Kualitas Dalam Hubungan Keluarga yang Sehat

  • Januari 22, 2021

Hubungan keluarga yang sehat dan lingkungan rumah yang aman dan mendukung adalah inti dari perkembangan dan kesejahteraan anak-anak dan tentu saja keluarga Anda secara keseluruhan. Kenapa hal ini penting? Karena keluarga memberi contoh atau model untuk keluarga Anda yang nantinya membantu Anda dan keluarga menemukan bagaimana membangun hubungan sepanjang hidup.

Keluarga sendiri mencakup orang tua, pengasuh, anggota keluarga besar, dan orang dewasa lainnya yang bertanggung jawab atas pengasuhan anak dan remaja. Sebuah keluarga juga dapat terdiri dari siapa saja yang dianggap sebagai keluarga. Bagi kebanyakan individu, lingkungan keluarga dan hubungan keluarga memiliki pengaruh terbesar pada hasil kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki hubungan keluarga yang sehat.

Pada dasarnya, semua keluarga itu unik. Mendukung keluarga melibatkan pengakuan bahwa anggota keluarga Anda datang dalam segala bentuk dan ukuran, dengan kebutuhan dan keadaan yang berbeda dari masing-masing individu. Hubungan keluarga yang positif dapat membantu anak-anak dan keluarga Anda berkembang, selain itu inilah beberapa alasan kenapa hubungan keluarga yang sehat dan positif penting:

  1. Hubungan keluarga yang kuat, positif dan sehat sendiri memuaskan untuk keluarga Anda, karena rasanya menyenangkan menjadi bagian dari keluarga yang hangat dan penuh kasih.
  2. Membantu anak-anak merasa aman dan dicintai, yang memberi mereka kepercayaan diri untuk menjelajahi dunia mereka, mencoba hal-hal baru dan belajar.
  3. Memudahkan keluarga Anda untuk memecahkan masalah, menyelesaikan konflik dan menghargai perbedaan pendapat.
  4. Memberi anak-anak keterampilan yang mereka butuhkan untuk membangun hubungan mereka sendiri yang sehat.

Inilah mengapa sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan hubungan yang Anda bagi dengan anak-anak Anda dan anggota keluarga lainnya. Dalam hubungan keluarga yang sehat, orang percaya dan mengandalkan satu sama lain untuk mendapatkan dukungan, cinta, kasih sayang, dan kehangatan. Keluarga sering berbagi tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut (misalnya, anak-anak Anda dapat membantu keluarga menyiapkan makan malam sehingga semua orang dapat bersantai).

Anggota keluarga merasa aman dan terhubung satu sama lain. Terkadang hubungan ini melibatkan konflik, yang merupakan bagian normal dari kehidupan keluarga. Konflik dapat terjadi antara orang dewasa, anak-anak dan remaja. Dalam hubungan yang sehat, konflik ini ditangani dengan cara yang aman dan hormat. Berikut kualitas utama dari sebuah hubungan keluarga yang sehat:

  • Komunikasi, mendengarkan satu sama lain dan berkomunikasi dengan keterbukaan dan kejujuran
  • Kebersamaan, berbagi nilai dan keyakinan yang sama yang menciptakan rasa memiliki dan ikatan
  • Berbagi kegiatan, menghabiskan waktu bersama melakukan hal-hal yang mereka sukai (misalnya, olahraga, membaca, berkemah atau bermain game)
  • Kasih sayang, menunjukkan kasih sayang dan perhatian secara teratur melalui kata-kata, pelukan, ciuman dan perhatian
  • Dukungan, menawarkan dan meminta dukungan, dengan anggota keluarga mengetahui bahwa mereka akan menerima bantuan, dorongan dan kepastian dari satu sama lain
  • Penerimaan, memahami, menghormati dan menghargai kualitas unik setiap anggota keluarga
  • Komitmen, melihat kesejahteraan keluarga sebagai prioritas pertama dan bertindak sesuai dengan komitmen dan loyalitas
  • Ketahanan, mampu mentolerir kesulitan dan beradaptasi dengan situasi yang berubah dengan cara yang positif.

Hubungan keluarga yang sehat berarti interaksi positif lebih banyak daripada konflik. Orang dewasa yang mengalami situasi kehidupan yang sulit dapat memberikan kesempatan belajar dalam mengajar dan mencontohkan strategi mengatasi masalah. Meskipun anak-anak dan remaja tidak boleh dibebani dengan stres, tetapi akan sangat membantu jika mereka melihat keluarga berhasil mengelolanya dengan strategi penanggulangan yang positif. 

Kenali Gejala dan Penyebab Lumpuh Otak

  • Januari 21, 2021

Lumpuh otak (cerebal palsy) merupakan kondisi yang menghambat gerakan dan koordinasi seseorang seumur hidup. Meski demikian, pengaruh lumpuh otak terhadap kemampuan fungsional bervariasi tergantung tingkat keparahan. Semua orang mungkin mengalami lumpuh otak. Akan tetapi, terdapat faktor risiko lumpuh otak yang berhubungan dengan masa persalinan yaitu kelahiran prematur, kelahiran kembar, komplikasi saat melahirkan, hiperbilirubinemia, serta adanya infeksi selama hamil. Selain itu, bayi tabung, adanya genetika, dan berat badan lahir rendah juga menjadi faktor risiko terjadinya lumpuh otak. Lalu, apa saja gejala dan penyebab lumpuh otak? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Gejala lumpuh otak

Terdapat beberapa gejala lumpuh otak yang mungkin muncul yaitu:

  • Otot kaku dan refleks berlebihan 
  • Kesulitan berjalan seperti berjalan pada ujung kaki 
  • Kekuatan otot dapat  terlalu kaku atau terlalu lemah
  • Keterlambatan dalam pencapaian tonggak perkembangan
  • Gerakan gelisah, tersentak-sentak, ceroboh akibat kurang koordinasi
  • Hanya memakai satu sisi tubuh
  • Berbagai kesulitan lain seperti bicara, makan, belajar, mengontrol buang air, dan tidur
  • Gangguan pada penglihatan, pendengaran, kejang, GERD, dan skoliosis

Penyebab lumpuh otak

Lumpuh otak karena perkembangan otak bayi tidak dapat terjadi secara normal saat di dalam rahi,. Selain itu, lumpuh otak juga mungkin terjadi apabila otak bayi rusak selama proses kelahiran atau setelah selesai proses tersebut. Berikut ini kan dijelaskan penyebab lumpuh otak secara lebih spesifik. 

  • Infeksi selama kehamilan seperti herpes simpleks dan campak jerman
  • Cedera kepala serius sehingga terjadi perdarahan intrakranial
  • Saat proses kelahiran yang sulit atau asfiksia neonatorum, otak bayi tidak mendapat cukup oksigen
  • Pendarahan pada otak bayi 
  • Penurunan suplai darah dan oksigen ke otak sehingga terjadi stroke
  • Infeksi pada otak seperti ensefalitis dan meningitis
  • Mutasi genetik yang menyebabkan perkembangan otak abnormal

Diagnosis lumpuh otak 

Penyebab berbagai gejala yang telah disebutkan di atas tidak hanya lumpuh otak saja. Beberapa kondisi lain memiliki gejala yang mirip. Oleh karena itu, serangkaian pemeriksaan perlu dijalani pasien agar dokter dapat menentukan diagnosis seperti berikut ini. 

  • Mengecek riwayat dan perkembangan medis pasien 
  • Memeriksa gejala lumpuh otak yang mungkin dialami
  • Menanyakan apakah terdapat masalah selama kehamilan, saat melahirkan, serta setelah bayi lahir
  • Pemeriksaan lainnya termasuk USG, MRI, dan CT scan
  • EEG dan EMG
  • Tes darah

Cara mengobati lumpuh otak 

Sayangnya, hingga saat ini lumpuh otak belum dapat disembuhkan. Meski demikian, pasien lumpuh otak tetap bisa menjalani kehidupan yang normal dan mandiri.

  1. Fisioterapi

Fisioterapi diterapkan pada pasien dengan tujuan dapat membantu mempertahankan kemampuan fisik. Selain itu, fisioterapi juga berguna untuk memperbaiki gangguan gerakan yang dialami pasien. 

  1. Terapi wicara dan terapi okupas 

Untuk mengatasi kesulitan berbicara, berkomunikasi, dan menelan maka dapat menggunakan terapi wicara. Selain itu, terapi okupasi juga diperlukan untuk membantu mengidentifikasi berbagai masalah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari dan mencari solusi bersama. 

  1. Pemberian obat

Pemberian obat juga mungkin dilakukan oleh dokter untuk membantu meringankan gejala yang muncul. 

  1. Operasi 

Selain terapi dan pemberian obat, operasi juga bisa menjadi pilihan. Operasi dapat membantu mengobati gangguan pertumbuhan atau gangguan gerakan yang dialami.

Terdapat risiko terjadinya komplikasi akibat lumpuh otak yang dialami. Berbagai komplikasi tersebut meliputi skoliosis, osteoartritis, gangguan perkembangan, depresi, malnutrisi, gangguan paru,  dan gangguan jantung. Agar komplikasi tidak terjadi, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika terdapat berbagai tanda terjadinya lumpuh otak. Dengan begitu penanganan dapat dilakukan segera. Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai lumpuh otak, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play. 

katarak kortikal

Katarak Kortikal, Ini Penjelasan dan Cara Penanganannya!

  • Januari 20, 2021

Katarak kortikal adalah salah satu dari jenis katarak. Katarak sendiri adalah kondisi mata yang sangat umum terjadi pada orang dewasa paruh baya atau lebih tua. Namun, faktanya banyak orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun menderita katarak.

Lalu, kondisi seperti apakah katarak kortikal dan bagaimana cara penanganannya? Yuk, simak penjelasannya lengkapnya di artikel berikut.

Katarak kortikal

Katarak kortikal adalah jenis katarak yang mempengaruhi tepi lensa. Katarak jenis ini dimulai dengan keputihan, kekeruhan berbentuk baji atau goresan di tepi luar korteks lensa. Saat bergerak perlahan, guratan meluas ke tengah dan mengganggu cahaya yang melewati bagian tengah lensa.

Jika Anda menderita diabetes, maka kemungkinan Anda terkena katarak kortikal lebih besar daripada yang tidak. Gejala katarak ini mencakup penglihatan kabur, kesulitan dengan cahaya atau silau, dan perubahan persepsi kontras dan kedalaman.

Apa gejala katarak kortikal yang paling umum?

Masing-masing dari ketiga jenis katarak memiliki gejala tersendiri, jadi jangan tertipu dengan berpikir apa yang Anda alami bukanlah katarak karena tidak memenuhi gejala yang telah Anda baca untuk jenis katarak lainnya.

Gejala khas yang menyertai katarak kortikal meliputi:

  • Meningkatnya kesulitan mengemudi di malam hari
  • Garis kabur yang mempengaruhi penglihatan
  • Penglihatan kabur
  • Kehilangan penglihatan (atau peningkatan kehilangan penglihatan)
  • Penglihatan yang hanya terjadi di salah satu mata Anda (secara teknis dikenal sebagai diplopia monokuler)
  • Silau dari matahari atau dari pencahayaan buatan

Seseorang dengan katarak kortikal mungkin akan mengalami satu, segelintir atau semua gejala yang disebutkan tadi. Setiap kali Anda mengalami perubahan dalam penglihatan Anda, penting untuk memeriksakan mata Anda untuk menentukan penyebab dan rencana perawatan yang tepat.

Peratawan dan penanganan katarak kortikal

Katarak kortikal biasanya diobati baik melalui penggunaan kacamata resep atau melalui operasi.

  • Kacamata biifokal resep biasanya merupakan langkah pertama untuk membantu meningkatkan penglihatan penderita katarak. Jika Anda memiliki kacamata, resep Anda mungkin akan diperbaharui ke resep yang lebih baru dalam upaya membantu Anda dapat melihat lebih jelas. katarak yang tidak diobati, akan terus tumbuh dan berubah, jadi membeli kacamata baru biasanya merupakan solusi jangka pendek.
  • Operasi katrak,  yang dilakukan oleh ahli bedah mata, adalah langkah selanjutnya ketika kacamata resep tidak lagi berguna, dan katarak Anda mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Operasi dapat menghilangkan lensa keruh, meninggalkan lensa buatan di tempatnya. Operasi katarak adalah hal biasa dan normal dialami.

Konsultasi dengan dokter mata berpengalaman dan berpengatahuan luas akan membantu menentukan apakah Anda menedrita katarak dan jika perlu memandu Anda untuk melalui pilihan perawatan katarak kortikal.

Perilaku yang dapat diubah untuk mengurangi risiko katarak Anda

  • Radiasi ultraviolet dari matahari
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kegemukan
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang signifikan

Risiko terkait dengan penggunaan obat

  • Penggunaan obat kortikosterois dalam waktu lama
  • Obat statin digunakan untuk menurunkan kolesterol
  • Cedera atau peradangan mata sebelumnya
  • Operasi mata sebelumnya
  • Terapi penggantian hormon

Risiko yang tidak dapat diubah

  • Sejarah keluarga
  • Cedera atau peradangan mata sebelumnya
  • Operasi mata sebelumnya
  • Myopia tinggi (rabun jauh)

Jadi, penanganan untuk katarak kortikal ada dua pilihan, menggunakan kacamata dengan resep dokter atau melakukan operasi katarak. Untuk menenetukan perawatan mana yang akan Anda lakukan, ada baiknya untuk terus berkonsultasi dengan dokter mata Anda untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik guna mendapatkan penglihatan yang normal kembali.

Untuk Para Wanita, Waspada Gejala Kanker Vagina Ini

Untuk Para Wanita, Waspada Gejala Kanker Vagina Ini

  • Januari 20, 2021

Sesuai namanya, kanker vagina merupakan jenis kanker yang menyerang salah satu organ pada wanita, yaitu vagina. Kanker pada area vagina bisa juga disebabkan oleh kanker lainnya yang terjadi pada alat reproduksi wanita, seperti kanker serviks.

Jenis kanker ini tergolong sebagai jenis kanker yang cukup langka. Pada stadium awal, jenis kanker ini tidak menunjukkan adanya gejala signifikan. Hal ini membuat kanker jenis ini lebih sulit untuk dideteksi. 

Mewaspadai gejala kanker vagina

Dengan mengetahui apa saja gejala dari kanker vagina, Anda bisa mewaspadai tanda-tanda kanker ini. Gejala pada setiap pasien bisa saja berbeda-beda. 

Beberapa gejalanya juga serupa dengan kondisi lainnya yang menyerang vagina. Ini menjadi salah satu faktor sulitnya mendeteksi kanker jenis ini.

Berikut ini beberapa gejala kanker vagina yang perlu Anda waspadai: 

  • Massa vagina

Gejala ini ditandai dengan munculnya benjolan yang dapat Anda rasakan pada area vagina. Akan tetapi, benjolan massa pada area vagina tidak selalu menandakan kanker. Bisa saja, ada kondisi lain yang menyebabkan hal ini. 

  • Keputihan

Keputihan sebenarnya umum terjadi pada semua wanita di seluruh dunia. Akan tetapi, wujud keputihan yang tidak normal bisa menjadi pertanda kanker jenis ini.

Misalnya, apabila keputihan tampak lebih berair dari biasanya, serta bercampur dengan darah atau berbau, bisa jadi Anda menderita gejala kanker. 

  • Pendarahan abnormal

Saat Anda menderita kanker jenis ini, Anda juga akan mengalami pendarahan vagina yang tidak normal. Pendarahan ini bisa terjadi setelah melakukan hubungan seksual atau pada wanita yang sudah menopause. Gejala ini adalah gejala kanker vagina yang paling umum.

  • Perubahan urin

Gejala lainnya pada kanker jenis ini adalah perubahan wujud urin. Urin Anda mungkin berwarna kemerahan karena bercampur dengan darah. Selain itu, Anda juga bisa merasakan nyeri luar biasa ketika buang air kecil. 

  • Nyeri panggul

Nyeri ini dirasakan ketika sel kanker semakin bertumbuh dan mulai menyebar ke area-area lainnya. Nyeri yang Anda rasakan berupa tekanan pada area perut di bawah pusar.

Rasa nyeri ini bisa terjadi terus menerus maupun datang dan pergi secara berkala. Banyak penderita mengaku rasa nyeri ini disertai dengan sensasi menusuk yang tajam. 

Mengapa seseorang bisa mengalami kanker vagina?

Sebenarnya, sama seperti kebanyakan jenis kanker, jenis kanker yang satu ini juga tidak diketahui dengan pasti penyebabnya. Para ahli masih melakukan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab dari kanker ini.

Akan tetapi, ada juga beberapa hal lain yang dipercaya bisa menyebabkan kanker, yaitu: 

  • Kanker serviks

Saat Anda menderita kanker pada organ reproduksi, seperti kanker serviks, maka sel kanker tersebut bisa menyebar dan menimbulkan kanker vagina. Hal ini juga bisa dipicu oleh perkembangan virus tertentu. 

  • Human Papilloma Virus (HPV)

Penyakit ini merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui aktivitas seksual. HPV menjadi salah satu penyakit menular seksual yang patut diwaspadai. Berdasarkan penelitian, HPV menjadi penyebab paling umum kanker vagina. 

  • In-utero exposure to diethylstilbestrol (DES)

DES adalah obat yang diberikan kepada wanita hamil untuk mencegah keguguran. Akan tetapi, saat ini penggunaan obat ini sudah jarang dilakukan. Karena, kanker vagina menjadi efek samping utama dari DES. 

Saat merasakan adanya gejala kanker vagina, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter bisa membantu mencari tahu apa penyebabnya dan menentukan upaya pengobatan yang paling efektif.

6 Resep mengolah Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

  • Januari 18, 2021

Di balik anggapan sebagai salah satu tanaman yang dianggap sakral di Indonesia, kelor ternyata memiliki manfaat luar biasa untuk ibu menyusui. Daun kelor atau juga moringa oleifera merupakan salah satu jenis tanaman yang kaya akan antioksidan sehat dan senyawa tanaman bioaktif. Meski begitu perlu cara mengolah yang tepat agar mendapat manfaat dari daun kelor untuk ibu menyusui.

Daun kelor setidaknya mengandung vitamin A, B dan C sama seperti sayuran hijau lainnya, menariknya kandungan nutrisi 200 mg daun kelor setara dengan empat butir telur dan dua gram susu. Sementara itu, 100 gram daun kelor setara dengan 75 kalori makanan bergizi, 60 gram protein, 13 gram karbohidrat dan 353 gram kalsium.

Mengolah Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

Konsumsi makanan bernutrisi tinggi tentu harus dilakukan oleh ibu menyusui dan daun kelor merupakan salah satu pilihan makanan yang tepat. Namun agar tidak bosan mengonsumsi olahan daun kelor setiap hari, dibutuhkan resep mengolah dengan cara yang berbeda. Tetapi tidak menghilangkan nilai gizi dan nutrisi yang ada, seperti berikut ini.

  1. Merebus

Merebus merupakan cara mengolah daun kelor yang paling tradisional, setelah direbus daun kelor ini bisa dikonsumsi sebagai lalapan. Perlu diperhatikan untuk tidak merebusnya terlalu lama, hal ini dikarenakan agar kandungan antioksidan di dalam daun kelor tidak laur bersama air yang kemudian dibuang setelah selesai merebusnya.

  1. Masak dengan Kuah

Memasak daun kelor menggunakan kuah, bisa dibuat seperti sayuran misalnya sayur bayam untuk konsumsi sehari-hari. Merebus daun kelor sebagai sayuran harus menggunakan air yang sudah mendidih, baru kemudian daun kelor dimasukkan ke dalam air rebusan. Bisa juga ditambahkan beberapa bahan lain, seperti jagung muda pipilan, daun salam, garam dan gula sesuai selera.

Mengonsumsi sayur daun kelor selagi hangat memberikan efek kesehatan yang berasal dari kandungan antioksidan di dalamnya. Selebihnya, mengonsumsi sayur daun kelor ketika masih hangat juga memberikan kenikmatan tersendiri ketimbang yang sudah dingin. Memasak daun kelor sebagai sayuran bisa juga dikombinasikan dengan jenis sayuran lainnya.

  1. Membuat Teh Daun Kelor

Bisa dijadikan teh tubruk maupun teh celup, pilih daun kelor yang masih berada pada batang agar mudah digantung dengan tali dalam ruangan tertutup berventilasi. Proses melayukan daun ini biasanya membutuhkan waktu tiga hari, jangan dijemur di bawah sinar matahari karena justru dapat merusak kandungan di dalamnya.

Setelah layu daun kelor yang masih bagus tidak berwarna kuning dan tidak berhama, bisa dikeringkan menggunakan oven. Haluskan daun bisa menggunakan blender kemudian masukkan ke dalam kantung untuk dijadikan teh celup, atau langsung dicampur menggunakan air panas untuk menjadikannya sebagai teh tubruk.

  1. Permen Jeli

Untuk membuat variasi ini diperlukan beberapa bahan, seperti bubuk jeli, daun kelor yang sudah diproses menjadi teh, air, gula atau bisa menggunakan sirup glukosa. Panaskan air, gula dan sirup glukosa, lalu masukkan bubuk daun kelor dan masak sampai mendidih. Kemudian masukkan bubuk jeli dan pewarna makanan, setelah mendidih tuang pada cetakan dan tunggu sampai dingin.

  1. Puding Daun Kelor

Manfaat daun kelor untuk ibu menyusui selanjutnya bisa didapat dengan menggunakannya sebagai bahan campuran dalam membuat puding. Variasi ini tentu membuat ibu menjadi lebih mudah dalam mengonsumsinya.

  1. Telur Dadar

Telur dadar daun kelor menjadi alternatif selanjutnya bagi ibu menyusui yang tidak mau terlalu repot ketika memasak daun kelor menjadi makanan yang bisa dikonsumsi. Rebus dulu daun kelor sampai mendidih sebelum dimasukkan ke adonan telur yang akan digoreng.

Bahan Alami yang Dipercaya Ringankan Gejala Penyakit Alopecia

  • Januari 12, 2021

Banyak orang memaknai rambut sebagai penunjang penampilan yang penting. Kelompok orang ini tentu akan menjaga sedemikian rupa kondisi rambut mereka agar tetap memukau. Mungkin kerontokan rambut menjadi momok yang amat menakutkan, apalagi jika penyebabnya datang dari dalam tubuh seperti penyakit alopecia.

Penyakit alopecia, atau dalam dunia medis disebut alopecia areata, merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan autoimun seseorang. Penyakit ini membuat rambut penderitanya rontok “dari dalam”, berbeda sama sekali dengan faktor-faktor eksternal kerontokan rambut seperti penggunaan shampo yang tidak tepat, misalnya.

Penyakit alopecia bisa membuat rambut rontok di beberapa bagian atau malah seluruhnya. Umumnya, alopecia areata ini menyerang folikel rambut yang ada di kepala. Namun, ada laporan bahwa rusaknya sistem imunitas tubuh ini juga mempengaruhi bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut, termasuk alis, kumis, jenggot, hingga bulu mata.

Siapa saja, tak peduli gender ataupun usia, bisa menderita penyakit alopecia. Penyebabnya ditengarai karena salinan gen dari orang tua, meski beberapa kondisi autoimun lain, utamanya vitiligo atau tiroid, bisa memicu timbulnya kondisi ini. Penyakit alopecia memang tidak berisiko menimbulkan penyakit serius lain, tetapi bagi mereka yang amat peduli dengan penampilan, penyakit alopecia mungkin bisa jadi masalah besar.

Sebenarnya, kerontokan rambut akibat penyakit alopecia dapat diatasi dengan beberapa prosedur medis. Tenaga kesehatan kerap menggunakan steroid, baik itu melalui suntikan atau olesan krim, untuk mengatasi kerontokan rambut yang terjadi. Minoxidil pun merupakan obat umum yang sudah populer digunakan untuk mengobati penyakit ini.

Imunoterapi juga mulai sering digunakan dalam rangka mengatasi masalah yang ditimbulkan penyakit alopecia. Akan tetapi, bagi Anda yang mungkin ragu dan khawatir akan kemungkinan efek samping pengobatan medis tersebut, bisa melirik langkah atau cara-cara alternatif dengan memanfaatkan berbagai bahan alami, seperti:

  • Minyak rosemary

Minyak rosemary dipercaya khasiatnya untuk perawatan rambut. Pasalnya, minyak ini bisa mempercepat pertumbuhan serta melebatkan ketebalan rambut. Minyak rosemary bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme sel untuk mempercepat pertumbuhan rambut.

Penelitian dari International Academy of Cosmetic Dermatology menunjukkan bahwa mengoleskan minyak rosemary secara rutin pada area kepala yang mengalami penyakit alopecia, bisa memberikan hasil yang sama efektifnya seperti pemberian minoxidil. Minoxidil merupakan salah satu pengobatan konvensional untuk alopecia areata.

  • Bahan makanan sumber seng

Berdasarkan satu penelitian yang dimuat di Journal of Dermatology, orang yang memiliki masalah rambut rontok, termasuk para penderita penyakit alopecia, terbukti kekurangan kadar seng di dalam tubuhnya. Oleh karenanya, dengan mengembalikan jumlah senyawa itu, mungkin seseorang bisa mengatasi masalah yang dideritanya.

Untuk memenuhi kecukupan seng, seseorang bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan seng yang tinggi. Misalnya bayam, daging ayam, kerang, lobster, kepiting, jamur, dan lain sebagainya.

  • Ginseng

Ginseng merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup populer berkat kandungan senyawa farmakologisnya. Ginseng bekerja dengan baik untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Maka itu, rempah ini dipercaya untuk meningkatkan pertumbuhan rambut pada orang yang memiliki penyakit alopecia.

  • Minyak lavender

Cara alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati rambut rontok, yaitu dengan penggunaan minyak lavender. Ada berbagai manfaat baik yang ditawarkan oleh minyak lavender, termasuk untuk meningkatkan pertumbuhan setiap helai rambut. Sebab, ia berperan sebagai antioksidan kuat guna mengurangi peradangan.

Selain dengan bahan-bahan alami di atas, seseorang bisa juga melakukan berbagai upaya yang berkaitan dengan mental atau psikologisnya. Terapi hipnosis, misalnya. Sebuah eksperimen pernah dilakukan untuk mengetahui hubungan pengendalian stres, depresi, dan kecemasan dengan pertumbuhan kembali rambut pasca-mengalami penyakit alopecia.

Hasilnya, 12 dari 21 peserta mengalami pertumbuhan rambut yang cepat setelah menjalani hipnosis. Temuan tersebut juga diperkuat oleh satu penelitian yang diterbitkan di Journal of Dermatology bahwa stres memainkan peran penting yang bisa memicu kerontokan rambut para hingga akhirnya menyebabkan penyakit alopecia.

Normalkah Jika Demam Anak Naik Turun?

Normalkah Jika Demam Anak Naik Turun?

  • Januari 11, 2021

Demam adalah saat suhu tubuh anak Anda lebih tinggi dari biasanya. Suhu tubuh normal sekitar 37,4ºC tapi bisa bervariasi sepanjang hari. Pada anak-anak, suhu lebih dari 38ºC menunjukkan demam, namun tidak selalu menunjukkan penyakit serius. Lalu bagaimana jika demam anak naik turun?

Pada umumnya demam yang membahayakan anak Anda perlu mencapai sekitar 42ºC, yang bahkan bisa merusak otak mereka. Namun hal ini sangat langka. Ketika demam, suhu tubuh anak Anda akan naik dan turun setiap empat jam, berjam-jam atau lebih. Hal ini adalah cara alami tubuh mereka untuk melawan infeksi, sehingga sebenarnya Anda tidak perlu khawatir.

Demam bisa menjadi hal yang sangat menakutkan bagi orang tua, terutama bagi para ayah dan ibu yang baru. Setiap anak pada akhirnya akan mengalami demam, tidak peduli seberapa berhati-hati Anda sebagai orang tua dan penting bagi orang tua untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika hal ini terjadi.

Demam adalah bagian dari respons tubuh untuk membantu melawan infeksi. Banyak virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi suka berkumpul pada suhu tubuh, tetapi tidak bekerja dengan baik saat suhu semakin tinggi. Jadi, tubuh melepaskan bahan kimia alami untuk menjadikan demam naik turun dalam upaya membunuh sebanyak mungkin kuman tersebut.

Anak-anak cenderung mengalami demam dan terkadang demam tinggi, bahkan dengan flu biasa karena tubuh mereka melihat kuman ini untuk pertama kali atau kedua kalinya. Akibatnya, mereka memberikan respons yang kuat untuk mencoba dan melawan kuman tersebut melalui demam yang mungkin naik turun.

Sebenarnya tidak selalu perlu untuk mengobati demam. Mungkin Anda disarankan untuk memberikan obat pada anak Anda seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk membuat anak Anda lebih nyaman. Hal ini dianjurkan jika anak Anda sengsara atau merasa kesakitan, bukan mengobati demam itu sendiri. Demam tidak berbahaya dan membantu tubuh anak Anda melawan infeksi.

Kapan Anda tidak perlu mengkhawatirkan demam anak Anda, bahkan ketika suhu naik turun? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Demam kurang dari lima hari jika tingkah laku anak Anda relatif normal. Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda terus bermain-main dan makan serta minum secara normal. (Namun anak ANda mungkin tampak lebih lelah dari biasanya).
  • Suhu hingga 39ºC jika anak Anda berusia 3 bulan hingga 3 tahun, atau hingga 39.5ºC jika anak Anda lebih besar. Temperatur ini termasuk umum, tetapi tidak selalu mengkhawatirkan.
  • Demam ringan jika bayi atau anak Anda baru saja diimunisasi. Hal ini bisa menjadi normal jika berlangsung kurang dari 48 jam.

Kapan Anda harus khawatir tentang demam anak Anda? Anda disarankan untuk menghubungi dokter jika:

  1. Bayi di bawah usia 3 bulan mengalami demam. Demam mungkin satu-satunya respons bayi Anda terhadap penyakit serius. Pada bayi baru lahir, suhu tubuh yang rendah juga bisa menjadi tanda penyakit serius. Hubungi dokter anak Anda jika suhu rektal bayi Anda turun di bawah 36.5ºC.
  2. Demam anak Anda berlangsung lebih dari lima hari. Dokter anak Anda mungkin perlu menyelidiki lebih lanjut untuk penyebab yang mendasari.
  3. Demam anak Anda lebih tinggi dari 40ºC .
  4. Demam anak Anda tidak turun dengan pereda demam.
  5. Anak Anda tidak bertindak sendiri, sulit untuk bangun, atau kurang minum. Bayi yang tidak mengompol setidaknya empat popok per hari dan anak yang lebih tua yang tidak buang air kecil setiap delapan hingga 12 jam dapat mengalami dehidrasi yang berbahaya.
  6. Anak Anda baru saja diimunisasi dan memiliki suhu di atas 38.5ºC  atau demam selama lebih dari 48 jam.
  7. Anda khawatir. Jika Anda tidak nyaman dengan suhu atau penyakit anak Anda, hubungi dokter Anda untuk mendiskusikannya.

Demam yang naik turun pada anak termasuk hal yang sangat normal terjadi, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda mengalaminya. Jika anak Anda mengalami demam, Anda disarankan untuk mengobservasi anak selama 48 jam sebelum membawanya ke dokter.

Konsumsi Makanan Tinggi Serat, Biar Apa Sih?

Konsumsi Makanan Tinggi Serat, Biar Apa Sih?

  • Januari 6, 2021

Makanan yang tepat diperlukan oleh tubuh. Makanan tinggi serat diperlukan terus menerus oleh tubuh setiap harinya. Mengapa demikian? Berbeda dengan protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat dicerna tubuh sehingga bisa disimpan sebagai cadangan, serat perlu terus disuplai. Seseorang yang kekurangan asupan serat seringkali mengalami gangguan pencernaan. Makanan tinggi serat bisa ditemukan dalam kacang-kacangan, buah dan sayur, serta biji-bijian utuh. Lalu, apa saja manfaat serat untuk kesehatan tubuh? Berikut penjelasannya.  

  1. Mengontrol gula darah 

Makanan tinggi serat seperti buah-buahan bisa Anda konsumsi untuk menggantikan cemilan manis yang kurang sehat. Serat dapat membantu mengontrol gula darah. Hal tersebut dikarenakan serat yang telah masuk ke dalam tubuh bersama makanan akan membantu proses pengosongan lambung menjadi lebih lambat. Dengan begitu, secara otomatis penyerapan gula darah di tubuh pun akan ikut melambat dan terkontrol. Serat juga bermanfaat dalam mencegah penyakit diabetes tipe-2. 

  1. Memperlancar pencernaan

Manfaat makanan tinggi serat yang paling utama adalah dapat memperlancar pencernaan. Beberapa orang yang kurang nutrisi serat pada tubuh seringkali akan mengalami sembelit. Untuk menghindari sembelit, Anda perlu mengonsumsi makanan tinggi serat setiap hari. Hal tersebut menyebabkan kondisi usus menjadi lebih sehat dan pencernaan semakin lancar.  

  1. Mengurangi kadar kolesterol

Kadar kolesterol jahat (LDL) perlu terus dipantau sebab jika semakin tinggi maka risiko berbagai penyakit seperti jantung dan stroke akan otomatis meningkat. Untuk mengurangi kadar LDL, Anda dapat mengonsumsi makanan tinggi serat. Saat serat telah masuk ke dalam tubuh maka ia akan bekerja dengan mengikat komponen kolesterol dan asam empedu dan kemudian dikeluarkan lewat feses. 

  1. Baik bagi kesehatan kulit

Percayakah Anda bahwa masalah wajah berjerawat bisa diredakan dengan bantuan serat? Makanan tinggi serat bisa bermanfaat untuk kulit baik kulit wajah maupun kulit badan. Untuk Anda yang memiliki jerawat di wajah, disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Proses penyembuhan jerawat akan terbantu jika Anda mengonsumsi serat yang cukup. Dengan mengonsumsi makanan tinggi serat secara teratur maka kulit akan tampak lebih cerah dan sehat. 

  1. Cocok untuk diet berat badan

Untuk Anda yang sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan, tentunya menu berupa makanan tinggi serat tidak akan terlewat. Makanan mengandung serat cocok untuk dijadikan menu diet sebab seringkali menyebabkan rasa lapar bertahan lebih lama. Dengan begitu, berat badan Anda pun akan lebih cepat turun. 

  1. Mengatasi penyakit wasir

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit wasir? Memiliki nama medis hemoroid, wasir merupakan penyakit yang sama dengan ambeien. Makanan berserat tinggi bermanfaat untuk menurunkan risiko terkena penyakit wasir. Tidak hanya itu, makanan tinggi serat juga membantu mencegah penyakit jantung. 

Penuhi selalu kebutuhan serat harian Anda agar tubuh senantiasa sehat. Pastikan Anda mengonsumsi makanan tinggi serat secukupnya dan tidak berlebihan sebab tubuh juga membutuhkan zat gizi lainnya. Kebutuhan harian serat memiliki batas minimum untuk dikonsumsi sebanyak 30 gram untuk pria dan 25 gram untuk wanita. Untuk anak-anak yang sulit mengonsumsi buah dan sayur, Anda dapat membantunya dengan memberikan tambahan berupa susu khusus anak yang tinggi serat.

Anda dapat bertanya lebih lanjut tentang nutrisi tubuh dan berbagai keluhan medis pada dokter terpercaya melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play.  

Layanan Dokter THT di Bandung: RS Hasan Sadikin

  • Januari 5, 2021

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung merupakan fasilitas kesehatan milik pemerintah yang terletak di ibu kota Jawa Barat. Sebagai rumah sakit rujukan teratas, RS Hasan Sadikin memiliki layanan dan fasilitas yang mumpuni. Salah satu layanan tersebut adalah poliklinik THT-KL. Layanan yang masuk ke dalam fasilitas rawat jalan ini didukung oleh dokter THT di Bandung bereputasi bagus.

Poliklinik THT-KL Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung hampir dapat mengatasi segala keluhan atau gangguan medis terkait telinga, hidung, tenggorok, serta kepala dan leher. Tak kurang dari 10 spesialisasi atau jenis layanan yang dapat ditangani oleh Poliklinik THT-KL Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung ini, di antaranya:

  • Alergi THT-KL
  • Rinologi
  • Maksilofasial dan Bedah Plastik Rekonstruksi
  • Endoskopi THT-KL
  • Klinik Disfagia
  • Klinik mendengkur
  • Audiologi-vestibuler
  • Otologi
  • Onkologi Bedah Kepala dan Leher
  • Umum 

Masing-masing dokter THT di Bandung ini memiliki spesialisasi masing-masing sehingga dapat mengakomodir kebutuhan pasien secara akurat. Jajaran nama dokter yang praktik di sini tentu berkompeten dan berpengalaman di bidangnya sendiri-sendiri. Berdasarkan informasi yang bisa didapat di laman resmi Rumah Sakit Hasan Sadikin, delapan dokter THT di Bandung ini siap melayani masyarakat yang memiliki berbagai keluhan kesehatan seputar THT mereka.

Nama-nama di bawah ini adalah dokter THT di Bandung yang memberikan layanan di Poliklinik THT-KL Rumah Sakit Hasan Sadikin:

  • Agung Dinasti Permana,dr.,SpTHT-KL.,M.Kes.,FICS memiliki kemampuan di bidang onkologi bedah kepala leher;
  • Raden Ayu Hardianti S, Sp.T.H.T.K.L memiliki kemampuan di bidang onkologi bedah kepala leher;
  • Yussy Afriani Dewi,dr.,SpTHT-KL(K).,M.Kes.FICS memiliki kemampuan di bidang onkologi bedah kepala leher;
  • Sinta Sari Ratunanda, dr., Sp.THT., KL., M.Kes memiliki kemampuan di bidang laring, faring, dan rhinologi alergi;
  • Sally Mahdiani,dr.,SpTHT-KL.,M.Kes memiliki kemampuan di bidang ontologi;
  • Lina Lasminingrum,dr.,SpTHT-KL(K).,M.Kes memiliki kemampuan di bidang ontologi;
  • Arif Dermawan,dr.,SpTHT-KL(K).,M.Kes memiliki kemampuan di bidang alergi;
  • Melati Sudiro,dr.,SpTHT-KL(K).,M.Kes memiliki kemampuan di bidang alergi.

Ketika seseorang memiliki keluhan seputar kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan, serta datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk berobat, dia akan bertemu satu atau beberapa dokter di atas. Apalagi jika gangguan kesehatannya perlu penanganan dan observasi lebih lanjut.

Sekilas Mengenai Poliklinik THT-KL Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Poliklinik ini bermula pada tahun 1950-an, kurang lebih berjarak 30 tahun dari berdirinya Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada 1920. Awalnya, departemen atau poliklinik ini dilayani oleh seorang dokter THT di Bandung yang berkewarganegaraan Belanda bernama dr. J. A. Niels. Dia juga sekaligus memimpin Departemen THT-KL sampai tahun 1954.

Di bawah bimbingan dr. Niels, mencuatlah lulusan pertama spesialis THT-KL, yaitu dr. Chasan Boesoirie, yang mengambil spesialisasi ini pada saat beliau menjabat sebagai wakil direktur Rumah Sakit Ranca Badak (sebelum berganti nama menjadi Rumah Sakit Hasan Sadikin). Pada tahun 1953, dr. Chasan diangkat menjadi direktur RS Ranca Badak, yang pada tahun 1954 ditingkatkan menjadi RS Umum Pusat dan jabatan ini diembannya hingga tahun 1965.

Seiring berkembangnya ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kesehatan THT-KL secara khusus, diperlukan banyak sumber daya manusia dan peralatan-peralatan canggih  untuk dapat menjalankan departemen atau poliklinik THT ini dengan baik. Dengan makin banyaknya staf yang bergabung di bawah naungan ini, timbul suatu kebutuhan agar masing-masing dapat lebih memfokuskan perkembangan tiap-tiap Divisi THT-KL. Pada akhir 1980-an, departemen atau poliklinik THT-KL Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dibagi atas 7 divisi yang mana masing-masing divisi tersebut digawangi oleh dokter THT di Bandung yang terbaik.

Jika Anda saat ini tengah memiliki keluhan seputar THT-KL, Anda bisa datang langsung ke lokasi dan membuat janji dengan dokter kulit di Bandung yang terbaik di bidangnya. Informasi lebih lanjut mengenai poliklinik THT-KL di Rumah Sakit Hasan Sadikin ini bisa Anda dapatkan di meja resepsionis.

dokter gizi di jakarta selatan

Perhatikan Ini Sebelum Konsultasi ke Dokter Gizi di Jakarta Selatan

  • Januari 4, 2021

Pernahkah Anda berobat ke dokter gizi di Jakarta Selatan? Beberapa orang mengira dokter gizi memiliki peran yang sama dengan ahli diet. Padahal, kedua spesialisasi ini sebenarnya berbeda.

Anda bisa menemukan dokter gizi di berbagai rumah sakit di Indonesia, termasuk di Jakarta Selatan. Sebelum berobat, Anda mungkin perlu memahami dulu apa itu dokter gizi dan kapan Anda perlu melakukan konsultasi.

Pekerjaan seorang dokter gizi

Latar belakang seorang dotker gizi memang serupa dengan ahli diet. Namun, seorang dokter gizi memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan gizi dan nutrisi.

Seorang dokter gizi baru bisa menjalankan tugasnya setelah menjalani spesialisasi khusus di bidang tersebut. Jika Anda ingin berobat ke dokter gizi, pastikan dokter gizi tersebut sudah lulus kualifikasi.

Konsultasi pertama dengan seorang dokter gizi mungkin akan memakan waktu sekitar 45 menit sampai dengan 90 menit. Dokter akan menanyakan mengenai riwayat medis Anda serta obat-obatan yang pernah atau sedang Anda konsumsi.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang kebiasaan makan Anda serta pola hidup sehari-hari.

Biasanya, diperlukan konsultasi lanjutan yang dilakukan sekitar 6 bulan setelah kunjungan pertama. Akan tetapi, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Rekomendasi dokter gizi di Jakarta Selatan

Bagi Anda yang berdomisili di kawasan Jakarta Selatan, berikut ini beberapa nama dokter gizi di Jakarta Selatan yang bisa Anda jadikan referensi:

  • Retno Muji Muliany di Klinik AP&AP Pediatric, Growth, and Diabetes Center
  • dr. Yayok Witarto, Sp.GK di RS Tria Dipa
  • dr. Tirta Prawita Sari, Sp.GK, M.Sc di RS Pondok Indah (RSPI) Pondok Indah
  • dr. Verawati Sudarma, Sp.GK di Siloam Hospitals Asri
  • dr. Raissa Edwina Djuanda, Sp.GK, M.Gizi di RS Metropolitan Medical Center
  • dr. Kwan Francesca Gunawan, Sp.GK di MRCC Siloam Hospitals Semanggi
  • dr. Endang Widyastuti, Sp.GK, M.Gizi di Brawijaya Hospital Saharjo

Tips berobat ke dokter gizi di Jakarta Selatan

Supaya pengobatan dengan dokter gizi di Jakarta Selatan semakin maksimal, cobalah untuk mengikuti tips berikut ini:

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan

Sebelum berobat, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up terlebih dahulu. Hal ini penting, karena dokter gizi nantinya perlu mengetahui status kesehatan Anda sebelum bisa memberikan panduan konsumsi nutrisi.

Selain itu, dokter gizi juga akan memerlukan informasi kesehatan Anda secara keseluruhan, seperti kadar gula darah, kadar trigliserida, dan kadar hematokrit.

  • Sampaikan harapan

Jangan lupa untuk menyampaikan harapan kesehatan yang ingin Anda capai pada dokter Anda. Apa pun harapan Anda, dokter bisa memberikan masukan yang menyesuaikan dengan tujuan tersebut.

Misalnya, jujurlah pada dokter apabila target yang ingin Anda capai adalah penurunan atau penambahan berat badan.

  • Catat asupan harian

Sebelum berobat, akan lebih baik kalau Anda bisa mulai mencatat asupan makanan harian Anda setiap harinya. Hal ini nantinya bisa Anda serahkan ke dokter untuk membantu dokter melihat kebiasaan serta pola hidup Anda.

Buatlah catatan mengenai jam makan Anda, frekuensi makan, serta makanan yang Anda konsumsi. Catat juga informasi detail mengenai makanan tersebut, misalnya apakah makanan itu dipanggang, digoreng, direbus, dan lain sebagainya.

Siapkan diri untuk mendengar semua masukan dari dokter ketika Anda berobat ke dokter gizi di Jakarta Selatan. Jangan lupa juga untuk mengajukan pertanyaan apabila ada hal-hal yang Anda tidak mengerti.