Cara Mengatasi Keringat Berlebihan Karena Hiperhidrosis

  • Desember 27, 2021

Berkeringat adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, pernahkah Anda berkeringat dengan banyak padahal sedang tidak melakukan aktivitas fisik ataupun tidak sedang berpanas-panasan? Keringat berlebihan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan mengganggu sehingga Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebab keringat berlebih ini. 

Salah satu kondisi medis di mana Anda akan mengalami keringat berlebihan adalah hiperhidrosis. Walaupun penyebab pastinya belum diketahui, namun hiperhidrosis menunjukkan adanya kelenjar-kelenjar keringat yang bekerja secara aktif. 

Jika Anda mengalami kondisi ini, tidak perlu khawatir karena faktanya hanya 1% orang yang mengalami kondisi keringat berlebih ini termasuk ke dalam hiperhidrosis. Meskipun begitu, Anda tetap perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasi keringat berlebihan karena hiperhidrosis ini.

Penyebab keringat berlebihan

Bila seseorang menderita hiperhidrosis, maka ia akan menghasilkan keringat lebih banyak hingga lima kali jika dibandingkan dengan orang normal. Ada dua jenis keringat berlebih yang disebabkan karena hiperhidrosis.

  • Hiperhidrosis primer

Penyebab utama hiperhidrosis adalah sistem saraf yang memicu kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif. Maka dari itu, penderita hiperhidrosis primer ini biasanya akan tetap berkeringat meskipun cuaca sedang tidak panas atau sedang tidak melakukan aktivitas apapun.

Biasanya, orang yang mengalami hiperhidrosis primer ini sudah mendapatkannya sejak anak-anak atau remaja yang ditandai dengan munculnya keringat berlebih di tangan, kaki, dahi, dan ketiak.

  • Hiperhidrosis sekunder

Hiperhidrosis sekunder ini muncul karena adanya pemicu dari suatu kondisi medis, seperti diabetes, gangguan tiroid, gagal jantung, obesitas, dan lainnya. Selain itu, hiperhidrosis sekunder juga bisa disebabkan karena penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah, psikiatri, dan beberapa jenis suplemen.

Jadi, munculnya keringat berlebih bisa disebabkan karena kondisi bawaan atau diakibatkan oleh suatu pemicu. Maka, sebelum Anda mengetahui bagaimana cara mengatasi keringat berlebihan, ketahuilah penyebabnya terlebih dahulu dengan cara berkonsultasi dengan dokter.

Diagnosis 

Menurut Mayoclinic, ada dua cara yang akan dilakukan untuk melakukan diagnosis pada hiperhidrosis yang Anda alami.

  • Tes laboratorium

Dokter akan merekomendasikan untuk melakukan tes darah, urin, atau tes laboratorium lainnya untuk melihat apakah keringat yang Anda hasilkan disebabkan karena adanya kondisi medis, seperti kelenjar tiroid yang terlalu aktif, gula darah rendah, atau lainnya.

  • Tes keringat

Beragam tes tersedia untuk menentukan area yang berkeringat serta memperkirakan tingkat keparahan kondisi tersebut, termasuk di dalamnya tes yodium, konduktansi kulit, dan tes keringat termoregulasi,

Cara mengatasi keringat berlebihan

Jika suatu kondisi media yang menyebabkan Anda mengalami hiperhidrosis, maka cara mengatasi keringat berlebihan disesuaikan dengan pemicunya.

Akan tetapi, jika tidak ada penyebab yang jelas, maka cara mengatasi keringat berlebihan karena hiperhidrosis primer bisa dilakukan dengan pengobatan dan beberapa perawatan medis lainnya.

  1. Antiperspiran 

Cara mengatasi keringat berlebihan yang pertama kali direkomendasikan oleh dokter adalah penggunaan antiperspiran karena terjangkau dan mudah ditemukan.

Antiperspiran yang lebih kuat dengan mengandung alumunium klorida bisa saja diresepkan oleh dokter. Penggunaannya akan diletakkan pada kulit yang memiliki keringat berlebih pada saat sebelum tidur. Lalu, cucilah setelah bangun tidur.

Dalam pemakaiannya, Anda harus berhati-hati karena jika antiperspiran masuk ke mata bisa menimbulkan iritasi.

  1. Pemberian obat saraf

Pemberian obat penghambat saraf bisa saja dilakukan oleh dokter. Sebab, obat yang Anda minum dapat memblokir beberapa bahan kimia yang memungkinkan bagi saraf untuk berkomunikasi satu sama lain.

Jika hal tersebut dihambat, maka bisa mengurangi jumlah keringat pada beberapa orang. Akan tetapi, pemberian obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti mulut kering, penglihatan kabur, dan permasalahan pada kandung kemih.

  1. Suntik botox

Cara mengatasi keringat berlebihan dengan suntik botox dimaksudkan untuk memblokir sementara saraf-saraf yang menyebabkan keringat.

Tentunya, suntik botox ini tidak bertahan secara permanen, cara mengatasi keringat berlebihan dengan cara ini hanya akan bertahan selama 12 bulan dan harus melakukan perawatan ulang. 

  1. Tindakan bedah

Apabila beberapa cara mengatasi keringat berlebihan di atas tidak memberikan hasil yang maksimal maka bisa dilakukan tindakan operasi, seperti Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS).

Operasi ini akan memutuskan koneksi saraf yang mengendalikan aktivitas produksi kelenjar keringat. Prosedur yang dilakukan dengan menyayat kecil bagian bawah ketiak dan memasukkan alat endoskopi ke dalam dada.

Lalu, dokter akan memutus koneksi saraf yang memiliki fungsi dalam mengendalikan keringat. Sehingga, setelah operasi ETS ini dilakukan maka pasien tidak lagi berkeringat di area telapak tangan dan ketiak.

Jadi, itulah beberapa cara mengatasi keringat berlebihan yang disebabkan karena hiperhidrosis. Jadi, jika Anda menderita hiperhidrosis hal yang perlu Anda perhatikan adalah menjaga kebersihan agar keringat berlebihan tersebut tidak menyebabkan bau badan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*