5 Jenis Imunisasi Pra Nikah, Penting Dilakukan oleh Calon Pengantin!

  • Juni 16, 2021
imunisasi pra nikah

Tidak hanya vaksin anak-anak yang penting, vaksin dewasa juga tak kalah pentingnya untuk melindungi tubuh. Biasanya vaksin dewasa dilakukan saat imunisasi pra nikah. 

Imunisasi pra nikah penting sekali dilakukan bagi setiap calon pasangan pengantin. Tujuannya untuk mencegah agar tidak ada masalah kesehatan pada diri sendiri, pasangan, dan juga anak kemudian hari. 

Jenis-jenis Vaksi Sebelum Nikah yang Dianjurkan untuk Calon Pengantin

  1. Vaksin HPV

Vaksin HPV (human papillomavirus) adalah vaksin yang berguna mencegah penyakit kanker karena virus HPV yang merupakan salah satu kanker serviks. Penularan virus ini biasanya melalui kontak dengan kulit secara langsung atau dari hubungan seksual. 

Harusnya vaksin HPV ini diberikan pada remaja perempuan dan laki-laki, sebelum usia aktif secara seksual. Meski laki-laki tidak akan terkena kanker serviks ini. Tapi, mereka tetap harus melakukan vaksin HPV agar tidak menularkan virus ke pasangannya.

  1. Vaksin cacar air

Siapapun wajib menjalani vaksin cacar air, apalagi Anda yang ingin menikah dan sebelumnya belum pernah melakukannya. Sebab, cacar air adalah penyakit bisa membahayakan ibu hmail dan janin. Tapi, vaksin cacar air ini tidak boleh diberikan saat hamil. 

Untuk mengetahui Anda pernah mendapatkan vaksin cacar air atau belum, bisa dengan melakukan tes darah. Dokter bisa mengetahui apakah di dalam tubuh Anda sudah ada antibodi terhadap virus cacar air atau belum.

  1. Vaksin DPT dan TT

Vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan vaksin TT (tetanus toksoid) adalah vaksin yang juga disarankan dilakukan sebelum menikah. Vaksin DPT ini bisa mencegah dari 3 penyakit, yaitu penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Sedangkan vaksin TT bisa mencegah dari penyakit tetanus, pada calon ibu dan bayinya nanti.

Adapun jadwal vaksin TT yang dianjurkan Kementerian Kesehatan adalah:

  • TT 1, dilakukan minimal 2 minggu sebelum menikah.
  • TT 2, dilakukan satu bulan setelah menjalani TT 1. Imunisasi TT 2 ini efektif melindungi hingga 3 tahun ke depan.
  • TT 3, dilakukan 6 bulan setelah TT 2 yang efektif hingga 5 tahun ke depan.
  • TT 4, dilakukan 12 bulan setelah melakukan TT 3, efektif melindungi hingga 10 tahun.
  • TT 5, dilakukan 12 bulan setelah dilakukan TT 4, yang efektif melindungi hingga 25 tahun.
  1. Vaksin MMR (measles, mumps, rubella)

Pemberian vaksin MMR ini sangat dianjurkan dalam imunisasi pra nikah. Melakukan imunisasi MMR ini akan melindungi Anda dari penyakit campak, gondong, dan rubella. 

Sebelum memutuskan untuk hamil, sebaiknya Anda melakukan vaksinasi MMR ini. Sebab, mengalami campak, gondong, atau rubella ketika hamil akan meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir.

Sebaiknya, Anda menunda hamil selama 1 bulan setelah menerima vaksin MMR ini. Vaksin ini tergolong aman, Anda bisa kembali melakukannya jika ragu sudah pernah imunisasi MMR sebelumnya atau belum.

  1. Vaksin Hepatitis B

Jenis vaksin yang juga disarankan bagi Anda yang akan menikah adalah imunisasi hepatitis B. Sebab, virus hepatitis B ini bisa menular melalui air mani, air liur, atau darah yang terinfeksi. Anda berisiko menularkan penyakit hepatitis B pada pasangan jika terinfeksi dan tidak terdeteksi. 

Wanita yang terinfeksi hepatitis B juga bisa menularkannya pada bayi melalui proses persalinan. Untuk mempermudah pemberian vaksin, kini sudah ada vaksin kombinasi hepatitis A dan hepatitis B. Jenis vaksin ini biasanya diberikan 3 kali dengan jarak 6 bulan untuk tiap dosisnya.

Sebagai calon orangtua, Anda bertanggung jawa untuk menjamin kesehatan hidup anak Anda nantinya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan imunisasi pra nikah. Meskipun biayanya cukup mahal, namun biaya yang dikeluarkan tidak akan sebanding dengan kebahagiaan saat memiliki anak-anak yang lahir dengan sehat.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*