Cara Memasang dan Melepas Baju Hazmat Sesuai Prosedur yang Benar

Cara Memasang dan Melepas Baju Hazmat Sesuai Prosedur yang Benar

  • November 27, 2020

Mungkin selama pandemi ini Anda sering mendengar istilah baju hazmat atau APD (Alat Pelindung Diri) yang dikenakan oleh tenaga medis saat di rumah sakit ‘menghadapi’ pasien Covid-19.

Hazmat adalah singkatan dari hazardous material, yaitu pakaian yang mampu melindungi penggunanya dari penyakit yang dapat menular lewat udara.

Ternyata APD tidak hanya digunakan oleh tenaga medis saat melayani pasien yang terinfeksi virus corona, tetapi juga digunakan oleh profesi lain yang bisa berisiko terpapar zat kimia, biologis, maupun bahan radioaktif.

Cara Kerja Baju Hazmat atau Pelindung Diri

Seperti yang dijelaskan, baju hazmat atau pelindung diri ini didesain untuk melindungi penggunanya dari zat-zat berbahaya. Penggunaan APD jenis ini dibarengi juga dengan kacamata pelindung, sepatu khusus, dan juga sarung tangan.

Hazmat suit terbuat dari plastik, karet khusus, dan kain. Ada juga yang dilengkapi dengan sumber oksigen.

Tidak semua tenaga medis diharuskan pakai hazmat suit ini. Mereka yang rentan terkontaminasi dan terpapar zat berbahaya atau hal lain yang wajib memakainya. Termasuk di kala pandemi ini. Sebab, tenaga medis menjadi garda terdepan yang melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19 di rumah sakit. Sehingga mereka wajib menggunakan hazmat suit ini untuk mencegah terjadinya penularan.

Baju pelindung ini bersifat impermeable, artinya tidak mungkin dimasuki cairan ataupun gas jenis apapun. Sehingga droplet yang mengandung virus Corona dari pasien tidak akan terkena langsung pada penggunanya.

Sebab, virus dari tubuh pasien bisa masuk ke tubuh seseorang melalui kulit yang rusak atau selaput lendir seperti hidung, mulut, maupun mata. Tubuh tenaga medis atau orang-orang yang menggunakan hazmat suit ini akan terlindungi dari infeksi dan penularan Covid-19.

Cara Pakai dan Melepaskan Baju Hazmat Sesuai Prosedur

Saat akan memakai hazmat suit ini, haruslah dilakukan dengan benar dan dan sesuai prosedur. Hal ini untuk menghindari potensi terinfeksi virus.

Ternyata, pemasangan hazmat suit ini bahkan bisa memakan waktu hingga setengah jam lho.

Pertama, pakaian ini digunakan setelah mengenakan pakaian normal. Kemudian, gunakan sarung tangan, lengan, tudung sepatu, serta masker yang menutupi mulut dan hidung. Sehingga tidak ada celah yang bisa dimasuki oleh virus.

Tak hanya sampai di situ. Kemudian kunci bagian pergelangan tangan, pergelangan kaki, leher, wajah, dan juga pinggang. 

Selain memakai hazmat yang harus sesuai prosedur, melepaskan hazmat suit ini juga harus dilakukan dengan benar. Jangan sampai kulit atau pakaian yang digunakan terpapar virus dan kemudian menempel di tubuh.

Adapun metode yang aman melepaskan hazmat suit menurut CDC (centers for Disease Control) adalah memastikan pengguna tidak menyentuh bagian luar APD karena dianggap sudah terkontaminasi akibat kontak dengan pasien. Lepaskan dengan cara menggulung ke bawah dari bagian kepala ke kaki.

Kemudian, lakukan langkah-langkah setelahnya dengan mencuci tangan di setiap langkahnya. Setelah baju hazmat dilepas, mandilah untuk membersihkan seluruh tubuh dari potensi terkontaminasi virus.

Kemudian, baju hazmat akan dicuci dengan menggunakan treatment dan cairan khusus agar steril dari berbagai zat berbahaya. Akan tetapi, berbeda untuk kasus virus Corona, hazmat suit yang sudah digunakan akan langsung dimusnahkan untuk menghindari adanya potensi terkontaminasi virus dan lingkungan sekitarnya.

Baju hazmat memang penting untuk digunakan oleh tenaga medis dan petugas lain yang ada di rumah sakit. Sebab, secanggih apapun teknologi yang dimiliki rumah sakit, pelindung diri ini tetap perlu digunakan. Begitu pula dengan petugas ambulance hingga penggali kubur untuk jenazah pasien covid-19 agar terhindar dari infeksi dan penularan virus.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*