Blackurrant, Antispasmodik Alami yang Efektif Atasi Gangguan Pencernaan

  • Desember 4, 2020

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa sebagian besar penyakit berasal dari perut. Kesehatan pencernaan yang buruk dapat mempengaruhi tubuh secara keseluruhan. Salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan adalah sindrom iritasi usus besar (IBS).

Umumnya obat antispamodik digunakan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut. Sayangnya beberapa jenis obat antispamodik memiliki efek samping sehingga penggunaannya harus berhati-hati.

Namun baru-baru ini sebuah penelitian menyebutkan bahwa jus buah blackurrant (Ribes nigrum L.) memiliki efek antispasmodik yang efektif mengatasi gangguan saluran cerna.

Kandungan nutrisi pada blackurrant

Blackcurrant atau disebut juga dengan anggur hitam yang banyak ditemukan di Eropa tengah dan utara, serta Asia utara. 

Meski berukuran keci, buah hitam ini kaya akan antioksidan dan senyawa bergizi lainnya antara lain:

  • Flavonoid, seperti beta karoten, zeaxanthin, dan antosianin
  • Vitamin C
  • Vitamin A
  • Vitamin B kompleks
  • Zaat besi
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Fosfor

Blackurrant juga memiliki nilai antioksidan dengan kapasitas absorbansi radikal oksigen (Oxygen Radical Absorbance Capacity/ORAC) sebesar 7.950 Trolox Equivalents per 100g. Nilai ini merupakan nilai tertinggi diantara buah beri lainnya.

Manfaat kesehatan buah blackurrant

Secara tradisional, blackurrant digunakan untuk mengobati penyakit rematik, hipertensi, hingga penyakit neurodegeneratif. Selain peran antioksidannya, ekstrak blackurrant juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antikoagulan yang potensial. 

Selain itu, blackurrant juga dipercaya bermanfaat untuk:

  • Mencegah kanker
  • Sebagai anti-aging
  • Menjaga kesehatan kulit
  • Meningkatkan kesehatan mata
  • Membantu mengobati penyakit neurologis
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Terlibat dalam proses metabolisme

Penelitian: Blackurrant berpotensi atasi gangguan gastrointestinal

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 bertujuan untuk menilai efek relaksasi jus blackurrant terhadap otot polos gastrointestinal. Uji coba dilakukan dengan melibatkan tikus wistar jantan yang diberikan ekstrak blackurrant secara in vitro. 

Efek antispasmodik blackurrant dinilai dengan tiga seri eksperimen dan ditemukan bahwa blackurrant secara signifikan mengurangi kontraksi otot usus tikus yang terjadi secara spontan. 

Efek yang dihasilkan pun berbeda tergantung dosisnya. Semakin tinggi dosis maka semakin kuat efek antispasmodik yang dihasilkan. Dalam percobaan ini, konsentrasi tertinggi yang digunakan adalah 3 mg / mL.

Para peneliti menyimpulkan jus blackurrant berpotensi sebagai obat herbal untuk mengurangi kontraksi sistem gastrointestinal yang terjadi pada penderita gangguan sistem pencernaan. 

Bisakah blackurrant mengatasi sindrom iritasi usus besar?

Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah kelainan kronis yang mempengaruhi usus besar, ditandai dengan kembung, nyerti, kram, dan ketidaknyamanan perut lainnya.

Obat antispasmodik menjadi salah satu perawatan untuk mengatasi sindrom iritasi usus besar. Meski blackurrant memiliki efek relaksan otot usus, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa jus blackurrant dapat meredakan atau mengobati gejala tersebut. 

Beberapa literatur justru menyebutkan bahwa penderita IBS disarankan menghindari konsumsi blackurrant karena kandungan protein FODMAPnya yang tinggi. FODMAP merupakan jenis karbohidrat dan gula yang sulit diserap usus, dan konsumsi FODMAP oleh penderita IBS dapat membenani kerja usus dan memperparah kondisinya.

Jika Anda mencari pengobatan alami untuk sindrom iritasi usus besar, maka minyak peppermint adalah pilihan terbaik. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa efek antispasmodik pada minyak peppermint tiga kali lebih efektif meredakan gejala sindrom iritasi usus besar daripada plasebo.

Catatan

Sumber alami yang memiliki efek antispasmodik belum terntu mengatasi gangguan pencernaan yang Anda derita, misalnya blackurrant ternyata berbahaya bagi penderita sindrom iritasi usus besar.

Sebagian besar obat antispasmodik dijual dengan bebas. Sebelum menggunakannya, bicarakan dengan dokter untuk penggunaan yang tepat.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*