak minggu lalu. 
  • Tali pusar muncul di rahim Anda. Tabung ini menghubungkan janin dan plasenta, mengalirkan oksigen dan nutrisi dan bahkan membuang limbah ke aliran darah Anda.
  • Sumbat lendir berkembang. Sumbat lendir Anda muncul pada penutupan minggu ini, menetap di bukaan  serviks Anda. Gabus alami ini menyegel dan melindungi rahim Anda dari bakteri.
  • Tangan dan kaki berselaput. Calon bayi Anda telah mengembangkan rintisan tangan dan kaki seperti jaring. Tak lama kemudian, mereka akan tumbuh dan berubah menjadi memiliki jari tangan dan kaki. Tetapi pada perkembangan janin di usia 7 minggu, tangannya akan terlihat seperti dayung kecil.
  • Pada usia kehamilan 7 minggu, sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan janin terkonsentrasi di kepala. Saat sel-sel otak baru dihasilkan dengan kecepatan 100 per menit.
  • Perkembangan janin Anda di minggu ke 7 juga termasuk mulut dan lidah bayi Anda. Begitupun dengan ginjal, yang siap untuk memulai pekerjaan penting mereka dalam pengelolaan limbah.

Selama minggu ke 7 kehamilan Anda, Anda mungkin menghadapi serangkaian gejala awal kehamilan. Ingatlah bahwa memiliki banyak gejala adalah hal yang wajar, sama seperti halnya memiliki sedikit gejala. 

Ketidaknyamanan awal kehamilan Anda akan berlanjut, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat. Pada usia kehamilan 7 minggu, Anda mungkin bersiap untuk kunjungan prenatal pertama Anda. Jika Anda khawatir dengan gejala yang Anda miliki, segera hubungi dokter Anda.