Benarkah Stres dan Depresi Bisa Membuat Anda Terlambat Haid? Ini Alasannya!

  • Mei 10, 2021

Dalam kondis normal, mentruasi akan datang setiap bulannya secara tertaur. Namun, berbeda jika terdapat kondisi tertentu yang membuat terlambat haid atau bahkan tidak datang sama sekali. Ada berbagai alasan mengapa menstruasi bisa terlambat. Kehamilan menjadi alasan utama mengapa haid tidak datang. 

Tetapi, faktor lain termasuk minum obat, masalah hormonal, dan menopause juga dapat menunda menstruasi Anda. Faktanya, stres adalah alasan umum untuk menstruasi yang tidak sesuai jadwal. Berikut penjelasannya!

Stres dapat membuat terlambat haid?

Ya, stres dapat menyebabkan peningkatan kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Saat hormon ini meningkat, maka ia dapat mengubah pola hormonal nprmal yang memungkinkan terjadinya ovulasi dan menstruasi. 

Hormon memainkan peran penting dalam siklus menstruasi, sehingga tidak mengherankan jika peningkatan hormon kortisol berdampak. Jadi, hormon dilepaskan oleh hipotalamus dan kelenjar pituitari, yang pada gilirannya menyebabkan respon di ovarium. Ini adalah keseimbangan yang halus antara hormon estrogen dan progesterone yang menentukan aliran menstruasi Anda. 

Jadi, hal ini dapat menyebabkan menstruasi Anda terlewat, pendarahan yang terunda, pendarahan hebat, atau periode lebih awal tergantung pada saat stres terjadi selama siklus. 

Seberapa buruk tingkat stres yang dialami?

Ada banyak tingkat stres mulai dari rambut yang buruk hingga pandemi yang membuat terkurung di rumah saja selama berbulan-bulan. Bagaimanan stres memegaruhi siklus menstruasi Anda didasarkan pada keunikan otak dan tubuh Anda. 

Kontinum, stres yang lebih ringan mungkin berdampak lebih kecil dan stres yang berat mungkin berdampak lebih dramatis yang bertahan lebih maka. Semakin tinggi kadar kortisol Anda, semakin besar kemungkinan Anda mengalami menstruasi yang hilang atau tidak teratur. 

Benarkah depresi juga dapat memengaruhi menstruasi Anda?

Sama halnya seperti stres, depresi juga dapat memenuhi hormon. Depresi adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan amenore. Kedua kondisi tersebut sering dikaitkan. Orang dengan stres kronis dalam hidup mereka memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi. 

Selain itu, beberapa obat antidepresan, termasuk SSRI, dapat meningkatakan kadar hormon yang disebut prolaktin, dan hal tersebut dapat menunda menstuasi atau terlambat haid atau bahkan tidak datang sama sekali. 

Ditambah lagi orang yang mengalami depresei seringkali mengubah kebiasaan makannya dan mengalami kehilangan nafsu makan. Tidak cukup makan, dan memiliki berat badan rendah, merupakan penyebab potensial amenore. 

Penyebab terlambat haid selain stres dan depresi

Selain stres dan depresi, ada beberapa hal yang daoat menunda haid, meliputi:

  • Berat badan turun atau naik. Perubahan berat badan dapat mengganggu waktu menstruasi Anda, karena ketidakseimbangan hormon. 
  • Intensitas latihan yang tinggi. Regimen olahraga berat juga dapat menyebabkan menstruasi terlewat. Ketika Anda membakar terlalu banyak kalori, tubuh Anda tidak memiliki cukup energi untuk menjalankan semua sistemnya. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengganggu siklus menstruasi. 
  • Mengidap PCOS. Polycystic ovary syndrome (PCOS)adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduski. Orang dengan PCOS tidak berevolusi secara teratur. 
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal. Mengonsumsi pil KB memiliki efek yang berbeda pada tiap orang. Ada yang membuat menstruasi secara teratur, tapi terkadang sebaliknya. Begitu pun ketika Anda berhenti minum pil, dan diperlukan waktu beberapa bulan agar siklus Anda kembali normal. 
  • Berada di perimenopause. Perimenopause adalah waktu menjelang transisi menopause Anda. Biasanya dimulai pada usis pertengahan hingga akhir 40-an. Perimenopause berlangsung selama beberapa tahun sebelum menstruasi Anda berhenti sepenuhnya. 
  • Mengalami menopause diri. Menopause dini yang juga dikenal sebagai kegagalan ovarium premature, terjadi ketika ovarium berhenti bekerja sebelum Anda berusia 40 tahun. Ketika ovarium Anda tidak berfungsi sebagai mestinya, mereka tidak menghasilkan cukup estrogen. Saat kadar estrogen turun ke posisi terendah sepanjang masa, Anda akan mulai mengalami gejala menopause. Menstruasi yang terlambat atau terlewat mungkin merupakan tanda awal. 
  • Memiliki tiroid. Tiroid Anda adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher Anda yang menghasilkan hormon yang membantu mengatur banyak aktivitas di tubuh Anda, termasuk siklus menstruasi Anda. 
  • Memiliki kondisi kronis. Masalah kesehatan kronis tertentu, seperti penyakit celiac dan diabetes, terkadang dikaitkan dengan ketidakteraturan menstruasi. 

Jadi, benar bahwa stres dan depresi dapat membuat Anda terlambat haid. Jadi, jika menstruasi Anda tidak teratur atau tidak terjadi sama sekali selama lebih dari tiga bulan, Anda harus berbicara dengan dokter kandungan Anda.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*