7 Gejala Demam Berdarah pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

  • Oktober 14, 2021

Tahukah Anda bahwa gejala demam berdarah pada bayi lebih sulit dikenali daripada gejala pada orang dewasa. Sehingga orang tua perlu sekali untuk waspada agar anak terhindar dari DBD.

DBD pada bayi bisa disebabkan karena satu gigitan dari nyamuk jenis aedes aegypti yang terinfeksi demam berdarah dengue. Bayi yang rentan mengalami demam berdarah adalah 0-12 bulan. 

DBD sendiri termasuk salah satu penyakit yang paling mematikan di Indonesia. Sehingga orang tua perlu benar-benar melindungi bayi agar terhindar dari penyakit ini.

Gejala Demam Berdarah pada Bayi

Gejala demam berdarah pada bayi memang lebih sulit dikenali. Hal ini karena bayi tidak bisa menyampaikan bahwa dirinya sedang sakit atau menceritakan apa yang dirasakan.

Ada beberapa gejala demam berdarah pada bayi yang perlu diwaspadai, yaitu:

  1. Anak demam tinggi

Ciri-ciri paling umum dari penyakit demam berdarah ini adalah demam tinggi bahkan mencapai 40 derajat celsius. Demam tinggi ini juga disertai dengan panas dingin. 

Demam seolah turun seperti mau sembuh, tapi tiba-tiba kambuh lagi. Nah, ini bisa jadi pertanda anak menderita DBD. Maka, segeralah periksakan anak ke dokter agar mendapatkan penanganan medis lebih cepat.

  1. Mual dan berkurangnya nafsu makan

Si Kecil yang terserang demam berdarah biasanya akan mengalami turunnya nafsu makan. Ini terjadi karena rasa mual yang dialami anak. Bahkan, telapak kaki di kecil juga terasa gatal jadi anak akan sering menggaruknya.

  1. Anak mendadak lesu dan lemas

Anak yang mengalami DBD biasanya juga akan merasakan gejala seperti nyeri dan linu di belakang mata. Bayi juga akan jadi lebih rewel dan terlihat pucat. Anak yang biasanya aktif bisa jadi terlihat lesu dan malas melakukan aktivitas. 

  1. Mengalami sakit kepala

Anak yang terkena DBD juga bisa merasakan sakit kepala. Sebagai orang tua, Anda perlu memperhatikan kondisi anak, apakah dia terlihat lesu, menangis, atau sering memegang kepala. Apalagi jika disertai dengan gejala lainnya.

  1. Muncul bintik merah dan ruam

Ciri lain dari anak yang terkena demam berdarah adalah munculnya ruam dan bintik merah di sekujur tubuh si kecil. Gejala ini bisa terlihat jelas pada tubuh anak.

Bintik merah ini terjadi karena virus dengue yang menyerang sehingga mengakibatkan sistem pembekuan darah.

  1. Mengalami mimisan hingga muntah darah

Ada pula pada kasus yang parah, anak yang terkena DBD bisa mengalami mimisan dan muntah darah berwarna hitam. Kulit anak bahkan juga rentan mengalami memar. 

  1. Mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

Ciri selanjutnya adalah terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini terjadi karena tubuh yang terinfeksi virus akan berusaha melawan sehingga terjadilah pembengkakan kelenjar getah bening.

Selain itu, bayi juga akan merasakan nyeri pada tubuhnya. Oleh sebab itu, segeralah bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan secara medis. 

Cara Agar Anak dan Semua Anggota Keluarga Terhindar dari DBD

Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah agar si kecil dan anggota keluarga lainnya terhindar dari demam berdarah.

  • Tutup pintu dan jendela ketika wabah DBD sedang banyak
  • Pastikan rumah dan lingkungan bersih dari genangan air yang menjadi sarang nyamuk berkembang biak
  • Pastikan anak mengenakan pakaian yang bisa melindungi tubuhnya saat berada di luar rumah
  • Gunakan losion anti nyamuk agar anak terhindar dari gigitan nyamuk

Bila muncul berbagai gejala demam berdarah pada bayi atau balita, maka bawalah anak ke dokter dengan segera.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*