Penanganan Alergi pada Bayi Saat Masa MPASI

Penanganan Alergi pada Bayi Saat Masa MPASI

  • Juni 8, 2021

Bagi orang tua yang baru memulai MPASI, penting sekali untuk memilah makanan apa saja yang akan diberikan untuk si kecil untuk pertama kalinya. Pasalnya, MPASI dapat menyebabkan alergi pada bayi. Alergi itu erat kaitannya dengan faktor genetik. 

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menganggap protein di dalam makanan sebagai ancaman bagi tubuh. Untuk mengatasi zat protein yang dianggap mengancam tersebut, sistem kekebalan tubuh melepaskan antibodi khusus yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE). 

Anak juga dapat mengalami gejala alergi melalui ASI, karena sebagian kecil alergen yang dikonsumsi dalam makanan ibu dapat dikeluarkan melalui ASI. Pada kasus ini, antibodi IgE yang telah terbentuk pada ibu ikut terbawa masuk ke tubuh anak sehingga jika anak mengonsumsi makanan tersebut, antibodi IgE bereaksi dan memicu pelepasan zat histamin, yang menyebabkan anak mengalami gejala alergi. 

Sebelum kamu memberikan MPASI kepada si kecil, ada baiknya simak tips berikut ini untuk menghindari atau menangani alergi pada anak saat masa MPASI. Pertama dan paling penting, kamu harus bisa melakukan identifikasi alergi makanan. Kamu dapat menerapkan beberapa kiat berikut:

  • Ketika memberikan jenis makanan baru, lakukan secara bertahap

Berikan satu jenis makanan baru, lalu tunggu setidaknya 3 sampai 5 hari sebelum menambahkan jenis makanan baru dalam menu bayimu. Perhatikan dengan saksama reaksi anak setelah mengonsumsi makanan tersebut

  • Tetap sertakan makanan yang sebelumnya ia konsumsi dan sudah terbukti bebas alergi

Hindari memberikan beberapa jenis makanan baru secara bersamaan karena apabila timbul reaksi alergi pada bayi, maka kamu akan kesulitan mengidentifikasi jenis makanan mana yang memicu alergi. 

Jika anak mengalami reaksi alergi namun kamu mengalami kesulitan untuk mengetahui jenis makanan penyebabnya, langkah selanjutnya adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter anak untuk evaluasi lanjut, agar dapat dilakukan pemeriksaan terkait untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang memicu alergi. 

Hal penting lainnya adalah memberikan suplementasi vitamin dan mineral untuk anak apabila ia tidak dapat mengonsumsi jenis makanan tertentu, sehingga nutrisinya tetap terjaga.

Namun, jika bayi menunjukkan gejala-gejala seperti kesulitan bernafas, pembengkakan pada wajah atau bibirnya, muntah-muntah dengan frekuensi sering dan banyak, atau diare setelah makan, segeralah ke rumah sakit terdekat. Karena reaksi alergi bisa sangat membahayakan dan dibutuhkan tindakan medis sesegera mungkin.

Ciri Alergi Makanan Pada Bayi

Tubuh bayi maupun dewasa memiliki antibodi yang disebut IgE, yang merupakan protein pendeteksi zat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ketika zat makanan tertentu yang menyebabkan alergi masuk, antibodi ini akan melepaskan zat-zat seperti histamin. 

Bayi yang alergi terhadap suatu jenis makanan, bisa menunjukkan gejala yang terlihat di kulit. Gejala ini bisa langsung terlihat tapi bisa juga mengalami jeda waktu lebih dulu. Berikut ini adalah beberapa reaksi alergi pada bayi yang perlu diperhatikan:

  • Perut bayi membesar (kembung), pupnya lebih cair atau mencret, dan buang air lebih sering dari biasanya, tetapi tidak disertai lendir atau darah.
  • Bayi lebih rewel karena rasa tidak nyaman pada organ pencernaannya.
  • Gatal, biduran, atau eksim pada kulit.
  • Batuk.
  • Muntah.
  • Nafas tersengal-sengal.
  • Bibir dan tenggorokan bengkak.
  • Mata bayi tampak merah dan berair.

Jika pemberian MPASI dilakukan dengan benar, risiko alergi pada bayi bisa diminimalisir. Alergi makanan merupakan respons abnormal tubuh terhadap jenis makanan tertentu. Oleh karena itu, jangan sembarangan memberikan MPASI. Ikuti panduan pemberian MPASI di atas untuk mencegah bayimu terkena alergi.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*