Gejala Down Syndrome dan Bayi Jarang Menangis

Gejala Down Syndrome dan Bayi Jarang Menangis

  • Mei 12, 2021

Menangis adalah komunikasi wajar bagi tiap bayi. Justru ketika bayi jarang menangis, Anda patut curiga ada suatu masalah dalam diri sang buah hati. Pasalnya, beberapa penyakit terkait fisik dan mental berpengaruh ke seberapa sering bayi mengeluarkan tangisan. 

Down syndrome adalah salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan gejala bayi jarang menangis. Sindrom ini terjadi ketika seseorang mengalami kromosom abnormal. Umumnya pada bayi, down syndrome terjadi karena adanya kelebihan produksi kromosom 21 yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mentalnya. 

Banyak gejala down syndrome yang bisa Anda tangkap dari seseorang masih berusia sangat dini, bahkan ketika ia masih bayi. Berikut ini adalah beberapa gejala sindrom ini yang patut Anda waspadai ada tidaknya pada diri buah hati Anda. 

Wajar Datar 

Wajah manusia pada umumnya memiliki banyak lekukan. Di mana di bagian mata mungkin akan terlihat mencekung, lalu di bagian hidung akan terlihat tonjolan. Sementara di bagian bibir, ada yang memiliki bibir tipis maupun tebal. Namun pada bayi down syndrome, fitur wajah mereka relatif datar. Di mana antara mata, hidung, sampai mulut tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dari sisi volume dan ketebalan. Tidak jarang, banyak orang salah mengira bahwa bayi down syndrome hanyalah bayi yang memiliki hidung sangat pesek atau bibir sangat tipis. 

Kepala dan Telinga Kecil 

Inilah pentingnya selalu mengukur llingkar kepala bayi pada masa tumbuh kembangnya, setidaknya sampak usia 2 tahun. Pasalnya, salah satu gejala down syndrome adalah memiliki ukuran lingkar kepala yang kecil. Ukuran yang mini juga bisa didapati di bagian telinga. Di mana telinga bayi down syndrome juga sangat tipis dan hampir tidak memiliki daun. 

Leher Pendek 

Gejala lain dari down syndrome yang mudah ditangkap mata adalah leher yang pendek. Biasanya, leher pendek pada bayi erat dikaitkan dengan berat badan yang berlebih sehingga menyebabkan batang leher sulit terlihat. Namun pada bayi down syndrome, bayi dengan berat badan kurus pun bisa memiliki leher yang pendek. Leher pendek pada bayi down syndrome pun sangat khas karena batangnya menjadi sangat tipis hingga bagian kepala hampir menempel ke bahu. 

Jarang Menangis 

Bayi dengan down syndrome pada awalnya cenderung terlihat sangat tenang dan menenangkan. Bagaimana tidak, bayi jarang menangis sehingga Anda pun tidak perlu repot-repot untuk sering menimang dan menenangkannya. Namun hati-hatilah, kondisi bayi jarang menangis inilah yang sebenarnya menjadi tanda bahwa ada masalah pada kesehatan si kecil. 

Mata Miring 

Gejala lain dari bayi down syndrome bisa dilihat dari bagian matanya. Di mana anak-anak dengan sindrom ini kerap memiliki mata yang miring sebelah. Salah satu mata penderita down syndrome biasanya akan miring ke atas sehingga membuat area mata menjadi tidak simetris. Bagian yang miring adalah keseluruhan mata, bukan hanya pada bagian bola matanya. Jadi, ini berbeda dengan juling. 

Bintik Kecil di Mata 

 Masih di bagian mata, gejala down syndrome pada bayi juga bisa dilihat dari bagian bola matanya. Bola mata bayi down syndrome umumnya memiliki bintik kecil berwarna putih. Dalam dunia medis, bintik ini dikenal sebagai brushfield. Bintik kecil ini bisa hanya menjangkau salah satu bola mata atau bahkan di kedua mata sekaligus. 

Jari Tangan Pendek 

Jari tangan bayi dengan down syndrome umumnya sangat pendek-pendek. Normalnya, ukuran jari tangan adalah sepanjang telapak tangan. Namun pada bayi yang memiliki kasus down syndrome, panjang jari bahkan bisa hanya setengah dari panjang telapak tangan. 

Dislokasi Pinggul 

 Bayi-bayi dengan down syndrome kerap mengalami keterlambatan tumbuh kembang, entah untuk berbalik, duduk, maupun berjalan. Salah satu penyebabnya karena bayi dengan sindrom ini kerap mengalami dislokasi di bagian pinggul yang membuat bagian tubuhnya tidak simetris. 

Jadi, jika bayi jarang menangis dan ada tanda-tanda lain yang mengarah ke down syndrome, jangan ragu untuk memeriksakan si kecil ke dokter. Penanganan yang lebih cepat dan tepat akan membuat kualitas hidup bayi bisa lebih baik di waktu mendatang.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*