Apa Itu Ehrlichiosis dan Cara Menanganinya dengan Tepat

  • Januari 14, 2022

Pernahkah anda mengalami gejala sakit setelah berinteraksi dengan hewan atau binatang? Bisa jadi hal tersebut karena anda terkena penyakit Ehrlichiosis. Penasaran seperti apa penyakit tersebut dan bagaimana hingga bisa menginfeksi manusia? Jangan lewatkan informasi lengkapnya berikut ini. 

Ehrlichiosis merupakan jenis penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Ehrlichia chaffeensis, E. ewingii atau biasa disebut dengan E. Muris Eauclairensis. Bakteri ini biasanya ditularkan oleh kutu yang terdapat pada hewan atau binatang.

Orang yang terkena penyakit ini biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti demam, nyeri otot dan beberapa keluhan lainnya yang terjadi dalam kurun waktu satu hingga dua minggu setelah terkena gigitan kutu tersebut.

Meskipun termasuk jenis penyakit yang jarang terjadi, akan tetapi semua orang memiliki kemungkinan untuk terserang. Risiko terkena gigitan kutu ini lebih besar untuk orang yang kerap melakukan kontak langsung dengan binatang yang berbulu. Sebenarnya kutu ini merupakan parasit yang menempel dan menghisap darah hewan.

Cara Mencegah Penyakit Ehrlichiosis

Meskipun jarang terjadi, akan tetapi Ehrlichiosis termasuk penyakit yang berbahaya jika tidak segera mendapatkan tindakan yang tepat. Oleh sebab itulah, sebaiknya lakukan langkah pencegahan agar terhindar dari gigitan kutu yang membawa penyakit ini.

Untuk mencegah terjangkit penyakit ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan. Berikut beberapa cara mencegah penyakit akibat gigitan kutu yang bisa anda lakukan.

  • Jauhi tempat berisiko seperti hutan dan semak-semak
  • Gunakan celana panjang warna terang, baju berlengan panjang, kenakan sepatu dan selipkan celana ke dalam kaos kaki ketika masuk ke hutan
  • Pakai krim anti serangga dengan kandungan DEET pada area kulit yang terbuka
  • Setelah bepergian, lakukan pengecekan seluruh badan untuk  mengantisipasi adanya kutu atau bekas gigitan 
  • Segera mandi setelah bepergian untuk mencegah kutu tertinggal
  • Cuci pakaian dengan air panas setelah bepergian ke area yang berpotensi terdapat kutu untuk mematikan jika ada kutu yang tertinggal pada pakaian

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Ehrlichiosis

Jika anda mencurigai telah terkena gigitan kutu dan mengalami gejala yang berpotensi pada penyakit Ehrlichiosis, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko penyakit yang lebih parah.

Pada tahap pertama, dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien untuk menemukan apakah ada bekas gigitan kutu atau tidak. Jika ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan tes darah.

Untuk penyakit jenis ini, dokter akan melakukan tes darah jenis indirect immunofluoescent assay (IFA). Dengan pemeriksaan ini, bakteri yang ada di dalam sel darah putih akan terlihat dengan jelas melalui mikroskop.

Proses pengobatan untuk penyakit Ehrlichiosis dilakukan dengan pemberian obat antibiotic. Hal ini ditujukan untuk membunuh bakteri yang masuk ke dalam darah akibat gigitan kutu tersebut. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik jenis obat minum seperti Doxycycline. Akan tetapi jika kondisi pasien sudah cukup parah, maka dokter akan memberikan antibiotik melalui jalur infus di rumah sakit.

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi bakteri yang disebabkan oleh gigitan kutu ini bisa menyebabkan komplikasi seperti kejang, koma, pendarahan, gagal jantung, gagal napas, gagal ginjal hingga syok septic.

Meskipun terlihat sepele, gigitan kutu yang berasal dari hewan tidak bisa dianggap remeh. Jika kutu yang menggigit anda ternyata mengandung bakteri E. Muris Eauclairensis, maka anda berisiko terkena penyakit Ehrlichiosis. Oleh sebab itulah, pastikan selalu jaga kebersihan dan keamanan saat beraktivitas di luar ruangan yang berpotensi terdapat kutu tersebut.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*