Ini 5 Dampak Buruk Penggunaan Baby Walker untuk Bayi

Ini 5 Dampak Buruk Penggunaan Baby Walker untuk Bayi

  • Juni 8, 2021

Baby walker adalah alat bantu jalan bayi yang terdiri atas kerangka keras beroda dengan sling untuk membantu bayi agar dapat berada dalam posisi berdiri atau duduk bila bayi jatuh. 

Selain baby walker, ada juga go-cart, standing stool, baby runners, walking stools, dan trainers yang sering digunakan untuk membantu bayi berjalan.  

Beberapa dari orangtua juga menggunakan alat bantu jalan ini untuk aktivitas bermain anak. Namun, penggunaannya ternyata tidak direkomendasikan oleh para ahli, termasuk oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan  American Academy of Pediatrics (AAP),

Hal ini karena baby walker memiliki dampak berbahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan. Dampaknya bisa membuat bayi cedera, patah tulang, hingga kerusakan pada kepala dan otak. 

Dalam beberapa artikel yang diterbitkan di situs resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tegas melarang penggunaan baby walker sebagai alat untuk membantu bayi berjalan. 

Salah satu alasannya didasarkan pada statistik, yakni terjadi peningkatan tingkat kecelakaan bayi yang menggunakan alat ini dalam dua dekade terakhir dari 64 persen menjadi 86 persen. 

Berikut 5 dampak buruk penggunaan baby walker untuk anak yang wajib kita ketahui sebagai orangtua. 

Berjalan lebih lambat 

Baby walker dipercaya dapat mempercepat proses belajar berjalan pada bayi karena mampu menguatkan otot kaki bayi. 

Anggapan ini tidak benar karena saat berjalan harus ada koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Saat menggunakan alat ini, bayi hanya mendorong badannya sehingga tidak membantu ia berjalan. 

Menurut studi yang dilakukan, bayi yang tidak memakai baby walker tercatat mampu berjalan pada usia rata-rata 10,7 bulan hingga 11 bulan saja. Hal yang mengejutkan adalah, bayi yang menggunakan baby walker justru baru akan bisa berjalan pada usia rata-rata 11,7 bulan hingga satu tahun. 

Kecerdasan motorik anak tidak berkembang 

American Academy of Pediatrics (AAP) sudah mulai menyarankan penghentian penjualan baby walker

Akademi ini mengklaim jika baby walker berbahaya karena memberikan pengaruh buruk pada tingkat pertumbuhan kecerdasan dan psikologis bayi dengan signifikan. 

Bahkan penelitian menunjukkan bahwa bayi yang memakai baby walker justru cenderung membuat pertumbuhan bayi menjadi jauh lebih lambat. 

Risiko terluka dan hilang keseimbangan 

Bahaya penggunaan baby walker dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan saat menggunakan alat bantu jalan dan jatuh. 

Hal ini karena bayi bisa bergerak dengan kecepatan tiga kaki per detik saat menggunakan baby walker yang menyebabkan keseimbangannya terganggu. 

Menghambat perkembangan otot 

Menggunakan baby walker juga dapat menghambat perkembangan semua otot yang bayi butuhkan untuk berjalan dan sendiri. 

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Alan Greene, baby walker memperkuat kaki bagian bawah tetapi bukan kaki bagian atas dan pinggul, yang sangat penting untuk membantu berjalan.

Berdasarkan studi juga menemukan bahwa bayi yang berkembang secara alami (tidak menggunakan baby walker) lebih kuat, lebih stabil, dan lebih percaya diri dalam menggerakan tubuhnya. 

Dengan adanya dampak baby walker ini, orang tua yang memiliki bayi tentu harus mempertimbangkan ulang penggunaan baby walker untuk buah hatinya. 

Cara tradisional dimana bayi dititah dengan kedua tangan sepertinya justru akan lebih efektif dan lebih aman agar Si Kecil segera berjalan. 

Risiko jari kaki terjepit 

Selain terjatuh, risiko lain dari penggunaan baby walker adalah jari bayi bisa terjepit karena berjalan hingga ke sudut ruangan dalam posisi tangan yang keluar dari area meja. Kasus ini juga paling sering terjadi setelah kasus bayi terjatuh dari baby walker. 

Roda pada baby walker akan membuat anak bergerak tanpa arahan, sehingga pengawasan lebih sulit dilakukan. Apalagi jika tiba-tiba anak melaju cepat ke tempat berbahaya seperti tangga. 

Itu dia beberapa dampak berbahaya penggunaan baby walker yang wajib kita sadari sebagai orangtua. Sebaiknya gunakan cara-cara tradisional untuk menguatkan otot-otot kaki Si Kecil, ya. 

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*