Bahan Alami yang Dipercaya Ringankan Gejala Penyakit Alopecia

  • Januari 12, 2021

Banyak orang memaknai rambut sebagai penunjang penampilan yang penting. Kelompok orang ini tentu akan menjaga sedemikian rupa kondisi rambut mereka agar tetap memukau. Mungkin kerontokan rambut menjadi momok yang amat menakutkan, apalagi jika penyebabnya datang dari dalam tubuh seperti penyakit alopecia.

Penyakit alopecia, atau dalam dunia medis disebut alopecia areata, merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan autoimun seseorang. Penyakit ini membuat rambut penderitanya rontok “dari dalam”, berbeda sama sekali dengan faktor-faktor eksternal kerontokan rambut seperti penggunaan shampo yang tidak tepat, misalnya.

Penyakit alopecia bisa membuat rambut rontok di beberapa bagian atau malah seluruhnya. Umumnya, alopecia areata ini menyerang folikel rambut yang ada di kepala. Namun, ada laporan bahwa rusaknya sistem imunitas tubuh ini juga mempengaruhi bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut, termasuk alis, kumis, jenggot, hingga bulu mata.

Siapa saja, tak peduli gender ataupun usia, bisa menderita penyakit alopecia. Penyebabnya ditengarai karena salinan gen dari orang tua, meski beberapa kondisi autoimun lain, utamanya vitiligo atau tiroid, bisa memicu timbulnya kondisi ini. Penyakit alopecia memang tidak berisiko menimbulkan penyakit serius lain, tetapi bagi mereka yang amat peduli dengan penampilan, penyakit alopecia mungkin bisa jadi masalah besar.

Sebenarnya, kerontokan rambut akibat penyakit alopecia dapat diatasi dengan beberapa prosedur medis. Tenaga kesehatan kerap menggunakan steroid, baik itu melalui suntikan atau olesan krim, untuk mengatasi kerontokan rambut yang terjadi. Minoxidil pun merupakan obat umum yang sudah populer digunakan untuk mengobati penyakit ini.

Imunoterapi juga mulai sering digunakan dalam rangka mengatasi masalah yang ditimbulkan penyakit alopecia. Akan tetapi, bagi Anda yang mungkin ragu dan khawatir akan kemungkinan efek samping pengobatan medis tersebut, bisa melirik langkah atau cara-cara alternatif dengan memanfaatkan berbagai bahan alami, seperti:

  • Minyak rosemary

Minyak rosemary dipercaya khasiatnya untuk perawatan rambut. Pasalnya, minyak ini bisa mempercepat pertumbuhan serta melebatkan ketebalan rambut. Minyak rosemary bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme sel untuk mempercepat pertumbuhan rambut.

Penelitian dari International Academy of Cosmetic Dermatology menunjukkan bahwa mengoleskan minyak rosemary secara rutin pada area kepala yang mengalami penyakit alopecia, bisa memberikan hasil yang sama efektifnya seperti pemberian minoxidil. Minoxidil merupakan salah satu pengobatan konvensional untuk alopecia areata.

  • Bahan makanan sumber seng

Berdasarkan satu penelitian yang dimuat di Journal of Dermatology, orang yang memiliki masalah rambut rontok, termasuk para penderita penyakit alopecia, terbukti kekurangan kadar seng di dalam tubuhnya. Oleh karenanya, dengan mengembalikan jumlah senyawa itu, mungkin seseorang bisa mengatasi masalah yang dideritanya.

Untuk memenuhi kecukupan seng, seseorang bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan seng yang tinggi. Misalnya bayam, daging ayam, kerang, lobster, kepiting, jamur, dan lain sebagainya.

  • Ginseng

Ginseng merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup populer berkat kandungan senyawa farmakologisnya. Ginseng bekerja dengan baik untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Maka itu, rempah ini dipercaya untuk meningkatkan pertumbuhan rambut pada orang yang memiliki penyakit alopecia.

  • Minyak lavender

Cara alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati rambut rontok, yaitu dengan penggunaan minyak lavender. Ada berbagai manfaat baik yang ditawarkan oleh minyak lavender, termasuk untuk meningkatkan pertumbuhan setiap helai rambut. Sebab, ia berperan sebagai antioksidan kuat guna mengurangi peradangan.

Selain dengan bahan-bahan alami di atas, seseorang bisa juga melakukan berbagai upaya yang berkaitan dengan mental atau psikologisnya. Terapi hipnosis, misalnya. Sebuah eksperimen pernah dilakukan untuk mengetahui hubungan pengendalian stres, depresi, dan kecemasan dengan pertumbuhan kembali rambut pasca-mengalami penyakit alopecia.

Hasilnya, 12 dari 21 peserta mengalami pertumbuhan rambut yang cepat setelah menjalani hipnosis. Temuan tersebut juga diperkuat oleh satu penelitian yang diterbitkan di Journal of Dermatology bahwa stres memainkan peran penting yang bisa memicu kerontokan rambut para hingga akhirnya menyebabkan penyakit alopecia.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*