Makanan yang Dapat Menyebabkan Penebalan Dinding Rahim Abnormal

  • Agustus 19, 2020

Penebalan dinding rahim atau endometrium adalah aktivitas yang normal terjadi pada rahim wanita. Dalam siklus menstruasi, lapisan endometrium memang mengalami perubahan, salah satunya yaitu penebalan.

Penebalan terjadi merupakan bagian dari persiapan kehamilan. Lapisan endometrium menebal dan diperkaya oleh darah yang siap menerima sel telur yang berhaisl dibuahi. Jika terjadi proses kehamilan, penebalan dinding rahim ini juga menunjang plasenta yang fungsinya memberikan suplai oksigen dan nutrisi pada bayi di kandungan.

Akan tetapi jika tidak terjadi pembuahan. maka dinding rahim yang menebal akan luruh atau disebut proses menstruasi.

Namun, perlu berhati-hati jika penebalan dinding rahim terjadi abnormal. Maksudnya, saat fungsi jaringan endometrium yang harusnya tumbuh di dalam, justru tumbuh di luar rahim atau dikenal dengan istilah endometriosis. Salah satu tanda endometriosis adalah rasa nyeri yang begitu hebat ketika menstruasi. Selain itu, biasanya penderita akan mengeluh sakit saat berhubungan seksual ataupun saat buang air kecil dan besar.

Pada kasus yang lebih serius lagi, endometriosis dapat menyebabkan masalah kesuburan oada wanita.

Penyebab Penebalan Dinding Rahim Abnormal pada Wanita

Penebalan dinding rahim yang abnormal seringnya disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang. Biasanya terjadi akibat hormon estrogen berlebihan tanpa adanya hormon progesteron. Jika ovulasi tidak terjadi, hormon progesteron pun tida diproduksi sehingga lapisan rahim tidak luruh. Karena respon adanya hormon estrogen, maka endometrium terus tumbuh sehingga sel penyusun menjadi banyak dan diambang normal. Bahkan pertumbuha berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan kanker.

Dapatkah Penebalan Dinding Rahim Disebabkan oleh Makanan?

Meski masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan korelasi pola makan dengan gejala endometriosis, tetapi ada beberapa jenis makanan yang memicu gejala endometriosis pada wanita.

Meskipun menghindari jenis makanan tersebut tidak serta merta dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Tapi menghindari atau membatasi konsumsi makanan yang memicu penebalan dinding rahim bisa mengurangi gejalanya.

Apa saja makanan yang menyebabkan penebalan dinding rahim abnormal?

  • Daging merah

Perempuan yang terlalu banyak mengkonsumsi daging merah rentan mengalami gejala endometriosis. Sebab, daging merah mengandung tinggi lemak. Lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan produksi estrogen dalam tubuh sehingga menyebabkan dindin rahim mengalami penebalan yang tidak normal.

  • Makanan yang mengandung lemak trans

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak trans yang tinggi berisiko besar mengalami endometriosis. Makanan tersebut berupa aneka gorengan, makanan cepat saji, hingga makanan olahan.

  • Minuman beralkohol

Minum minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar hormon estrogen yang menyebabkan terjadinya penebalan dinding rahim.

  • Makanan yang mengandung gluten

Selain itu, makanan yang mengandung gluten juga menyebabkan terjadinya penebalan dinding rahim. Makanan yang dimaksud adalah yang terbuat dari biji-bijian, seperti sereal, gandum, pasta, roti, kue, dan sebagainya.

  • Kafein

Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi dapat meningkatkan risiko penebalan dinding rahim. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan produksi hormon estrogen yang memicu terjadinya penebalan dinding rahim abnormal.

Sebaiknya, Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat mengatasi peradangan dan mengurangi gejala-gejala endometriosis. Makanan yang dimaksud adalah:

  • Makanan yang kaya zat besi seperti sayuran hijau, brokoli, kacang-kacangan serta almond
  • Makanan tinggi serat seperti sayuran, buah, oatmeal, biji gandum utuh, lentil, serta kacang-kacangan
  • Makanan yang mengandung antioksidan
  • Makanan yang mengandung asam lemak omega-3

Selain mengkonsumsi makanan yang baik untuk endometriosis agar tidak mengalami penebalan dinding rahim abnormal, sebaiknya Anda juga menerapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, minum air putih yang cukup, serta istirahat.

Pelajari Perkembangan Janin Anda Di Usia 7 Minggu

  • Agustus 11, 2020

Jika Anda hamil 7 minggu, berarti Anda berada di bulan ke-2 kehamilan Anda. Perjalanan Anda masih panjang, namun Anda perlu mempelajari mengenai perkembangan janin 7 minggu.

Pada usia kehamilan 7 minggu, berat badan Anda mungkin bertambah beberapa kilogram atau bahkan turun karena mual di pagi hari. Bagaimanapun juga, pasti ada beberapa perubahan besar yang terjadi di dalam tubuh Anda.

Tidak ada orang lain yang bisa melihat perkembangan janin mereka. Dan pada minggu ke 7 kehamilan, Anda mungkin bertanya-tanya akan seperti apa perkembangan janin yang tumbuh di perut Anda. Berikut beberapa perkembangan pada janin di usia 7 minggu:

  • Pada usia kehamilan 7 minggu, bayi Anda seukuran blueberry. Janin Anda berukuran sekitar 0,51 inci, perkembangannya menjadi dua kali lipat sejak minggu lalu. 
  • Tali pusar muncul di rahim Anda. Tabung ini menghubungkan janin dan plasenta, mengalirkan oksigen dan nutrisi dan bahkan membuang limbah ke aliran darah Anda.
  • Sumbat lendir berkembang. Sumbat lendir Anda muncul pada penutupan minggu ini, menetap di bukaan  serviks Anda. Gabus alami ini menyegel dan melindungi rahim Anda dari bakteri.
  • Tangan dan kaki berselaput. Calon bayi Anda telah mengembangkan rintisan tangan dan kaki seperti jaring. Tak lama kemudian, mereka akan tumbuh dan berubah menjadi memiliki jari tangan dan kaki. Tetapi pada perkembangan janin di usia 7 minggu, tangannya akan terlihat seperti dayung kecil.
  • Pada usia kehamilan 7 minggu, sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan janin terkonsentrasi di kepala. Saat sel-sel otak baru dihasilkan dengan kecepatan 100 per menit.
  • Perkembangan janin Anda di minggu ke 7 juga termasuk mulut dan lidah bayi Anda. Begitupun dengan ginjal, yang siap untuk memulai pekerjaan penting mereka dalam pengelolaan limbah.

Selama minggu ke 7 kehamilan Anda, Anda mungkin menghadapi serangkaian gejala awal kehamilan. Ingatlah bahwa memiliki banyak gejala adalah hal yang wajar, sama seperti halnya memiliki sedikit gejala. 

Ketidaknyamanan awal kehamilan Anda akan berlanjut, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat. Pada usia kehamilan 7 minggu, Anda mungkin bersiap untuk kunjungan prenatal pertama Anda. Jika Anda khawatir dengan gejala yang Anda miliki, segera hubungi dokter Anda.